Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
2. Kelahiran


__ADS_3

Di ruangan berbeda seorang wanita nampak menangis pilu ,sendiri berjuang melewati garis kehidupan yang terlalu kejam entah dia yg bodoh atau memang dunia ini yang kejam,sehingga hidupnya terus di permainkan oleh keadaan.


Beberapa jam yang lalu,ia di bawa oleh beberapa orang dalam keadaan pingsan dengan perut yang besar,serta darah yang mengalir di sela sela kakinya.


Arumi menangis tanpa suara,lirih terdengar begitu sakit,entah hari ini dia harus bahagia atau terus meratapi nasibnya,ia baru saja melahirkan seorang putri,tanpa suami,tanpa Keluarga yang mendampingi nya,hanya seorang perawat rumah sakit yang kebetulan adalah sahabat nya,yang setia mendampingi setiap proses yang ia lalui.


Pintu ruangan terbuka memunculkan wanita cantik dengan seragam perawat menghampiri Arumi,ia tersenyum, lantas memeluk sayang sahabat nya itu.


" Menangislah Arumi,,,tuntaskan semua hari ini,esok kau harus menjemput kebahagiaanmu " wanita berseragam perawat itu memeluk tubuh kecil itu dengan hangat.


Amelia wanita anggun dengan tubuh tinggi semampai matanya biru seindah lautan,ia sahabat baik Arumi sejak di bangku sekolah hingga kini,walaupun mereka kuliah di universitas berbeda tetapi Arumi dan Amelia tetap menjaga persahabatanya hingga kini,


Amelia adalah orang yang paling tau sejarah kehidupan Arumi,termasuk kisah cintanya bersama Yudish.


" Trimakasih mell,untuk segalanya ,,, "isak Arumi mengeratkan pelukanya.


" Berhentilah berterimakasih rumi,itu membuatku bosan mendengarnya" amelia mengelus punggung arumi sambil tertawa kecil,sementara tangan mengusap lembut air mata yg ikut menetes di pipinya,arumi ikut tertawa kecil sambil pelahan melepas pelukanya.


" Apa dia cantik??"


" Tentu saja,dia terlahir dari wanita berhati malaikat sepertimu,,!" Amelia tersenyum lembut layaknya seorang kakak yang berusaha menghibur adiknya.


" Aku tak se suci itu mell " wajah sendu Arumi terlihat lagi.


"oke,,, baiklah,jadi sekarang apa kau sudah punya nama untuk malaikat kecil mu itu rumi?" tanya amelia mengalihkan wajah sedih Arumi agar tidak terus terbawa suasana.


" Anina Edenia ,,"


" Nama yang indah sekali,Anina Edenia,apa hanya itu?" tanya Amelia Sungkan,mengingat hubungan Arumi dan Rizt sangatlah tidak baik,amelia tau Arumi berat menjalani semua ini,hidup bersama suami dan kakak iparnya yang sangat menyebalkan itu tidak mudah,berkali kali Arumi harus menahan rasa sakit hati karna ucapan ucapan Kakak iparnya yang selalu menyebutnya wanita penggoda atau terkadang menyebutnya ******,tapi arumi tetap bertahan di rumah itu,rumah peninggalan mertuanya, sebenernya sering arumi mengajak Rizt untuk menyewa rumah lain tapi rizt selalu menolah dengan alasan yang sama.


" Hanya tinggal Salina keluarga ku sekarang,aku tidak tega kalau harus meninggalkan dia sendiri,biar bagaimanapun dia keluargaku satu satunya" selalu itu alasan yang Rizt ucapkan,itu yang selalu Arumi cerita kan kepada Amelia.

__ADS_1


Rizt Arazmy adalah suami Arumi yang sangat menyayangi arumi,seberapapun sikap dingin yang Arumi tunjukan kepadanya dia tetap sabar,entah hatinya seputih malaikat atau memang cintanya yg terlalu dalam kepada Arumi,dia sangat sabar menghadapi Istrinya itu.


Pernikahan yg dilakukan terburu buru, tanpa ada persiapan apalagi pendekatan,hanya kesepakan perjanjian hutang sang Ayah,yang memaksa Arumi harus menerima pernikahan ini.


Malam itu Arumi pulang kerumah setelah kuliahnya selesai.


Sebenarnya Arumi gadis yang pintar, tapi nasib baik memang selalu tidak berpihak kepadanya.


Malam itu rumah Arumi terlihat ramai, ada dua mobil terparkir di halaman rumahnya yg sangat sederhana,arumi mempercepat langkahnya,perasaannya tidak enak menghampirinya,dengan sedikit berlari arumi memasuki rumah,hanya satu yang ada di fikiranya,ia sangat takut terjadi sesuatu dengan ayahnya.


" ayahh,,,!!" hanya kata itu yang terlintas di benak nya.


Ketika masuk ke dalam rumah Arumi bingung melihat keadaan di dalam sana,terlihat ayahnya ibu tirinya ,dan beberapa orang yg Arumi tidak kenal,semua berpakaian rapi,dan di sebelah ayah duduk seorang laki laki muda dengan wajah tersenyum manis ke arah Arumi.


" sayang,, akhirnya kamu pulang juga,ayo masuk, ikut ibu sebentar ke dalam "senyum palsu itu terlihat manis di hadapan semua orang,ia menarik tangan arumi dengan sedikit hentakan yg tak terlihat ,tapi arumi bisa merasakanya,arumi tanpa sadar mengikuti ibu tirinya masuk ke dalam kamarnya dengan wajah bingung.


" cepat ganti baju mu dengan yang itu," kata Sarah sambil menunjuk baju yang entah kapan sudah ada di tempat tidurnya.


" a,,ada apa ini bu,,?" Tanya Arumi bingung.


" iya ,,, tapi sebenernya ini ada apa bu,tolong jelasin sedikit" kata arumi sambil membuka sepatunya.


" ga usah banyak tanya Arumi,,,kalo kata ibu ganti ya ganti sekarang,,!!!" wajah kesal itu mulai terlihat seperti biasanya.


" ibu tunggu di luar dan cepat keluar,jangan lama lama,,,turuti saja perintah ayah dan ibu tanpa banyak bertanya,ini semua demi kelangsungan hidup kita Arumi,kamu dengar itu ?" Mata Sarah menyorot tajam menatap Arumi.


" iya bu,," tanpa bisa lagi bertanya. Arumi menuruti semua perintah sang ibu tiri.


Arumi keluar dengan anggunya,dengan gaun yg sangat indah ,gaun berwarna biru dengan potongan simple selutut terlihat sangat menawan di kulit putih Arumi,wajahnya hanya di poles dengan sedikit bedak dan pewarna bibir natural membuat wajah arumi terlihat semakin cantik,atau memang wajah itu sudah sangat cantik.


Rizt menatap wajah cantik itu tanpa berkedip,walau bukan pertama kalinya melihat arumi tapi dia tetap terpesona dengan kecantikanya,itu yg membuat Rizt berada di sini sekarang dan menyetujui pernikahan ini.

__ADS_1


" Arumi sayang,,,kesini nak duduk di samping ayah," ayahnya memanggil arumi dengan lembutnya sambil menepuk pelan kursi di sebelah kanannya.


Arumi berjalan menghampiri ayahnya dengan masih beribu pertanyaan di dalam kepalanya.


Ayahnya sejenak menarik nafasnya pelan,arumi bisa merasakan sedikit sesak, perasaanya mulai tak enak dengan situasi ini.


"Arumi,, maafkan ayah" nafas berat itu terdengar kembali,tangan tua itu menggenggam tangan arumi yang kecil,ia menoleh perlahan ke arah putrinya.


" selama ini ayah tidak pernah meminta apapun darimu nak,tapi hari ini ayah meminta kepadamu,turuti keinginan ayah ini,mungkin ini keinginan ayah yang terakhir kalinya Arumi " ayahnya menatap dalam arumi ,tatapan itu sulit di artikan,entah bahagia atau bersedih,arumi sungguh tak bisa menebaknya.


" Apa maksud ayah? " Arumi menarik tangan ayahnya untuk di genggam


" jangan berbicara seperti itu ayah,aku akan membahagiakan ayah dengan cara apapun,tapi arumi mohon,jangan pernah lagi ada katakata seperti itu" arumi jelas tidak mengerti maksud ayahnya.


" menikahlah dengan Rizt nak,dia laki laki pilihan ayah dan ayah yakin dia yang terbaik untukmu,yg bisa menjaga mu menggantikan ayah kelak"


ayah tertunduk di hadapanku,entah karna memohon atau karna merasakan sakit seperti yang ku rasakan sekarang,nafaskku seketika berhenti, seperti ada jarum menusuk otak ku rasanya sakit dan sulit berfikir.


Aku tersentak melepaskan genggaman tangan itu tanpa sadar.


"A, apa maksud ayah?" arumi masih mencerna ucapan ayahnya,ayahnya hanya tertunduk diam, tapi kata kata selanjutnya yamg ia dengar malah membuatnya semakin kecewa.


" cepat segera nikahkan mereka pak," kata ibu sarah memecah kesunyian ruangan itu.


Arumi sangat kaget dan tidak mengerti,mengapa mereka langsung memulai pernikahan?


" tolong jelaskan, ada apa ini,,ayah?" air mata itu dengan cepat lolos di matanya.


Ayahnya hanya diam, mengangkat sedikit kepalanya lalu menatap datar ke depan dengan ekspresi yg sulit di mengerti.


" nikahkan mereka pak ,,," hanya kata itu yg keluar dari mulut ayahnya tanpa penjelasn dan tanpa menatap Arumi.

__ADS_1


Semua segera bersiap dan hanya arumi yg mematung tidak percaya,ia berharap semuanya hanya mimpi,kepalanya mendadak pusing dan suara suara perlahan memudar di pendengaranya, seketika kasadaranya hilang.


❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️


__ADS_2