Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 14


__ADS_3

Kulihat jam beker ku.


Sudah hampir 1 jam dari waktu biasa


aku bangun.


‘Wah, kenapa aku bisa lama bangun


ya…’ pikirku.


Aku tidak menemukan jawabannya.


Mungkin aku lelah.


“Baik ma, tasya bangun. Mau berberes


mandi dulu, baru tasya turun makan ya ma…” jawabku kepada Mama.


Mama mengelus kepalaku, dan langsung


berjalan ke luar kamar. Mama ingin menyiapkan sarapan untukku.


Segera aku mandi untuk menyegarkan


diri.


Saat aku membasuh dan menyabuni


punggungku, badanku segera merinding. Pikiran laki – laki lain menyentuh


punggungku mulai merasuki ku. Walaupun saat itu, lelaki itu memelukku dengan


pakaian lengkap, aku merasa aku malah dipeluk saat tidak memakai apapun. Aku


kesaaallll…


Mungkin yang lain akan menganggap


biasa saja. Apalagi di zaman sekarang ini. Tapi koq aku masih sangat kesal ya…


Dion saja, yang pernah menjadi pacar


singkatku, jangankan memeluk, memegang tanganku saja tidak aku kasih. Itu

__ADS_1


mungkin yang menyebabkan Dion akhirnya memutuskan diriku sebagai pacarnya. But,


I don’t care. Toh saat itu, aku hanya bermain – main saja. Biar pernah ada


status. Hahai…


Lima belasan menit kemudian, aku


sudah duduk di meja makan. Menyantap masakan buatan mama, sebelum mama akhirnya


menghampiriku.


“Sya, nanti kerja tidak? Temani mama


jalan – jalan ya. Ada yang mama mau beli. Kebetulan 2 hari lagi, pak Sukarta


dan Arkan akan datang berkunjung. Jadi mama mau menyambut tamu istimewa kita.”


ucap mama yang hampir membuat ku tersedak.


“Arkan mau kemari ma….” tanyaku tak


percaya.


Tasya sudah jadi berkenalan dengan Arkan?” tanya mama lagi.


Aku terdiam. Tidaklah mungkin ku


katakan bahwa Arkan tidak ingin berbicara kepadaku.


“Belum, ma. Mungkin nanti setelah


berjumpa langsung, Tasya akan coba sering mengobrol dengan Arkan…” jawabku


menghibur mama.


Mama kulihat hanya mengangguk. Tidak


ingin melanjutkan percakapan.


Selesai makan, aku pun bersiap untuk


pergi bersama mama. Setelah memberikan instruksi kepada pegawai kafe melalui

__ADS_1


grup, aku pun segera menuju parkiran untuk menaiki mobilku. Tak lama kemudian,


mama sudah duduk di samping ku, dan kami berangkat.


Mama memilih pergi ke pusat


perbelanjaan yang terbesar kedua di Kota J. Alasannya, di Mall tersebut, belum


ada satu pun usaha milik Jabura Grup. Tujuan mama agar tidak banyak yang


mengenali mama, sehingga mama tidak capek menjawab sapaan pekerja Jabura Grup.


Ada – ada aja alasan mama. Kepededan sekali ya kan…


Mama berkeliling Mall tersebut,


membeli ini dan itu, yang penting melakukan persiapan yang mantap untuk


menyambut calon besan dan calon mantu. Tugasku ngapain? Ya jelas donk, sebagai


juru angkat. Mama sebenarnya lebih suka barang belanjaannya di antar langsung


ke rumah, menggunakan fasilitas antar yang disediakan Mall, tapi karena aku


bebas, aku menawarikan diri untuk mengangkat barang yang bisa di angkat. Tetapi


untuk belanjaan makanan, mama tetap menggunakan jasa antar.


Cukup banyak barang bawaanku. Mama terus


saja pergi duluan ke depan, tanpa menunggu diriku.


‘Wah… senang kali sepertinya mama ku


ini… menyambut besan saja, senangnya minta ampun, jadi shopping ke sana sini…


sampai anaknya yang keberatan di tinggal….’ batinku sambil terus mengangkat


barang. Barang bawaanku sudah cukup banyak lho. Cukup banyak, selain di


jinjing, aku harus memegang dengan kedua tangan, barang belanjaan yang hampir


menutupi wajahku.

__ADS_1


__ADS_2