Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 8


__ADS_3

Ternyata untuk kali ini tidak menunggu waktu yang


lama agar mendapatkan balasan setelah diriku chat kembali.


Terlihat di layar, “My Hell sedang


mengertik…”


My Hell…


Iya, aku menyimpan nomor Arkan di hp


ku, dengan nama My Hell. Nerakaku…


Kejam sekali ya, tetapi memang aku


sudah bisa membayangkan akan mendapatkan neraka jika diriku tetap bersama


Arkan. Membayangkan bagaimana hilangnya status sosialku, pekerjaanku, juga


waktu ku. Mungkin teman – temanku juga akan meninggalkan ku. Yah, sudahlah,


karena aku sudah memilih untuk mencoba berkenalan dengan Arkan. Siapa tahu


akhirnya nanti, My Hell akan berganti dengan My Hubby… Hihihii..


Lama juga kutunggu balasan chat ku


dari Arkan. Setiap ada tulisan sedang mengetik, tetiba hilang, muncul lagi


sedang mengetik, hilang, dan begitu terus – menerus. Aku jadi kepoan sendiri


menunggu nya. What??? Aku menunggu…


‘Wahh, kacau ne Tasya. Bagaimana


bisa dirimu menunggu chat seseorang sedari tadi. Biasanya kan dirimu memegang


ponselmu kapan dirimu mau, dan biarkan orang menunggu balasan chat dirimu….’


batin ku dalam hati. Tanpa sadar bahwa sudah beberapa lama aku menunggu balasan


chat seseorang.


Akhirnya chat yang ditunggu datang


juga.


Tapi balasannya membuat diriku


terkejut.


[Maaf ya, anda salah nomor…]


Apaan…


Setelah sekian lama mengetik,


ternyata dia hanya menuliskan lima kata di atas. Kupikir awalnya dia akan bertanya,

__ADS_1


siapa, dapat nomor dari mana, juga hal lain bla bla bla… Tetapi balasan yang


kuterima adalah menyatakan bahwa diriku salah mengirim pesan.


Kucoba melihat nomor yang kusimpan


di ponselku. Ku cek sekali lagi nomornya dengan nomor yang dikirim Papa.


Sama.


Memang yang ku chat adalah nomor hp


Arkan.


Tetapi kenapa bisa salah nomor?


Aku tidak percaya.


Ku chat kembali.


[Maaf, bukannya ini nomor ponsel


Arkan]


[Nichander Arkan Sukarta?]


Kirim ku


Centang 2…


Centang biru…


balasan. Semenit, dua menit, tidak ada tulisan Arkan sedang mengetik. Anehnya,


tiba – tiba saja muncul gambar Profil Arkan.


Foto seorang wanita.


Berjilbab dan memakai masker.


Tetapi tetap bisa menunjukkan


matanya yang indah dan menggunakan kontak lensa bermotif bintang.


[Bukan, ini nomor Hp Wanda. Bukan


nomor hp Arkan…]


Balasnya setelah hampir 10 menit


menunggu. Ponselku sudah kuletakkan di meja, sebelum muncul notifikasi ada


pesan masuk. Langsung ku ambil hp ku.


Aku terdiam membaca balasannya.


Ini anak di ujung sana apa


berbohong..

__ADS_1


Sudah gak zaman berbohong seperti


ini, iya juga kalau pas 8 – 9 tahun yang lalu, karena aku juga melakukannya


setiap ada yang me – wa. Kubilang ini cowoknya Kayla.


Aku hendak mengetik balasan, ketika


aku melihat My Hell memanggil…


Arkan menelepon…


Langsung ku angkat…


“Haloo…” panggil seseorang di ujung


lain dengan suara yang lembut.


Memang wanita…


Aku tetiba terdiam…


 “Halo… “


Kembali ku dengar seorang wanita


berbicara di ujung telepon.


Aku tidak langsung membalas.


Masih bingung lah ya kan.


Kenapa di ujung sana nomor ponsel


cewek.


Apa salah nomor.


Ah, mana mungkin Papa salah kirim


nomor.


Akhirnya ku balas juga.


“Halo juga mbak…” sahutku.


“Maaf ya mbak, bertanya. Ini berarti


bukan nomor hp Arkan ya mbak?” lanjutku.


Di ujung telepon diam.


Beberapa detik kemudian akhirnya


wanita di ujung berkata.


“Iya, mbak, mbak benar. Ini bukan nomor


hp Arkan ya…” jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2