Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 9


__ADS_3

Tapi dari nada suaranya, kutangkap


ada sedikit keraguan.


Nah lho, kenapa ragu sih si Mbak..


Pikiranku langsung bekerja.


Benar – benar sedang berbohong si


Arkan nya.


Mau bermain – main dengan ku ya.


Jangan sok jual mahal deh… Bukannya


aku juga mau dijodohkan sama mu…


‘Hmmm,,, ku ladeni saja deh


permainannya..’ batinku.


“Bukannya ini nomor 081234567890


ya?” aku lanjut bertanya.


“Iya, benar mbak.” Jawab di ujung


telepon.


“Tetapi saya cek di call center,


nomor ini terdaftar sebagai nomor Arkan,” lanjutku enteng. Aku mau melihat


reaksi si mbak disana. Macam betul aja aku punya waktu mengecek nomor hp si


Hell itu. Aku cuma mau tau apakah si mbak disana sanggup melanjutkan


sandiwaranya.


“Ehh… e… anu…” si mbak di ujung sana


mulai merasa gugup.


‘Hihi…’ aku tersenyum dalam hati.


Belum pengalaman ya mbak nokohin orang. Makanya jangan di coba ya mbak…


Batinku…


Sesaat kesadaran menghantamku


kembali.


Koq aku senang ya membahas segala


hal tentang si Arkan ini.


Se kepo itu kah aku sampai harus

__ADS_1


menjebak si mbak nya.


Kalau aku tidak suka, ya sudah, pada


saat dia menyatakan bukan nomor si Arkan, aku baiknya berkata bye saja…


Ini kenapa aku harus selidiki…


‘Hiiii…’ bergidik dalam hatiku


membayangkan hal tersebut.


‘Amit amit bukan si amat. Jangan


sampai aku terpengaruh orang tak di kenal itu. Ingat, dia nerakamu lgo sya’


batinku menguatkan.


“Oh, baiklah mbak. Mohon maaf ya


mbak. Saya salah nomor berarti. Terima kasih mbak. Selamat pagi,” lanjut ku


tanpa menunggu konfirmasi si mbak nya.


“Baik mbak, sama – sama,” jawab di


ujung sana.


Hampir saja aku menekan tombol


akhiri panggilan sesaat setelah aku mendengar jawaban balasan si mbak tadi.


lebih, untuk mendengarkan suara samar – samar di ujung telepon.


Suara lelaki…


“Gimana wanda, percaya dia?” Tanya


suara laki – laki itu…


Aku tersenyum mendengarnya…


Langsung kuputuskan panggilan


telepon.


‘Hehhh, dasar u Arkan… Sok kali ya…


Maaf lah ya, kalau dirimu pun menolak perjodohan, ingat, aku duluan yang


menolak…’ batinku sambil tersenyum.


‘Alhamdulillah, sepertinya rencana


aku dan Arkan menikah akan batal. Bagus… hihihihi…’ senyumku sendiri. Aku


merasa geli sendiri membayangkan bahwa aku tidak akan jadi menikah…


Yee…. Bebas…

__ADS_1


Ku angkat tangan ke atas…


Kemudian kuturunkan kembali setelah


melihat wajah – wajah bingung pengunjung dan pegawai di kafe tersebut…


Segera ku kirim pesan di grup


Princess.


[Bestie bestie… yukkk, hari ini nonton


ya…. Aku lagi happy ne, aku yang traktir makan dan nonton… pigi kita?] tanyaku


di grup WA Geng Princess


[Ayuuuukk.. mau donk gratisan…],


balas Helen langsung.


Aku tersenyum. Kalau si Helen ini,


gratisan saja sangat cepat.


Helen ini adalah salah satu personel


Geng Princess yang paling muda.


Helen membuka usaha salon di


beberapa outlet di Mall Mall kota J. Karena pelayanan dan hasil yang sangat


baik, Salon milik Helen sangat ramai pengunjungnya. Bahkan geng Princess


sendiri selalu melakukan perawatan di salon milik Helen.


Walaupun masih muda, Helen ini juga


termasuk TOP 10 wanita tercantik di Kota J ya…


Jelas donk… Owner salon…


Selalu menjunjung prinsip, coba


dulu, baru di coba ke pelanggan…


Sudah cantik secara alami, ditambah


riasan, double double cantiknya…


[Aku pun ikut…], balas Tika, seorang


dokter muda yang sukses…


[Sama….]


[Hitung aku…]


….

__ADS_1


__ADS_2