Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Terkena Kutukan Reino


__ADS_3

Frans pulang dengan cepat hari ini. Dia tidak semangat untuk melanjutkan pekerjaannya.Bawaannya dari pagi itu hanya marah-marah tidak jelas. Saat para karyawan menyerahkan laporan, dia melemparkan laporan tersebut kewajah karyawannya. Keadaannya saat ini seperti wanita yang sedang PMS. Benar-benar sensitive. Reino yang melihat keadaan tuanya malah tersenyum.Dia yakin jika Tuanya sedang memikirkan Fanya.


"Kamu kenapa senyum-senyum hah? " Tanya Frans kepada Reino yang sedang menyetir.


"Tidak ada apa-apa. " Jawab Reino.


"Jika tidak ada apa-apa, untuk apa kau tersenyum. Apakah kau sudah gila, hah? " Tanya Frans.


"Aku hanya mengingat kejadian tadi saat mengantar klien kita Tuan.Reino berusaha menyembunyikan bahwa dia sedang menertawakan Tuanya yang galau baru saja ditinggal sehari oleh Fanya.


" Saya tidak ingin pulang kerumah. Antarkan saya ke club. "Tegas Frans.


" Tumben Tuan, Tuan ada janji,? Tanya Reino.


Tidak biasa-biasanya dia datang ke club jika tidak ingin bertemu dengan klien. Meskipun Frans adalah mafia yang kejam, namun dia tidak tertarik dengan dunia malam dan alcohol. Pasti ada yang salah dengan Tuanya ini.


"Aku hanya ingin bersenang-senang. " Kata Frans.


"Mengapa kamu mengerem mendadak? kamu ingin kita mati, hah? kata Frans dengan marah.


" Tuan katakan dengan jujur, Tuan merindukan Nyonya Fanya? "Tanya Reino.


" Jangan ngawur kamu. "Elak Frans.


" Tuan, tidak usah membohongi perasaan Tuan sendiri. Jika memang Tuan merindukan Fanya, saya akan antarkan Tuan ke apartemen Tuan Harry dan kita jemput Fanya."Kata Reino.


"Kamu mau saya pecat? antarkan saya ke club. susah amat sih? " bentak Frans.


"Reino tidak bicara lagi. Dia langsung membawa Frans ke club.


" Sesampainya di club, Reino memesan ruangan VIP, dia ingin memberikan waktu kepada Tuanya untuk merenung. Sudah hampir lima botol minuman dihabiskan oleh Frans yang sebelumnya tidak begitu suka minuman haram itu. Dia hanya ingin menghilangkan rasa rindunya kepada Fanya.


"Ada beberapa wanita yang mencoba menggodanya tetapi di larangan oleh Reino. Dia tidak ingin mengotori milik Fanya. Iya, Frans hanyalah milik Fanya. Tidak ada yang bisa merebutnya.


" Tuan, apakah masih ingin minum? Tuan sudah menghabiskan 5 botol minuman. Kita pulang aja yuk? "Tanya Reino.


" Tidak, aku masih ingin bersenang-senang. Panggilkan wanita tadi untuk melayaniku. Mengapa kamu malah mengusir mereka, hah? "Gumam Frans yang sudah mabuk berat.


" Tuan, sebaiknya kita pulang saja. "Paksa Reino.


" Tidak mau. "Kata Frans.


" Akhirnya Reino terpaksa mencarikan wanita untuk menghibur Frans, biasanya lelaki itu paling anti pada wanita. Sekarang malah tergila-gila dengan gadis itu. Apakah kutukannya kemarin sudah berlaku. Reino menjadi pusing sendiri mengingat tindakan Frans hari ini. Wanita yang di panggil Reino berusaha untuk membangkitkan gairah Frans. Reino yang menyaksikan hal tersebut menjadi geram sendiri.Dia merasa jijik kepada wanita yang menjajakan tubuhnya kepada pria hidung belang.Entah berapa pria yang telah menjamah tubuh mereka.


"Sementara Frans mencoba untuk menikmati permainan dari wanita tersebut tidak merasakan apa-apa. Fikirannya masih teringat kepada Fanya. Karena merasa tidak bergairah, Frans akhirnya menyuruh kedua wanita itu untuk pergi.

__ADS_1


" Hubungi Harry. "Titah Frans.


" Baik Tuan,Senyum Reino merdekanya.


Dia langsung mengambil handphone dan menghubungi nomor Harry. Entah berapa kali Reino berusaha menghubungi Harry. Pada panggilan yang kelima, baru diangkat.


"Hallo, Tuanm! Bolehkan saya bicara dengan Nona Fanya? " Kata Reino.


"Kamu tidak punya otak apa? malam-malam menghubungiki. " Jawab Harry.


"Tuan ini tentang Tuan Frans, aku mohon, panggillah Nona Fanya. Tuan Muda mabuk berat. Dia sangat membutuhkan Nona Fanya. " Kata Reino.


"Fanya sudah tidur. Sebaiknya kamu bawa Frans pulang. Bagaimanapun keadaannya, jika memang dia menginginkan Fanya kembali, suruh jemput sendiri. Jangan ngusirnya enak, giliran rindu cengeng. Ucapan Harry benar-benar mengejutkan.


" Sejak kapan si bencong jadi tegas dan lembut. Biasanya lemah Gemulai. Gumam Reino menatap layar ponsel yang dimatikan sepihak oleh Harry.


"Aduh Tuan, giliran kecewa aku yang repot. Padahal udah dibilang baik-baik, jangan dilepas. Kalau udah begini, ribet bosku! " Reino berusaha mengangkat tubuh Frans yang mabuk berat.


"Huff, berat bangat dosamu Tuan. "Kata Reino ngos-ngosan setelah memasukkan tubuh Frans kedalam mobil.


" Frans sudah tidak sadarkan diri karena banyak minum. Sepanjang perjalanan dia mengigau memanggil nama Fanya.


"Kamu tega sayang. Kamu tinggalin aku. Kamu jahat Fan. " Frans terus mengigau memanggil nama Fanya.


"Reino kemudian menghentikan mobil dan mulai merekam apa yang dikatakan oleh Frans. Dia juga menggorek perasaan Frans terhadap Fanya. Kata kebanyakan orang, jika ingin mencari tahu kebenaran, maka tanyakanlah kepada orang mabuk. Dia pasti akan memberitahukan semua kebenaran yang disembunyikan. Dan Reino mendapatkan fakta. Bahwa ternyata Frans sudah mencintai Fanya sejak dia mengucapkan janji suci. Oleh karena egonya, dia berusaha menutupi semua perasaannya. Bahkan ketika Frans tertembak dan koma, Frans sebenarnya terlebih dahulu sadar, hanya dia bekerja sama dengan dokter dirumah sakit itu agar mendapatkan perhatian dari Fanya. Reino menjadi tercengang mendengar semua pengakuan Frans dalam keadaan tidak sadar itu. Dia menjadi bingung dengan sikap Tuanya itu.


" Setelah puas menginterogasi Frans yang sedang mabuk, Reino menyalahkan mobilnya kembali untuk pulang kerumah. Sesampainya dirumah, dia meminta bantuan satpam dan pak Manah untuk membantu mengangkat Frans. Dia tidak sanggup lagi mengangkatnya sendiri.


"Astag, apa yang terjadi kepada Tuan, Reino? " Tanya Andre melihat Frans digotong.


"Tuan mabuk Andre, aku tidak sanggup lagi mengangkatnya, " kata Reino.


"Tuan mabuk? Bagaimana bisa? Tuan tidak pernah minum sebelumnya. " Tanya Andre heran.


"Tuan lagi patah hati. " Jawab Reino ketus dan tidak memperdulikan Andre.



"Andre yang penasaran terus mengikuti Reino hingga kekamar Frans. Andre menggantikan semua pakaian Frans dan menyelimuti Tuan Mudanya itu.



" Sebenarnya apa yang terjadi, Reino? "Tanya Andre.


__ADS_1


" Tuan sepertinya kehilangan Nyonya Fanya, sejak tadi pagi dia seperti orang kerasukan, marah-marah tidak jelas. Dan sepulang dari kantor,dia memintaku untuk mampir ke club. "Jawab Reino.



" Tadi pagi Tuan juga marah-marah karena pakaian yang saya ambil salah. Dan makanannya juga. Padahal sebelum ada Nona Fanya saya yang menyiapkan semuanya. Namun sepertinya Tuan sudah terbiasa dengan selera Nona Fanya. "Jawab Andre.



" Tapi Tuan masih malu mengakuinya. Tadi didalam mobil, dia meracau memanggil nama Fanya. Aku sudah mencoba menghubungi Tuan Harry, tetapi malah aku yang dimarahinya."Jawab Reino.



"Apa tidak ada cara untuk mempertemukan mereka berdua Reino? " Tanya Andre.



"Entahlah, besok akan aku pikirkan kembali.Malam ini aku merasa cukup lelah. " Jawab Reino beranjak pergi dari kamar Frans.



"Biarkan Tuan tidur malam ini, jika besok pagi beliau terlambat bangun biarkan saja. Aku akan menghandle perusahaan untuk besok. " pesan Reino.



"Baik, besok aku buat penawar untuk Tuan.malam ini biarkan beliau istrahat dulu. " Jawab Andre.



"Fanya, Fanya... maafkan aku. Aku sangat merindukanmu, aku mohon kembalilah! "Frans terus mengigau memanggil Fanya.



" Lebih baik kamu temani Tuan malam ini. Aku takut dia khilaf dan melakukan hal yang berbahaya. Sepertinya rasa rindunya sudah membuat Tuan stres. "Kata Andre.



" Tidurlah disofa ini. Aku akan mengambilkan bantal dan selimut. "Tambahnya lagi.



" Baiklah. "Jawab Reino kembali masuk kedalam kamar Frans.



" Reino berbaring diatas sofa.Dia merasa kasihan melihat nasib Tuanya sekarang. Mau sampai kapan Tuan seperti ini. Jika dia masih bersikeras untuk tidak mengakui perasaannya, bisa-bisa Fanya akan terus membencinya dan membuka hatinya untuk laki-laki lain. Apa yang harus aku lakukan agar Fanya bisa kembali kerumah ini. Mungkin besok Reino akan pergi kerumah Harry dan menceritakan apa yang terjadi malam ini. Reino juga sudah memiliki bukti rekaman Frans memanggil-manggil nama Fanya. Semoga Fanya mengerti dan mau kembali. Reino menghel nafas dan menutup matanya hingga dia terlelap dalam mimpinya.

__ADS_1



"Sementara Frans juga sudah pulas.Kedengaran dari deru nafasnya yang mulai teratur. Dia juga tidak lagi menyebut nama Fanya. Jika seperti ini, Frans seperti anak-anak yang merindukan kasih sayang orang tuanya.Ya, Frans memang sudah ditinggalkan ibunya saat masih kecil. Yang dia tahu ibunya menikah dengan laki-laki lain karena tidak lagi mencintai Ayahnya. Tetapi Frans tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena Wijaya tidak pernah menceritakan tentang hal ini. Dia terpaksa mengarang cerita karena tidak ingin menceritakan sebenarnya. Sejak saat ini Frans membenci makhluk yang bernama Wanita. Dia menilai jika wanita itu sama saja. Padahal Wijaya sangat mencintai ibunya Frans. Tetapi apa daya, keadaan berkata lain. Hingga saat ini, Frans tidak ingin mengenal wajah ibunya. Tetapi dia sangat mencintai dan menghormati Ayahnya. Hidup Frans penuh teka-teki yang dia sendiri belum bisa memecahkannya. Watak Frans menjadi arongan dan kejam, itu semua karena dia kekurangan kasih sayang seorang ibu. Dia juga tidak pernah dekat dengan istri-istri ayahnya semua itu.semua itu karena mereka ingin meranggut harta ayah Frans.Sehingga dia menilai bahwa semua wanita itu sama saja.Hanya ingin bersembunyi dibalik ketenaran.Namun, saat melihat Fanya,Frans merasakan getaran yang berbeda namun dia berusaha menyangkalnya. Frans tidak ingin seperti ayahnya selalu saja di bodohi oleh wanita.


__ADS_2