Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
18.Masa kelam itu jangan terulang


__ADS_3

Setelah pernikahan itu terjadi nyatanya keluarga tidaklah bersedia membantu yenash dan abi mereka membiarkannya hidup susah,bahkan saat hamil tua pun yenash terpaksa harus bekerja,karna itu pilihannya memilih suaminya daripada keluarganya,kehidupan mereka sedikit banyak di bantu oleh Laudya,keluarga yenash terus memaksa yenash meninggalkanya abi,berbagai caru terus mereka lakukan , mulai dari mempengaruhi tempat abi bekerja untuk memecatnya dan juga memfitnahnya menggelapkan uang perusahaan sehingga abi di penjara beberapa hari pada saat abi di penjara yenash melahirkan Rushan di bantu oleh Laudya tapi Rushan kondisinya tidaklah baik sehingga harus di rawat di ruang NICU pengobatanya tidaklah murah,mau tidak mau Yenash meminta bantuan keluarganya,dengan dan sungguh aneh keluarga menyanggupi tanpa syarat,yenash berfikir kalau mereka telah berubah karna melihat Rushan kecil.nyatanya ia salah.


Keluarganya memaksa Abi menikahi Laudya jika ingin mereka membantu anaknya,karna tidak ada pilihan Abi dan Laudya pun menyanggupi karna kasihan melihat Yenash dan juga anaknya.


Yenash yang pada saat itu tidak mengerti pun merasa sakit hati dan meminta bercerai dari Abi dan sangat membenci Laudya,mereka masih saja bersandiwara hingga pada suatu ketika saat kematian Laudya, yenash mengetahui fakta yang sebenarnya.


Ia sangat merasa bersalah,ia tidak tau betapa keluarganya sangat jahat,tapi semua sudah terjadi dan biarlah yenash mencoba menutup kenyataan pahit itu, asal anaknya bisa hidup dengan baik,itu fikirnya.


Hingga saat ini Yenash tidak pernah tau di mana keberadaan Abi.


Itulah sebabnya Yenash meminta Rushan menjaga Arumi,seperti dulu ibunya Arumi menjaganya,sebab rasa bersalah itu masih terus menghantuinya.


***


Hingga menjelang pagi Yudish baru kembali ke Hotel,ia melihat Dilara masih tidur dengan nyenyak di sofa.


Yudish terus memperhatikan Dilara,ada rasa kasihan melihatnya tapi Yudish bukanlah tipe orang yang bisa cepat luluh dengan keadaan,akhirnya ia memutuskan untuk tidur tanpa memindahkan Dilara.


Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, Yudish membuka matanya pelahan matahari belum terlihat,ia menoleh ke arah sofa,tapi ia tidak menemukan Dilara di sana,ia lalu memutuskan untuk melanjutkan tidurnya,fikirnya Dilara sudah turun untuk sarapan.


Dilara mengintip dari pintu kamar mandi melihat keadaan di kamar,ia lupa membawa baju gantinya,sedangkan jubah mandinya masih tergeletak di kursi kamar bekas semalam ia pakai,mau tidak mau ia keluar dengan mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.


Ia melihat masih ada Yudish di kamar itu,ia jalan mengendap endap agar tidak menimbulkan suara ia berharap Yudish tidak bangun saat itu.


Namun sayangnya,karna terlalu sibuk melihat ke arah Yudish,kaki dilara tersangkut karpet di bawah tempat tidur sehingga membuatnya terjatuh menabrak kursi di pinggir kasur yang menimbulkan suara dan membuat Yudish terbangun karna terkejut.


Yudish yang kaget pun reflek berdiri melihat situasi,dan ia menemukan Dilara di bawah tempat tidur yang sedang menutupi wajahnya.


" Dilara,,?"


" Apa yang kau lakukan di situ,,dan,,dan kenapa kau hanya mengenakan handuk ?" seketika Yudish membalik tubuhnya karna takut membuat Dilara malu.


" Kakiku tersangkut tadi dan aku ter jatuh,maaf mengangetkanmu " katanya dengan masih menutup wajahnya.


" Bangunlah aku tidak bisa membantumu ?"


" ta,,tapi aku rasa kakiku tidak bisa di gerakan " terdengar isakan tertahan dari bibirnya.


" Lalu aku harus bagaimana" Yudish masih membelakangi Dilara.

__ADS_1


Seketika otaknya tidak bisa berfikir karna melihat pemandangan yang menyejukkan mata di pagi hari.


" emm bisa tolong ambilkan jubah mandiku? itu ada di sana di dekat kaca " kata dilara lagi


" baiklah " baru saja Yudish akan membalikan badanya,suara Dilara mengagetkannya.


" eehhhh,,, jangan berbalik ,,berjalanlah menyamping " titahnya.


Yudish menarik nafasnya sabar,mau tidak mau ia harus mengikuti perkataan Dilara,karna posisinya kini sangat tidak mengenakan jika di lihat.


Yudish memberikan jubah mandi dilara dengan masih membelakangi Dilara.


" Pakailah,aku akan keluar " kata yudish ingin berjalan.


Dilara berfikir kalau Yudish tidak membantunya lalu bagaimana caranya ia berdiri.lalu ia memanggil Yudish lagi


" tunggu "


Yudish menghentikan langkahnya.


" bisa tolong bantu aku pindah ke kursi?" pintanya sedikit pelan.


" apa sudah memakai jubah mandinya ?"


" sudah "


Yudish membalik badanya,lalu secepat kilat mengangkat tubuh sintal Dilara dengan mudah.


otomatis Dilara mengalungkan tangannya ke leher Yudish untuk berpegangan,Dilara mengintip ke atas melalui sudut matanya,Yudish memang sangat tampan dan juga sexy ,,,upss


bulu bulu tipis di bawah dagunya membuatnya terlihat semakin mempesona,harum tubuhnya masih saja tercium walaupun ia baru bangun tidur.tidak bisa di pungkiri Yudish memang pahatan tuhan yang sempurna.


" sudah selsai menatapku?" katanya sambil menurunkan Dilara di sofa.


seketika wajah dilara memerah,entak karna malu karna tertangkap basah atau karna hal lain.


" eh aku tidak menatapmu ? sudahlah trimakasih sebelumnya karna sudah membantuku " sambung Dilara salah tingkah.


Yudish hanya menaikan sebelah alisnya lalu pergi meninggalkan Dilara dengan wajah memerah.

__ADS_1


Akhirnya Yudish keluar kamar dengan masih mengenakan pakaian tidurnya,celana jogger sweatpants abu abu dan kaos berwarna senada yang sangat pas di tubuh idealnya,ia memutuskan pergi menuju parkiran untuk menghindari keluarganya yang kemungkinan masih sarapan di bawah,untungnya ia sempat mengambil kunci mobil dan ponselnya di atas meja.ia lalu menghubungi samuel untuk membawa Dilara ke rumah sakit


Dilara menghubungi sepupunya yang ia percaya,untuk membantunya berganti pakaian dan mencari pertolongan untuk kakinya.


" Dilara,,bagaimana bisa seprti ini,lihatlah kakimu mulai membesar " kata luna sepupu Dilara


" aku tergelincir tadi ,,oh ini sakit sekali luna " katanya menitika. air mata.


" lalu di mana Yudish?apa ia tidak membantumu?"


" ia membantuku membawaku ke sofa ini , lalu dia pergi ke luar "


" dasar manusia batu,,benar benar tak berperasaan, biasa bisanya ia meninggalkanmu dengan keadaan begini,dasar suami tidak bertanggung jawab " sambung luna dengan geram.


tak lama terdengar suara pintu di ketuk.


mereka saling pandang,apa Yudish kembali?


" tunggu sebentar,akan aku marahi manusia batu itu " luna menuju pintu membukanya dengan kasar.


" dasar manusia,,," perkataannya terputus tatkala melihat asisten Yudish datang dengan seorang Dokter.


Luna malu sendiri dengan perbuatanya,ia berusaha tersenyum walau terlihat memaksakan.


" pagi nona,aku di minta tuan untuk mengirim dokter ke sini, apa nona Dilara di dalam?" kata Samuel sopan


" eh ,,ee,,iya ,,,iya silahkan masuk " luna tersenyum sedikit salah tingkah mempersilahkan mereka masuk ke dalam.


begitu masuk Samuel melihat Dilara yang bersandar di sofa.


" pagi nona ,, ini dokter osman yang akan memeriksa kaki anda "


" oh iya sam,apa Yudish yang menyuruhmu?" tanyanya.


" ia nona,tuan menghubungi saya dan menyuruh saya mencarikan dokter untuk membantu anda"


dahi dilara berkerut,ternyata manusia batu itu masih punya hati fikirnya.


" baiklah, trimakasih sam "

__ADS_1


❤️❤️ kritik dan saran silahkan berkomen ,,karna saya pemula ❤️❤️🙏🙏


__ADS_2