
Perkenalan tokoh utama dulu ya...
Note: Cerita ini adalah fiksi, segala kesamaan dari nama tokoh dan tempat
kejadian adalah hal yang tidak disengaja. Semoga bisa memberikan cerita
terbaik.
Haii semua...
Namaku adalah Kayla. Lengkapnya Mikayla Ratasya Jabura. Umur ku sudah
menginjak 25 tahun kira kira 20an hari lagi. Aku adalah anak kedua dan putri
satu – satunya dari bapak Ratman Jabura dan ibu Nasya Rumonda. Papaku merupakan
pemegang saham terbesar dan juga sekaligus sebagai ketua Jabura Grup. Beberapa
usaha Jabura Grup yang cukup besar antara lain adalah kuliner dan properti.
Walaupun usaha Jabura Grup sudah tersebar di hampir seluruh kota besar di
Negara I, tapi basis perusahaan Papa adalah di Kota J. Aku sendiri juga
memiliki usaha pribadi yang menurun dari darah orang tuaku. Memiliki sebuah
kafe sendiri. Sebuah kafe yang bernuansa hijau, yang terletak di sudut kota J
yang berbukit, yang menampilkan pemandangan gunung dan lembar nan hijau. Kenapa
kafe? Karena selain merupakan salah satu bidang usaha keluarga, diriku juga
__ADS_1
lulusan jurusan masak memasak di kampus U, kampus terkenal di Kota J. Jadi
membuka kafe bisa sekalian usaha dan untuk menyalurkan hobi. Usaha yang sudah
kujalani selama 2 tahun ini setamatnya dari perkuliahan, sudah cukup melejitkan
namaku menjadi salah satu usahawan muda yang sukses di kota J terlepas dari
peran orang tua. Diriku juga ketua geng Princess, yang merupakan perkumpulan
pengusaha muda wanita di kota J. Kebiasaan geng Princess pada masa kepemimpinan
diriku adalah nonton dan shoping. Happy happy aja lah pokoknya. Untuk masalah
fisik, tidak usah diragukan lagi. Dengan dukungan dana yang cukup, diriku bisa
merawat diri dengan baik, sehingga diriku juga termasuk TOP 10 wanita tercantik
di kota J. Bukan mengadi – ngadi lo.. tapi pernah ada jajak pendapat secara
tercantik di kota J. 6 dari 10 anggota geng Princess masuk nominasi TOP 10.
Memang aneh ya kan, tapi begitulah kehidupan netizen di kota J.
Nah, sudah cukup memperkenalkan diriku ya. Kembali ke laptop..
Sebenarnya ya kan, hidupku secara keseluruhan sudah terhitung sangat sangat
baik. Aku selalu menjalani rutinitas dengan lancar tanpa hambatan berarti,
menghasilkan duit yang cukup, bersilaturahmi dengan pegawai kafe dan teman –
__ADS_1
teman, makan bareng, nonton bareng, pokoknya kehidupan yang seru dan nyaman
deh.. menurut hematku...
Seharusnya tidak ada masalah dalam hidupku, terlepas dari latar belakang
keluarga yang memang sangat membantu. Uang saku ku saja setiap bulan, lebih
besar dari pendapatan yang ku peroleh di kafe juga setiap bulan. Masalah
Finansial, bukan masalah lah dalam hidupku. Khususnya untuk saat ini. Tetapi
pada akhirnya, latar belakang keluarga itulah yang menjadi sebab awal masalah
di hidupku.
Keseharian yang kujalani bersama pegawai di kafe, hangout dengan geng
Princess, menjadikan diriku terbiasa hidup tanpa pasangan. Aku merasa tidak
membutuhkan laki – laki untuk dijadikan pasangan hidup. Karena aku berpikir,
lihat saja, aku bisa hidup dan sukses tanpa adanya laki – laki yang mengganggu
hidup. Mengganggu ya...
Aku tidak menyatakan bahwa memiliki pasangan itu salah. Buktinya, Papa dan
Mama bisa hidup sangat harmonis sampai saat ini, dan memiliki dua anak yang
ganteng dan cantik, hihi.. kepedean, tapi.. aku bisa menyatakan.. bahwa saat
__ADS_1
ini... hidupku nyaman.. sangat nyaman..
Sampai akhirnya suatu hal pun terjadi…