Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
16.Pertemuan Tiba tiba


__ADS_3

Setibanya di butik langganan keluarga Yudish,nyonya Miranda yang sudah sampai lebih dulu langsung menyambut mereka bersama pemilik butik,seorang wanita berwujud pria perkasa.


" selamat datang sayang "


Miranda langsung memeluk anak dan calon menantunya itu bergantian.


" Dilara perkenalkan,ini Robi,ia yang merancang gaun pengantinmu dan juga pakaian kita semua,ia adalah designer terbaik di kota ini"


" owhh ya tuhannn,,,, ini kah calon pengantin kita,,omg,,kalian pasangan paling sempurna,sangat serasi,,,Thampan dan chantik,perkenalkan aku Robi Angelina" pria berbadan atletis itu pun melentikan jari tanganya ke arah tangan Dilara lalu menautkan pipinya ke pipi dilara dengan sangat anggun,dilara tersenyum, ingin rasanya ia tertawa dengan nama aneh itu tapi ia hanya menahanya "hai robi, aku Dilara" setelahnya dilata melirik ke arah Yudish yang sepertinya tidak terganggu dengan tingkah pria yang satu ini,wajahnya masih saja konsisten dari tadi saat mereka sampai.


" dhan,, pria gunung es ini,masih saja tidak berubah " robi memutar bola matanya.


Miranda hanya tersenyum melihat kelakuan pria itu.sedangkan yudish masih dengan tatapan dinginya melirik ke arah robi.


" oh,,ayolah didi kendurkan urat di wajahmu,atau nanti kau akan lebih dulu menjadi tua kalau kau sulit sekali tersenyum " robi melewati yudish dengan berjalan belenggak lenggok


" ku harap nanti anak kalian tidak mengikuti sifat ayahnya euh,, " ia menghampiri dilara lalu meraih tanganya untuk di ajak ke ruang ganti untuk mencoba gaunya.


" berhenti memanggilku dengan nama itu dan tutup mulutmu atau aku batalkan memakai jasamu" ancam Yudish.


robi hanya berlalu bersama dilara dengan mulut berkomat kamit tanpa menghiraukan ucapan yudish.


Dilara tersenyum sungkan melihat tingkah mereka,sepertinya robi dan yudish sudah saling mengenal dengan baik.


" kenapa wajah itu kembali lagi seperti dulu sih , padahal aku suka dengan wajahnya beberapa tahun belakangan ini " robi bergumam gumam dengan bibir bergerak gerak


dilara mengerutkan keningnya dengan pernyataan robi,tapi lagi lagi ia enggan mencari tau,tujuanya hanya menikah dengan yudish untuk membahagiakan ibunya,untuk ke depannya dilara enggan memikirkan hal hal buruk yang akan terjadi.


dilara mengikuti arahan robi,ia di bantu beberapa asisten robi untuk menggunakan gaun itu terlihat sangat bagus persis gaun putri putri yang ia lihat di cerita dongeng,dilara melihat pantulan dirinya di cermin,ia tidak pernah bermimpi atau memikirkan pernikahan, rasanya sekarang ia sangat aneh melihat dirinya mengenakan gaun pernikahan dan sebentar lagi ia akan terikat dengan janji suci pernikahan,apakah ia bisa menjalaninya?mencintai suaminya dan menjadi istri yang baik,dan melahirkan anak untuk melengkapi keluarganya.

__ADS_1


anak oh ya tuhan,dilara belum siap untuk itu ia tidak ingin memikirkan hal sejauh itu,mungkin nanti ia akan membicarakanya pada yudish.lagi pula seperti nya Yudish pun belum menginginkan hal itu.


Acara hari ini selesai,semua berjalan baik,nyonya miranda berpamitan lebih dulu meninggalkan mereka,karna harus mengurus keperluan pernikahan yang lainya.


Keluarga dilara menyerahkan sepenuhnya tentang pernikahan anak mereka kepada Miranda yang keadaanya sehat,karena ibu Dilara tidak bisa mengurusnya karena keadaan nya yang tidak memungkinkan.tentu saja Miranda tidak keberatan dengan itu,karena Dilara adalah menantu idamanya, ia sangat bahagia ketika dilara pun menerima pernikahan ini.


Yudish mengajak Dilara makan siang terlebih dahulu sebelum mengantarnya pulang,mereka akan makan siang di sebuah restoran di dalam pusat perbelanjaan.


Mereka jalan berdampingan,seperti orang asing, bukan seperti calon pasangan suami istri,ponsel dilara berbunyi ada pesan masuk,dilara menghentikan langkahnya untuk mengambil ponsel di dalam tasnya,ketika sedang menunduk mencari ponselnya,seorang wanita menabrak dilara dan dilara kehilangan keseimbangan lalu hampir jatuh,tapi tangan kekar itu buru buru menangkapnya Yudish memeluk dilara karna reflek melihat dilara akan jatuh,posisi mereka berpelukan lalu dilara membuka matanya menatap yudish dan dilara terperangkap di manik hitam nan tajam itu untuk beberapa saat mereka saling menatap dengan posisi masih berpelukan, sebelum suara seorang wanita menyadarkan mereka.


wanita itu menatap getir pemandangan di hadapanya,ia lalu menundukan kepalanya menutupi kesedihan yang tiba tiba muncul.


" maafkan aku nona,aku terburu buru " wanita itu menundukan wajahnya dalam.


" tidak apa,aku juga tidak melihatmu tadi" dilara tersenyum sambil memperhatikan wanita yang tertunduk itu


wanita itu terburu buru ingin pergi setelah meminta maaf,tapi dilara menahanya.


Yudish menolehkan wajahnya setelah mendengar nama Arumi ia menatap wanita itu,ya itu wajah cantik kekasihnya yang sangat ia rindukan, Yudish terdiam menatap Arumi dengan tajam,tatapan penuh kebencian itu sangat terlihat.


Arumi pun menatap Yudish sejenak lalu memalingkan wajahnya ke arah Dilara sambil tersenyum kaku.ia tak ingin lama lama menatap yudish ia takut terperangkap di mata indah itu,wajah dingin itu,wajah yang selalu ia mimpikan setiap malam wajah yang membuatnya terluka karna rasa bersalahnya.


" hai,,,apa kabarmu?" kata dilara ramah.


" emm,,aa, aku baik,maaf aku tak mengenalimu tadi " kata arumi sungkan.


" tidak apa Arumi aku juga hampir tidak mengenalmu,karna kita hanya bertemu sebentar,wajar kalau kau lupa" wajah cantik itu selalu saja tersenyum.


Yudish hanya menatap mereka berdua dengan sangat tajam,lebih tepatnya menatap Arumi.

__ADS_1


" oh ya Yudish apa kau mengenalnya " kata Dilara,ia melihat yudish hanya menatap Arumi dengan sangat tajam ia fikir yudish mengenalnya karena waktu itu Arumi dan Rushan menjenguk Yudish di rumah sakit.


"Tidak" kata Yudish sangat Dingin.


" maaf Dilara aku harus pergi sekarang" kata Arumi sambil menunduk lagi,ia menyembunyikan air matanya yang akan jatuh.


sakit sekali mendengar Yudish mengatakan ia tidak mengenalnya, apa begitu mudah yudish melupakanya?menggantikan dirinya dengan wanita itu begitu cepat?Arumi sangat sedih tapi ia sadar semua ini adalah kesalahanya.


saat Arumi berbalik dan akan melangkahkan kakinya,Dilara menahan tanganya


" tunggu dulu Arumi,,"


Arumi menghapus cepat air mata nya,ia membalikan badannya lagi,ia melihat ke arah Dilara


" lusa kami akan menikah,aku harap kau bisa hadir ya,datanglag bersama Rushan " Dilara tersenyum menggoda.


Yudish langsung menatap lagi Arumi dengan dahi berkerut,tatapan amarah itu semakin terlihat,ada rasa sakit di hatinya mendengarnya, apa hubungan Arumi dengan Rushan? apa mereka bermain di belakangnya,bukankah arumi telah menikah? Arumi benar benar wanita jahat jika itu benar terjadi,Yudish tak menyangka dengan apa yang baru ia dengar,kebencian akan semakin bertambah,dan ia mulai berfikir bahwa ia beruntung tidak mempertahankan Arumi kemarin.


Arumi terkejut dengan kata kata Dilara tapi ia berusaha menutupinya dengan senyuman,ia lalu mengangkukan kepalanya.


" selamat untuk kalian berdua,aku permisi " Arumi buru buru pergi dari tempat itu dengan rasa sesak di dadanya,air matanya mentes tanpa henti menemani langkahnya meninggalkan tempat itu,nafasnya seperti terhenti saat mendengarnya, sekuat apapun ia mencoba melupakan Yudish tapi ia tidak pernah bisa menghapus Yudish di hatinya.


Arumi berlari tanpa menghiraukan sekitar ia butuh tempat yang tenang untuk menumpahkan air matanya.


Ternyata sesakit ini melihat orang yang kita cintai akan menikah dengan orang lain,inikah yang Yudish rasakan kemarin,Arumi sungguh merasa orang paling kejam sekarang.


Ia akhirnya menumpahkan tangisnya di sebuah kursi taman tak jauh dari pusat perbelanjaan itu..ia menangis sejadi jadinya dadanya terasa sesak hingga sulit sekali bernafas.tanpa ia sadari seseorang memperhatikanya dari kejauhan.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


jangan lupa like ,komen dan vote nya


__ADS_2