Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 26


__ADS_3

Tetapi aku merasa lain


melihat Fiza. Aku merasa pegawaiku bisa bekerja sama dengan ku, karena aku


adalah pimpinan mereka. Boss mereka. Nah, Fiza disini. Bukan merupakan


seseorang dengan jabatan yang tinggi, tapi bisa menyambung dengan para pekerja.


Wajar saja pak Sukarta membawanya dalam proyek kerja sama hari ini.


Untuk kali ini, aku


bisa menyatakan aku iri dengan kemampuan seorang wanita. Bukan karena


kecantikan dan harta, tetapi karena sikapnya yang mudah disukai semua orang,


tetapi dengan batas dan tanggung jawab yang jelas. Hari ini, aku mengagumi


Fiza, dan aku akan belajar dari Fiza untuk lebih baik.


Di sesi istirahat, aku


menghampiri Fiza.


“Fiza, bisakan aku


meminta nomor kontakmu? Aku ingin berteman dengan mu?” ucapku serius kepada


Fiza.


“Boleh koq mbak Kayla.


Sini ponsel mbak…” ucap Fiza.


Aku memberikan ponsel


ku dan Fiza menyimpan nomor hp nya di Ponsel ku.


Aku segera berbalik


untuk pergi, sebelum aku menyadari sesuatu.


“Fiza, bolehkan aku


bertanya.” tanyaku kepada Fiza.


“Silahkan mbak?” jawab


Fiza dengan senyuman.

__ADS_1


Aku teringat sesuatu,


makanya aku bertanya.


“Sepertinya kita


pernah berbicara di telepon sebelumnya kan?” tanyaku


Kulihat, Fiza langsung


gugup…


Fiza terlihat gugup sebentar saat aku mengajukan pertanyaan


itu.


Walaupun cuma sebentar, tapi aku masih menangkap gelagat


itu.


"Eng... Mohon maaf mbak Kayla. Sepertinya kita baru


kali ini berbicara secara langsung," jawab Fiza setelah berhasil kembali


ke mode awalnya.


Sepertinya memang aku pernah mendengar suara Fiza ini. Tetapi dimana ya, aku


tidak bisa mengingatnya.


"Baiklah mbak Fiza, maaf mengganggu waktunya


ya..." lanjutku sambil pergi meninggalkan Fiza.


Aku tidak melihat tatapan mata Fiza yang mengiringi


langkahku. Tapi aku merasakan bahwa dia sedang menatapku. Aku berbalik untuk


memastikan. Begitu mata kami bertatapan, dia kembali terjekut, seolah seperti


ketahuan melakukan kesalahan, dan kemudian mengalihkan pandangannya.


Aku pun berbalik kembali dan segera pergi.


Fiza kembali mengangkat wajahnya dan memandang Kayla


kembali.


Memang ada kesalahan yang dia lakukan, tapi biarlah hal itu

__ADS_1


akan diketahui di masa akan datang.


Juga kenyataannya, bukan baru pertama kali ini, Fiza ketemu


dengan Kayla. Walau tanpa berbicara, Fiza pernah melihat Kayla saat makan


bersama Arkan di restoran milik Jabura Grup tempo hari. Fiza juga hampir


bersuara saat melihat Kayla mendekati Arkan, tetapi teman Kayla lebih cepat


dalam mengganggu aktivitas Kayla kemarin.


Iya, benar. Fiza kemarin di restoran bersama dengan Arkan.


Dia tidak tahu apa tujuan lain Arkan mengajaknya makan di restoran tersebut,


alih alih pergi ke banyak restoran lain.


Hal itu, baru Fiza ketahui tadi.


Saat melihat bahwa Pak Sukarta cukup dekat dengan Pak


Jabura. Fiza bisa menyangkut pautkan, bahwa ini berhubungan dengan perjodohan


kedua anak mereka.


Berarti kemarin Fiza menemani Arkan, untuk hanya mengetahui


bahwa Arkan mencari tahu siapa Kayla. Walaupun akhirnya mereka tidak sempat


bertatap muka, karena sepanjang makan, Arkan hanya melihat kepada Fiza, tetapi


Arkan secara tidak langsung sudah bersentuhan dengan Kayla.


Ketika Kayla tersandung kemarin di restoran, hal itu terjadi


tepat di depan Arkan dan Fiza yang sudah menyelesaikan makan mereka.


Karena melihat ada seseorang akan terjatuh di depannya,


Arkan secara refleks menolongnya, sehingga kejadian kemarin, Arkan memeluk


Kayla pun terjadi di depan mata Fiza.


Saat itu, Arkan tidak mengetahui bahwa wanita yang ditolong nya adalah Kayla, dan


Kayla juga tidak tahu bahwa yang memeluknya adalah Arkan. Bahkan Fiza sendiri


baru mengetahui wajah Kayla hari ini.

__ADS_1


__ADS_2