Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 13


__ADS_3

Aku merasa ada seseorang yang menangkap diriku.


Seperti di film – film itu.


Tetapi, sweeter yang terlempar tadi jatuh pula menutupi


wajahku.


Jadinya aku tidak bisa melihat siapa yang menangkap diriku,


cuma yang aku rasakan, ada tangan yang melingkar di punggungku. Yang menangkap


diriku agar tidak jatuh ke lantai.


Seketika, hatiku berdebar kencang…


Detak jantungku kurasa menjadi lebih


kencang.


Bagaimana ini?


Aku di peluk seseorang.


Dari tangannya, seperti itu seorang


pria.


Bagaimana bisa ada seorang pria yang


memeluk diriku.


Di depan umum pula.


Walaupun sebenarnya pria itu


menolong diriku.


Tapi tidak merubah kenyataan bahwa


aku di peluk nya.


Aduh, kenapa sih lagi ini sweeter


menutupi wajahku. Jadi tidak bisa aku melihat siapa pahlawan yang menolongku


dari rasa sakit yang harusnya aku terima karena akan terjatuh.


Selagi aku masih dalam lamunanku,


tiba tiba kurasakan badanku sudah terangkat kembali ke posisi berdiri.


Aku segera menurukan sweeterku dari


wajahku, dan dengan wajah malu, aku segera menghadap ke orang yang menolongku


tadi.


Alih – alih bertatapan wajah, aku


hanya melihat punggung dari sosok orang yang menyelamatkan ku tadi.

__ADS_1


‘Hah, apa itu… Apa dia tidak peduli


sama ku, main langsung tinggal saja sebelum aku sempat mengucapkan terima


kasih…’ batinku kesal.


‘Eh… tunggu… Bukan kah itu laki –


laki tadi yang seperti teman Bang Tama?’


‘Berarti dia yang menyelamatkan


diriku ya…’


‘Aku harus berterima kasih padanya…’


batinku lagi sambil bergegas mau mengejar sosok pria tadi.


Tetapi langkah ku tiba – tiba


terhenti.


Di depanku sudah menghalangi Helen


dan lainnya.


“Kamu gak apa Kayla?” tanya Tika


cemas.


“Gak ada yang sakit kan?” tanya yang


Dalam sekejap, personel Geng


Princess mengerubungi diriku bertanya tentang keadaanku.


Aku langsung menjawab, bahwa aku


baik – baik saja, sambil mataku tetap melihat sosok seperti teman Bang Tama


menghilang di dalam lift.


Aku ingin mengejar, tetapi dihalangi


lagi oleh pasangan suami istri.


“Maaf ya dek, maaf kelakuan anak


saya. Hampir saja adek terjatuh tadi karena di tabrak anak saya. Apakah ada


yang terluka dek?” tanya pasangan suami istri yang merupakan orang tua dari


anak – anak yang lari menuju arahku tadi.


Aku menggelengkan kepala.


Karena memang tidak ada yang sakit.


Cuma hati yang berdebar, karena


pertama kali di peluk laki – laki.

__ADS_1


Aku kemudian mengangguk kepada


pasangan tadi, yang terus meminta maaf kepadaku. Aku tidak masalah. Toh tidak


di sengaja, dan mereka pun datang ke restoran untuk makan.


Segera ku ajak personel Geng


Princess untuk cabut.


Aku juga sudah melupakan kejadian


yang terjadi beberapa saat yang lalu.


Kami semua bergegas menuju lantai 8


untuk menuju bioskop. Kebetulan bioskop nya juga ada di Mall itu.


***


Aku menghempaskan badanku di tempat


tidurku.


Rasanya lelah setelah seharian


berjalan dengan Geng Princess.


Lelahnya double, karena hatiku juga


ikut lelah.


Aku masih gak ikhlas kepada laki –


laki yang memeluk tubuhku walau tidak di sengaja.


Aku memang sangat – sangat menjaga


diriku, karena yang boleh menyentuhku nantinya hanya yang sudah halal menjadi


suamiku.


‘Hah… aku harus mengetahui siapa


teman Bang Tama itu… Aku harus berterima kasih karena telah menyelamatkanku’


batinku sebelum tertidur...


Keesokan paginya…


“Tasya… bangun nak, koq tumben lama


bangun?”


Ku buka mataku. Kulihat mama sedang


duduk di tempat tidurku sambil tersenyum.


Memang jarang sekali mama


membangunkan diriku.

__ADS_1


__ADS_2