Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 16


__ADS_3

‘Baiklah, kalau jodoh tidak kemana… walau saingan di mana


mana’ kembali aku berpikir dalam hati. Aku lalu masuk ke dalam toko, seraya


berdoa agar tuhan memberikan yang terbaik untukku.


Sekitar dua jam kemudian, acara shopping mama pun selesai.


Aku membawa segunung barang belanjaan mama.


Untung saja ada keranjang pemberian si cowok tampan.


Jadi cukup membantu membawa barang belanjaan mama.


Mama sebenarnya heran, Karena seingat mama, aku tidak ada


membawa keranjang. Tetiba pulang, kenapa ada keranjang di dalam mobil. Tetapi


mama tidak menuntaskan rasa penasaran mama. Mama tetap diam tidak membahas


masalah tersebut. Aku pun melakukan mobilku menuju arah pulang…


***


Waktu berlalu begitu cepat.


Tanpa terasa, nanti siang, di jam makan siang, Pak Sukarta


dan Arkan akan hadir mengunjungi rumahku. Bersilaturahmi, dan saling mengenalkan


anak – anak yang akan mereka nikahkan.


Tentu saja aku sedikit gugup.


Aku masih penasaran bagaimana wajah Arkan, anak tunggal pak


Sukarta.


Aku memandangi wajahku di depan cermin.


Masih tidak kutemukan kekurangan dalam riasanku saat ini.

__ADS_1


‘Hmmm, memang cantik lah si Kayla ini. Semoga jodoh yang


akan mendatangiku nanti, sepadan denganku…’ batinku memuji diri sendiri.


Seperti peribahasa, air laut asin sendiri. Arti sederhananya, jangan sok


kepedean… wkwkkw


Kulihat jam, masih jam 11. Sekitar 2 jam an lagi seharusnya


Pak Sukarta dan Arkan hadir.


Aku sudah memakai baju terbaikku. Sebenarnya sih enggan,


tapi mama mewajibkan. Baju ku berbentuk gaun, di atas mata kaki. Baju


kesayanganku berwarna biru.


Sekitar 15 menit kemudian, kulihat mobil Papa memasuki


rumah. Papa memang izin untuk mengerjakan beberapa hal di Jabura Grup, dan


Memang acara hari ini tidak ada maksud apa – apa. Pak


Sukarta kebetulan sedang berada di Kota J untuk menjalani pemeriksaan medis.


Dia berangkat bersama Arkan. Dan kebetulan hanya mau singgah untuk makan siang.


Jadi bukan untuk acara perkenalan kedua calon menantu. Papa dan Mama saja yang


berpikiran begitu.


Tiba – tiba, ponselku bordering. Nada notifikasi akan


masuknya sebuah chat wa.


Ku buka ponselku.


Ada chat di Grup Princess.


[Gimana, Kay… udah datang calon suami tajir mu?] chat

__ADS_1


personel Geng Princess membuka permbicaraan. Tadi malam, kami bergosip sampai


ber jam – jam melalui voice grup call, membahas rencana kedatangan Arkan di jam


makan siang ke rumahku. Mungkin atas dasar itulah, mereka bertanya hal


tersebut.


[Sabar ya bestiiee… belum sampai di rumah tuh pangeran


kesukaan kalian] jawabku sekenanya.


[Fotokan ya, Kay… biar kita liat, cocok gak si Arkan, dengan


ketua geng kita] balas yang lain.


Dan begitulah, kembali lagi panjang pembahasan kami tentang


si kawan itu, yang sebentar lagi akan datang ke rumahku.


Ku dengar papa menelepon Pak Sukarta. Bertanya dimana lokasi


saat ini. Pak Sukarta menyatakan mungkin akan sampai dalam waktu paling lama 15


menit lagi.


Langsung lah si Mama heppot. Mama lalu memerintahkan kepada


pembantu di rumah, untuk segera berberes. Semua di hebohkan untuk menyambut


calon besan. Kan lucu ya kan, jika nanti sudah menikah, masa setiap besan


datang, seheboh itu si Mama. Kalau tidak ku larang, mungkin mama juga sudah


memasang karpet merah untuk dilalui pak Sukarta masuk ke dalam rumah.


Waktu terus berjalan.


Tik… tik… tik… seakan suara jam terdengar jelas di


teleponku.

__ADS_1


__ADS_2