
Di ruangan berbeda seorang wanita nampak menangis pilu ,sendiri berjuang melewati garis kehidupan yang terlalu kejam entah dia yg bodoh atau memang dunia ini yang kejam ,hidupnya terus di permainkan oleh keadaan.
Arumi menangis tanpa suara,lirih terdengar begitu sakit,entah hari ini dia harus bahagia atau terus meratapi nasibnya.
pintu ruangan terbuka memunculkan wanita dengan seragam perawat memghampiri Arumi
" menangislah sayang,tuntaskan semua hari ini,esok kau harus menjemput kebahagiaanmu " wanita berseragam perawat itu memghampiri Arumi memeluk tubuh kecil itu dengan hangat
Amelia wanita anggun dengan tubuh tinggi semampai matanya biru seindah lautan,ia sahabat baik Arumi sejak di bangku sekolah hingga kini,walaupun mereka kuliah di universitas berbeda tetapi Arumi dan Amelia tetap menjaga persahabatanya hingga kini
Amelia adalah orang yang paling tau sejarah kehidupan Arumi,termasuk kisah cintanya bersama Yudish.
" trimakasih meli,untuk segalanya ,,, "isak Arumi mengeratkan pelukanya
" berhentilah berterimakasih rumi,itu membuatku bosan mendengarnya" amelia mengelus punggung arumi sambil tertawa kecil,sementara tangan mengusap lembut air mata yg ikut menetes di pipinya,arumi ikut tertawa kecil sambil pelahan melepas pelukanya,
" Apa dia cantik??"
" Tentu saja,dia terlahir dari wanita berhati malaikat sepertimu,,!"
" Aku tak se suci itu meli," wajah sendu itu terlihat lagi
"oke,,, baiklah,mau kau beri nama siapa malaikat kecil mu itu rumi?"tanya amelia mengalihkan wajah yg mulai sendu lagi
" Anina Edenia ,,!!"
" nama yang indah sekali,maff kan aku rumi,bagaimana dengan nama belakangnya?" tanya Amelia Sungkan,mengingat hubungan Arumi dan Rizt sangatlah tidak baik,amelia tau Arumi berat menjalani semua ini,hidup bersama suami dan kakak iparnya yang sangat menyebalkan itu tidak mudah,berkali kali Arumi harus menahan rasa sakit hati karna ucapan ucapan Kakak iparnya yang selalu menyebutnya wanita penggoda atau terkadang menyebutnya ******,tapi arumi tetap bertahan di rumah itu,rumah peninggalan mertuanya, sebenernya sering arumi mengajak Rizt untuk menyewa rumah lain tapi rizt selalu menolah dengan alasan yang sama
"hanya tinggal salina keluarga ku sekarang,aku tidak tega kalau harus meninggalkan dia sendiri,biar bagaimanapun dia kakaku,bertahanlah sayang,aku yakin suatu hari dia akan berubah" selau itu jawaban Rizt untuk menenangkan Arumi
__ADS_1
Rizt Arazmy suami Arumi yang sangat menyayangi arumi,seberapapun sikap dingin yang Arumi tunjukan kepadanya dia tetap sabar,entah hatinya seputih malaikat atau memang cintanya yg terlalu dalam kepada Arumi dia terlalu sabar menghadapi Istrinya,
Pernikahan yg dilakukan terburu buru tanpa ada persiapan hanya kesepakan perjanjian hutang sang Ayah
Malam itu Arumi pulang kerumah setelah kuliahnya selesai,,Arumi gadis yang pintar tapi nasib tidak berpihak kepadanya.Rumah Arumi terlihat ramai ada dua mobil terparkir di halaman rumahnya yg sangat sederhana,arumi mempercepat langkahnya,perasaan tidak enak menghampiri otaknya,dengan sedikit berlari arumi memasuki rumah
" ayahh,,,!!" hanya kata itu yg terlintas
ketika masuk ke dalam rumah Arumi bingung melihat keadaan,terlihat ayahnya ibu tirinya ,dan beberapa orang yg arumi tidak kenal,semua berpakaian rapi,dan di sebelah ayah duduk seorang laki laki muda dengan wajah tersenyum manis ke arah arumi.
" sayang,, akhirnya kamu pulang juga,ayoo ikut ibu,,"senyum palsu itu terlihat manis di hadapan semua orang ,menarik tangan arumi dengan sedikit hentakan yg tak terlihat ,tapi arumi bisa merasakanya,arumi tanpa sadar mengikuti ibu tirinya masuk ke dalam kamarnya dengan wajah bingungny
" cepat ganti baju itu," kata ibu sambil menunjuk baju yang entah kapan sudah ada di tempat tidurnya
" a, ada apa ini bu,,?" arumi masih bingung dan belum tersadar
" udah cepat pakai dan rias wajah mu sedikit agar tidak terlihat kumal seperti itu,"
" ga usah banyak tanya Arumi,,,kalo kata ibu ganti ya ganti sekarang,,!!!" wajah kesal itu terlihat seperti biasanya.
" ibu tunggu di luar dan cepat keluar,jangan lama lama,,,turuti saja perintah ayah dan ibu tanpa banyak bertanya,ini semua demi kelangsungan hidup kita Arumi,kamu dengar itu ?"
" iya bu,," tanpa bisa lagi bertanya. Arumi menuruti semua perintah sang ibu tiri
Arumi keluar dengan anggunya,dengan gaun yg sangat indah ,gaun berwarna biru dengan potongan simple selutut tterlihat sangat menawan di kulit putih Arumi,wajahnya hanya di oles dengan sedikit bedak dan pewarna bibir natural membuat wajah arumi terlihat semakin cantik,atau memang wajah itu sudah sangat cantik
Rizt menatap wajah cantik itu tanpa berkedip,walau bukan pertama kalinya melihat arumi tapi dia tetap terpesona dengan kecantikanya,itu yg membuat Rizt berada di sini sekarang dan menyetujui pernikahan ini
" Arumi sayang,,,kesini nak duduk di samping ayah," ayahnya memanggil arumi dengan lembutnya sambil menepuk pelan kursi di sebelah kanannya
__ADS_1
Arumi berjalan menghampiri ayahnya dengan masih beribu pertanyaan di dalam kepalanya
Ayahnya sejenak menarik nafasnya pelan,arumi bisa merasakan sedikit sesek itu perasaanya mulai tak enak dengan situasi ini
"Arumi,, maafkan ayah" nafas berat itu terdengar kembali,tangan tua itu menggenggam tangan arumi yang kecil
" selama ini ayah tidak pernah meminta apapun darimu nak,,tapi hari ini ayah meminta kepadamu,turuti keinginan ayah ini,mungkin ini keinginan ayah yang terakhir kalinya Arumi,," ayah menatap dalam arumi ,tatapan itu sulit di artikan entah bahagia atau bersedih,arumi sungguh tak bisa menebaknya
" Apa maksud ayah? " Arumi menarik tangan ayahnya untuk di genggam
" jangan berbicara seperti itu ayah,arumi akan membahagiakan ayah dengan cara apapun,tapi arumi mohon,jangan pernah lagi ada katakata seperti itu" arumi jelas tidak mengerti maksud ayahnya
" menikahlah dengan Rizt nak,dia laki laki pilihan ayah dan ayah yakin dia yang terbaik untukmu yg bisa menjaga mu menggantikan ayah kelak"
ayah tertunduk di hadapanku,entah karna memohon atau karna merasakan sakit seperti yang ku rasakan sekarang,nafaskku seketika behernti seperti jarum menusuk otak ku rasanya sakit dan sulit berfikir,aku jelas terkejut dengan ucapan ayah
Aku tersentak melepaskan genggaman tangan itu
"A, apa maksud ayah?" arumi masih mencerna ucapan ayahnya,ayahnya hanya tertunduk tanpa menatap arummi
" cepat segera nikahkan mereka pak," kata ibu sarah memecah kesunyian ruangan itu
arumi jelas kaget dan tidak mengerti,
" tolong jelaskan, aada apa ini,,ayah?" air mata itu akhirnya lolos di matanya
ayahnya hanya diam mengangkat sedikit kepalanya menatap datar ke depan dengan ekspresi yg sulit di mengerti
" nikahkan mereka pak ,,," hanya kata itu yg keluar dari mulut ayahnya tanpa penjelasn dan tanpa menatap arumi ,
__ADS_1
semua bersiap hanya arumi yg mematung tidak percaya dan berharap semuanya hanya mimpi,seketika kasadaranya hilang
❤️❤️❤️ semoga bisa up date setiap hari ❤️❤️❤️