
Arumi duduk sendirian di kafe rumah sakit,semalam Rushan menghubunginya,Rush akan mengantarnya mengunjungi Yudish,tentu arumi langsung mengiyakan ajakan itu.
Rushan menyuruhnya menunggu di kafe, selagi dirinya memastikan situasi tempat perawatan yudish dalam keadaan sepi.
" iya ibu,aku sudah di rumah sakit,aku singgah di kafe sebentar membeli kopi "
suara lembut seorang wanita berbicara dengan ponselnya melewati arumi,
terlihat dari belakang wanita itu sepertinya sangatlah cantik dan berkelas,tubuhnya tinggi semampai,rambutnya bergerak indah saat ia berjalan,wangi farfumnya sangat lembut tercium,dan pastinya wanita itu sangatlah kaya terlihat dari outfit yang ia kenakan serta tas merk ternama yang harganya seharga mobil itu.
Arumi memperhatikan,Beberapa mata menatap kagum kepada wanita itu.Pasti wanita itu sangatlah cantik batin arumi.
Tak lama wanita cantik itu duduk di sebrang meja yang arumi tempati,
Ternyata wanita itu memang sangat cantik,persis seperti artis yang ada di televisi,wanita itu tersenyum lembut ke pada Arumi,dan arumi pun membalas senyumanya,selain cantik ternyata wanita itu juga ramah,fikir arumi.
ponsel mereka sama sama berdering lalu mereka saling melemparkan senyum sambil mengangkat telponya.
" iya,,ibu,,"
" iya rush,,,,oh,, baiklah aku akan kesana!"
Arumi mematikan telponya lalu berbalik ingin meninggalkan meja tapi langkahnya terhenti keningnya berkerut mendengar pembicaraan wanita itu kepada seseorang di telpon yang sepertinya adalah ibuny
" baiklah ibu,,,aku akan segera ke ruangan Yudish sekarang"
Yudish,,
siapa wanita itu,apakah yang ia bicarakan Yudishnya? atau yudish yang lain?sebenarnya arumi penasaran tapi keinginanya bertemu yudish lebih besar dari rasa penasaranya,mungkin itu yudish yang lain,karna nama yudish kan tak hanya satu! begitulah akhirnya ia mengambil kesimpulan.
Rushan melambaikan tanganya ke arah Arumi,setelah arumi mendekat Rushan langsung membukakan pintu ruangan itu.
arumi fikir itu ruang perawatan Yudish tapi ternyata itu seperti sebuah ruangan tunggu yang mewah.
Rushan menyerahkan baju dan beberapa peralatan untuk bisa masuk ke ruang rawat yudish,rushan bilang ruang rawatnya haruslah steril maka harus mengenakan pakaian khusus.
Setelah selesai memakai perlengkapan nya,Rushan membawa Arumi mengunjungi ruangan,ruangan itu sangat lah dingin,atau karena perasaan arum yang sedang cemas sehingga detak jantungnya yang tidak beraturan serta suhu tubuhnya menjadi menurun,Arumi akhirnya melihat ke arah dimana Yudish terbaring dengan banyaknya alat yang menempel di tubuhnya,serta alat pernafasan yang terpasang di hidungnya,dengan langkah gemetar Arumi menghampiri kekasihnya,ya,,,masihlah kekasihnya hingga detik ini itu jawab hatinya.
Arumi menyentuh lembut Wajah tampan yang terlihat pucat itu,beberapa luka kecil kecil tampak terlihat di wajah mulus yang sangat ia rindukan itu,tak terasa air mata itu menetes membasahi pipi Arumi.
Tanganya berusaha menggenggam tangan kokoh yang yang terbalut perban itu,hati kecilnya seprti teriris sembilu,melihat keadaan Yudish yang sangatlah parah,arumi tidak dapat lagi menahan tangisnya,ia cium tangan itu berkali kali.
" maafkan aku,,," hanya kata itu yang bisa ia ucapkan.
untuk beberapa saat hanya tangis pilu yang bisa arumi keluarkan,sungguh bibirnya seperti kelu, arumi dapat merasakan betapa sakitnya,apa yang di alami kekasih nya itu.
" Bangunlah honey,,,,tolong jangan pernah tinggalkan aku lagi,,,Aku sangat mencintaimu,sampai kapan pun akan aku jaga cinta ini,,,kumohon kembalilah honey!" dengan nafas tersenggal Arumi memohon dengan tangan masih menggenggam tangan yudish serta menciumi tangan berbalut perban itu,tanpa terasa air matanya membasahi perban di tangan Yudish.
__ADS_1
Rushan memilih meninggalkan mereka menunggu di ruang tunggu.Rushan dapat merasakan penderitaan keduanya,tapi ia tak bisa berbuat apa apa selain tetap terus menjaga dan melindungu Arumi,seperti janjinya kepada ibunya.
Arumi sebenarnya ingin lebih lama lagi berada di sana bersama Yudish,menemaninya dan berharap bisa melihat mata indah nan tajam itu menatapnya lagi dengan penuh kelembutan,sungguh Arumi sangat menrindukanya,sebulan mereka terpisah dan bertemu lagi dalam keadaan tidak baik hingga sekarang melihatnya terbaring dengan alat bantu kehidupan di tubuhnya, Arumi benar benar merasa sangat bersalah dengan apa yang menimpa kekasihnya itu.
Arumi mencium kening prianya,menyalurkan rindu yang sangat dalam,entah kapan ia bisa melihatnya atau menghirup aroma tubuh itu lagi Arumi merasa benar benar akan kehilangan Yudish sekarang,begitu berat meninggalkanya dalam keadaan begini,tapi ia harus sadar selamanya mereka tidak akan pernah bisa bersatu karna kini Arumi adalah seorang istri.
Rushan melihat kearah pintu yang di buka oleh Arumi,wajah cantik itu terlihat sembab sangat ketara jejak jejak air mata,tapi Arumi berusaha melemparkan senyum kepada Rushan,sambil melepaskan satu persatu baju serta perlengkapan yang ia gunakan tadi,meletakanya ke tempat semula.
" Terima kasih,,,telah membantu ku rush,," kata Arumi tersenyum sangat kecut.
" jangan sungkan Arumi,maaf aku hanya bisa menolongmu sampai di sini" kata rushan sungkan.
"ayolah sebaiknya kita segera keluar"
Baru saja akan meninggalkan ruangan itu,pintunya terbuka dari luar,menampilkan sosok wanita cantik yang tadi ia temui di kantin,Arumi diam mematung,jadi Yudish yang di bicarakanya adalah Yudishnya,siapa wanita ini sebenarnya?apakah ini wanita yang ayah yudish bilang tempo hari?
" Dilara,,?"
" Rushan,, hei ,, apa kabarmu?"
wanita yang di panggil dilara itu langsung menautkan pipinya kepada rushan tanpa canggung,semantara rushan sama kagetnya dengan Arumi,ia bahkan seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Rushan hanya tersenyum canggung
" hm,,aku baik,"seranya tersenyum lagi.
" apa karena ada wanita cantik ini bersamamu, sehingga kamu melupakan aku?tidak ingin mengenalkan aku padanya kah?" wanita itu melirik Arumi sambil tertawa sangat cantik.
saat tertawa kecantikan wanita itu bertambah,Arumi yang sesama wanita saja sangat senang melihat tawa wanita itu.
" eh,,emm ,,itu,,iya,,perkenalkan ini Arumi,dan Arumi ini adalah Dilara ia teman kita sejak masih di taman kanak kanak"
" Hai Arumi,,,senang berkenalan denganmu " wanita cantik itu menjulurkan tanganya ke arah Arumi,sperti tersadar dari kekagumanya Arumi sampai lupa mengangkat tanganya untuk berjabat tangan dengan Dilara.
" oh,,iya hai Dilara senang juga bisa berkenalan dengan mu!" arumi menjabat tangan halus nan lentik itu,Arumi merasa berkecil hati jika di bandingkan dengan Dilara.
" Arumi,,,apakah kamu wanitanya Rush?" tanya dilara tanpa basa basi masih sambil tersenyum dengan ramahnya.
" Iya,,"
" Bukan,,"
Dilara tertawa melihat tingkah mereka,ia lalu menggelengkan kepalanya dengan anggun.
" oke oke,,,maafkan aku,itu privasi kalian,Arumi maaf ya,,?" senyum wanita itu tidak juga pudar,sepertiny wanita ini memang sangat ramah dan murah senyum.
Arumi hanya mengangguk sedangkan Rushan membuang pandanganya.
__ADS_1
" oh oke,,,aku akan melihat ke adaan yudish ke dalam" seranya mengambil perlengkapan seperti yang tadi arumi kenakan.
" baiklah kami juga sudah ingin pulang," kata Rushan lagi
" Ayo Arumi,," Rushan meraih tangan arumi dalam genggamanya untuk mengajaknya keluar, Arumi tentu kaget dengan tingkah Rushan yang terlihat Aneh,tapi arumi tidak bisa menolak ia takut membuat Rushan tersinggung,sedangkan Dilara hanya tersenyum melihat tingkah Rushan,seprtinya ia sudah terbiasa dengan sikap Rushan.
tapi baru selangkah maju,Rushan membalikan badanya lagi.
" Dilara,,"
" iya,,?" Dilara mentap Rushan dengan mengerutkan kening.
" Tolong rahasiakan kedatangan ku dan Arumi dari siapapun " Rushan memasang wajah seriusnya.
Dilara tertawa lagi dengan pesona yang tidak luntur.
" ya tuhan haha,,, oke oke aku akan merahasiakanya" Dilara menarik tangan di mulutnya seperti gerakan mengunci.
lalu ia tertawa sambil melambaikan tangannya ke arah Arumi yang di bawa pergi oleh Rushan.
***
Arumi dan Rushan kini berada di mobil milik Rushan,karna Rushan memaksa ingin mengantar arumi pulang jadi Arumi tidak enak menolak nya.
untuk beberapa saat mereka hanya berdiam dengan fikiran masing masing.hingga suasana di mobil terasa hening.
" Maaf membuatmu tidak nyaman Rumi" suara rush memecah keheningan
Arumi menoleh dan tersenyum ke arah Rushan,ia tidak menjawab.
" Boleh aku bertanya?" kata Arumi
" Apa yang ingin kau tanyakan?"
" Apa hubungan Dilara dan ,,Yudish?" arumi menarik berat nafasnya ketika menanyakanya.
" Dia calon tunangan Yudish" Rushan menjawab sambil melirik ke arah Arumi.memperhatikan perubahan wajah Arumi
Arumi hanya diam menarik nafasnya selembut mungkin,walau terlihat sangat susah payah menahanya.
Arumi menoleh ke arah Rushan, berusaha tersenyum,walau sebulir kristal bening itu jatuh juga arumi dengan cepat menghapusnya.
" Dia wanita yang sangat cantik dan lebih cocok jika bersanding dengan Yudish,dan ia juga wanita yang sangat ramah,,aku yakin ia bisa membahagiakan Yudish,aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuknya " Arumi tersenyum lalu membuang pandanganya,sejujurnya hatinya sangat sakit mengatakanya tapi itu memang kenyataan yang sedang terjadi.
Arumi menahan tangis dan sesak di dadanya,ia membuang pandanganya ke luar jendela mentap kosong dengan hati yang berkecamuk,air mata itu pun menetes dengan sendirinya.
Sedangkan rushan hanya menatap getir wanita malang itu.
__ADS_1
❤️❤️ episode paling panjang ya ❤️❤️