
‘Apaaaaa….?’
Aku terkejut mendengar teriakan Dion.
Gila ini anak ya..
Aku miliknya…
Sejak kapan…
Ada surat nikah or perjanjian jual beli nya ya…
“Eh… waras gak si lu Dion… sejak kapan aku milikmu…” ucapku
akhirnya setelah terdiam beberapa saat.
“Iyaa… kamu milikku Kay…” jawab Dion. Kali ini dia sudah
merubah ekspresinya menjadi sebuah senyuman.
Senyuman Dion memang manis, sedikit bergetar ini hati, tapi
akhirnya aku tahan.
“Kenapa? Koq bisa aku jadi milikmu?” tanyaku lagi masih
bingung.
“Liat dirimu sekarang, Kay. Cantik banget… Sumpah cantik,
Kay… Hanya aku yang cocok jadi pasanganmu…” ujar Dion memuji ku.
Sumpah, aku tidak tergerak mendengar pujian dari Dion.
Karena memang sudah biasa aku di sebut cantik. Kalau mengenai pasangan yang
cocok, memang ku akui sih, kemarin kemarin aku percaya kami pasangan yang
diciptakan langit. Dia merupakan peringkat ke 2 ketika ada voting pemilihan
__ADS_1
cowok terganteng di Kota J. Ketika kami jadian, malah sempat netizen kota J
menyebut hari itu adalah hari patah hati di Kota J. Sempat masuk trending di
kota J malah. Dan ketika kami putus, banyak juga yang merasa bersyukur.
Terutama wanita – wanita di kota J.
Kembali ke saat ini.
“Haii Dion… aku tidak tahu apa maksudmu aku milikmu. Yang
jadi pertanyaan sekarang, kenapa dirimu merusuh di kafe ku? Tolong jelaskan
Dion… Setahu ku kita tidak ada masalah selama bertahun – tahun. Apa dirimu mau
bertengkar dengan Jabura Grup?” ucapku dengan dingin. Aku benar – benar pusing
akan kondisi saat ini.
“Tidak ada maksud apa – apa, Kayla. Aku hanya mengklaim milikku.
kamu hari ini. Seperti bidadari yang turun dari lantai atas, eh… dari langit.
Mana mungkin aku melepasmu dan merelakanmu bersama jodohmu itu…” jawab Dion
menjelaskan alasannya.
Sebuah pikiran tiba tiba masuk ke kesadaranku. Aku sedikit
bisa memahami masalah yang terjadi. Entah dari siapa, mungkin Dion mendengar
bahwa aku dijodohkan, dan hari ini akan bertemu dengan pasangan yang di
jodohkan untukku. Mungkin dia mencariku di kafe, karena dia tahu sifatku yang
tidak suka di paksa. Tetapi dia tidak menemukanku di kafe. Dan merusuh, agar
seseorang memberi tahu ku untuk datang.
__ADS_1
Aku juga sadar kenapa Susan tadi meminta diriku untuk
berganti pakaian. Setelah Dion melihatku, mungkin dia tidak akan melepaskan aku
dengan benar – benar. Mungkin saja sebelum aku datang, Dion sudah berteriak –
teriak di kafe, bahwa aku adalah miliknya, dan tidak ada yang boleh merampasku
darinya.
Aku memandang Susan. Dan Susan mengangguk. Hampir ku toyor kepala
Susan. Macam bisa pula dia membaca pikiranku. Tapi anggaplah begitu. Aku
akhirnya mengetahui keseluruhan cerita.
“Kayla, sebelumnya minta maaf. Aku sudah mengganti semua
kerusakan ini sebelum dirimu tiba. Tolong Kayla. Jangan menikah dengan cowok
itu. Siapa namanya? Arkan ya… Kau kan gak kenal dengan Arkan. Kenapa harus
hidup bersamanya untuk seumur hidupmu. Kan ada aku yang akan menjaga dan
merawatmu seumur hidupku… Menua bersamamu dan melalui senang dan sedih bersama
mu…Please jangan menikah dengannya…” ucap Dion.
Aku senyum senyum mendengar perkataan Dion. Bukan karena aku
kesengsem dengan gombalannya. Mungkin, jika itu di ucapkan oleh Dion ke wanita
lain, wanita itu mungkin akan termehek – mehek dan terbang ke langit juga. Tapi
aku tersenyum karena aku sudah biasa mendengar gombalan itu, dan sumpah, aku
tidak tersentuh.
Tersentuh sedikit deng.
__ADS_1