Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Boutique Untuk Fanya


__ADS_3

    "Aku datang. " Ucap Harry.


   "Kakak.Akhirnya kamu pulang juga. Tadi ada Pelanggangmu yang ingin merias, dia tidak ingin dirias oleh orang lain. Aku mencoba menelfonmu, tetapi tidak di angkat. " Ucap Fanya.


    "Benarkah? " Harry kemudian mengecek handphonenya dan benar saja ada 20 panggilan tak terjawab dari Fanya.


     "Maaf tadi handphonenya di silent. " Jawab Harry.


    "Sudahlah, orangnya juga sudah pergi. "Katanya lagi.


    " Biarkan saja orang.Orang yang banyak maunya. Biasanya akan repot menguras orang seperti itu. "Tutur Harry.


   " Fanya, kemarilah! ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu, "Ucap Harry.


   " Apa itu kak? "Tanya Fanya penasaran.


   " Coba lihat tempat ini? kamu suka? Tunjuk Harry.


    "Tempatnya bagus. Aku sangat suka. "Jawab Fanya.


    " Kakak mau apa dengan tempat ini?" sambungnya.


   "Tempat ini akan aku jadikan boutique untukmu. Kamu suka kan? " Tanya Harry lagi.


   "Ini cantik banget kak. Sesuai banget dengan seleraku. Bolehkah aku melihatnya secar.langsung besok? Tanya Fanya yang antusias.


    " Tentu. Kamu bisa melihatnya secara langsung. kamu juga bisa mulai mendekornya. Besok para pekerja akan menata ulang tempat itu, "Jelas Harry.


   " Dan, bagaimana keadaanmu? "Tanya Harri.


  " Aku tidak mau calon keponakanku kenapa-kenapa. "Sambungnya.


   " Tidak apa-apa kak. Aku baik-baik saja. Sepertinya dia sangat sayang dengan mommynya. Tidak banyak tingkah. "Jelas Fanya.


   " Kamu lapar? "Tanya Harry.


   "Sedikit.Tetapi aku ingin makan soto Banjar kak. Yang ada di dekat kampusku itu. " Kata Fanya.


   "Hmmm.. Emang enak? " Tanya Harry.


   "Enak kak. Ayuk kesana. "Fanya sepertinya sangat ingin makan soto itu.


   " Ayo lha. "Ajak Harry.


   Mereka akhirnya keluar dari boutique untuk mencari soto yang di maksud oleh Fanya.


   Sementara di tempat lain, Frans termenung memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa kembali bersatu dengan Fanya. Jujur di sangat merindukan wangi tubuh Fanya. Ternyata beginilah rasanya menanggung rindu. Frans tidak semangat untuk melakukan apapun. Dia benar-benar inginkan Fanya.Reino yang melihat keadaan Tuannya menjadi prihatin. Seorang ketua mafia dan CEO yang ditakuti oleh semua anak buah, karyawan dan musuh-musuhnya itu tiba-tiba kehilangan semangat hidupnya.


   " Tuan, maaf. Aku punya ide bagaimana agar Nona Fanya mau kembali dengan Tuan. "Ucap Reino.


    Frans yang dari tadi memandang langit melalui jendela kantornya kemudian menoleh.


   " Apa yang kamu fikirkan? Kamu yakin, Fanya akan memaafkanku dengan cara itu? "Tanya Frans.


   " Tuan, saat tuan terkena tembakan beberapa bulan yang lalu, Tuan ingatkan? "Tanya Reino.


   " Cepat katakan Reino. Jangan biarkan aku menunggu ide kamu itu. Kalau berhasil, kalau tidak hanya menghabiskan waktuku. Kamu sehat? "Ucap Frans yang tidak sabaran.


   "Tuan, coba Tuan pura-pura sakit. Nona Fanya pasti akan sangat khwatir. Saat Tuan koma dulu saja, bagaimana Nona menjaga Tuan hingga tidak tidur dan tidak makan juga. " Ucap Reino.

__ADS_1


   "Frans mulai berfikir dengan apa yang dikatakan Reino. Saat itu Fanya bahkan tidak memikirkan kondisi kesehatannya. Dia benar-benar menjaga dan berdoa agar Frans bisa pulih kembali.


    " Kamu yakin jika Fanya akan percaya? "Tanya Frans.


   " Kalau kita tidak mencoba, bagaimana tahu Tuan. "Jawab Reino.


    " Tetapi kita harus bekerja sama dengan dokternya mengenai hal ini. "Sambungnya lagi.


   " Untuk hal itu, tolong kamu atur dengan baik. Jangan sampai Fanya tahu jika aku hanya pura-pura. "Kata Frans.


   " Siap Tuan. Akan aku atur rencana ini sebaik mungkin? "Ucap Reino kemudian pergi meninggalkan Frans.


    "Frans kemudian tersenyum dan membuka galeri handphonenya melihat foto-foto Fanya yang diambilnya ketika berada di New York.


    " Aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu kembali kepadaku, sayang. Ternyata aku sangat mencintaimu. Aku tidak tahu jika hati ini sangat sakit saat berada jauh darimu. Seakan separuh jiwaku pergi bersamamu. Kembalilah sayang. Aku sangat merindukanmu. "Frans bebicara dengan foto Fanya.


   " Frans menyesal karena baru merasakan cinta setelah dia kehilangan. Andai saja dia tidak mempertahankan egonya, mungkin sekarang dialah orang yang paling bahagia karena memiliki istri yang cantik, sederhana, pintar,tidak sombong, tidak banyak menuntut, peduli dan keibuan. Apalagi sekarang Fanya mengandung anaknya. Frans menjambak rambutnya sendiri karena merasa sangat menyesal. Andai dia tidak berkata kasar dan menuduh Fanya, mungkin setelah pulang dari kantor, dia bisa memeluk gadis itu.


   "Frans kemudian mengambil jas dan memakainya. Dia juga merapikan rambut dan kemejanya yang berantakan. Niat hati ingin makan siang dekat boutique Harry agar dia bisa memandang istrinya meski dari jauh.


   " Michael, saya ingin keluar makan siang, dan mungkin tidak kembali kekantor. Untuk jadwal meeting siang ini, tolong kamu batalkan. "Kata Frans kepada sekretarisnya saat dia ingin keluar.


   " Dia menghubungi Reino agar menyusulnya ke resto dekat boutique Harry. Namun Reino mengatakan bahwa dia melihat Fanya sedang berada di warung kaki lima dekat kampusnya. Frans mengernyit dahinya, bagaimana seorang Nyonya Frans Wijaya malah makan di tempat murahan seperti itu.


   "Frans memutar mobilnya menuju arah kampus Fanya. Dia celingak celinguk mencari warung kaki lima yang menjual soto. Tidak lama kemudian dia menemukan mobil Harry yang terparkir tidak jauh dari gerbang kampus Fanya. Frans yakin mereka tidak jauh dari sana. Frans mengganti jas dan kemeja dengan baju kaos lusuh. Dia juga memakai topi,masker dan kacamata. Tak lupa juga mengganti celananya dengan jeans yang sudah koyak-koyak. Kini tampilannya mirip dengan preman pasar yang suka memalak orang. Dia harus berbuat seperti itu agar bisa dekat dengan Fanya. Tidak mungkin lagi jika dia terus menatap Fanya dari kejauhan. Rasanya sangat tersiksa. Jika penampilannya bisa dia ubah agar bisa berkenalan dengan Fanya sebagai orang lain, mungkin dia akan lakukan. Tetapi apakah itu mungkin? Ah, sebaiknya nanti dia bicarakan dengan Harry. Teman lelaki jadiannya itu pasti punya cara untuk mengubah penampilan. Untuk sementara, dia hanya memakai masker untuk menutupi wajahnya.


    " Permisi pak, sotonya satu pak. Banyakin sayurnya, ya! "kata Frans kepada penjual soto.


   " Dia memilih duduk berhadapan dengan kursi Fanya. Harry yang sangat mengenal suara teman kecilnya itu menoleh. Dan benar saja, Harry melihat Frans dalam versi preman. Terbesit ide yang sama dengan Frans yaitu mengubah penampilan Frans agar bisa berdekatan dengan Fanya.Harry mengambil ponselnya dan mengirim WA kepada Frans.


    "Teman kecilku yang sok cool'


( Bagus juga penyamaranmu)


 (kamu bisa mengenaliku?)


    "Teman kecilku yang sok cool'


 (Hello, bahkan aku sudah melihat isi dalamnya, kekekek)


 (aku punya ide agar kamu bisa berdekatan dengan Fanya. Kasiha juga kulihat temanku yang sok jual mahal ini harus menahan rindu untuk belahan jiwa yang hilang)


  " Lelaki atau wanita yang baik hati'


  (kamu yakin hal itu bisa berhasil?)


  "Teman kecilku yang sok cool'


(serahkan semuanya kepadaku, kamu tidak usah ragu)


  " Lelaki atau wanita yang baik hati'


 (kutunggu kamu di mansion malam ini)


  "Teman kecilku yang sok cool'


 (oke)


   " Kakak lagi chat sama siapa sih? kok senyam senyum sendiri kaya orang lagi kesambet. "Tanya Fanya yang melihat tingkah aneh Harry.

__ADS_1


   " Dari temen. Habisnya dia ngelawak, lucu banget! "jawab Harry berbohong.


   " Owh, kak, aku jadi pengen tambah sotonya, boleh ya? "Tanya Fanya.


   " Kamu benaran ngidam nih? jadi pengen nambah lagi? "Tanya Harry kembali.


   " Iya, rasanya satu porsi tidak cukup. "Jawab Fanya.


   " Yaudah tambah aja lagi. kakak udah cukup, udah kenyang banget. "Kata Harry.


  " Pak, nambah satu porsi lagi pak! "pinta Fanya.


  " Baik, neng. Ditunggu ya! "Jawab penjual soto itu.


  " Frans yang melihat Fanya makan dengan lahap, bahkan minta tambah menjadi ngiler. Dia yang suka milih makanan akhirnya mencobamakan soto tersebut. Dan ternyata memang sangat enak.


  "Saat mereka sedang asyik menikmati sotonya, datang Shaza dan teman-temannya. Dia sangat gembira bisa melihat Fanya makan dipinggir jalan seperti ini.


   " Kakak, kamu makan di warung seperti ini? menyedihkan itukah nasibmu sekarang? "Shaza mulai membuka suara.


" Hay, bocah. Jaga mulutmu. Memangnya yang makan disini itu orang miskin aja? punya dimulut tuh dijaga. Kalau tidak bisa dijaga, sini tak jahit biar tidak menyebar penyakit virus yang memalukan. "Harry menjawab dengan perasaan marah.


" Wow, pantas kak Frans mengusirmu dari rumah, ternyata seleramu tante-tante jadian ini. Kasihan sekali dirimu kak. Sudah menikah untuk melunasi hutang, cuman dia bulan pula tuh. Dan sekarang karena tidak laku lagi, malah memilih dekat dengan wanita jadi-jadian ini. "Ucapnya lagi.


" Fanya hanya diam, malas meladeni ucapan Shaza. Tetapi tiba-tiba selera makannya hilang karena kehadiran Shaza. Frans yang mendengar kata-kata Shaza menjadi emosi. Ingin rasanya dia menjahit mulut wanita tersebut seperti yang dikatakan oleh Harry. Namun dia tidak bisa gegabah. Dia harus bisa bersabar.


"Shaza, sebaiknya kamu pergi. Aku sedang tidak ada waktu untuk berdebat denganmu. Aku datang kemari memang aku sedang pengen makan soto pak maman. Kalau kamu merasa tidak pantas makan makanan di pinggir jalan, silahkan kamu pergi dari sini. Lagipula aku menolong papa kamu, karena yang punya hutang itu papa kamu, bukan aku. Itu juga karena keinginan kalian tidak sesuai dengan apa yang kalian miliki. "Ucap Fanya malas.


" Dasar tidak punya balas budi. Kamu itu sudah dibesarkan oleh papaku, bukannya berterima kasih. Ow, aku, tahu mengapa kakak ipar mengusirmu, pasti kamu menjalin hubungan dengan wanita ini dibelakangnya kan? Ckekek, kasihan banget kak Frans memiliki istri sepertimu, coba kalau aku yang jadi istrinya, pasti dia akan sangat bahagia memiliki istri yang pintar menempatkan diri. Bukan seperti kakak yang kampungan. "Ejek Shaza.


" Hey mulut ember. Mending kamu pergi sekarang sebelum hak sepatuku melayang di wajah jeleknya itu."keluarlah sifat kelaki-lakian Harry.


"Nona-nona, lebih baik kalian pergi. Jangan mengganggu ketentraman orang yang ingin makan disini. Jika kamu merasa jijik mending kamu pergi. Mau dia itu kaya atau miskin, bukan urusan anda. "Frans akhirnya berbicara karena muak melihat tingkah Shaza.


" Shaza yang diusir oleh pria tampan di depannya itu merasa malu. Beberapa orang yang sedang menikmati soto di tempat tersebut ikut mengusir Shaza and the gengnya.


"Kak, pulang aja yuk. Tiba-tiba seleraku hilang gara-gara Shaza." pintah Fanya.


"Kamu belum menghabiskan satu mangkok lagi ini. " Kata Harry.


"Tiba-tiba seleraku hilang. Kita pulang aja ya. " Ucap Fanya bangun dari tempat duduknya.


"Ya sudah, Harry akhirnya bangun juga.


" Berapa pak? Tanya Fanya yang ingin membayar.


"50.000 aja semua Neng." Jawab penjual tersebut.


"Yang satu lagi yang terakhir tidak dihitung pak? " Tanya Fanya lagi.


"Tidak apa-apa Neng. Bapak bungkus aja ya, siapa tahu dirumah nanti Neng jadi pengen lagi. Ngak mungkin kan balik ke angkringan Bapak. Pas mau makan nanti dipanaskan saja. Anggap saja ini hadiah bapak untuk calon bayi kamu Neng. Kan kamu lagi ngidam. " Ucap pak Maman.


"Terima kasih jika begitu pak. Saya do'akan dagangan bapak hari ini habis ya! " Kata Fanya mengucapkan terimakasih.


"Sama-sama Neng." Jawab pak Maman.


"Saat hendak pergi, Fanya berbalik berjalan menghampiri lelaki itu.


" Terima kasih Mas. Kamu mau membantuku mengusir lalat pengganggu tadi. "Ucap Fanya yang tulus membuat Harry terharu. Akhirnya Fanya mau berbicara dengannya meski dia dianggap orang lain.

__ADS_1


" Sama-sama Mba. Hati-hati di jalan. Jawab Frans.


"Fanya dan Harry akhirnya meninggalkan Frans diangkringan tersebut.


__ADS_2