Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 12


__ADS_3

“Iya kayla, kalau tidak kasi ke aku saja lho… Pasti senang hidup masa


tua ku nantinya…” celoteh personel Geng Princess lainnya.


Semakin banyak diskusi yang menyayangkan bahwa diriku


menolak pernikahan itu. Apalagi setelah mereka tahu, calon suami ku adalah


pewaris yang sangat kaya. Gak perlu repot – repot usaha, tapi cuan ngalir


terus. Bisa nongkrong, shopping, travelling kapan pun kepingin.


“Aku pun mikirin hal itu bestie, makanya awalnya aku setuju.


Tapi toh si Arkan nya yang sepertinya juga memiliki pasangan. Baguslah… Biar


aku yang mencari jodohku. Yang lebih baik pastinya dari si Arkan itu…” jelasku


setelah mendengar banyak sudutan dari anggota Geng Princess.


“Ya sudah lah, semua keputusan mu bebh…” kata Tika.


“Btw Kay, dirimu sudah tahu wajahnya belum?” tanya anggota


Princess yang lain.


“Nah ini dia, aku belum tahu, dan memang tidak ingin mencari


tahu. Nanti ternyata si Arkan jelek, shock pula diriku.” Sahutku sambil


tertawa. Jelas donk. Aku TOP 10 wanita tercantik di Kota J. Bagaimana bisa


mendapatkan suami yang jelek. Apa kata netizen kota J…


“Wahhh, kow bisa dirimu menolak sebelum tahu wajahnya… Nanti


ganteng si Arkan. Ganteng dan Tajir. Udah kategori ku itu…hihihi,” kata Helen


menyambung percakapan.

__ADS_1


“Iya… benar tuh, Len…” sambung yang lain.


“Setidaknya, dirimu cari tahu ya Kay. Itu anak kan tajir,


manalah mungkin tidak ada fotonya satu pun di medsos. Yuk Bestie, kita cari


bersama. Kita liat di medsos masing – masing.”


“Eh, siapa namanya, Kay?”


“Nichander Arkan Sukarta…” jawabku.


Segera para personel Geng Princess mensearch kata kunci


“Nicander Arkan Sukarta” di media sosial mereka. Merek beranggapan tidaklah


mungkin, anak sekaya Arkan, tidak memiliki media sosial. Yang mereka tidak tahu


adalah bahwa, Arkan memang tidak menggunakan media sosial. Mereka tidak tahu


Arkan itu sebenarnya… (eh, nanti aja di jelaskan di cerita selanjutnya)


sesuatu tentang Arkan.


“Wah… koq bisa ya kita tidak menemukan informasi apapun


tentang calon suami Kayla…” sahut salah satu Personel Geng Princess pada


akhirnya.


“Iya nih, aku pun tidak ketemua…” sahut yang lain.


“Misterius sekali ya… calon suami si Kayla ini… hiihih”


sambung yang lain.


Akhirnya kembali haha hihi terdengar dari meja kami membahas


si Arkan.

__ADS_1


“Oke bestie, dah mau main ini film bioskopnya. Tiket sudah


ku pesan sih, kalau pigi sekarang, sudah bisa lah kita sampai ne…,” ujarku


sambil melihat ponselku.


“Ayoo, kita pergi sekarang…” sahut yang lain.


Aku segera bangkit menuju pintu keluar restoran. Memegang


sweeter kesayangan ku yang tadi masi terletak di meja. Sementara teman yang


lain masih berberes, aku sudah sampai di depan pintu. Aku tidak memperhatikan


bahwa cowok yang tadi kuperhatikan juga sedang berjalan keluar bersama teman


wanitanya tadi. Arkan berjarak sekitar 2 meteran di belakang ku.


Dari arah depan, datang satu keluarga yang datang untuk


makan di restoran tersebut.


Aku tidak melihat ada sepasang anak kecil yang berlari lari


menuju pintu masuk.


Aku tidak memperhatikan mereka, sampai salah satu dari


mereka menubruk tubuhku.


Aku terjengkang ke belakang, dengan sweeter ku terlempar ke


atas.


Aku sudah membayangkan sakit yang akan kurasakan ketika


diriku akan menyentuh lantai.


Tetapi hal itu tidak terjadi.

__ADS_1


__ADS_2