Cinta Tak Pernah Dirasa

Cinta Tak Pernah Dirasa
Bab 20


__ADS_3

‘Apaaaaa….?’


Aku terkejut mendengar teriakan Dion.


Gila ini anak ya..


Aku miliknya…


Sejak kapan…


Ada surat nikah or perjanjian jual beli nya ya…


“Eh… waras gak si lu Dion… sejak kapan aku milikmu…” ucapku


akhirnya setelah terdiam beberapa saat.


“Iyaa… kamu milikku Kay…” jawab Dion. Kali ini dia sudah


merubah ekspresinya menjadi sebuah senyuman.


Senyuman Dion memang manis, sedikit bergetar ini hati, tapi


akhirnya aku tahan.


“Kenapa? Koq bisa aku jadi milikmu?” tanyaku lagi masih


bingung.


“Liat dirimu sekarang, Kay. Cantik banget… Sumpah cantik,


Kay… Hanya aku yang cocok jadi pasanganmu…” ujar Dion memuji ku.


Sumpah, aku tidak tergerak mendengar pujian dari Dion.


Karena memang sudah biasa aku di sebut cantik. Kalau mengenai pasangan yang


cocok, memang ku akui sih, kemarin kemarin aku percaya kami pasangan yang


diciptakan langit. Dia merupakan peringkat ke 2 ketika ada voting pemilihan

__ADS_1


cowok terganteng di Kota J. Ketika kami jadian, malah sempat netizen kota J


menyebut hari itu adalah hari patah hati di Kota J. Sempat masuk trending di


kota J malah. Dan ketika kami putus, banyak juga yang merasa bersyukur.


Terutama wanita – wanita di kota J.


Kembali ke saat ini.


“Haii Dion… aku tidak tahu apa maksudmu aku milikmu. Yang


jadi pertanyaan sekarang, kenapa dirimu merusuh di kafe ku? Tolong jelaskan


Dion… Setahu ku kita tidak ada masalah selama bertahun – tahun. Apa dirimu mau


bertengkar dengan Jabura Grup?” ucapku dengan dingin. Aku benar – benar pusing


akan kondisi saat ini.


“Tidak ada maksud apa – apa, Kayla. Aku hanya mengklaim milikku.


kamu hari ini. Seperti bidadari yang turun dari lantai atas, eh… dari langit.


Mana mungkin aku melepasmu dan merelakanmu bersama jodohmu itu…” jawab Dion


menjelaskan alasannya.


Sebuah pikiran tiba tiba masuk ke kesadaranku. Aku sedikit


bisa memahami masalah yang terjadi. Entah dari siapa, mungkin Dion mendengar


bahwa aku dijodohkan, dan hari ini akan bertemu dengan pasangan yang di


jodohkan untukku. Mungkin dia mencariku di kafe, karena dia tahu sifatku yang


tidak suka di paksa. Tetapi dia tidak menemukanku di kafe. Dan merusuh, agar


seseorang memberi tahu ku untuk datang.

__ADS_1


Aku juga sadar kenapa Susan tadi meminta diriku untuk


berganti pakaian. Setelah Dion melihatku, mungkin dia tidak akan melepaskan aku


dengan benar – benar. Mungkin saja sebelum aku datang, Dion sudah berteriak –


teriak di kafe, bahwa aku adalah miliknya, dan tidak ada yang boleh merampasku


darinya.


Aku memandang Susan. Dan Susan mengangguk. Hampir ku toyor kepala


Susan. Macam bisa pula dia membaca pikiranku. Tapi anggaplah begitu. Aku


akhirnya mengetahui keseluruhan cerita.


“Kayla, sebelumnya minta maaf. Aku sudah mengganti semua


kerusakan ini sebelum dirimu tiba. Tolong Kayla. Jangan menikah dengan cowok


itu. Siapa namanya? Arkan ya… Kau kan gak kenal dengan Arkan. Kenapa harus


hidup bersamanya untuk seumur hidupmu. Kan ada aku yang akan menjaga dan


merawatmu seumur hidupku… Menua bersamamu dan melalui senang dan sedih bersama


mu…Please jangan menikah dengannya…” ucap Dion.


Aku senyum senyum mendengar perkataan Dion. Bukan karena aku


kesengsem dengan gombalannya. Mungkin, jika itu di ucapkan oleh Dion ke wanita


lain, wanita itu mungkin akan termehek – mehek dan terbang ke langit juga. Tapi


aku tersenyum karena aku sudah biasa mendengar gombalan itu, dan sumpah, aku


tidak tersentuh.


Tersentuh sedikit deng.

__ADS_1


__ADS_2