Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 5


__ADS_3

Kembali ke saat ini...


Seketika aku terduduk lemas, merosot


ke lantai, ketika mengingat hal tersebut.


“Pa, pembicaraan kemarin itu


membahas tentang pernikahan ya, Pa..?” tanyaku tidak percaya, “Dan Tasya setuju


untuk menikah?”


“Iya, sya… kenapa?” Papa terkejut


mendengar pertanyaanku, dan balik bertanya tetapi tetap dengan senyumnya.


“Tasya kemarin khilaf, Pa. Tasya gak


mau menikah lho Pa. Bukan tak mau, belum mau sekarang.” rengekku sambil menatap


lantai. Membayangkan aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal, sangat


sangat membuat depresi seketika. Kena mental jadinya..


“Lho, kemarin kan Tasya yang setuju.


Pernikahannya sebulan lagi lho. Bagaimana Papa dan Mama harus berbuat ini..,”


Mama menjadi bingung karena reaksi ku. Papa dan Mama bingung kenapa diriku


kemarin mau, tapi sekarang sudah cepat sekali berubah pikiran.


“Kemarin Tasya gak fokus, Ma. Ada


pembahasan perluasan kafe di Grup WA, jadi Tasya hanya fokus ke ponsel saja,


Tasya gak sadar malah papa bertanya tentang masalah apa. Jadi Tasya jawab


seadanya saja lah Ma..” jawabku sambil sedikit meratap tapi tidak menangis

__ADS_1


ya...


Papa dan Mama menunjukkan ekspresi


bingung. Mereka berdua tidak tahu untuk berbicara apa saat ini. Dilema juga


pastinya. Hal yang dahulu ditakutkan Papa terjadi juga akhirnya. Aku menolak


dengan sangat tegas dan jelas tentang perjodohan diriku. Tetapi bagaimana lagi,


pihak lelaki sudah mendengar dengan jelas kata setuju dari ku tentang


perjodohan itu.


Aku merasa kesal akan diriku saat


ini. Aku sangat mengerti perasaan Papa dan Mama sekarang. Tidak mungkin lah


pernihakan dibatalkan, apalagi ini menyangkut dua buah perusahaan besar di


Negara I. Jika diketahui bahwa terjadi skandal pernikahan pada kedua


perusahaan, maka kredibilitas kedua perusahaan bisa saja turun. Apalagi kedua


kedua pimpinan merupakan sahabat dari lama, menimbulkan asumsi kokohnya akan


kedua perusahaan tersebut. Kalau skandal terjadi, bisa - bisa menjadi trending


topik oleh netizen negara I. Pertunangan putra dan putri dari dua pengusaha


besar di Negara I, dibatalkan karena pihak perempuan kurang fokus. Wkwkwk..


judul yang agak lucu juga..


Tetapi aku tidak mau menikah…


Jujur, belum mau menikah..


Terutama untuk saat ini..

__ADS_1


Aku merasa diriku saat ini sedang


bergerak perlahan mendekati puncak karir ku sebagai usahawan muda. Tidak


mungkin aku mengizinkan diriku turun kembali karena statusku sudah menikah.


Apalagi menikah dan menjalani rumah


tangga dengan orang yang tidak dikenal.


Aku juga penasaran sebenarnya.


Apakah anak Pak Sukarta ganteng? Jelekkah? Tinggi kah? Pendekkah? Dan lain


sebagainya pikiran pikiran seperti itu. Mengingat fisikku yang terbilang


memenuhi standar wanita idaman, seharusnya suami ku nantinya juga harus di atas


standar umumnya. Aku tidak membahas masalah dana ya, karena jelas anak Pak


Sukarta, pewaris tunggal perusahaan orang tuanya. Tajir pastinya donk..


Aku menyesali yang sudah terjadi.


Sumpah menyesal..


Istilah, "Mulutmu,


Harimaumu..." akhirnya kena kepada diriku.


Sebenarnya bukan musibah lho.


Menikah itu sebuah hal yang istimewa. Hal yang sakral. Apalagi untuk wanita


sepertiku yang seharusnya memang sudah memasuki usia menikah. Kalau kendala


masalah fisik, fisik itu bisa dimodifikasi kalau memiliki dana yang cukup,


seperti yang plastik - plastik itu. Tapi karena aku memang belum mau menikah...

__ADS_1


Apalagi, seharusnya menikah itu cuma


sekali..


__ADS_2