
kenapa kmu seperti mau pergi jauh, aku engak tau perasaan mu atau memag aku engak mengerti. peluk kanya terasa hangat.
danu " maaf, aku akan pergi mungkin lama" sambil menunduk kebawah dan melepas pelukannya.
aya " kamu mau ke mana??"
danu " aku mau masuk di perusahaan paman ku tapi di luar jakarta'" jawab dia dengan tampang sedih.
"sayang jaga dirimu" dia me gucap kan kata katanya.
esok hari,
pagi yang cerah rutinitas ku kerja dengan semangat ku jalani. di kantor sebagai bawahan tentu apa saja ku kerjakan tapi hari itu entah sial atau naas saat membuat kan kopi untuk para pegawai kantor. aku membawakan nya kemeja tp belum sampai ketempat nya aku di tabrak dengan seseorang,,
" hai jalan hati hati pake mata, kerja aja engak bener" teriak seorang lelaki dengan sangat keras di depan ku.
"baik pak"
dia pun berlalu " aku yg di tabrak dia yg marah, ah sudah lah" batin ku.
tp aku merasa tidak asing dengan orang itu.
drett drettt
telpon ku bergetar
"halo"
"halo aya kamu lg di mana ini bibi sila"
__ADS_1
"oh bibi sila siapa ya" tanya ku agak binngug.
" ya dulu kita tetanga di surabaya" kata dia
" oh bibi apa kabar, kok tau nomer ku??"
"iya aku kemarin kakak kamu yang ngasih, oh iya katanya kamu di jakarta bibi juga lagi di jakarta kita ketemu.
apa kamu ada waktu nanti sore??"
"oh ya bi, nanti sore aku pulang kerja, nanti aku kabarin"
tut tut...
jam makan siang, di kantin saat makan "aku merasa seperti ada yang melihat ku dari kejauhan, apa mungkin aku salah " batin ku mungkin petasaan ku
sore pun aku menghubungi tante sila
"aya kok kamu ada di sini?? kamu aya kan?? kakak kamu suka kirimin foto ke tante sejak tante pindah sepuluh tahun yang lalu"" tegur perempuan paruh baya yang berpapasan dengan ku. sambil memegang hp.
aya " oh iya, apa ini tante sila??"
sila " ya ini tante, tapi ngapain kamu disini"
aya " saya kerja di sini tante." " tante sendiri?? sedang apa?"'
sila " tante jemput ardi"
aya " em,,, kak ardi, memang dia kerja di sini??"
__ADS_1
sila " ayo masuk mobil nanti kita cerita in di mobil" tante sila menarik tangan saya.
tante membuka mobil dan mengajak saya masuk.
di dalam dia mulai bercerita...
sejak kematian ayah ardi sepuluh tahun yang lalu. mereka terpaksa pindah dan melanjut kan hidup tapi. tujuh tahun blakangan tante sila telah menikah lagi dengan seorang duda kaya raya dia meminta ardi untuk menerus kan usahanya
aya " oh jadi ini perusahaan suami tante?"
sila " yah begitulah" jawab nya dengan senyum manis
tapi tiba2 pintu mobil di ketuk seorang laki2 dan kaca mobil terbuka,
" ma apa mama nunggu ardi lama??"ucap laki laki itu.
sila " tidak sayang, oh ardi ini sila kamu masih ingat teman berantem kamu dulu waktu di surabaya" ucap tante sila memperkenalkan pada ku.
aku menatapnya dengan heran" hai dia kan laki laki nang nabrak ku tadi siang
pantas aku merasa mengenalnya" gumam ku dalam hati.
laki laki itu menatap ku dan tersenyum
ardi " hai aya,, maaf kan aku soal tadi siang'"
aya " oh tidak apa apa kak ardi'
ardi " ma biar ardi yang bawa mobil, kita mau kemana??""
__ADS_1
kami ber pindah tempat duduk dan ardi yang membawa mobil.
dulu aku dan kak ardi sangat dekat kami seperti kakak ber adik dia selalu melindungi ku. kami beda umur tetpaut lima tahun. aku tidak menyangka kakak ardi sekarang dewasa dan sangat tampan tinggi dan manis