Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
10. Bantuan Rushan


__ADS_3

Arumi membuka matanya,melihat jam di atas nakas sudah pukul 8,masih ada 2 jam untuk berangkat ke kampusnya,hari ini rasanya badannya terasa lelah, ingin sekali dia bermalas malasan d rumah tapi apalah daya di rumah ini ada nenek sihir yang malah semakin membuatnya lelah,arumi mendudukan dirinya dengan bersandar di sandaran kasur lembutnya,dia baru ingat kalau Rizt berangkat ke luar kota pagi pagi sekali,bukan kah itu yang dia bilang semalam,berarti di rumah ini hanya ada dirinya dan nenek sihir itu,tiba tiba fikiranya teringat kejadian semalam bulu kuduknya langsung berdiri.


Arumi semakin bertanya tanya, apa semalam laki laki yang ia lihat bersama salina adalah mertuanya? bagai mana bisa?bukan kah Salina kakak dari Rizt?lalu bagaimana mungkin kejadian macam begitu boleh terjadi?apa keluarga ini sudah gila ? kalo memang begitu kenyataanya Arumi jadi semakin takut berada di rumah ini,lalu secepat kilat ia turun dari kasurnya dan melesat cepat menuju kamar mandi,mandi dengan cepat karna ingin segera berangkat meninggalkan rumah ini.


Arumi berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu,lalu ia menghentikan langkahnya ia merlihat salina duduk bersama mertuanya sedang sama sama sibuk dengan urusan mereka, Arumi ingin keluar dan harus melewati mereka,rasanya malas sekali kalau harus berbasa basi apa lagi banyangan semalam melintas lagi, Arumi menggelengkan kepalanya seakan membuat fikiran itu jatuh berguguran dari kepalanya,ingin pura pura tidak melihatpun tidak mungkin kan?huh sekarang ia bingung harus bagaimana,apa ia bembali ke kamar saja ya?


baru saja ingin membalikan badannya,suara cempreng itu sudah menangkapnya duluan.


" hey Arumi,,,? kenapa ingin kembali lagi?"suara Salina benar benar membuatnya merinding


Arumi segera membalikan lagi badanya perlahan,terlihat ayah mertuanya melihat ke arahnya,lalu ia tersenyum,Arumi tidak tau arti senyuman itu tapi mampu membuatnya bergidik ngeri.lalu arumi menundukan wajahnya lagi


" a,,aku hmm i,,itu ada yang ku lupakan sepertinya, makanya aku ingin kembali,tapi seperti nya aku sudah terlambat,,maaf aku permisi akan berangkat ke kampus, permisi ayah,kakak" arumi langsung berlari kecil menuju pintu tanpa menunggu jawaban apa lagi pertanyaan.


" sepertinya anak itu benar melihatnya semalam "


" sepertinya begitu,lihatlah dia seperti orang ketakutan,,hmm,," salina berjalan dengan manja ke arah laki laki itu,lalu mendudukan dirinya di pangkuanya.


" apa kita akan melanjutkan kegiatan kita yang semalam tertunda karna tikus kecil itu,sayang,,,?"


Tanpa menjawab pria tua itu langsung menyambar bibir tipis salina dengan sangat liar.


**


Arumi memutuskan dirinya untuk menunggu di kedai kopi kecil di dekat kampusnya,setidaknya di sini terasa lumayan nyaman dari pada harus menunggu di rumah bersama orang orang gila itu.

__ADS_1


Arumi duduk di kursi paling pojok kedai itu karna kedai itu bernuansa alam,makanya sejauh mata berkeliling terlihat pohon pohon kecil yang di tata rapi di kedai itu terasa sejuk sekali,sambil menunggu pesananya di buat arumi melihat kembali ponselnya,huhhf rasanya aneh,padahal dulu Arumi sangat senang jika melihat ponselnya karna begitu ponsel itu menyala langsung menampakan wajah tampan kekasihnya,tapi sekarang hanya terlihat gambar balon udara berwana warni yang menjadi wallpaper ponsel nya.


Arumi menyimpan lagi ponselnya ke dalam tas lalu melipat kedua tanganya ke atas meja,


Ia melamunkan bagaimana nasibnya selanjutnya,akan kah ia bisa menerima Rizt nantinya dan hidup bahagia,ataukah hidupnya akan terus begini dan tidak akan menemukan kebahagiaan hingga akhir hayatnya,ohh tuhan rencana apa yang tlah kau siapkan untukku.


"Arumi,,,"sapa seorang pria dengan suara ramahnya.


Arumi langsung melihat ke arah pria yang menyebut namanya.


"Rushan,,"kata Arumi pelan,dia tidak menyangka akan bertemu sepupu Yudish di sini,ada urusan apa dia di sini, bukan kah ini masih lingkungan kampusnya.


" eh,,hai rush,," kata arumi ramah menutupi rasa kagetnya.


Rushan menarik kursi di depan arumi tanpa permisi,mendudukan dirinya di depan arumi lalu menatapnya dengan tatapan aneh.


" aku ingin menyampaikan sesuatu,tentang Yudish" Arumi bisa menangkap nada sedih di ucapanya.


" Apa yang terjadi?" mata rumi menelisik tajam menatap rushan, hatinya mulai tidak enak, jantungnya berdegup kencang,hanya satu yang ada di fikiranya,keadaan Yudish


Arumi tau betapa hancurnya Yudish kemarin sungguh hati arumi pun tidak kalah hancurnya


,tapi dia masih berharap kalau yudish tidak akan melakukan hal bodoh apalagi harus menyakiti dirinya sendiri.


" semalam Yudish kecelakaan "

__ADS_1


Air mata itu lolos di pipi putih arumi ia tak bisa lagi mengeluarkan kata kata hanya menatap rushan sambil menggelengkan kepalanya.


" dia sangat mabuk semalam,aku rasa ia kehilangan kendali saat mengendarai mobinya,karna dia memaksa Sam untuk tidak mengikutinya,karna ia ingin menenanghan fikiran" rushan menarik nafasnya dalam,arumi langsung menolehkan wajahnya air mata itu terus memaksa keluar.


"keadaanya cukup parah saat di bawa kerumah sakit,kami hampir kehilangnya semalam,," kata rushan mengingat lagi keaadaan yudish semalam yang sangat membuat mereka khawatir.


Yudish di tolong beberapa pengendara lain yang kebetulan melintas tengah malam itu,dan segera di larikan ke rumah sakit dalam keadaan yang sangat parah.


Air mata Arumi mengalir dengan deras,jantungnya seakan berhenti berdetak nafasnya seakan terhenti detik itu juga,menyalahkan dirinya sendiri karna menyakiti hati Yudish,ini memang salahnya karenanya Arumi yang membuat yudish jadi begini.


" tapi sekarang ia sudah melewati masa kritisnya,kau tak perlu khawatir Arumi" kata rushan sambil menggenggam tangan Arumi di atas meja,mencoba menenangkannya yang terlihat sangat syok.


" aku ingin melihat keadaanya rush,apa kau bisa membantuku bertemu denganya?aku mohon" Arumi mengatupkan kedua tangnya di dada seranya memohon.


Arumi yakin rushan pasti tau apa yang terjadi dengan nya dan Yudish,atau mungkin Rushan juga tau tentang orang tua Yudish yang datang menemui Arumi.


Rushan sedikit berfikir,lalu menganggukan kepalanya.


"Aku akan membantumu menemuinya,tapi tidak hari ini,,nanti aku akan mengabarimu, secepatnya"


" baiklah rush,,trimakasih,aku merasa sangat bersalah karna ini semua terjadi pasti karna ku" kata arumi seranya menundukan kepalanya


" Sabar lah,Arumi aku tau kau berat melalui ini,tapi ini semua bukan hanya demi kebaikan yudish tapi juga untuk kebaikanmu"


Arumi menatap Rushan dengan tanda tanya besar di kepalanya,apa maksud Rushan? demi kebaikanya juga,apa maksudnya?

__ADS_1


Tapi arumi enggan menanyakanya,sekarang yang ada di kepalanya hanya bagaimana keadaan Yudish nya.


❤️❤️❤️


__ADS_2