
Arumi membuka matanya,kepalanya sedikit pusing,dia mencoba mengingat apa yang terjadi jantungnya serasa berdetak lebih cepat, kepalanya menggeleng kuat berharap itu semua hanya mimpi.
" Itu bukan mimpi arumi "
arumi tersadar ada wajah menyebalkan dan tatapan sinis ibu tirinya menampakan senyum yang sangat memuakan untuk arumi.tanganya di lipatnya ke dada menatap arumi
" kamu kini bersetatus seorang istri " wanita itu berjalan menghampiri
air mata Arumi jelas menetes deras,menangis tanpa suara,dia tau seperti apapun dia melawan, orang tuanya tidak akan mendengar,sekrang arumi hanya pasrah,enggan mencari tau kenapa hidupnya harus begini,arumi terlalu lelah menghadapi keegoisan orang tuanya terlebih ibu tiri yang sangat membencinya,kebencian sarah jelas punya alasan,dia beranggapan arumi adalah penghalang kebahagiaanya bersama ayahnya,karna wajah arumi yang sangat mirip dengan ibunya,wanita yang di anggap telah merebut kekasihnya,Johan Abraham yg tak lain adalah ayah Arumi,selama ini hidup Arumi dan ayahnya banyak di bantu oleh keluarga Sarah karna keluarga sarah termasuk orang terpandang di desa nya dan demi kelangsungan hidup arumi ayahnya rela menikahi sarah,dulu ayahnya mencampakan sarah demi kecantikan ibu Arumi gadis tercantik, sarah kecewa dan marah tapi rasa cintanya lebih besar untuk ayahnya sehingga dia bisa menerima ayahnya kembali beserta Arumi setelah kepergian ibunya.tapi spertinya lain di mulut lain juga di hati ,, arumi tumbuh menjadi dewasa dan cantik,persis ibunya,sarah mulai membenci Arumi apalagi ayahnya sering memuji kecantikan arumi dan selalu ada nama ibunya di kaitkan,sungguh kebencian sarah makin bertambah.
" Anggap ini balas budi karna aku telah menggidupi kamu selama ini,sekarang sudah waktunya kamu pergi dari hidup kami arumi " katakata itu tajam menusuk hati Arumi
Sarah berlalu keluar dari kamar Arumi menutup pintu dengan perasaan bahagia karna telah membalaskan dendamnya,menikahi arumi dengan Rizt adalah rencana sarah karna sarah tau Arumi berhubungan dengan Yudish laki laki tampan dan kaya raya,sarah sangat tau Yudish sangat mencintai arumi dan berencana menikahi arumi, sarah sangat tak rela melihat Arumi akan hidup bahagia bersama Yudish,maka sarah membujuk ayahnya untuk memaksa arumi menikah dengan Rizt tanpa mengatakan pada Arumi ataupun meminta persetujuany,karna Sarah tau Arumi akan menuruti semua kehinginan Ayahnya karna hanya Ayahnya yg dia punya di dunia ini.
Sarah membuat dirinya seakan akan berhutang kepada keluarga Rizt dan sebagai bayaranya Rizt meminta untuk di nikahkan dengan Arumi,Rizt dari awal memang menyukai Arumi sejak masih dibangku sekolah menengah,
Sarah tau seperti apa keluarga Rizt,keluarga itu terkenal berengsek,ayahnya memiliki banyak istri entah bisa di sebut istri atau hanya wanita pemuas ***** saja,yang jelas di setiap pelosok yg pernah di datanginya ayahnya memiliki istri akan tetapi hanya Rizt saja yang di akuinya sebagai anak,entah lah hanya ayahnya yang tau apa tujuanya mengakui Rizt adalah darah dagingnya,sedangkan ibu Rizt meninggalkan mereka tanpa alasan yg jelas,sedari kecil Rizt di besarkan oleh wanita yang selalu dia sebut kakak,dan wanita itu telah ada sejak Rizt melihat dunian ini.
__ADS_1
Di kamarnya Arumi mengusap kasar air matanya,matanya lelah menangis
dia mengambil ponsel nya di dalam tas di atas nakasnya
mencari nomer yang akan dia hubungi
tetapi dia ragu,apa yg harus arumi katakan nanti,Apa mungkin ini yang terbaik untuk hubungan nya dengan Yudish,mengikat kejadian seminggu yang lalu Arumi yakin mungkin memang ini yang terbaik,
Arumi menggeser lagi layar ponselnya lalu segera melakukan panggilan
Amelia tidak mengerti maksud sahabatnya " ada apa rumi,kenapa kamu menangis?"
" Aku dan Yudish,semua sudah berakhir hari ini " tangis itu terdengar sangat pilu,arumi menceritakan semua nya kepada Amelia ,dan amelia hanya bisa menghela nafas panjang guna menetralisir perasaanya yang ikut sedih mendengar cerita sahabatnya.
***
Di ruangan rumah sakit itu terlihat semua keluarga berkumpul,tak henti mereka memuji kecantikan bayi mungil itu,mengucapkan selamat serta doa terbaik untuk kelahiran putri Yudish dan Dilara, mereka bergantian ingin menggendong bayi kecil itu,menyentuh kulitnya yang selembut kapas,seluruh keluarga nampak bahagia akhirnya pernikahan mereka di karuniai seorang anak,walaupun semua itu di dapatkan karena campur tangan keluarganya.
__ADS_1
Srperti biasa yudish hanya menampilkan wajah dingin dan datarnya ,semua keluarga seperti tidak terpengaruh dengan wajah itu karna terlalu terbiasa melihatnya,yudish memang laki laki pendiam.sesekali hanya menimpali perktaan keluarga dengan jawaban seadanya.
Sedangkan Dilara nampak memperlihatkan senyumnya yang tak pernah hilang,jelas kebahagiaan terpancar dari senyuman itu,meskipun beberapa bulan yang lalu kesedihan menghampirinya karna kepergian ibunya tanpa bisa menunggu cucu pertamanya.
Sesekali Dilara melirik ke arah dimana suaminya berada,hatinya terasa sakit,semenjak bayi mungil itu di pindahkan keruanganya tidak sedikit pun suaminya menghampiri bayinya apalagi menanyakan keadaanya,dilara tau Yudish kecewa kepadanya sejak kejadian malam itu karna Dilara tidak berusaha mencegahnya malah seakan ikut terbawa dalam suasana,dan memanjakan yudish dengan belaian manja yg dilara ciptakan,padahal Dilara tau Yudish terpengaruh obat perangsang yg sengaja di campurkan oleh keluarga Yudish sehingga dia hilang kendali dan terjadilah malam dimana untuk pertama kali Yudish menyentuh Dilara tanpa bisa di cegah karna dilara malah sengaja menambah keinginan itu semakin menggebu.
Semenjak malam itu Yudish menjaga jarak dengan dilara,sikapnya yg memang sudah dingin semakin menjadi,dulu yudish memposisikan dilara seperti adiknya,rasa sayangnya perhatianya selalu di tunjukan untuk dilara,tapi semua berubah,di tambah lagi bbrapa minggu kemudian dilara di nyatakan hamil,padahal dilara berharap kehamilanya dapat sedikit merubah hati yudish untuknya, tapi nyatanya yudish semakin menjauh, dia menjadi jarang ada dirumah,hari harinya di sibukan di kantor atau pergi keluar kota dalam waktu berminggu-minggu.
Dering ponsel membuat dilara mentap suaminya,
Yudish mengangkat telpon nya,mendengarkan sejenak orang yg bicara di sebrang sana lalu mematikan telponya ,yudish bangun dari duduknya.
"Ada hal yg harus ku lakukan di kantor,maaf aku permisi !"Yudish segera meninggalnyan ruangan itu tanpa menoleh atau meminta persetujuan istrinya dia berlalu,ayah Yudish menggam tanyanya geram melihat tingkah anaknya tapi dia hanya bisa diam tanpa mencegah,karna tidak ingin menimbulkan kegaduhan di ruangan itu,ibu yudish hanya mengusap lembut tangan suaminya untuk menenangkan.
Yudish berjalan cepat ke arah dimana mobilnya terlihat sudah menunggunya, asistenya menundukan kepala sambil membukakan pintu mobil,
gerakan Yudish terhenti,ketika hendak masuk dia menoleh ke kanan melihat dengan tajam,dahinya berkerut menatap dua wanita dan bayi yang di gendongnya hendak menaiki taksinya yg ada beberapa meter dari tempat mobilnya menunggu,tatapan itu menjadi amarah,lalu dengan cepat Yudish masuk ke dalam mobilnya,mobil itu mulai meninggalkan parkiran rumah sakit.
__ADS_1