
‘Baiklah, kalau jodoh tidak kemana… walau saingan di mana
mana’ kembali aku berpikir dalam hati. Aku lalu masuk ke dalam toko, seraya
berdoa agar tuhan memberikan yang terbaik untukku.
Sekitar dua jam kemudian, acara shopping mama pun selesai.
Aku membawa segunung barang belanjaan mama.
Untung saja ada keranjang pemberian si cowok tampan.
Jadi cukup membantu membawa barang belanjaan mama.
Mama sebenarnya heran, Karena seingat mama, aku tidak ada
membawa keranjang. Tetiba pulang, kenapa ada keranjang di dalam mobil. Tetapi
mama tidak menuntaskan rasa penasaran mama. Mama tetap diam tidak membahas
masalah tersebut. Aku pun melakukan mobilku menuju arah pulang…
***
Waktu berlalu begitu cepat.
Tanpa terasa, nanti siang, di jam makan siang, Pak Sukarta
dan Arkan akan hadir mengunjungi rumahku. Bersilaturahmi, dan saling mengenalkan
anak – anak yang akan mereka nikahkan.
Tentu saja aku sedikit gugup.
Aku masih penasaran bagaimana wajah Arkan, anak tunggal pak
Sukarta.
Aku memandangi wajahku di depan cermin.
Masih tidak kutemukan kekurangan dalam riasanku saat ini.
__ADS_1
‘Hmmm, memang cantik lah si Kayla ini. Semoga jodoh yang
akan mendatangiku nanti, sepadan denganku…’ batinku memuji diri sendiri.
Seperti peribahasa, air laut asin sendiri. Arti sederhananya, jangan sok
kepedean… wkwkkw
Kulihat jam, masih jam 11. Sekitar 2 jam an lagi seharusnya
Pak Sukarta dan Arkan hadir.
Aku sudah memakai baju terbaikku. Sebenarnya sih enggan,
tapi mama mewajibkan. Baju ku berbentuk gaun, di atas mata kaki. Baju
kesayanganku berwarna biru.
Sekitar 15 menit kemudian, kulihat mobil Papa memasuki
rumah. Papa memang izin untuk mengerjakan beberapa hal di Jabura Grup, dan
Memang acara hari ini tidak ada maksud apa – apa. Pak
Sukarta kebetulan sedang berada di Kota J untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dia berangkat bersama Arkan. Dan kebetulan hanya mau singgah untuk makan siang.
Jadi bukan untuk acara perkenalan kedua calon menantu. Papa dan Mama saja yang
berpikiran begitu.
Tiba – tiba, ponselku bordering. Nada notifikasi akan
masuknya sebuah chat wa.
Ku buka ponselku.
Ada chat di Grup Princess.
[Gimana, Kay… udah datang calon suami tajir mu?] chat
__ADS_1
personel Geng Princess membuka permbicaraan. Tadi malam, kami bergosip sampai
ber jam – jam melalui voice grup call, membahas rencana kedatangan Arkan di jam
makan siang ke rumahku. Mungkin atas dasar itulah, mereka bertanya hal
tersebut.
[Sabar ya bestiiee… belum sampai di rumah tuh pangeran
kesukaan kalian] jawabku sekenanya.
[Fotokan ya, Kay… biar kita liat, cocok gak si Arkan, dengan
ketua geng kita] balas yang lain.
Dan begitulah, kembali lagi panjang pembahasan kami tentang
si kawan itu, yang sebentar lagi akan datang ke rumahku.
Ku dengar papa menelepon Pak Sukarta. Bertanya dimana lokasi
saat ini. Pak Sukarta menyatakan mungkin akan sampai dalam waktu paling lama 15
menit lagi.
Langsung lah si Mama heppot. Mama lalu memerintahkan kepada
pembantu di rumah, untuk segera berberes. Semua di hebohkan untuk menyambut
calon besan. Kan lucu ya kan, jika nanti sudah menikah, masa setiap besan
datang, seheboh itu si Mama. Kalau tidak ku larang, mungkin mama juga sudah
memasang karpet merah untuk dilalui pak Sukarta masuk ke dalam rumah.
Waktu terus berjalan.
Tik… tik… tik… seakan suara jam terdengar jelas di
teleponku.
__ADS_1