Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Akan Menjadi Kakek dan Ayah


__ADS_3

     "Welcome back to Indonesia.Negeri tercinta. " Harry membentangkan tangannya ketika sudah turun dari pesawat yang membawa mereka dari Amerika.


     "Pinggangku sakit banget. "kata Fanya.


     " Saat mereka sampai keruang tunggu, mereka cari tempat istirahat terlebih dahulu karena Fanya sangat lelah. Sedangkan Harry menunggu bagasi mereka.


     "Ternyata Frans ada juga disana. Dengan gayanya yang dingin dan cuek, menghampiri Fanya. Rasa rindunya kepada wanita itu tidak dapat di bendungnya lagi. Fanya yang memejamkan matanya tidak menyadari kehadiran Frans.Frans duduk disebelah Fanya. Dia menatap istrinya itu dengan seksama, namun tidak berani menyentuhnya. Hanya duduk bersebelahan saja membuat gairah Frans datang. Dia bisa mencium wangi rambut dan tubuh Fanya. Ingin rasanya Frans membelai pipinya. Sedangkan Fanya merasakan sesuatu yang aneh. Dia merasa sangat nyaman dan dapat mencium wangi tubuh Frans. Mungkin Harry benar, janin yang ada didalam kandungannya rindu akan Daddynya. Kali ini Fanya tidak ingin menyangkal hatinya. Dia memang sangat merindukan sosok yang telah menyakitinya itu. Fanya enggan membuka matanya. Dia mengira itu adalah mimpinya, jadi biarkan dia menemui Frans dalam mimpinya, karena dia yakin jika dia membuka matanya maka Frans akan pergi. Frans yang melihat Fanya enggan untuk membuka matanya mencoba untuk menyentuh bibirnya dengan hati-hati. Tetapi, saat melihat Fanya tersenyum dalam lelapnya, dia membelai pipi dan menggenggam tangan Fanya, Fanya menikmati setiap sentuhan Frans. Entah hal apa yang membuatnya enggan untuk mengakhirinya.


     "Harry yang melihat tingkah dia sejoli itu menjadi bengong. Frans yang melihat kedatangan Harry meletakkan tangan dimulutnya meminta agar Harry tidak membangunkan Fanya. Dia ingin menikmati kebersamaan ini sebentar saja, sebelum toko utamanya terbangun. Harry memahami apa yang diminta oleh Frans. Dia membiarkan suami istri itu melepaskan rasa kangennya. Meskipun ego mereka masing-masing begitu besar untuk mengakui bahwa mereka saling mencintai dan tidak bisa hidup terpisah. Tiba-tiba tubuh Fanya bergerak, dengan cekatan Frans berpindah dari sana.Saat Frans pergi, Harry mengubah posisi untuk menutup tubuh Frans agar Fanya tidak curiga. Biarlah Fanya menganggap itu hanya sebuah mimpi


     " Kamu tidur, honey? "tanya Harry.


     " Ya... sudah kak. Aku lapar. "Ucap Fanya yang kini tidak malu lagi dengan Harry.


  "Mau makan apa? " Tanyya Harry.


    "Kangen nasi padang kak. " ucap Fanya.


     "Okey, kita makan nasi padang di warung Langgananku ya! " Jawab Harry.


     "Terserah kakak ajalah! " Ucap Fanya.


     "Taksi yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di sebuah rumah padang langganan Harry. Mereka masuk dan memilih tempat yang paling ujung, Fanya yang tidak ingin di ganggu, semenjak kejadiannya dengan Frans banyak orang yang menyindirnya.


     " Sementara Frans, dari bandara langsung pulang ke mansion. Dia ingin beristirahat. Berada didekat Fanya meski tidak diketahuinya sudah membuat Frans bahagia. Menatap dan membelai wajahnya, mungkin sudah membuat Frans tidur nyenyak malam ini.


     Saat Frans tiba dirumah, ternyata sudah ada Tante Rina dan Shaza yang menunggu diruang tamu. Andre sudah berusaha mencegahnya, namun mereka tidak mau mengindahkannya. Mereka membawa informasi entang Fanya. Frans yang saat itu dalam mood yang baik, menemui mereka.


     "Selamat siang, Tuan Frans yang baik hati, apa kabar? " Tanya Rina basa- basi.


      "Reino yang sedang membawa masuk koper Frans mendengus kesal. Dia sudah tahu maksud dari ibu dan anak itu.


    " Ada apa? "Tanya Frans ketus.


    "Nak, Frans. Tante membawakan beberapa informasi tentang Fanya, keputusan kamu sudah benar, nak. Fanya memang terlihat wanita baik-baik, tetapi di belakang kita dia bagaikan wanita yang tidak punya harga diri. Bayangkan, dia masih istri kamu, tetapi sudah berani bermain api dengan temanmu yang punya boutique itu. Sebutan apa yang lebih baik untuk dia, coba? " Ucap Rina, ibunya Shaza.


    "Iya, kak, jika kakak tidak percaya, kakak bisa lihat foto-foto ini. Shaza menyerahkan HP nya kepada Frans.


    " Saat Frans mengamati foto-foto itu, mereka saling bertatapan dengan senyuman kemenangan. Reino yang melihat keduanya menjadi sangat geram. Ingin rasanya dia menenggelamkan kedua orang tersebut kedalam laut yang paling dalam.


    "Kamu yakin ini adalah Fanya dan Harry? " Ucap Frans.


    "Mana mungkin salah nak. Bahkan Shaza pernah melihat mereka berpelukan. " Jelas Rina.


    "Lebih baik, kamu ceraikan dia. Dia hanya akan membuatmu malu. "Tambahnya.


    " Iya kak, bahkan aku lebih baik dari pada dia. Hanya saja papa terlalu memanjakannya.Papa selalu membelanya. Dia juga selalu mengerjaiku. Padahal akun sangat sayang kepadanya. "ucap Shaza.


    " Semua informasi yang kalian bawah sudah aku Terima dan aku akan mempertimbangkan. Sekarang kalian boleh pulang. Aku ingin istirahat, "Ucap Frans.


    " Reino menjadi geram melihatTuannya tidak memberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang dilakukan Shaza. Reino sudah mendapatkan bukti bahwa yang menyebar gosip murahan tentang Fanya adalah Shaza. Andre juga merasa marah kepada Tuan Mudanya itu. Mengapa tidak mengusir saja mereka berdua itu atau dikurung di kamar racun biar mereka jera.


    "Saat mereka sudah pergi, Reino menghampiri Frans.


     Tuan, mengapa Tuan malah terpancing dengan gosip murahan, " Kata Reino.


    "Aku tidak bodoh Reino. Bahkan coba kamu lihat foto-foto ini, sangat amatiran. "Kata Frans sambil menunjukkan foto yang dibawa oleh Shaza.


" Aku akan mengikuti permainan mereka. Aku sangat tahu bagaimana sifat mereka. Hanya uang yang ada di otak mereka. "Ucap Frans.



" Aku sangat mengenal Harry. Dia tulus menyanyangi Fanya sebagai pengganti adiknya yang hilang saat terjadi bencana dulu. Tidak akan mungkin Harry akan jatuh cinta kepada Fanya. Orang dia gemulai begitu. "Ucap Frans disertai tawa Andre dan Reino.



" Lalu apa yang akan Tuan lakukan? "Tanya Andre.



" Aku akan membuat mereka naik kelangit tujuh, kemudian akan aku jatuhkan sedalam-dalamnya kedasar lautan. "Frans kemudian membisikkan rencananya kepada Andre dan Reino.



" Serempak mereka tertawa hingga membuat Wijaya terbangun ketika sedang istrahat.



"Apa yang kalian tertawakan? " Tanya Wijaya.



"Aku akan membuat istri paman Fanya menderita selamanya. " Ucap Frans.


__ADS_1


"Kapan kamu datang,mengapa tidak mengabari Ayah? " Tanya Wijaya.



"Baru saja Ayah dan disambut oleh foto-foto murahan ini. " Frans menyerahkan foto-foto itu kepada Wijaya.



"Siapa yang memberikannya kepadamu? " Tanya Wijaya.



"Tante Rina dan Shaza. " Ucap Frans.



"Dan kamu percaya begitu saja kepada mereka? " Tanya Wijaya.



"Tentu tidak Ayah, aku tahu bagaimana Harry dan aku juga sudah tahu bagaimana istriku. Tidak mungkin aku percaya begitu saja. " Ucap Frans.



"Baguslah jika kamu sudah bisa membedakan yang mana salah dan yang mana benar. " Ucap Wijaya



"Dan bagimana kabar menantu Ayah? " Tanya Wijaya lagi.



"Dia baik-baik saja Ayah.Dan ada berita bahagia, sebentar lagi Ayah akan menjadi kakek. " Ucap Frans bahagia.



"Maksud kamu? "Ucap Wijaya.



" Fanya hamil Ayah. "Kata Frans.



" Benarkah? Fanya hamil? "Wijaya tampak bahagia dengan berita yang dibawah oleh Frans.



" Frans, jemput dia dan jaga dia dengan baik. Jangan sampai cucu Ayah menderita. "Wijaya meminta agar Frans menjemput Fanya.


" Aku belum bisa Ayah Fanya belum bisa memaafkanku. "Ucap Frans sedih.



" Luka yang kamu goreskan kepadanya masih membekas di hatinya. Berusahalah Frans. Jangan pernah kamu menyerah Frans. Jangan pernah menyerah karena Fanya belum bisa menerima. Suatu saat nanti dia pasti akan luluh. Apalagi sekarang sudah ada darah daging kamu di dalam tubuhnya. Dia yang akan menjatuhkan kalian nanti. "Wijaya memberikan nasehat.



" Doakan aku Ayah. "pinta Frans.



" Aku akan selalu mendoakan dan mendukungmu anakku. "Wijaya memeluk Frans anak semata wayangnya.



" Jagalah istri dan anakmu. Pastikan mereka baik-baik saja. Dan cukupkan kebutuhan mereka. "Kata Wijaya.



"Iya Ayah. Aku sudah menyerahkan sebuah kartu kredit kepada Harry agar diberikan kepada Fanya, semoga Fanya mau menerimanya, meskipun Harry harus membohongi Fanya dengan mengatakan bahwa kartu itu miliknya. "Ucap Frans.



" Perlahan, kamu pasti bisa mendapatkannya kembali. "Kata Wijaya.



" Aku ingin istrahat dulu, Ayah. "Frans pemit karena merasa sangat lelah.



" Pergilah, Wijaya menyuruh Frans untuk beristirahat.


__ADS_1


"Dan direstoran padang, Fanya merasa sangat kenyang. Dia seperti orang yang tidak makan selama berhari-hari. Makanya sangat lahap. Harry yang menyaksikan tiba-tiba merasa sangat kenyang.



" Kakak ko nggak habis. Kakak sakit? "Tanya Fanya.



" Nggak, kakak sudah kenyang melihat kamu makan. Lahap bangat,"Ucap Harry.



"Ah, maaf. Makanannya enak banget lho kak. Aku puas banget. " Ucap Fanya.



"Kamu lagi pengen banget ya? " Tanya Harry.



"Iya, kak. Ketika dipesawat tadi, aku pengen banget makan nasi padang. Makanya tadi pas dibandara, aku bilang kek anak. "Kata Fanya.



" Makanlah sepuasnya. Mau tambah lagi? "Tanya Harry.



" Udah cukup kak. Udah kenyang banget. Malahan aku pengen tidur lho! "kata Fanya.



" Bukannya tadi kamu sudah tidur? "Tanya Harry.



" Iya, tapi cuman sebentar kak. Ini pengen tidur yang nyaman di kasur. "Rengek Fanya manja.



" Ternyata kamu anak manja juga ya Fan? "Tanya Harry sambil terkekeh.



" Hah, emank kelihatan ya kak? "Tanya Fanya seperti orang bego.



" Iya, kamu dasarnya manja. "Tanya Harry lagi.



" Aku dari kecil itu selalu dimanjakan oleh Mama dan Papa kak. Mereka sangat lembut kepadaku. Dan semenjak Mama Papa meninggal, Paman juga selalu memanjakanku. Tetapi semua itu hilang semenjak paman menikah. Tante Rina sangat jahat. Terus Shaza anaknya juga. Mereka semena-mena kepadaku. Bahkan mereka menjadikanku pembantu. "Ucap Fanya.



" Sebentar, Usiamu dan Shaza tidak beda jauh. Apakah dia bukan anak kandung Pamanmu? "Tanya Harry.



" Bukan kak, dia anak Tante Rani. Pamanku dijebak oleh Tante Rani. Dia memberikan Pamanku obat perangsang, sehingga pamanku diduga melakukan pelecehan terhadap Tante Rani. Mereka ditangkap oleh warga dan dinikahkan secara paksa. Padahal Paman bukan orang seperti itu. "Fanya mulai bercerita tentang masa lalunya.



" Anehnya, Paman seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Tidak bisa melawan perintah Tante. Bahkan saat Tante Rina menyiksaku, dia tidak bisa berbuat apa-apa. "Lanjut Fanya.



" Mereka memang tidak punya malu. "Kata Harry geram.



" Iya, bahkan rumah yang dia tempati itu adalah rumah mendiang orang tuaku lho kak. Tapi aku malah tidur di kamar pembantu. "Lanjut Fanya.



" Hmmm... Harus dikasih pelajaran tu orang. "Harry makin emosi mendengarkannya.



" Percuma kak, mereka sangat licik. kadang aku bersyukur dinikahkan oleh kak Frans. Karena aku bisa keluar dari siksaan mereka. Tetapi aku tidak menyangka,hal ini bisa terjadi. "Kata Fanya sedih.


" Kamu yang sabar ya, kamu tahu, Frans mencintaimu. Hanya perlu waktu untuk melihat ketulusannya. "Kata Harry memberikan semangat.


" Habiskan makananmu, kita pulang agar bisa lekas istirahat. Jangan sedih, akan ada pelangi setelah badai. "Hibur Harry.

__ADS_1



" Terimakasih, kak. Aku sayang kamu. "Fanya mersa senang bisa mendapatkan kakak seperti Harry, meskipun hanya kakak angkat.


__ADS_2