
Setibanya di butik langganan keluarga Yudish,nyonya Miranda yang sudah sampai lebih dulu langsung menyambut mereka bersama pemilik butik,seorang wanita berwujud pria perkasa.
" selamat datang sayang "
Miranda langsung memeluk anak dan calon menantunya itu bergantian.
" Ameera perkenalkan,ini Robi,ia yang merancang gaun pengantinmu dan juga pakaian kita semua,ia adalah designer Keluarga kita dan pastinya yang terbaik di kota ini" kata Miranda dengan senyum keibuannya.
" owhh ya tuhannn,,,, ini kah calon pengantin kita,,omg,,kalian pasangan paling sempurna,sangat serasi,,,Thampan dan chantik,perkenalkan aku Robi Angelina" pria berbadan atletis itu pun melentikan jari tanganya ke arah tangan Ameera, lalu menautkan pipinya ke pipi Ameera dengan sangat anggun, Ameera tersenyum, ingin rasanya ia tertawa dengan nama aneh itu tapi ia hanya menahanya "senang berjumpa langsung dengan mu" setelahnya Ameera melirik ke arah Yudish yang sepertinya tidak terganggu dengan tingkah pria yang satu ini,wajahnya masih saja konsisten dari tadi saat mereka sampai.
" dhan,, pria gunung es ini,masih saja tidak berubah " Robi memutar bola matanya.
Miranda hanya tersenyum melihat kelakuan pria itu,sedangkan Yudish masih dengan tatapan dinginya melirik ke arah Robi.
" oh,,ayolah didi kendurkan urat di wajahmu,atau nanti kau akan lebih dulu menjadi tua kalau kau sulit sekali tersenyum " Robi melewati Yudish dengan berjalan belenggak lenggok.
" ku harap nanti anak kalian tidak mengikuti sifat ayahnya euh,, " ia menghampiri Ameera lalu meraih tanganya untuk di ajak ke ruang ganti untuk mencoba gaunya.
" berhenti memanggilku dengan nama itu dan tutup mulutmu atau aku batalkan memakai jasamu" ancam Yudish.
Robi hanya berlalu bersama Ameera dengan mulut berkomat kamit tanpa menghiraukan ucapan Yudish.
Ameeea hanya bisa tersenyum sungkan melihat tingkah mereka,sepertinya Robi dan Yudish sudah saling mengenal dengan baik.
" kenapa wajah itu kembali lagi seperti dulu sih , padahal aku suka dengan wajahnya beberapa tahun belakangan ini " Robi bergumam gumam dengan bibir bergerak gerak.
Ameera mengerutkan keningnya dengan pernyataan Robi,tapi lagi lagi ia enggan mencari tau,tujuanya hanya menikah dengan Yudish untuk membahagiakan ibunya,untuk ke depannya Ameera enggan memikirkan hal hal buruk yang akan terjadi.
Ameera mengikuti arahan Robi,ia di bantu beberapa asisten Robi untuk menggunakan gaun yang terlihat sangat bagus persis gaun putri putri yang ia lihat di cerita dongeng,Ameera melihat pantulan dirinya di cermin,ia tidak pernah bermimpi atau memikirkan pernikahan, rasanya sekarang ia sangat aneh melihat dirinya mengenakan gaun pernikahan nya dan sebentar lagi ia akan terikat dengan janji suci pernikahan,apakah ia bisa menjalaninya?mencintai suaminya dan menjadi istri yang baik,dan melahirkan anak untuk melengkapi keluarganya.
__ADS_1
Anak ,oh ya tuhan,Dilara belum siap untuk itu, ia tidak ingin memikirkan hal sejauh itu,mungkin nanti ia akan membicarakanya pada Yudish,lagi pula seperti nya Yudish pun belum menginginkan hal itu.
Acara hari ini selesai,semua berjalan baik,nyonya Miranda berpamitan lebih dulu meninggalkan mereka,karna harus mengurus keperluan pernikahan yang lainya.
Keluarga Ameera menyerahkan sepenuhnya urusan pernikahan anak mereka kepada Miranda yang keadaanya sehat,karena ibu Ameera tidak bisa mengurusnya karena keadaan nya yang tidak memungkinkan,tentu saja Miranda tidak keberatan dengan itu,karena Ameera adalah menantu idamanya, ia sangat bahagia ketika Ameera pun menerima pernikahan ini.
Yudish mengajak Ameera makan siang terlebih dahulu sebelum mengantarnya pulang,mereka akan makan siang di sebuah restoran di dalam pusat perbelanjaan.
Mereka jalan berdampingan,seperti orang asing, bukan seperti calon pasangan suami istri,ponsel Ameera berbunyi ada pesan masuk,Ameera menghentikan langkahnya untuk mengambil ponsel di dalam tasnya,ketika sedang menunduk mencari ponselnya,seorang wanita menabrak Ameera dan Ameera kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh,tapi tangan kekar itu buru buru menangkapnya Yudish memeluk Ameera karna reflek melihatnya akan jatuh,posisi mereka saling berpelukan lalu Ameera membuka matanya menatap Yudish dan Ameera terperangkap di manik hitam nan tajam itu untuk beberapa saat mereka saling menatap dengan posisi masih berpelukan, sebelum suara seorang wanita menyadarkan mereka.
Wanita itu menatap getir pemandangan di hadapanya,ia lalu menundukan kepalanya menutupi kesedihan yang tiba tiba muncul.
" maafkan aku nona,aku terburu buru " wanita itu menundukan wajahnya dalam.
" tidak apa,aku juga tidak melihatmu tadi" Ameera tersenyum sambil memperhatikan wanita yang tertunduk itu.
Wanita itu terburu buru ingin pergi setelah meminta maaf,tapi Ameera menahanya.
Yudish menolehkan wajahnya setelah mendengar nama Arumi ia menatap wanita itu,ya itu wajah cantik kekasihnya yang sangat ia rindukan, Yudish terdiam menatap Arumi dengan tajam,tatapan penuh kebencian dan juga kerinduan itu sangat terlihat.
Arumi pun menatap Yudish sejenak lalu memalingkan wajahnya ke arah Ameera sambil tersenyum kaku,Ia tak ingin lama lama menatap Yudish ia takut terperangkap di mata indah itu,wajah dingin itu,wajah yang selalu ia mimpikan setiap malam,wajah yang membuatnya terluka karna rasa bersalahnya.
" hai,,,apa kabarmu?" kata Ameera ramah.
" emm,,aa, aku baik,maaf aku tak mengenalimu tadi " kata arumi sungkan.
" tidak apa Arumi aku juga hampir tidak mengenalmu,karna kita hanya bertemu sebentar,wajar kalau kau lupa" wajah cantik itu selalu saja tersenyum.
Yudish hanya menatap mereka berdua dengan sangat tajam,lebih tepatnya menatap Arumi.
__ADS_1
" oh ya Yudish apa kau mengenalnya " kata Ameera ,ia melihat Yudish hanya menatap Arumi dengan sangat tajam,Ameera sedikit penasaran dengan hubungan mereka.
"Tidak" kata Yudish sangat Dingin.
" maaf Ameera aku harus pergi sekarang" kata Arumi sambil menunduk lagi,ia menyembunyikan air matanya yang akan jatuh.
Sakit sekali mendengar Yudish mengatakan ia tidak mengenalnya, apa begitu mudah Yudish melupakanya?menggantikan dirinya dengan wanita itu begitu cepat?Arumi sangat sedih tapi ia sadar semua ini adalah kesalahanya.
Saat Arumi berbalik dan akan melangkahkan kakinya,Ameera menahan tanganya.
" tunggu dulu Arumi,,"
Arumi menghapus cepat air mata nya,ia membalikan badannya lagi,ia melihat ke arah Ameera dan Yudish.
" lusa kami akan menikah,aku harap kau bisa hadir ya,datang lah bersama Rushan " Ameera sengaja menyebutkan nama Rushan,ia sudah mulai sangat penasaran.
Yudish langsung menatap lagi Arumi dengan dahi berkerut,tatapan amarahnya itu semakin terlihat,ada rasa sakit di hatinya mendengarnya, apa hubungan Arumi dengan Rushan? apa mereka bermain di belakangnya,bukankah arumi telah menikah? Arumi benar benar wanita jahat jika itu benar terjadi,Yudish tak menyangka dengan apa yang baru ia dengar,kebencian akan semakin bertambah,dan ia mulai berfikir bahwa ia beruntung tidak mempertahankan Arumi kemarin.
Arumi terkejut dengan ucapan Ameera tapi ia berusaha menutupinya dengan senyuman,ia lalu mengangkukan kepalanya.
" selamat untuk kalian berdua,aku permisi " Arumi buru buru pergi dari tempat itu dengan rasa sesak di dadanya,air matanya menetes tanpa henti menemani langkahnya meninggalkan tempat itu,nafasnya seperti terhenti saat mendengarnya, sekuat apapun ia mencoba melupakan Yudish tapi ia tidak pernah bisa menghapus Yudish di hatinya.
Arumi berlari tanpa menghiraukan sekitar ia butuh tempat yang tenang untuk menumpahkan air matanya.
Ternyata sesakit ini melihat orang yang kita cintai akan menikah dengan orang lain,inikah yang Yudish rasakan kemarin,Arumi sungguh merasa orang paling kejam sekarang.
Ia akhirnya menumpahkan tangisnya di sebuah kursi taman tak jauh dari pusat perbelanjaan itu..ia menangis sejadi jadinya dadanya terasa sesak hingga sulit sekali bernafas.tanpa ia sadari seseorang memperhatikanya dari kejauhan.
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
jangan lupa like ,komen dan vote nya