
Tetapi aku merasa lain
melihat Fiza. Aku merasa pegawaiku bisa bekerja sama dengan ku, karena aku
adalah pimpinan mereka. Boss mereka. Nah, Fiza disini. Bukan merupakan
seseorang dengan jabatan yang tinggi, tapi bisa menyambung dengan para pekerja.
Wajar saja pak Sukarta membawanya dalam proyek kerja sama hari ini.
Untuk kali ini, aku
bisa menyatakan aku iri dengan kemampuan seorang wanita. Bukan karena
kecantikan dan harta, tetapi karena sikapnya yang mudah disukai semua orang,
tetapi dengan batas dan tanggung jawab yang jelas. Hari ini, aku mengagumi
Fiza, dan aku akan belajar dari Fiza untuk lebih baik.
Di sesi istirahat, aku
menghampiri Fiza.
“Fiza, bisakan aku
meminta nomor kontakmu? Aku ingin berteman dengan mu?” ucapku serius kepada
Fiza.
“Boleh koq mbak Kayla.
Sini ponsel mbak…” ucap Fiza.
Aku memberikan ponsel
ku dan Fiza menyimpan nomor hp nya di Ponsel ku.
Aku segera berbalik
untuk pergi, sebelum aku menyadari sesuatu.
“Fiza, bolehkan aku
bertanya.” tanyaku kepada Fiza.
“Silahkan mbak?” jawab
Fiza dengan senyuman.
__ADS_1
Aku teringat sesuatu,
makanya aku bertanya.
“Sepertinya kita
pernah berbicara di telepon sebelumnya kan?” tanyaku
Kulihat, Fiza langsung
gugup…
Fiza terlihat gugup sebentar saat aku mengajukan pertanyaan
itu.
Walaupun cuma sebentar, tapi aku masih menangkap gelagat
itu.
"Eng... Mohon maaf mbak Kayla. Sepertinya kita baru
kali ini berbicara secara langsung," jawab Fiza setelah berhasil kembali
ke mode awalnya.
Sepertinya memang aku pernah mendengar suara Fiza ini. Tetapi dimana ya, aku
tidak bisa mengingatnya.
"Baiklah mbak Fiza, maaf mengganggu waktunya
ya..." lanjutku sambil pergi meninggalkan Fiza.
Aku tidak melihat tatapan mata Fiza yang mengiringi
langkahku. Tapi aku merasakan bahwa dia sedang menatapku. Aku berbalik untuk
memastikan. Begitu mata kami bertatapan, dia kembali terjekut, seolah seperti
ketahuan melakukan kesalahan, dan kemudian mengalihkan pandangannya.
Aku pun berbalik kembali dan segera pergi.
Fiza kembali mengangkat wajahnya dan memandang Kayla
kembali.
Memang ada kesalahan yang dia lakukan, tapi biarlah hal itu
__ADS_1
akan diketahui di masa akan datang.
Juga kenyataannya, bukan baru pertama kali ini, Fiza ketemu
dengan Kayla. Walau tanpa berbicara, Fiza pernah melihat Kayla saat makan
bersama Arkan di restoran milik Jabura Grup tempo hari. Fiza juga hampir
bersuara saat melihat Kayla mendekati Arkan, tetapi teman Kayla lebih cepat
dalam mengganggu aktivitas Kayla kemarin.
Iya, benar. Fiza kemarin di restoran bersama dengan Arkan.
Dia tidak tahu apa tujuan lain Arkan mengajaknya makan di restoran tersebut,
alih alih pergi ke banyak restoran lain.
Hal itu, baru Fiza ketahui tadi.
Saat melihat bahwa Pak Sukarta cukup dekat dengan Pak
Jabura. Fiza bisa menyangkut pautkan, bahwa ini berhubungan dengan perjodohan
kedua anak mereka.
Berarti kemarin Fiza menemani Arkan, untuk hanya mengetahui
bahwa Arkan mencari tahu siapa Kayla. Walaupun akhirnya mereka tidak sempat
bertatap muka, karena sepanjang makan, Arkan hanya melihat kepada Fiza, tetapi
Arkan secara tidak langsung sudah bersentuhan dengan Kayla.
Ketika Kayla tersandung kemarin di restoran, hal itu terjadi
tepat di depan Arkan dan Fiza yang sudah menyelesaikan makan mereka.
Karena melihat ada seseorang akan terjatuh di depannya,
Arkan secara refleks menolongnya, sehingga kejadian kemarin, Arkan memeluk
Kayla pun terjadi di depan mata Fiza.
Saat itu, Arkan tidak mengetahui bahwa wanita yang ditolong nya adalah Kayla, dan
Kayla juga tidak tahu bahwa yang memeluknya adalah Arkan. Bahkan Fiza sendiri
baru mengetahui wajah Kayla hari ini.
__ADS_1