
Fanya telah sampai ke rumah mewah milik Frans. Fanya terpanah melihat halaman yang begitu luas dikelilingi taman yang indah. Matanya kembali di manjakan dengan design interior yang begitu indah. Ornament bergaya eropa kuno, dangan warna yang lembut memanjakan mata yang memandangnya. Ketika Fanya larut dalam kekagumannya terhadap rumah calon suami terpaksanya itu, datanglah seorang pelayan laki-laki setengah baya yang menyambut kedatangannya.
"Nona, mari saya antarkan anda kekamar, "sapa andre.
" B.. Baik. "Jawab Fanya.
Fanya berjalan mengikuti andre ke lantai atas. Dia kembali terkagum melihat desagn rumah itu. satu kata" sangat indah. "Bahkan ketika melihat kamarnya, Fanya merasa bahwa ini adalah surga dunia. Dia tidak diberikan kamar utama. Karena kamar utama itu ditempati oleh tuan rumah, Frans. Tetapi kamarnya berseblahan dengan kamar milik Frans. Meskipun bukan kamar utama, tetap saja 10 kali lipat lebih mewah dari kamar yang dia tempati di rumah pamannya.
"Mulai sekarang ini kamar anda Nona, jika anda butuh sesuatu, anda bisa meminta bantuan saya, " andre mohon pamit.
"Baik, Terima kasih, Tuan." jawab Fanya.
"Jangan panggil saya Tuan.Saya hanya pelayanan dirumah ini," andre menjawab.
"Tetapi... "suara Fanya terhenti ketika ada seorang memanggil andre.
" Saya permisi Nona.Saya harus menyelesaikan pekerjaan saya, permisi, "
Setelah andre keluar, Fanya merapikan pakaiannya kedalam lemari yang sudah tersedia dan memutuskan untuk membersihkan diri. Lagi-lagi dia merasa di istimewakan dengan interior kamar mandinya.
"Mandi air hangat sepertinya bisa merilekskan pikiranku. " Batin Fanya.
Fanya mulai merenungkan nasib masa depannya kelak.Cita-citanya ingin menjadi designer terkenal harus dia lupakan karena masalah yang menimpa pamannya. Menikah dengan pria yang tidak dikenalnya. Bahkan dari rumor yang berbeda,calon suaminya merupakan seorang yang kejam dan tidak punya hati. Dia bisa melakukan apa saja kepada siapa saja yang mengganggu hidupnya. Bahkan jika harus Membunuhnya sekalipun. Dan tidak ada yang berani menuntunnya karena kekuasaan yang dia miliki melebihi kekuatan pemimpin di negara ini. Air mata Fanya mulai menetes membayangkan bagaimana hidupnya kelak. padahal dia membayangkan jika akan hidup dengan seorang pria penyayang dan anak-anak yang lucu. Dia juga tidak mungkin meminta cerai setelahnya, Mengingat ikatan suci itu hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup.
"Sadarlah Fanya, sadarlah. Mulai sekarang buanglah mimpi-mimpimu itu dan hiduplah tanpa cinta. khayalan itu hanya ada dalam mimpi-mimpimu. Hanya dalam mimpi,"Fanya mulai membuang harapan hampa yang akan menyakitkan itu.
Setelah merasa tenang, dia mengakhiri acara mandi dan nengganti pakaiannya. Hari sudah mulai gelap. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia membuka pintu balkon kamarnya. Terlihat halaman belakang yang sangat luas dan indah tentunya. Ada taman yang dipagar dengan sangat tinggi seperti sangkar. Karena hari mulai gelap, dia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada didalamnya. Seketika bulu kuduknya berdiri. Apakah itu penjara bagi orang-orang yang melawan Frans. Bukankah pria itu terkenal dengan kekejamannya? Ah... Fanya tidak mau ambil pusing. Kehancuran hidupnya bahkan baru dimulai. Andai bunuh diri tidak berdosa, ingin rasanya menyusul kedua orang tuanya. Fanya akhirnya masuk kedalam kamarnya. Dia ingin beristirahat malam ini. Tidak butuh waktu yang lama nafas Fanya berhembus teratur. Dia terlelap hingga tidak sadar jika hari sudah terang.
Tidur Fanya mulai terusik dengan keributan yang terjadi di bawah.
"Maafkan saya tuan,bukan saya yang melakukannya. " Fanya mendengar suara seorang wanita yang memohon.
Fanya juga melihat seorang pria tampan, sangat tampan, namun berekspresi dingin bagai es. Fanya bisa menebak, dia adalah Frans calon suaminya, jika saja pernikahan ini didasarkan atas cinta, dia akan menjadi wanita paling beruntung akan memiliki suami yang kayu raya, terhormat dan sangat tampan ini.
"Kamu memang tidak melakukannya, tapi kamu melindunginya, siapa yang memberi kamu wewenang untuk melakukannya, hah? " pria itu mulai murka,
"T.. t.. tuan kevin, tuan kevin mengancam saya, jika tidak keluarga saya akan dibunuhnya. "Wanita tersebut melakukan pembelaan.
__ADS_1
" s\*\*t."Frans mengumpat.
"Bawah wanita ini ketempat pasung. " perintah Frans.
Fanya mulai ketakutan. Dia akhirnya bersembunyi dibalik tembak besar dekat kamarnya. Hanya kesalahan kecil bisa membuat hidupnya terancam. Ini baru hari pertama dia tinggal dirumah ini. Bagaimana jika seumur hidupnya harus menyaksikan semua kekejaman ini. Memang dia sudah terbiasa diperlakukan tidak layak oleh istri paman dan anaknya. Akan tetapi, tidak sampai mendengar kata-kata pasung. Hanya kelaparan dan harus menjadi pelayan. Namun dia masih bisa menghirup udara segera dan mengerjakan tugas kuliahnya.
Fanya yang sedang memikirkan nasibnya tidak menyadari Frans sudah berdiri didepannya.
"Siapa kamu? " Tatapan Frans yang dingin membuat Fanya ketakutan.
Andre yang sedang membawakan koper milik tuanya merasa kasihan dan memberanikan diri untuk menjelaskan.
"Dia adalah putri dari tuan Rahman yang diserahkan kepada anda tuan. " jelas andre.
Tampa menjawab Frans, Frans langsung masuk ke kamarnya dan meminta andre tidak mengganggunya.
"Nona, sebaiknya anda tetap berada dikamar. Jangan keluar kecuali tuan meminta anda kluar," jelas andre.
"Tetapi saya bukan tahanan, " jawab Fanya.
Fanya kembali masuk kedalam kamarnya. Karena merasa bosan, tidak tahu apa yang akan dilakukannya, Fanya mengambil selembar kertas dan mulai menggambarkan sketsa pakean yang Baru-baru ini ingin di design olehnya.
Terdengar ketukan pintu kamarnya. Fanya membuka dan melihat seorang wanita muda dengan koper ditangannya. Tidak lupa juga andre yang mengantarkan perempuan itu.
"Hay, saya Harry. Tuan Frans meminta saya melakukan fitting beberapa baju pernikahan untuk kalian besok. "jelas Harry.
" silahkan masuk. "Fanya mempersilahkan Harry untuk masuk.
Mengapa dari awal orang yang dijumpai Fanya adalah lelaki semua. Benarkan rumor tentang Frans yang tidak menyukai wanita? lalu mengapa dia ingin menikah dengannya? Fikiran Fanya mulai diracuni lagi.
" Hei, apa ini? "Tampa sengaja Harry melihat coretan sketsa yang sedang dikerjakan oleh Fanya.
Fanya tidak sempat menyimpannya.
"Ah..itu hanya coret-coretan biasa. Aku membuatnya karena aku suntuk, Tidak ada yang bisa aku kerjakan. "Jawab Fanya.
" Wow. It's beautifull, honey! Kamu berbakat ternyata. I like it. "puji Harry dengan gaya genitnya.
__ADS_1
" Thank you! Itu bukan apa-apa.karyamu lebih fantastie."Fanya merendah..
"Jangan seperti itu sayang. saya suka design kamu. Mungkin kita bisa bekerja sama nanti. aku akan meminta izin Frans. I really like it. Boleh aku bawah? " Harry meminta persetujuan Fanya.
"Silahkan, saya sangat senang karena ada yang menyukai karya saya, apa lagi anda adalah designer yang sangat terkenal dinega ini.
" Well, mari kita lihat, mana yang lebih cocok dengan tubuh molekmu? Aku tidak menyangka ternyata Frans sangat pintar dalam memilih istri. "puji Harry.
" Fanya hanya diam tidak memberi banyak komentar. Dia menuruti apa yang diperintahkan Harry. Dan benar, kecantikan alami Fanya, Herry tidak kesulitan mencocokkan semua pakean karyanya. Semuanya sangat cocok ditubuh Fanya. Kulit putih yang bersih, bahkan wajah alaminya yang tidak ada polesan make up sedikitpun terlihat sangat serasi. Bibir pink alaminya yang mungil juga sangat menggoda.
"Begini saja kamu sudah kelihatan sangat cantik baby! Bagaimana jika kamu di make up. " Harry terpana dengan kecantikan calon istri temannya.
Tidak ada yang tau jika Fanya dipaksa menikah dengan Frans karena hutan pamannya. Dan Frans juga tidak peduli dengan pernikahan itu. Dia tidak percaya pada ikatan pernikahan. Dia hanya ingin menutupi isu yang beredar bahwa dia adalah seorang gay. Oleh karena itu kenapa dia setuju ketika Demian menbrikan ide itu padanya.
Ketika harry masih sedang melihat penampilan Fanya, tiba-tiba Frans masuk tampa permisi.
"What a beautiful? Frans, she is like a diamond. De you see? "Harry yang menyadari kehadiran Frans semakin memuji Fanya.
" Saya ingin berbicara dengan Nona ini, klau kamu sudah selesai,kamu bisa pergi. "Ancam Frans.
" Hello, jika kamu tidak memaksa, aku juga tidak akan datang. Dasar beruang kutub. "Harry mulai protes sikap Frans.
Hanya dia yang berani mengatakan hal itu, jika orang lain, Frans pasti akan memotong lidahnya, Harry membereskan semua pakean dan barang-barangnya dan pamit kepada Fanya yang hanya berdiri mematung karena canggung sekaligus takut. jika Frans tidak masuk, mungkin Harry bisa menjadi temannya kelak, akan tetapi dia tidak berani mengingat Frans yang sangat dingin tidak berekspresi.
Setelah kepergian Harry Frans menarik kursi meja rias dan duduk tepat di hadapan Fanya.
" Saya tidak pernah menganggap pernikahan ini ada. Saya hanya ingin mengabulkan permintaan paman kamu agar dia tidak kehilangan perusahaannya. Jadi jangan pernah kamu berfikir menjadi nyonya dirumah ini. itu tidak akan pernah terjadi. kamu hanyalah tahanan sebagai alat tukar hutang-hutang paman kamu. jadi jangan pernah bermimpi jika kamu adalah nyonya dirumah ini. kamu adalah budak saya. ingat itu! sekarang tanda tangani surat perjanjian ini.
Frans menyodorkan sebuah surat perjanjian yang poin-poinnya sangat merugikan Fanya. tetapi Fanya tidak punya kekuatan untuk melawannya. Dengan wajah tertunduk Fanya mengambil dan menandatangani surat itu.
"Tuhan, kuatkanlah aku. " setetes cairan bening kembali membasahi pipinya.
"Frans bangun dan meninggalkan Fanya yang masih menangis
" Satu hal lagi, saya tidak suka berbicara dengan orang yang hanya menunduk dan tidak mau menatap mata saya. saya juga tidak suka wanita yang cengeng yang seolah-olah tidak berdaya. "kata Frans yang tegas dan menutup pintu kamar dengan keras hingga membuat Fanya terkejut.
Fanya hanya bisa menangis dalam diam. Ternyata dia telah dijual oleh pamannya sendiri kepada lelaki yang tidak punya perasaan.
__ADS_1