
Aku merasa ada seseorang yang menangkap diriku.
Seperti di film – film itu.
Tetapi, sweeter yang terlempar tadi jatuh pula menutupi
wajahku.
Jadinya aku tidak bisa melihat siapa yang menangkap diriku,
cuma yang aku rasakan, ada tangan yang melingkar di punggungku. Yang menangkap
diriku agar tidak jatuh ke lantai.
Seketika, hatiku berdebar kencang…
Detak jantungku kurasa menjadi lebih
kencang.
Bagaimana ini?
Aku di peluk seseorang.
Dari tangannya, seperti itu seorang
pria.
Bagaimana bisa ada seorang pria yang
memeluk diriku.
Di depan umum pula.
Walaupun sebenarnya pria itu
menolong diriku.
Tapi tidak merubah kenyataan bahwa
aku di peluk nya.
Aduh, kenapa sih lagi ini sweeter
menutupi wajahku. Jadi tidak bisa aku melihat siapa pahlawan yang menolongku
dari rasa sakit yang harusnya aku terima karena akan terjatuh.
Selagi aku masih dalam lamunanku,
tiba tiba kurasakan badanku sudah terangkat kembali ke posisi berdiri.
Aku segera menurukan sweeterku dari
wajahku, dan dengan wajah malu, aku segera menghadap ke orang yang menolongku
tadi.
Alih – alih bertatapan wajah, aku
hanya melihat punggung dari sosok orang yang menyelamatkan ku tadi.
__ADS_1
‘Hah, apa itu… Apa dia tidak peduli
sama ku, main langsung tinggal saja sebelum aku sempat mengucapkan terima
kasih…’ batinku kesal.
‘Eh… tunggu… Bukan kah itu laki –
laki tadi yang seperti teman Bang Tama?’
‘Berarti dia yang menyelamatkan
diriku ya…’
‘Aku harus berterima kasih padanya…’
batinku lagi sambil bergegas mau mengejar sosok pria tadi.
Tetapi langkah ku tiba – tiba
terhenti.
Di depanku sudah menghalangi Helen
dan lainnya.
“Kamu gak apa Kayla?” tanya Tika
cemas.
“Gak ada yang sakit kan?” tanya yang
Dalam sekejap, personel Geng
Princess mengerubungi diriku bertanya tentang keadaanku.
Aku langsung menjawab, bahwa aku
baik – baik saja, sambil mataku tetap melihat sosok seperti teman Bang Tama
menghilang di dalam lift.
Aku ingin mengejar, tetapi dihalangi
lagi oleh pasangan suami istri.
“Maaf ya dek, maaf kelakuan anak
saya. Hampir saja adek terjatuh tadi karena di tabrak anak saya. Apakah ada
yang terluka dek?” tanya pasangan suami istri yang merupakan orang tua dari
anak – anak yang lari menuju arahku tadi.
Aku menggelengkan kepala.
Karena memang tidak ada yang sakit.
Cuma hati yang berdebar, karena
pertama kali di peluk laki – laki.
__ADS_1
Aku kemudian mengangguk kepada
pasangan tadi, yang terus meminta maaf kepadaku. Aku tidak masalah. Toh tidak
di sengaja, dan mereka pun datang ke restoran untuk makan.
Segera ku ajak personel Geng
Princess untuk cabut.
Aku juga sudah melupakan kejadian
yang terjadi beberapa saat yang lalu.
Kami semua bergegas menuju lantai 8
untuk menuju bioskop. Kebetulan bioskop nya juga ada di Mall itu.
***
Aku menghempaskan badanku di tempat
tidurku.
Rasanya lelah setelah seharian
berjalan dengan Geng Princess.
Lelahnya double, karena hatiku juga
ikut lelah.
Aku masih gak ikhlas kepada laki –
laki yang memeluk tubuhku walau tidak di sengaja.
Aku memang sangat – sangat menjaga
diriku, karena yang boleh menyentuhku nantinya hanya yang sudah halal menjadi
suamiku.
‘Hah… aku harus mengetahui siapa
teman Bang Tama itu… Aku harus berterima kasih karena telah menyelamatkanku’
batinku sebelum tertidur...
Keesokan paginya…
“Tasya… bangun nak, koq tumben lama
bangun?”
Ku buka mataku. Kulihat mama sedang
duduk di tempat tidurku sambil tersenyum.
Memang jarang sekali mama
membangunkan diriku.
__ADS_1