
Tapi dari nada suaranya, kutangkap
ada sedikit keraguan.
Nah lho, kenapa ragu sih si Mbak..
Pikiranku langsung bekerja.
Benar – benar sedang berbohong si
Arkan nya.
Mau bermain – main dengan ku ya.
Jangan sok jual mahal deh… Bukannya
aku juga mau dijodohkan sama mu…
‘Hmmm,,, ku ladeni saja deh
permainannya..’ batinku.
“Bukannya ini nomor 081234567890
ya?” aku lanjut bertanya.
“Iya, benar mbak.” Jawab di ujung
telepon.
“Tetapi saya cek di call center,
nomor ini terdaftar sebagai nomor Arkan,” lanjutku enteng. Aku mau melihat
reaksi si mbak disana. Macam betul aja aku punya waktu mengecek nomor hp si
Hell itu. Aku cuma mau tau apakah si mbak disana sanggup melanjutkan
sandiwaranya.
“Ehh… e… anu…” si mbak di ujung sana
mulai merasa gugup.
‘Hihi…’ aku tersenyum dalam hati.
Belum pengalaman ya mbak nokohin orang. Makanya jangan di coba ya mbak…
Batinku…
Sesaat kesadaran menghantamku
kembali.
Koq aku senang ya membahas segala
hal tentang si Arkan ini.
Se kepo itu kah aku sampai harus
__ADS_1
menjebak si mbak nya.
Kalau aku tidak suka, ya sudah, pada
saat dia menyatakan bukan nomor si Arkan, aku baiknya berkata bye saja…
Ini kenapa aku harus selidiki…
‘Hiiii…’ bergidik dalam hatiku
membayangkan hal tersebut.
‘Amit amit bukan si amat. Jangan
sampai aku terpengaruh orang tak di kenal itu. Ingat, dia nerakamu lgo sya’
batinku menguatkan.
“Oh, baiklah mbak. Mohon maaf ya
mbak. Saya salah nomor berarti. Terima kasih mbak. Selamat pagi,” lanjut ku
tanpa menunggu konfirmasi si mbak nya.
“Baik mbak, sama – sama,” jawab di
ujung sana.
Hampir saja aku menekan tombol
akhiri panggilan sesaat setelah aku mendengar jawaban balasan si mbak tadi.
lebih, untuk mendengarkan suara samar – samar di ujung telepon.
Suara lelaki…
“Gimana wanda, percaya dia?” Tanya
suara laki – laki itu…
Aku tersenyum mendengarnya…
Langsung kuputuskan panggilan
telepon.
‘Hehhh, dasar u Arkan… Sok kali ya…
Maaf lah ya, kalau dirimu pun menolak perjodohan, ingat, aku duluan yang
menolak…’ batinku sambil tersenyum.
‘Alhamdulillah, sepertinya rencana
aku dan Arkan menikah akan batal. Bagus… hihihihi…’ senyumku sendiri. Aku
merasa geli sendiri membayangkan bahwa aku tidak akan jadi menikah…
Yee…. Bebas…
__ADS_1
Ku angkat tangan ke atas…
Kemudian kuturunkan kembali setelah
melihat wajah – wajah bingung pengunjung dan pegawai di kafe tersebut…
Segera ku kirim pesan di grup
Princess.
[Bestie bestie… yukkk, hari ini nonton
ya…. Aku lagi happy ne, aku yang traktir makan dan nonton… pigi kita?] tanyaku
di grup WA Geng Princess
[Ayuuuukk.. mau donk gratisan…],
balas Helen langsung.
Aku tersenyum. Kalau si Helen ini,
gratisan saja sangat cepat.
Helen ini adalah salah satu personel
Geng Princess yang paling muda.
Helen membuka usaha salon di
beberapa outlet di Mall Mall kota J. Karena pelayanan dan hasil yang sangat
baik, Salon milik Helen sangat ramai pengunjungnya. Bahkan geng Princess
sendiri selalu melakukan perawatan di salon milik Helen.
Walaupun masih muda, Helen ini juga
termasuk TOP 10 wanita tercantik di Kota J ya…
Jelas donk… Owner salon…
Selalu menjunjung prinsip, coba
dulu, baru di coba ke pelanggan…
Sudah cantik secara alami, ditambah
riasan, double double cantiknya…
[Aku pun ikut…], balas Tika, seorang
dokter muda yang sukses…
[Sama….]
[Hitung aku…]
….
__ADS_1