
Ternyata untuk kali ini tidak menunggu waktu yang
lama agar mendapatkan balasan setelah diriku chat kembali.
Terlihat di layar, “My Hell sedang
mengertik…”
My Hell…
Iya, aku menyimpan nomor Arkan di hp
ku, dengan nama My Hell. Nerakaku…
Kejam sekali ya, tetapi memang aku
sudah bisa membayangkan akan mendapatkan neraka jika diriku tetap bersama
Arkan. Membayangkan bagaimana hilangnya status sosialku, pekerjaanku, juga
waktu ku. Mungkin teman – temanku juga akan meninggalkan ku. Yah, sudahlah,
karena aku sudah memilih untuk mencoba berkenalan dengan Arkan. Siapa tahu
akhirnya nanti, My Hell akan berganti dengan My Hubby… Hihihii..
Lama juga kutunggu balasan chat ku
dari Arkan. Setiap ada tulisan sedang mengetik, tetiba hilang, muncul lagi
sedang mengetik, hilang, dan begitu terus – menerus. Aku jadi kepoan sendiri
menunggu nya. What??? Aku menunggu…
‘Wahh, kacau ne Tasya. Bagaimana
bisa dirimu menunggu chat seseorang sedari tadi. Biasanya kan dirimu memegang
ponselmu kapan dirimu mau, dan biarkan orang menunggu balasan chat dirimu….’
batin ku dalam hati. Tanpa sadar bahwa sudah beberapa lama aku menunggu balasan
chat seseorang.
Akhirnya chat yang ditunggu datang
juga.
Tapi balasannya membuat diriku
terkejut.
[Maaf ya, anda salah nomor…]
Apaan…
Setelah sekian lama mengetik,
ternyata dia hanya menuliskan lima kata di atas. Kupikir awalnya dia akan bertanya,
__ADS_1
siapa, dapat nomor dari mana, juga hal lain bla bla bla… Tetapi balasan yang
kuterima adalah menyatakan bahwa diriku salah mengirim pesan.
Kucoba melihat nomor yang kusimpan
di ponselku. Ku cek sekali lagi nomornya dengan nomor yang dikirim Papa.
Sama.
Memang yang ku chat adalah nomor hp
Arkan.
Tetapi kenapa bisa salah nomor?
Aku tidak percaya.
Ku chat kembali.
[Maaf, bukannya ini nomor ponsel
Arkan]
[Nichander Arkan Sukarta?]
Kirim ku
Centang 2…
Centang biru…
balasan. Semenit, dua menit, tidak ada tulisan Arkan sedang mengetik. Anehnya,
tiba – tiba saja muncul gambar Profil Arkan.
Foto seorang wanita.
Berjilbab dan memakai masker.
Tetapi tetap bisa menunjukkan
matanya yang indah dan menggunakan kontak lensa bermotif bintang.
[Bukan, ini nomor Hp Wanda. Bukan
nomor hp Arkan…]
Balasnya setelah hampir 10 menit
menunggu. Ponselku sudah kuletakkan di meja, sebelum muncul notifikasi ada
pesan masuk. Langsung ku ambil hp ku.
Aku terdiam membaca balasannya.
Ini anak di ujung sana apa
berbohong..
__ADS_1
Sudah gak zaman berbohong seperti
ini, iya juga kalau pas 8 – 9 tahun yang lalu, karena aku juga melakukannya
setiap ada yang me – wa. Kubilang ini cowoknya Kayla.
Aku hendak mengetik balasan, ketika
aku melihat My Hell memanggil…
Arkan menelepon…
Langsung ku angkat…
“Haloo…” panggil seseorang di ujung
lain dengan suara yang lembut.
Memang wanita…
Aku tetiba terdiam…
“Halo… “
Kembali ku dengar seorang wanita
berbicara di ujung telepon.
Aku tidak langsung membalas.
Masih bingung lah ya kan.
Kenapa di ujung sana nomor ponsel
cewek.
Apa salah nomor.
Ah, mana mungkin Papa salah kirim
nomor.
Akhirnya ku balas juga.
“Halo juga mbak…” sahutku.
“Maaf ya mbak, bertanya. Ini berarti
bukan nomor hp Arkan ya mbak?” lanjutku.
Di ujung telepon diam.
Beberapa detik kemudian akhirnya
wanita di ujung berkata.
“Iya, mbak, mbak benar. Ini bukan nomor
hp Arkan ya…” jawabnya.
__ADS_1