
Kulihat jam beker ku.
Sudah hampir 1 jam dari waktu biasa
aku bangun.
‘Wah, kenapa aku bisa lama bangun
ya…’ pikirku.
Aku tidak menemukan jawabannya.
Mungkin aku lelah.
“Baik ma, tasya bangun. Mau berberes
mandi dulu, baru tasya turun makan ya ma…” jawabku kepada Mama.
Mama mengelus kepalaku, dan langsung
berjalan ke luar kamar. Mama ingin menyiapkan sarapan untukku.
Segera aku mandi untuk menyegarkan
diri.
Saat aku membasuh dan menyabuni
punggungku, badanku segera merinding. Pikiran laki – laki lain menyentuh
punggungku mulai merasuki ku. Walaupun saat itu, lelaki itu memelukku dengan
pakaian lengkap, aku merasa aku malah dipeluk saat tidak memakai apapun. Aku
kesaaallll…
Mungkin yang lain akan menganggap
biasa saja. Apalagi di zaman sekarang ini. Tapi koq aku masih sangat kesal ya…
Dion saja, yang pernah menjadi pacar
singkatku, jangankan memeluk, memegang tanganku saja tidak aku kasih. Itu
__ADS_1
mungkin yang menyebabkan Dion akhirnya memutuskan diriku sebagai pacarnya. But,
I don’t care. Toh saat itu, aku hanya bermain – main saja. Biar pernah ada
status. Hahai…
Lima belasan menit kemudian, aku
sudah duduk di meja makan. Menyantap masakan buatan mama, sebelum mama akhirnya
menghampiriku.
“Sya, nanti kerja tidak? Temani mama
jalan – jalan ya. Ada yang mama mau beli. Kebetulan 2 hari lagi, pak Sukarta
dan Arkan akan datang berkunjung. Jadi mama mau menyambut tamu istimewa kita.”
ucap mama yang hampir membuat ku tersedak.
“Arkan mau kemari ma….” tanyaku tak
percaya.
Tasya sudah jadi berkenalan dengan Arkan?” tanya mama lagi.
Aku terdiam. Tidaklah mungkin ku
katakan bahwa Arkan tidak ingin berbicara kepadaku.
“Belum, ma. Mungkin nanti setelah
berjumpa langsung, Tasya akan coba sering mengobrol dengan Arkan…” jawabku
menghibur mama.
Mama kulihat hanya mengangguk. Tidak
ingin melanjutkan percakapan.
Selesai makan, aku pun bersiap untuk
pergi bersama mama. Setelah memberikan instruksi kepada pegawai kafe melalui
__ADS_1
grup, aku pun segera menuju parkiran untuk menaiki mobilku. Tak lama kemudian,
mama sudah duduk di samping ku, dan kami berangkat.
Mama memilih pergi ke pusat
perbelanjaan yang terbesar kedua di Kota J. Alasannya, di Mall tersebut, belum
ada satu pun usaha milik Jabura Grup. Tujuan mama agar tidak banyak yang
mengenali mama, sehingga mama tidak capek menjawab sapaan pekerja Jabura Grup.
Ada – ada aja alasan mama. Kepededan sekali ya kan…
Mama berkeliling Mall tersebut,
membeli ini dan itu, yang penting melakukan persiapan yang mantap untuk
menyambut calon besan dan calon mantu. Tugasku ngapain? Ya jelas donk, sebagai
juru angkat. Mama sebenarnya lebih suka barang belanjaannya di antar langsung
ke rumah, menggunakan fasilitas antar yang disediakan Mall, tapi karena aku
bebas, aku menawarikan diri untuk mengangkat barang yang bisa di angkat. Tetapi
untuk belanjaan makanan, mama tetap menggunakan jasa antar.
Cukup banyak barang bawaanku. Mama terus
saja pergi duluan ke depan, tanpa menunggu diriku.
‘Wah… senang kali sepertinya mama ku
ini… menyambut besan saja, senangnya minta ampun, jadi shopping ke sana sini…
sampai anaknya yang keberatan di tinggal….’ batinku sambil terus mengangkat
barang. Barang bawaanku sudah cukup banyak lho. Cukup banyak, selain di
jinjing, aku harus memegang dengan kedua tangan, barang belanjaan yang hampir
menutupi wajahku.
__ADS_1