
Kondisi Frans semakin membaik.Dokter mengatakan jika dia sudah bisa pulang besok.Meski harus mengontrol seminggu sekali untuk memastikan lukanya sudah benar-benar kering. Reino segera mengabarkan hal tersebut kepada Fanya. Fanya merasa sangat bahagia mendengarnya. Tetapi kenapa Fanya bahagia? bukankah Frans tidak menganggapnya. Fanya tidak tahu ada apa dengan hatinya. Dia sangat merindukan Frans. Fanya mengatakan kepada semua pelayan yang ada di mansion untuk menyiapkan acara penyambutan kepulangan dan kesembuhan Frans. Dia juga meminta semua orang untuk menggantikan tirai jendela, alas meja, bunga-bunga dan memastikan semua benda bersih dan tertata dengan rapi. Fanya juga memasak makanan kesukaan Frans.Saat Frans pulang nanti, dia ingin agar Frans merasa nyaman dan semangat kembali setelah koma yang dia lalui. Fanya berniat menjemput Frans dirumah sakit, tetapi Frans masih melarangnya. Biar Reino dan anak buahnya yang lain menjemputnya. Frans berencana tidak pulang ke Mansion dulu. Dia memilih ke markas dulu untuk menyelesaikan masalahnya dengan snipper yang hampir merenggut nyawanya. Fanya sedikit kecewa karena Frans tidak menghargai jerih payahnya.Namun dia tidak punya hak untuk mengatur semuanya. Kecuali jika memang dia adalah istri yang dicintai oleh Frans.
"Keesokan harinya, dua mobil mewah masuk ke pekarangan rumah sakit. Ya, itu adalah mobil yang akan menjemput Frans. Satu mobil yang akan ditumpangi Frans, dan satu lagi adalah mobil yang akan mengawal Frans. Dengan menaiki kursi roda, Frans dibawah ke mobil oleh anak buahnya, sedangkan Reino mengurus administrasi dan barang-barang milik Frans.
Sampai di markas,
"Dimana laki-laki itu, " tanya Frans dengan garang.
"Meskipun baru saja pulih dari komanya, namun ketampanan dan ka garangan Frans tidak hilang. Dia masih memiliki aura dingin yang siap membekukan semua orang.
" Dia ada diruang belakang, Tuan! "kata anak buahnya.
" Bawa dia keruangan intograsi."perintah Frans.
Frans berjalan dengan cepat keruang intograsi. Dia menarik kursi kebesarannya. Tak lama kemudian, pria tahanan itu diseret paksa oleh beberapa anak buah Frans.Sementara tangannya masih di borgor dan wajahnya di tutup dengan kain hitam. Hal ini selalu dilakukan oleh anak buah Frans agar tahanan mereka tidak mengingat seluk-beluk seluruh ruangan yang ada di markas Frans. Bahkan ada ruangan bawah tanah rahasia yang tidak diketahui oleh anak buah Frans sendiri kecuali dia dan Wijaya, Ayahnya. Meskipun anak buah Frans sudah bertahun-tahun bekerja dengannya, dia tidak ingin terjadi kekacauan akibat anak buahnya yang berkhianat.
"Halo,teman! bagaimana harimau? apakah kamu bahagia setelah mendengarku mati? " tanya Frans.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya lelaki itu.
"Tentu saja saya inginkan kamu. " Jawab Frans.
"Maksud Tuan? " Tanya lelaki itu bingung.
"Saya sudah tahu siapa yang menyuruh kamu. Lalu pertanyaan itu tidak akan memberi pengaruh untuk saya. Saya hanya ingin menawarkan kerja sama denganmu. Maukah kamu bekerja denganku? " Tanya Frans.
"Apa manfaat yang bisa saya dapat? " Tanyanya lagi.
"Bayaran tentu saja, keamanan. Dan yang lebih penting perlindungan maksimal kepada keluargamu." Frans berkat.
"Apakah saya bisa memegang janjimu, Tuan? "Tanyanya lagi.
" Reino, sambungkan panggilan keluarganya. "Kata Frans.
Sambungan video call bersambung kesebuah computer besar di hadapan lelaki itu. Tampak seorang perempuan muda yang sedang menggendong bayi mungil dan imut. Dari pakaiannya,Frans bisa melihat jika bayi itu berkelamin perempuan. Tampak perempuan sedang menyuapkan makanan kepada bayinya.Pria tadi tampak terkejut karena anak buah Frans berhasil mendapatkan alamat rumahnya. Padahal selama ini siapapun yang membayarnya untuk melakukan pekerjaan keji,tida ada yang tahu keberadaan orang yang dicintainya itu. Dia mengakui keahlian Frans dan anak buahnya tidak bisa dianggap remeh.
" Kalian tidak usah melibatkan keluargaku. Mereka tidak bersalahn! "kata lelaki itu.
" Tergantung dengan keputusanmu. Aku tidak yakin jika kamu mau ataupun tidak mau bekerja sama dengan kami, apakah aku atau orang yang telah membayarmu akan melepaskanmu begitu saja. Kalaupun aku melepaskanmu, kamu tetap akan mati di tangan orang yang membayarmu. Jadi sekarang pilihan ada ditanganmu. Bergabung denganki dan keluargamu aman atau aku akan serahkan kamu kemantan bosmu dan keluargamu tidak aman. Kamu tidak harus menjawab sekarang, aku akan beri waktumu berfikir satu jam dari sekarang. "jelas Frans beranjak dari kursi kebesarannya.
" Beri dia makan dan bawa kembali kemari satu jam mendatang! "perintah Frans kepada anak buahnya.
" Baik Tuan! "Anak buahnya membawa kembali pria itu untuk diberi makan.
" Sementara Frans pergi kekamar pribadi yang ada di markasnya. Kamar itu sangat luas dan lengkap. Dikamar tersebut ada mini bar yang langsung menghadap kearah jendela.
"Tuan, apakah Tuan tidak ingin pulang kemansion? "Tanya Reino.
" Tentu saja saya pulang. Tetapi setelah saya memastikan pria itu mau bekerja sama dengan kita dan membuat dia setia kepada kita."Jawab Frans.
"Tuan, sudah waktunya minum obat. "Kata Reino.
" Tidak bisakah kamu buang saja obat itu. Saya sudah meminumnya. Dari kecil saya tidak suka dengan obat. "kata Frans.
" Tetapi Tuan harus meminumnya jika ingin cepat sembuh. "Kata Reino.
" Jadi kamu merasa repot mengurusku, hah? mau kepotong gajimu? "kata Frans.
" Ya ampun Tuan, selalu saja bawa-bawa gaji. Lagipula udah ada istri cantik dan perhatian malah disia-siakan. Tuan ini aneh deh! "kata Reino meniru gaya bicara Harry.
" Kamu tidak punya topic lain apa? "Frans menjadi geram.
" Habis Tuan itu jahat sama Nona Fanya. Dia itu gadis baik-baik Tuan. Direbut orang baru tau ntar. Reino semakin kesal dengan kegengsian bosnya itu.
"Ini obatnya saya letakan disini. " kata Reino.
Saat Reino ingin keluar dari kamar Frans. Dipintu dia melihat Andre menenteng box makanan.
"Tuan, Reino tolong berikan makanan ini untuk Tuan Muda. Dia harus makan segera dan meminum obat. Ini bebek bakar dan lalap. Kata Nona Fanya bagus untuk menyembuhkan luka. Dan minuman ini untuk memulihkan stamina. Jadi pastikan Tuan menghabiskannya." kata Andre yang kemudian meninggalkan Reino.
__ADS_1
Reino kemudian mengantarkan makanan itu kepada Frans.
Nih, makan enak. Kapan lagi kamu dapat layanan ekstra seperti ini, Tuan. Makan enak dijaga setiap hari. Dan dilayani secara baik, di jaga, didoakan.Paket komplit Tuan. "Reino mulai memanas-manasi Frans.
Frans hanya melirik kearah Reino tanpa mengatakan apa-apa. Dia tidak mengerti mengapa anak buah kepercayaannya ini suka sekali membuatnya pusing selama ini.
" Kalau Tuan tidak mau, sini biar saya yang makan. saya juga lapar soalnya, "pintar Reino.
" Jangan sentuh punyaku, kamu minta saja sama kiki didapur. "kata Frans merebut bekal yang diberikan Andre.
"Tuan, pelit amat sih. Makanan aja juga. Lagipun Tuan nggak mau makan kan? Daripada mubazir, mending kasi saya aja, " pintar Reino.
"Kalau saya bilang tidak boleh ya tidak boleh. Lama-lama kamu kok jadi gitu sih Rein. Sana Kamu makan yang lain, " Kata Frans.
"Oke kalau begitu, saya akan kembali kemansion, saya yakin Nona Fanya masak yang banyak. Tinggal minta saja dengan mereka. "kata Reino lalu pergi meninggalkan Frans yang masih bingung dengan tingkah Reino.
" Tenyata Fanya tidak hanya membuat makanan untuk Frans. Dia juga membuat makanan untuk dibagikan kepada seluruh anak buah Frans. Dia juga memasak lebih untuk di antarkan kebeberapa panti asuhan. Sekarang anak buah Frans sedang makan bersama. Semua makan dengan nasi kotak. Reino yang harus masuk kedapur melihatnya dengan bengong. Dia tidak kembali kemansion karena Frans belum mau kembali kesana.Sehingga dia memutuskan kedapur markas saja.
"Wow, sepertinya ada acara makan besar. siapa gerangan yang memberikan nasi-nasi yang enak itu kepada kita? " Tanya Reino.
Menunya memang tidak sama dengan yang didalam box Frans. Tetapi rasanya tidak kalah dengan makanan yang ada direstoran bintang lima. Reino menelang ludahnya membayangkan rasanya. Dia mengambil satu kotak yang ada dimeja dekat lemari piring dan membukanya. Dari baunya saja sudah terasa enak, apalagi rasanya. Fanya memang jago memasak. Tetapi mengapa Tuanya malah tidak mau membuka hati untuk istri cantiknya itu ya. Bukannya makan, Reino malah memikirkan cara bagaimana agar Frans bisa jatuh cinta dengan Fanya.
"Reino yang malu karena ketahuan melamun hanya bisa menatap kearah anak buahnya itu dengan tatapan membunuh.Mengetahui bosnya marah, anak buahnya itu mengambil langkah Seribu untuk pergi. Setelah menghabiskan makanannya, Reino kembali keruangan Frans, untuk memastikan Tuan Mudanya itu sudah makan atau belum.
" Tuan sudah selesai? apakah kita bisa melanjutkan masalah yang tadik? "Tanya Reino.
" Iya, setelah saya meminum obat ini. Lebih cepat lebih baik. Saya juga ingin pulang secepatnya, "kata Frans.
" Wah, sepertinya ada merindukan seseorang, "Goda Reino.
" Frans melemparkan box makanan yang di bawah Andre tadi kearah Reino. Dia sedang malas berdebat dengannya. Frans berjalan mendahului Reino yang sedang memungut box makanan yang dilempar oleh Frans. Lalu segera berlari menyusul Frans.
"Bagaimana keputusanmu? Tanya Frans ketika berhadapan dengan snipper tahanannya.
" Jika saya memutuskan untuk bekerja dengan anda, apakah anda menjamin keluarga saya akan selamat? "Tanya pria itu.
" Reino, ambilkan surat perjanjian yang sudah saya buatkan. "Frans menyuruh Reino mengambil surat jaminan.
__ADS_1
" Ini, Tuan Muda, "serah Reino.
" Ini adalah surat perjanjian kerja sama antara kita berdua. Kamu bisa membacanya terlebih dahulu. Jika kamu setuju maka cepat tandatangan surat itu. Jika kamu tidak setuju, maka kamu akan mendekam selamanya di ruang tahanan yang sudah saya persiapkan.Saya tidak bisa menjamin jika kamu tidak dendam dengan saya, "Jelas Frans.
"Pilihan yang anda berikan sama saja. Tidak ada yang baik bagi Saya, " katanya.
"Kamu bacakan saja dulu poin-poinnya. " kata Frans.
"Suasana menjadi hening. Tidak ada satu orangpun yang bersuara pria itu tampak memejamkan matanya setelah membaca poin-poin yang ditawarkan oleh Frans. Dia tampak berfikir keras. Jika dia tidak setuju, maka dipastikan dia akan kehilangan keluarganya. Menjadi tahanan Frans seumur hidup,sama saja bahwa dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan istri dan anaknya lagi. Akhirnya dia memilih untuk menandatangani surat tersebut.
" Kamu sudah menandatangani surat ini, itu artinya kamu setuju bekerja untukku. Disini sangat menjunjung kesetiaan. Jika kamu berani berkhianat, maka keluarga kamu yang akan menjadi jaminannya, "kata Frans memperjelas syarat yang dia ajukan.
" Saya mengerti Tuan. Akan saya tunjukkan kinerja saya dan kesetiaan saya kepada Anda. Tetapi jika anda berusaha mencelakai keluarga saya, maka jangan salahkan saya jika saya membuat anda menderita, "katanya.
" Itu tidak akan terjadi jika kamu bisa bekerja dengan baik. Bahkan keluargamu akan mendapatkan hidup yang lebih layak dari sekarang."kata Frans.
"Sekarang urusanmu dengan saya sudah selesai. Nanti Reino yang akan menjelaskan job desk kamu.
" Reino, suruh anak buahmu untuk membawa keluarganya kekota ini. Sediakan apartement dan pastikan tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan meteka. Pastikan keamanan yang sangat ketat di tempat itu, "Perintah Frans dan pergi dari tempat itu.
Frans mengambil kunci mobil dan mulai berjalan keparkiran markasnya.
" Tuan tidak mau saya antar? "Tanya Reino.
" Tidak, saya bisa pulang sendiri. "Kata Frans.
Frans masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan markas. Dia memilih untuk pulang dari didepan mansion, Frans melihat ada yang lain dari design mansionnya. semua terlihat feminim tetapi anggun. Dan tanpa dia sadari dia mengagumi design interior itu. Dia tahu ini adalah idenya Fanya. Tidak mungkin Andre bisa mendesign seelegan ini. Frans mulai berfikir jika selera Fanya patut diacungkan jempol. Lembut tetapi berkarakter.
" Saat melihat Frans kembali, Fanya langsung turun dan menyalami suami dinginnya itu.
"Kakak pasti lelah, sebaiknya beristirahatlah dulu, " Kata Fanya.
"Tanpa kamu kasih tahu, aku juga ingin istirahat, " kata Frans.
__ADS_1
Frans tersenyum ketika membelakangi Fanya. Dia tersenyum mengingat sebutan kakak kepadanya.Perasaan apa yang dia rasakan. Cinta atau hanya obsesi.