
Arumi berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumahnya,air mata itu enggan berhenti menetes,setiap hembusan nafasnya,hanya rasa sakit yang ia rasakan,rasa perih itu mengusik,bingung,sedih,kecewa itu yang ia rasakan saat ini.
apa yang harus dia lakukan,ia tidak ingin menyakiti hati yudish,tapi ia juga tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan orang yang sangat ia cintai,air matanya terus saja menemani langkahnya,ingin rasanya dia mengadu tapi bingung harus mengadu pada siapa, untuk mengadu pada Yudish pun dia enggan,karna kata kata orang tua yudish semua benar, Arumi harus nya sadar diri.
Perkataan ayah yudish terus saja menghantam fikiranya,
" jangan bermimpi menjadi ratu tanpa susah payah,hanya mengandalkan kecantikan,,,hah,bahkan untuk kuliah saja kamu mengandalkan harta ibu tiri mu yang tidak seberapa,ayah mu hanya menumpang hidup " kata kata yang sangat tajam menusuk hatinya, Arumi hanya menunduk dan dia sadar betapa kecilnya dia di hadapan keluarga Yudish.
" kami telah menyiapkan wanita yang sepadan dengan Yudish,bahkan lebih cantik dan lebih berpendidikan dari kamu"dada Arumi sesak mendengarnya, Arumi memberanikan diri mengangkat wajahnya,ia menatap tuan Imran dengan mata yang sudah berembun,ia tidak percaya pria yang sangat terlihat berwibawa itu bisa mengucapkan kata kata yang sangat tidak manusiawi seperti itu.
Hatinya sangat sakit, tapi semua yang di katakan tuan Imran benar,Arumi,,mimpimu terlalu tinggi untuk menjadi ratu,, mengapa kamu tidak menyadarinya.
Nyonya miranda sempat memohon sambil menggenggam tangan arumi sebelum ia menyusul suaminya yang telah meninggalkn ruangan itu.
" tolong tinggalkan yudish demi kebahagiaanya arumi " itu kata terakhir yang Arumi dengar dari Nyonya Miranda.
__ADS_1
Arumi menitikkan air matanya setelah kepergian kedua orang tua Yudish,lalu ia pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.
Arumi menghirup udara dalam dalam menghembuskanya dengan perlahan berharap bisa menenangkan sedikit prasaanya.
Tak lama arumi sampai di gerbang rumahnya,dia melihat rumahnya ramai ada dua mobil terparkir di sana ,perasaanya berubah was was,pertama yang ada di fikiranya adalah sang ayah, Arumi berjalan dengan cepat hampir berlari
Dan sudah jatuh masih harus tertimpa tangga itu lah yang Arumi dapatkan,malam itu semua benar benar hancur,seakan semua terencana dengan baik oleh tuhan,bahkan di saat arumi sedang terpuruk masalah baru datang tanpa bisa di cegah.
***
Arumi menghentikan langkahnya melihat lurus kedepan,jantungnya berdegup kencang melihat lagi pria yang sangat ia cintai,ada rasa rindu yang menbuncah,ingin rasanya ia berlari memeluk kekasihnya ,meluapkan segala rasa sakitnya, untuk sesaat ia hanya memandanginya.
" ini yang kau namakan kesetiaan Arumi?"tanya Yudish dengan suara bergetar penuh kekecewaan.
" Apa sesulit itu menungguku? kenapa begitu cepat kamu melupakan janji janji mu selama bertahun tahun!! APA SALAHKU ARUMI?"
__ADS_1
suara teriakan itu membuat arumi tersentak kaget dan memundurkan langkahnya,selama ini yudish tidak pernah berbicara kasar sedikitpun.
" apa selama ini aku tidak membahagiakan mu? semudah itu kamu berpaling?APA LAKI LAKI ITU LEBIH KAYA DARI PADA AKU HAH?!JAWAB AKU ARUMI?!!!" arumi hanya menunduk menyembunyikan kesedihan serta rasa sakit yang tidak bisa ia ungkapkan.
Kenapa orang kaya selalu melihat sesuatu karna materi,kenapa seakan cinta tidak lagi berharga,ada rasa kecewa mendengar tuduhan Yudish tapi Arumi tidak ingin menyangkalnya.
Air mata arumi sudah tidak bisa di tahan,ia menangis dalam diam,dia tidak ingin membuat yudish mempertahankanya, ini keputusnya ,untuk membuat yudish bahagia,hanya itu yang ada di fikiranya sekarang,terlepas apapun pemikiran Yudish tentangnya ia tak lagi perduli.
Dengan susah payah Arumi memberanikan diri menatap wajah kekasihnya,berusaha terlihat bahagia dengan keputusanya, agar Yudish menjauh darinya.
"Sayang,kamu tau kan selama ini aku hidup kesulitan bersama ibu tiri yang sangat kejam,seharusnya dari dulu kamu sadar,apa lagi yang aku butuhkan selain kehidupan yang bergelimang harta,dan berharap bisa lepas dari ibu tiri yang kejam itu,,,tapi apa,,kamu meninggalkan aku hanya dengan janji pernikahan,aku bukan gadis bodoh yudish,,,aku cantik,banyak laki laki yang lebih kaya yang bisa membahagiakan ku dan yang paling penting bisa membuatku terlepas dari ibu tiri terkutuk itu,,bukan seperti kamu yang hanya mengandalkan janji,suamiku jelas lebih baik dan pastinya sama kaya dengamu" dadanya kembali sesak mengatakan itu, dia tau yudish pasti akan sangat kecewa.
Yudish benar benar tak menyangka kata kata itu keluar dengan mudahnya dari bibir indah orang yang sangat ia cintai,,,hatinya seperti beku,sangat sakit hingga tanpa sadar air mata nya perlahan menetes untuk pertama kalinya karna seorang wanita,dia sangat muak dengan wajah polos itu,ternyata wanita semua sama ,yudish sangat sangat benci dengan Arumi, seandainya yang di hadapan nya kini seorang laki-laki, Yudish pasti sudah menghabisinya, tapi Yudish hanya bisa melupakan kekecewaan nya dengan kata kata.
" Demi tuhan aku sangat membencimu arumi DEMI TUHAN AKU HARAP KAMU TIDAK AKAN PERNAH BAHAGIA BERSAMA SIAPAPUN KECUALI DENGANKU!!?,tapi itu tidak akan pernah mungkin terjadi.!??" Yudish pun pergi meninggalkan arumi dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Sepeninggalan yudish,arumi menjatuhkan dirinya ke tanah,rasanya lututnya tidak lagi kuat menopang tubuhnya,ia menangis sejadi jadinya ,memukul dadanya kuat kuat berharap bisa mengurangi sesak di dadanya.
Arumi benar benar hancur sehancur hancurnya.sekarang cintanya benar benar telah berakhir.