
" Jaga dirimu baik baik Honey,jangan pernah tidak mengangkat telponku,makan yang teratur selalu jaga kesehatan" Yudish mencium kening Arumi " aku tidak ingin pengantinku sakit nanti di hari pernikahanya " sambungnya dengan sebuah pelukan erat,
wajah arumi bersemu merah di dada bidang itu dia menhirup wangi tubuh itu dalam dalam,ada rasa bahagia namun juga khawatir
" pasti sayang,aku mencintaimu" jawab arumi
" kamu juga jangan terlalu sibuk dan jangan lupa selalu beri kabar " seketika gurat sedih itu muncul
" aku lebih mencintai mu honey " Yudish merenggangkan pelukanya,menoleh ke bawah melihat wajah sang kekasih lekat lekat,lalu memeluknya lagi dengan erat.
Itu benar-benar menjadi pelukan perpisahan antara Arumi dan Yudish.
*seminggu sebelum jadwal kepulangan Yudis
Hari itu Yudish benar benar bingung,sudah 3 hari Arumi susah di hubungi,ponselnya tidak aktif,dan keluarganya pun tidak ada menjawab telponnya,Yudish mencoba menghubungi amelia tetap tidak ada penjelasan kemana arumi,rasa gelisah menghampiri,ingin rasanya Yudish pulang dan menemui arumi tapi keadaan di perusahaan tidak memungkinkan untuk Yidish tinggalkan, Yudish takut pekerjaanya tidak selesai tepat waktu dan dia harus menunda pernikahanya.
Ponselnya bergetar menandakan pesan masuk,Yudish segera membukanya berharap itu dari Arumi,tapi alangkah kecewanya dia karna melihat nomor tidak di kenal yang mengirimkan gambar,Yudish membukanya dan sangat lebih terkejut melihat gambar yang dikirim itu, beberapa foto pernikahan,disana terlihat seseorang yang sangat dia rindukan duduk bersanding dengan seorang pria yang tidak yudish kenal,wajah gadisnya terlihat sangat sedih dan tertekan,seketika amarahnya tidak dapat lagi di bendung,yudish secepat kilat menghubungi nomor itu tapi nomor nya tidak aktif.apa maksudnya semua itu
Yudish segera keluar ruangan membuka pintu dengan kasar menelpon samuel untuk menyiapkan penerbangan hari ini juga untuk pulang, walaupun samuel memberikan penjelasan bahwa pekerjaanya tidak bisa di tinggal kan tapi Yudish benar benar tidak perduli ,akhirnya samuel menuruti keinginan bosnya itu.
Di dalam pesawat Yudish benar benar gelisah,ingin segera sampai dan menemui arumi dia berharap itu semua tidak nyata hanya orang iseng yang mengedit foto itu,,ya tuhan Yudish benar bnar tidak bisa tenang sekarang,perjalananya terasa sangatlah lama.
Begitu pesawat mendarat Yudish segera turun dengan sedikit berlari menuruni tangga ,dia segera menghampiri mobil yang sudah menunggunya.di perjalanan ke rumah arumi sangatlah terasa jauh.
Mobilpun memasuki perumahan Arumi begitu mobil berhenti Yudish segera turun dan mengetuk pintu rumah itu dengan kasar dia benar-benar menahan emosinya.
pintu rumah di buka dengan cepat oleh sarah,begitu melihat Yudish sarah menyunggingkan senyum terbaiknya.
__ADS_1
"di mana arumi ? " tanpa basa-basi yudish berkata
" masuklah dulu nak,,,silahkan duduk dulu"kata sarah tenang.
Yudish menarik nafasnya lalu berjalan masuk ke rumah itu
" apa ini? tolong jelaskan,dan dimana arumi sekarang?"kata Yudish penuh emosi tapi tetahan karena dia masih memandang orang tua arumi,meskipun yudish sebenarnya tidak menyukai sarah karna sifat jahatnya.
"tenang dulu yudish ,minumlah dulu " sarah bicara dengan wajah tenangnya sambil menyadorkan air minum.
" jangan basa basi cepat katakan" yudish mulai geram
sarah menarik nafasnya lembut
" Arumi telah di bawa pergi suaminya,dua hari yang lalu mereka menikah,dan Arumi tinggal dengan keluarga suaminya sekarang" sarah seakan menyesal di buat buat
bagai di sambar petir Yudish terkejut dia tidak bisa berkata kata hanya mematung,kepalanya mendadak pusing dia mengepalkan tanganya kuat kuat berharap ini hanya mimpi.
" untuk apa aku beebohong,,ini sudah keputusan arumi dan Ayahnya nak,aku hanya ibu tiri ,aku tidak bisa berbuat apa apa,maafkan aku " sarah menunduk menyembunyikan wajahnya padahal dia sangat senang.
"lupakanlah dia nak masih banyak wanita baik di luar sana,biarkan arumi bahagia dengan pilihan nya,aku sungguh menyesal mengatakan ini tapi aku ingin kamu sadar dan tidak mengganggu kebahagiaan arumi"
" aku akan mencarinya,aku butuh penjelasan"
seketika Yudish berdiri meninggalkan rumah arumi dengan perasaan marah , sedangkan sarah tersenyum puas ,,permainanya berhasil
" aaaaaahhh " yudish meninju kaca mobilnya meluapkan emosinya,dia benar-benar tak habis fikir kenapa Arumi tega berbuat seperti ini,apa salahnya apa kekuranganya,apa satu bulan waktu yang sangat lama,,kenapa dengan mudahnya arumi berpaling.
__ADS_1
" sam,,, kerahkan anak buah,cari arumi malam ini juga dan bawa dia menemuiku"
" baik,,bos" sam menghubungi anak buahny memerintahkan seperti yang bosnya mau.
**
Arumi berjalan sendirian menuju ke rumah suaminya sekarang ,dia baru saja bertemu amelia untuk menceritakan kehidupan nya yang sangatlah kacau,dia bingung harus bagaimana,tapi dia rasa ini keputusan yang tepat,dia tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan pria yang sangat dia cintai,arumi sadar dirinya hanyalah akan menjadi benalu untuk kehidupan Yudish apalagi jelas jelas keluarga yudish sudah terang terangan menyuruhnya pergi dari kehidupan Yudish,
sore itu,arumi mendapatkan telpon dari nyonya Miranda ibu Yudish,nyonya miranda mengajaknya bertemu di coffe shop katanya ada yang ingin di bicarakan tentang anaknya,,,saat itu kebetulan Ponsel Arumi kehabisan baterai,padahal dia ingin sekali memberi tahu yudish bahwa ibunya mengajaknya bertemu.
Ada perasaan tidak enak menghinggapi tapi sebagai kekasih Yudish dia menuruti calon ibu mertuanya itu.
Arumi memasuki coffe shop itu dengan tersenyum,dari jauh dia bisa melihat nyonya miranda sedang duduk dengan seorang laki laki,yang dari jauh perawakannya seperti ayah yudish, perasaan nya semakin tidak enak,senyumya sesikit memudar,ada apa? sampai harus kedua orang tuanya mengajaknya bertemu di luar begini.
Nyonya Miranda melihat kedatangan arumi,dia tersenyum menyambut arumi.
Arumi menundukan wajahnya seranya meberi salam hormat kepada keduanya
" silakan duduk Arumi " nyonya miranda mempersilahkan,arumi mengangguk lalu menarik kursi dengan pelan dan duduk di hadapan orang tua Yudish,wajahnya masih saja menunduk,tanganya mulai dingin perasaanya masih bertanya tanya
"ehemm,," suara Tuan Imran Al fath menggema,arumi sedikit menaikan wajahnya,walau tidak berani menatap pria tua yang masih terlihat gagah itu.
"Arumi Milan Abraham,itu namamu kan?ayahmu pemilik peternakan,ibumu,,,oh maksudku ibu tirimu memiliki usaha textile yang di wariskan oleh keluarganya,benar begitu?" suara penuh kuasa itu benar-benar mengintimidasi siapa pun yang mendengarnya.
Arumi menganggukan kepala " benar tuan" katnya pasrah.
"Mulai hari ini jangan pernah berhubungan lagi dengan anaku!!" katanya tajam mentap arumi
__ADS_1
arumi menaikan wajahnya menatap tak percaya ke arah orang tua itu,matanya bekaca kaca,jadi ini perasaan yang arumi khawatirkan sejak tadi,nyonya miranda membuang pandangnya sedangkan tuan imran menatapnya dengan tajam.
❤️❤️❤️ ahkirnya bisa up date lagi ❤️❤️❤️