Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Ternyata Mimpi


__ADS_3

   "Frans kembali ke mansion setelah Fanya dan Harry benar-benar pergi. Dia membayar sotonya dan masuk kedalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya dengan pelan sambil mendengarkan lagu kesukaannya.Sampai di perempatan jalan, dia mendapatkan telfon dari Reino. Reino mengatakan bahwa pengiriman senjatanya akan datang sebentar lagi. Tetapi ada yang mengaku sebagai keamanan pelabuhan itu dan melarang anak buah Frans masuk. Akhirnya Frans memutar kembali mobilnya menuju pelabuhan.


   " Frans menemui pihak keamanan yang di maksud. Dirinya memiliki izin untuk usaha perdagangan senjata tersebut karena bukan digunakan untuk hal-hal yang negatif. Frans juga bukan mafia ilegal yang suka membuat onar. Untuk itulah dia memiliki musuh yang iri akan keberhasilannya.


   "Setelah memastikan semuanya beres, Frans memilih untuk pulang ke markas. Dia memanggil Reino untuk membicarakan rencana yang ingin membuat Fanya kembali kepadanya.


   " Rei, sepertinya aku akan mengubah caraku agar bisa mendekati Fanya. "Frans membuka pembicaraan.


  " Maksud, Tuay? " Tanya Reino.


  "Aku tidak akan mendekati Fanya dengan cara pura-pura sakit lagi. Tetapi dengan melakukan penyamaran. " Jawab Frans.


  "Padahal aku sudah membicarakan ini dengan dr. William dan dia setuju. Bahkan dia menyarankan agar Tuan dirawat di kliniknya minggu ini. " Jelas Reino.


   "Itu untuk plan B kita. perjalanan kita masih panjang. " Kata Frans.


   "Tadi aku mengikuti Fanya dan Harry, dan benar mereka sedang makan soto. saat itu aku sedang menutup wajahku dengan topi dan masker agar tidak diketahui oleh Fanya, dan benar saja dia tidak mengenalku. Harry berinisiatif untuk membuat penyamaran kepadaku. Aku yakin dengan cara ini, aku bisa mendekati Fanya. " Jelas Frans.


   "Tetapi Tuan, Nona Fanya akan mengenal Tuan sebagai orang lain, apakah itu akan membuat Tuan nyaman? "Tanya Reino.


   " Tidak apa-apa. Untuk sementara biarlah begitu. Aku hanya ingin dekat dengannya agar bisa mengetahui bagaimana sebenarnya perasaan Fanya terhadapku. Aku juga ingin mengenalnya lebih jauh, apa yang dia suka dan apa yang tidak dia sukai. "Jawab Frans.


  " Nanti saat tiba waktunya, aku akan menghilang dari hadapan dia sebagai orang lain dan akan kembali lagi sebagai Frans. "Sambungnya.


   " Ide bagus. Tetapi Tuan harus berhati-hati karena jika ketahuan akan menyisakan sakit yang lebih dalam lagi bagi Nona Fanya, jika memang Tuan melihat ada yang mencurigakan darinya, sebaiknya langsung saja Tuan akhiri. "Reino memberi saran.


   " Aku mengerti. Bahkan aku sudah menyiapkan semuanya dengan sangat matang. Malam ini Harry akan menemuiku. Antarkan aku pulang. Aku merasa ngantuk. Mungkin aku akan beristirahat sebentar sebelum bertemu dengan Harry. Nanti tolong kamu urus semua masalah di markas. Aku harus menemukan orang yang telah berkhianat membocorkan barang yang masuk. "Ucap Frans.


   " Iya, kejadian yang terjadi di pelabuhan adalah ulah salah satu anak buah Frans yang membocorkan jadwal pengiriman barangnya. Sehingga ada orang yang ingin mencuri barang tersebut. Bukan Frans namanya jika dapat mencium gelagat yang mencurigakan itu. Selain tampan Frans juga pintar. Frans memiliki sejuta akal yang bisa membuat musuh bertekuk lutut. Namun sayang, dalam urusan percintaan, Frans sangat payah. Dia tidak punya ilmu untuk bisa merayu dan memikat wanita. Mungkin karena dia terlalu membenci wanita, jadinya dia tidak memiliki bakat menjadi playboy seperti Ayahnya. Wait, Ayah Frans bukanlah seorang playboy. Cinta hanya satu yaitu Ibunya Frans, namun karena dia merasa sakit saat ditinggal oleh ibunya, maka dia mencoba untuk menghibur dirinya dengan menikah berkali-kali. Namun semuanya hanya menginginkan uangnya saja. Oleh sebab itu Frans sangat membenci makhluk yang bernama wanita. Dan wanita yang saat ini bisa merebut hati dan pikirannya hanyalah Fanya, apapun akan dia lakukan agar wanita tersayangnya itu kembali kepadanya.


    "Sesampainya Frans dirumah, dia langsung menuju ke kamarnya. Dia ingin istrahat sebentar. Namun, sbelum dia memejamkan mata, dia membuka galeri foto di handphonenya. Dia menatap foto Fanya yang menurutnya sangat cantik itu hingga terlelap. Dan Frans bermimpi seolah-olah dia kembali bersama Fanya.


   " Daddy, tangkap bolanya! "Ucap seorang anak laki-laki memanggilnya.

__ADS_1


  "Wow, anak daddy pintar banget. Daddy akhirnya kalah.


  " Sayang! ayo sarapan dulu. nanti makanannya keburu dingin. "Ucap Fanya dari kejauhan.


   " Sebentar lagi, mom. Aku ingin membuat daddy kalah. "Teriak anak kecil itu.


  " Ye... yey.. Deddy kalah! "Anak itu bersorak gembira setelah mengalahkan Deddynya.


  "Mereka kemudian masuk kedalam rumah dan mendapati Fanya yang telah menyiapkan sarapan untuk mereka.


   " No, kamu harus cuci tangan dulu. Setelah main diluar akan banyak kuman yang menempel di tangan. Cepat cuci tanganmu dengan sabun! "Perintah Fanya.


  " Com on, son! "Jangan buat mommymu marah. Ayo kita cuci tangannya! Frans mengajak anaknya untuk cuci tangan.


  " Mommy, setelah ini aku mau di ajak jalan-jalan donk. Aku ingin makan es krim. "Tanya anak itu.


  " Pasti sayang. Kita akan jalan-jalan. Iya kan dad. Tetapi setelah jagoan mommy makan dengan lahap dan mandi. "Jawab Fanya.


  "Saat ingin mencium Fanya, tiba-tiba,


  "Hay, bangun! "Frans mendengar seseorang menyuruhnya bangun.


  " Bukannya bagun, Frans memilih untuk berbalik dan tersenyum.


  "Sebentar lagi sayang. Aku masih ngantuk. Kamu tidurlah disini di sampingku. Biar banyak sitter yang menjaga anak kita. " Kata Frans dalam tidurnya.


   "Apa? Anak dari hongkong. Kamu kenapa Frans? " Seseorang kembali menguncangkan tubuh Frans untuk bangun.


   "Karena tidak berhasil membangunkan Frans, akhirnya dia ambil sedikit air didalam kamar mandi dan menyiram wajah Frans, Frans yang merasa terkejut disiram air akhirnya terbangun.


  " Harry! "Kata Frans bingung.


  " Kamu sedang bermimpi? "Tanya Harry.

__ADS_1


  " Frans duduk di atas tempat tidur dan menatap Harry dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dan ternyata apa yang di alaminya tadi hanyalah sebuah mimpi. Alangkah bahagianya dia di dalam mimpi tersebut memiliki putra yang tampan.


  "Hello, malah melamun.Cepat mandi, aku ingin merubah penampilanmu supaya kamu bisa mendekati Fanya. Aku tidak bisa berlama-lama,Fanya kutinggal sendiri di apartemen. " Perintah Harry.


  "Kamu tidak punya asisten rumah tangga? "Tanya Frans.


  " Punya,hanya saja mereka tidak tidur disana,mereka datang dan pulang sore hari setelah menyiapkan makan malam. "Jelas Harry.


  " Sebaiknya kamu carikan asisten yang bisa tinggal disana. Supaya Fanya memiliki teman saat kamu sedang keluar seperti ini.Aku khwatir terjadi ada apa-apa. Apalagi dia sedang hamil muda. "Jelas Frans.


  " Carikan asisten yang bisa masak, melakukan pekerjaan rumah dan bisa bela diri. Jadi bisa sekaligus menjaga Fanya dari orang-orang yang ingin mencelakainya. Masalah biaya, kamu jangan khawatir, aku yang akan memberinya gaji. "Sambung Frans.


  "Sombongnya orang kaya ini. Aku tidak keberatan mencari asisten seperti yang kamu minta itu. Kalau masalah biaya, kamu jangan takut. Aku masih bisa membayarnya. Hanya,dimana aku bisa mencari asisten yang memiliki kemampuan bela diri? " Tanya Harry.


"Kalau itu masalahnya, serahkan kepadaku. Aku akan meminta Reino untuk mencarinya. Aku hanya khwatir, karena setelah melihat sikap adek sepupunya tadi, aku jadi ragu melepasnya tanpa pengawasan.


" Terlebih lagi Fanya sedang hamil. Bukankah orang hamil tidak boleh setres. "katanya.


"Kamu benar. Aku hanya tidak habis pikir dengan gadis itu. Setelah puas merebut apa yang bukan miliknya, malah suka menghina orang lain. Apasih kepuasan yang dia dapat dengan membuat hidup orang lain susah. " Tambahnya.


"Apa lagi kalau bukan harta dan ketenaran. Tapi bagiku Fanya lebih dari segala-galanya. " Jawab Frans.


"Baru sadar ternyata. Dulu kemana kamu, hingga baru sadar jika Fanya adalah wanita yang Sempurna, sangat sempurna malah. " Ejek Harry.


"Iya... iya. Aku akui jika aku baru menyadarinya. "Jawab Frans.


kapan kita mau kerja


" Ya sudah, kalau kita ngobrol terus, "Ucap Harry sambil menarik tangan Frans agar di bangun dan mandi.


"Frans kemudian mandi dan Harry menunggu di ruang tengah sambil membaca majalah. Dia tersenyum saat memandang Semua Sisi rumah ini yang dipenuhi dengan foto-foto Fanya.


" Benar-benar sudah bucin kamu Frans. Rasakan rindumu itu. sok sok jual mahal. Sekarang kenah kan sakitnya menahan rindu."Harry tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2