Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 1


__ADS_3

Perkenalan tokoh utama dulu ya...


Note: Cerita ini adalah fiksi, segala kesamaan dari nama tokoh dan tempat


kejadian adalah hal yang tidak disengaja. Semoga bisa memberikan cerita


terbaik.


Haii semua...


Namaku adalah Kayla. Lengkapnya Mikayla Ratasya Jabura. Umur ku sudah


menginjak 25 tahun kira kira 20an hari lagi. Aku adalah anak kedua dan putri


satu – satunya dari bapak Ratman Jabura dan ibu Nasya Rumonda. Papaku merupakan


pemegang saham terbesar dan juga sekaligus sebagai ketua Jabura Grup. Beberapa


usaha Jabura Grup yang cukup besar antara lain adalah kuliner dan properti.


Walaupun usaha Jabura Grup sudah tersebar di hampir seluruh kota besar di


Negara I, tapi basis perusahaan Papa adalah di Kota J. Aku sendiri juga


memiliki usaha pribadi yang menurun dari darah orang tuaku. Memiliki sebuah


kafe sendiri. Sebuah kafe yang bernuansa hijau, yang terletak di sudut kota J


yang berbukit, yang menampilkan pemandangan gunung dan lembar nan hijau. Kenapa


kafe? Karena selain merupakan salah satu bidang usaha keluarga, diriku juga

__ADS_1


lulusan jurusan masak memasak di kampus U, kampus terkenal di Kota J. Jadi


membuka kafe bisa sekalian usaha dan untuk menyalurkan hobi. Usaha yang sudah


kujalani selama 2 tahun ini setamatnya dari perkuliahan, sudah cukup melejitkan


namaku menjadi salah satu usahawan muda yang sukses di kota J terlepas dari


peran orang tua. Diriku juga ketua geng Princess, yang merupakan perkumpulan


pengusaha muda wanita di kota J. Kebiasaan geng Princess pada masa kepemimpinan


diriku adalah nonton dan shoping. Happy happy aja lah pokoknya. Untuk masalah


fisik, tidak usah diragukan lagi. Dengan dukungan dana yang cukup, diriku bisa


merawat diri dengan baik, sehingga diriku juga termasuk TOP 10 wanita tercantik


di kota J. Bukan mengadi – ngadi lo.. tapi pernah ada jajak pendapat secara


tercantik di kota J. 6 dari 10 anggota geng Princess masuk nominasi TOP 10.


Memang  aneh ya kan, tapi begitulah kehidupan netizen di kota J.


Nah, sudah cukup memperkenalkan diriku ya. Kembali ke laptop..


Sebenarnya ya kan, hidupku secara keseluruhan sudah terhitung sangat sangat


baik. Aku selalu menjalani rutinitas dengan lancar tanpa hambatan berarti,


menghasilkan duit yang cukup, bersilaturahmi dengan pegawai kafe dan teman –

__ADS_1


teman, makan bareng, nonton bareng, pokoknya kehidupan yang seru dan nyaman


deh.. menurut hematku...


Seharusnya tidak ada masalah dalam hidupku, terlepas dari latar belakang


keluarga yang memang sangat membantu. Uang saku ku saja setiap bulan, lebih


besar dari pendapatan yang ku peroleh di kafe juga setiap bulan. Masalah


Finansial, bukan masalah lah dalam hidupku. Khususnya untuk saat ini. Tetapi


pada akhirnya, latar belakang keluarga itulah yang menjadi sebab awal masalah


di hidupku.


Keseharian yang kujalani bersama pegawai di kafe, hangout dengan geng


Princess, menjadikan diriku terbiasa hidup tanpa pasangan. Aku merasa tidak


membutuhkan laki – laki untuk dijadikan pasangan hidup. Karena aku berpikir,


lihat saja, aku bisa hidup dan sukses tanpa adanya laki – laki yang mengganggu


hidup. Mengganggu ya...


Aku tidak menyatakan bahwa memiliki pasangan itu salah. Buktinya, Papa dan


Mama bisa hidup sangat harmonis sampai saat ini, dan memiliki dua anak yang


ganteng dan cantik, hihi.. kepedean, tapi.. aku bisa menyatakan.. bahwa saat

__ADS_1


ini... hidupku nyaman.. sangat nyaman..


Sampai akhirnya suatu hal pun terjadi…


__ADS_2