
Hari ini, Fanya menemani Harry di boutiquenya. Dia ingin belajar banyak hal Harry bisa jadi designer sekaligus MUA, Fanya mencoba untuk menata hidupnya kembali setelah masalah demi masalah menimpa hidupnya.Dia bukannya lari dari masalah, tetapi dia ingin mengistirahatkan jiwa dan raganya agar dia bisa tenang dan menikmati hidupnya. Disana, Fanya membantu Harry melayani pelanggannya. Fanya jadi banyak belajar tentang design dan make up. Fanya adalah anak yang pintar, tidak perlu lama untuk mempelajari semuanya meskipun belum sempurna. Harry yakin jika Fanya bisa menjadi asisten terbaiknya nanti. Tepat pukul 5 sore, Fanya meminta izin kepada Harry untuk mengunjungi malam orang tuanya. Sejak dia menikah dengan Frans, dia tidak pernah lagi kesana. Dan dia sangat merindukan kedua orang tuanya itu. Harry awalnya ragu karena takut Frans akan menemukannya, tetapi Harry juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Frans adalah suami sah Fanya di mata hukum dan agama. Jika memang Fanya menginginkan untuk kembali itu adalah hak Fanya, dia tidak mungkin melarangnya.
"Kamu bisa membawa mobil? Bawalah mobilku agar cepat sampai, " kata Harry.
"Tidak apa kak, aku akan naik taksi saja.Jika aku bawah mobil kakak , maka Frans akan ** mengenalinya. " Ucap Fanya.
"Baiklah jika begitu. pakailah ini jika kamu tidak mau ada yang mengenalmu. " Harry memberikan topi, kacamata dan masker kapada Fanya.
"Terima kasih kak. " Jawab Fanya.
"Fanya kemudian keluar dari boutique Harry. Dia sudah memesan taksi online. Sedangkan Harry melanjutkan pekerjaannya melayani para pelanggan. Saat Fanya menunggu taksinya, Nampak zhasa dari kejauhan. Dia melihat Fanya dan mengikutinya. Dia yakin jika itu fanya, dia juga curiga dengan penampilan Fanya, pasti Fanya sedang ada masalah. Maka kesempatan baginya untuk membuat sepupunya semakin menderita.
" Saat taksi yang ditumpangi oleh Fanya menuju ke makam orang tuanya, Shaza makin yakin jika kakak sepupunya itu sedang dalam masalah. Karena Fanya akan selalu datang ke makam orang tuanya jika dia dalam masalah, Shaza terus mengikuti Fanya. Benar seperti dugaan Shaza, Fanya sedang mengadu nasibnya kepada kedua orang tuanya. Dan Shaza menjadi tahu jika Fanya di usir oleh Frans karena telah merayu Frans. Shaza tersenyum sinis. Dia memiliki ide untuk menghasut Fanya di hadapan Frans, dan dia akan memiliki kesempatan untuk menjadi Nyonya Wijaya.
"Aku harus menyebar gosip ini supaya Fanya makin menderita. "Gumam Shaza.
" Dia kemudian mengambil beberapa foto Fanya dan mulai menyebarkan berita tentang Fanya yang menjadi istri kontrak dia bulannya Tuan Frans Wijaya. Shaza menggunakan akun anonimnya agar tidak ketahuan jika dialah yang menyebarkan gosip palsu itu. Dengan sekejap,berita itu mulai menyebar di kalangan kampus. Mereka para haters Fanya tersenyum mengejek, sedangkan yang lain merasa kasihan dengan kehidupan Fanya.Karena mereka tahu jika Fanya hidup menderita dengan pamannya.
"Saat Fanya kembali ke boutique, tanpa sengaja Fanya bertemu dengan lelaki yang pernah menembaknya dulu, namun ditolak oleh Fanya. Disaat yang sama pula Frans terlihat keluar dari salah satu restoran dekat boutique Harry. dia memang ingin menemui Fanya, namun dia belum berani bertemu dengannya.
" Halo Fan,akhirnya bertemu lagi. "ucap lelaki tersebut.
" Hai, maaf, saya masuk dulu. "ucap Fanya yang tidak mau meladeni lelaki itu.
" Fanya, tunggu dulu, "lelaki itu menarik tangan Fanya. Frans yang menyaksikan menjadi geram.ingin rasanya dia keluar dari persembunyiannya, namun dia tidak mau ketahuan dari Fanya, dia ingin melihat apa yang dilakukan lelaki itu terhadap Fanya.
"Menikahlah denganku. Aku butuh wanita untuk dijadikan istri didepan keluargaku. Tidak lama hanya tiga bulan saja. Setelah itu kita akan bercerai, "Ucap lelaki itu membuat Fanya menghentangkan tangannya.
" Kamu gila? kamu fikir pernikahan itu sebuah permainan, hah, pergi dari sini."Fanya langsung berlari kedalam dengan menangis.
"Frans yang mendengar hal itu menjad marah. Dia keluar dari persembunyiannya dan meninju lelaki tersebut hingga tersungkur.
" Beraninya kamu mengganggu istriku. " Ucap Frans yang kembali menendangnya.
"Istri dia bulanmu? Itu yang kamu maksud Tuan. "kata lelaki itu.
" Dimana kamu tahu jika itu adalah istri Dua bulan, hah? Bahkan aku tidak pernah menceraikannya. Pergi kamu dari sini jika kamu masih ingin hidup."kata Frans.
"Fanya,sayang! aku akan menemuimu kembali. Mau ya, kamu jadi istri kontraku. Aku akan berikan segalanya untukmu selama dua bulan itu. " Teriak lelaki itu dan pergi menjauh dari Frans yang siap-siap memberikan tendangan mautnya.
"Sementara Fanya hanya didalam hanya merenung mengingat perkataan lelaki tadi. Melihat semua itu, Harry menjadi geram dan pergi keluar untuk mengusir Frans.
" Frans, apa yang kamu lakukan? Kamu hanya membuat keributan. Cepat pergi dari sini! "Titah Harry..
" Harry, izinkan aku bertemu dengan Fanya, aku ingin bicara dengannya. "Frans memohon saat Harry kemudian langsung masuk ke boutique dan mengunci pintunya.
P " Harry, buka pintunya? aku ingin bertemu dengan istriku! Harry!"teriak Frans geram.
"Sebaiknya kita pulang Tuan, berikan ruang untuk Nona Fanya berpikir. Biarkan dia tenang dulu. " Kata Reino.
"Kamu tidak tahu aku juga tersiksa Reino!" Kata Frans.
"Tuan, aku tahu, Tuan. Tetapi.... " Kata Reino.
"Harry benar Frans, kamu melakukan kesalahan besar membiarkan Fanya pergi. Seharusnya kamu tidak berkata sekasar itu sehingga dia tetap berada disisimu. Hilangkan egomu, rayulah dia dengan lembut dan tunjukkan jika kamu benar mencintainya. Jangan bersikap bodoh seperti Ayah yang melepaskan orang yang paling Ayah cintai menderita. Cukup Ayah yang merasakannya. " Jelas Wijaya.
"Ayo, pulanglah. Tenangkan fikiranmu dan biarkan Fanya menyembuhkan lukanya. " Wijaya mengajak anaknya pulang.
"Frans kemudian mengikuti Ayahnya pulang.
" Sementara Fanya menangis mengingat apa yang dikatakan lelaki tadi itu tentangnya bahwa dia adalah istri kontrak dua bulan. Bahkan ketika dia membuka sosial medianya beredar bahwa Fanya sudah janda dan siap untuk dikontrak lagi.Harry yang melihat berita tersebut menjadi marah besar dan langsung menghubungi Frans.
__ADS_1
"Puas kamu membuat hidup Fanya menderita, hah? " Tanpa basa basi Harry langsung memarahi Frans.
"Terbuat dari apa hatimu Frans, Kamu ingin menunjukkan kehebatanmu sebagai seorang mefia kejam kepada Fanya, hah? " Lanjutnya tanpa jeda.
"Harry, apa maksudmu? aku ingin meminta maaf kepada Fanya dan ingin membawanya pulang, tetapi kamu malah tidak membiarkan saya masuk, " Frans juga tak kalah marahnya.
"Kamu tidak melihat berita yang ada di sosial media? " Tanya Harry.
Frans kemudian meminta Reino untuk membuka sosial medianya dan mencari berita itu. Frans sangat marah saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Cepat cari pemilik akun itu dan buat dia menderita. Dan blok akunya. Juga sampaikan kepada awak media, jika mereka tidak ingin portal media meraka aku tutup, hapus semua berita tentang Fanya. " Perintah Frans.
"Baik, Tuan. " Ucap Reino yang memblokir semua akun yang memberitakan tentang Fanya.
"Kamu lihat sendiri kan Frans. Kamu memang harus kejam kepada musuh, tetapi bukan kepada orang yang kita cintai. Ayah akan lihat seberapa tulus kamu mencintai Fanya. Ayah tidak akan membantu kamu kali ini. Kamu harus berusaha sendiri untuk menyakinkan Fanya jika kamu sangat mencintainya. Tunjukkan cintamu itu, bukan dengan kehebatan yang kamu punya, tetapi dengan ketulusan cintamu. " Wijaya mengingatkan.
"Frans hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa. Dirinya menyesali apa yang telah dilakukannya terhadap Fanya, dia hanya berharap agar Fanya kembali.
"Sesampainya di Amerika, Fanya langsung disambut oleh para panitia. Karena lelah setelah menempuh perjalanan panjang, Fanya memilih untuk istrahat. Sementara Harry memilih untuk menikmati angin malam kota New York.
" Keesokan paginya,Fanya merasakan ada yang tidak beres dengan kesehatannya. Dia merasa mual dan pusing. Harry mengajaknya sarapan di hotel. Melihat makanan yang di hidangan, Fanya merasakan perutnya bergejolak. Dia ingin muntah. Melihat hal itu, Harry menjadi sangat khawatir, apalagi wajah Fanya terlihat sangat pucat.
"Fanya, are you ok? " Tanya Harry.
"Akun baik-baik saja kak. Hanya sedikit pusing. Mungkin kelelahan atau masuk angin. Istrahat sebentar mungkin akan hilang. " Jawab Fanya.
"Baiklah, nanti setelah acaranya selesai, kamu bisa istrahat, ya! "Kata Harry.
" Fanya berusaha menghabiskan makanannya meskipun mual. Dia punya riwayat asam lambung akut. Jadi dia yakin jika asam lambungnya naik. Apalagi akhir-akhir ini Fanya setres memikirkan nasib hidupnya.
"Acara yang dimaksud belangsung hingga malam hari ini. Fanya terus memaksakan diri untuk tetap kuat meskipun sebenarnya dia sudah sangat lemah. Tiba di acara pengumuman pemenang design, Fanya sudah tidak sanggup lagy, saat namanya diumumkan sebagai designer terbaik dan Fanya diminta untuk naik keatas panggung termegah tersebut, matanya mulai berkunan-kunang. Fanya berjalan sempoyongan. Ketika penyerahan hadiah, Fanya tidak dapat melihat lagi dan hampir jatuh jika tidak ditahan oleh pembawa acara. Harry langsung naik keatas panggung untuk melihat keadaan Fanya. Semua penonton dan para designer berdiri melihat Fanya yang tiba-tiba pingsan. Mereka mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Dia kemudian di bawah Keklinik terdekat sampai di klinik.
__ADS_1
" Selamat Tuan,istri anda sedang hamil. "Ucap dokter dalam bahasa Inggris.
" What! Hamil? "Jawab Harry terkejut.
" Iya, Tuan. Ini saya berikan resep obat dan vitamin agar kondisi Nyonya membaik. Mungkin Nyonya terlalu lelah hingga tak sadarkan diri.Tetapi sebentar lagi akan baik-baik saja. Karena usia kandungannya masih sangat muda, jadi tolong jaga kesehatan dan jangan terlalu capek dan juga setres. "Jelas dokter itu lagi.
" Fanya, sayang. Semoga kamu kuat. Jika kau tidak ingin kembali kepada Frans, tidak apa-apa. Kakak janji akan membantu merawatnya. Kita akan merawatnya bersama-sama. Keponakan uncle, tumbuhlah dengan sehat. Jangan buat mommymu sakit ya! "Ucap Harry mengusap perut Fanya yang masih rata.
" Tak lama kemudian Fanya sadar.
"Aku dimana kak? "Tanyanya.
" Kamu ada di klinik, darling. "Jawaban Harry.
" Owh, apa yang terjadi? "Tanyanya lagi.
" Kamu pingsan saat menerima penghargaan. "Jawab Harry.
" Benarkah, mungkin karena terlalu lelah,
jadi asam lambungku naik lagi, "Ucapnya.
" Bukan karena itu Fanya. Kesehatan kamu baik-baik. "Jawab Harry menyerahkan hasil usg kepada Fanya.
" Aku hamil, kak? "Tanya Fanya.
" Iya Fan, kamu hamil, sudah delapan minggu. "Jawab Harry.
" Fanya menatap kertas USG tersebut. Perasaannya menjadi gundah, antara bahagia atau sedih. Dia bahagia karena kini dia tidak sendiri, ada kehidupan didalam tubuhnya yang akan menjadi obat kesedihannya dia sedih karena apakah Frans akan menerima anaknya.
"Kamu menangis bahagia atau sedih, sayang? "Tanya Harry.
" Entahlah kak, Aku bahagia karena aku akan memiliki keluarga lagi, tetapi Aku sedih, apakah nanti Frans tidak mengakui bayi ini atau malah dia mau mengambilnya dariku. "Jawab Fanya lirih.
" Kamu tidak usah khawatir. Aku tidak akan membiarkan Frans menyakitimu lagi. Kita akan merawatnya sama-sama. Kakak akan membantu kamu. Kakak sangat bahagia karena akan memiliki keponakan yang akan menghibur kakak disaat lelah nanti. "ucap Harry.
__ADS_1
" Terima kasih Kak. Kamu sangat baik. "Ucap Fanya.