
Di dalam mobil Yudish memikirkan apa yang baru saja di lihatnya,ada apa dengan Arumi dan siapa bayi yang di gendongnya,atau jangan jangan.....
Tidak mungkin,,
Hati kecilnya berkata lain,tapi sulit untuk mengakuinya,berheti lah untuk perduli,dia hanya wanita penghianat yg tidak harus di perdulikan.itu yang terus otaknya fikirkan
Yudish memejamkan matanya,merubah duduknya sedikit bersandar,hari harinya sangat melelahkan,ternyata berperang dengan hati dan fikiran lebih melelahkan di banding berperang fisik.tarikan nafas itu terdengar sedikit kasar.
Samuel sang asisten dan juga orang kepercayaanya sedikit melirik melalui kaca spion rear,melihat bosnya menyandarkan bahu seakan sangat kelelahan,dahinya berkerut,apa menunggu orang melahirkan semelelahkan itu?
" Kemana tujuan kita bos ?"
" bawa aku ke tempat biasa Sam,,,!" yudis menghela berat nafasnya " aku butuh menenangkan diri"
" baik bos,,," sam hanya mematuhi keinginan tuanya,melajukan mobil dengan kecepatan sedang agar bosnya merasa nyaman
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah bangunan yang sangat mewah ,
Gerbang bangunan itu di bukakan oleh penjaga yg sudah mengenal kendaraan itu, mobil Rolls Royce yg di tumpangi Yudish terparkir dengan sempurna,Yudish keluar dengan wajah tidak bersahabatnya yg siapapun melihat enggan berurusan denganya,tatapan dingin dan tajam itu berjalan menuju pintu utama,pelayan membukakan pintu dan menundukan kepalanya hormat.
" Sam aku ingin sendiri,jangan izinkan satu orang pun menggangguku,termasuk ayahku" kata Yudis memasuki pintu lift yang ter buka
"baik bos,,!" Sam menunduk hormat,menunggu pintu lift ter tutup dan langsung berjalan meninggalkan ruangan itu.
*****
Arumi dan Amelia menaiki taksi yg di pesan Amelia untuk mengantar mereka menuju kediaman Arumi.
" Harusnya kau tidak usah repot repot mengantarku meli,,,aku jadi tidak enak kau harus meninggalkan pekerjaan mu ,,!" kata arumi sungkan
Amelia menengok ke arah arumi dan bayi kecilny sambil tersenyum
"aku hanya menggeser sedikit jadwalku rumi,lagi pula kawan ku sangat senang aku melakukan itu,karna dia dapat uang lebih " amelia terswnyum menenangkan.
" lagi pula aku masih ingin bersama bayi mungil yang menggemaskan ini" seranya tersenyum penuh arti menatap bayi dalam gendongan ibunya.
Arumi menarik nafasnya dalam,melihat ke arah amelia,seakan ragu ingin bertanya,tapi dia penasaran
__ADS_1
" apa,kau memberi tahunya kalau aku juga melahirkan di sana?"tanya arumi ragu
amelia menoleh ke arah Arumi menatap wajah sahabatnya dalam dalam,
" apa kau ingin dia tau keadaan mu ? " amelia balik bertanya.
" tidak, bukan begitu,," dia membuang pandanganya ke arah jendela menutupi kesedihanya,
sejenak menundukan pandanganya melihat dan menyentuh pipi bayi kecil di gendongannya " aku harap dia tidak pernah tau,dan selamanya tidak boleh tau,," ada rasa sakit di hatinya ketika mengatakanya.
amelia menarik nafasnya , " biarkan takdir yg akan menuntunya arumi " kata kata penuh makna di lontarkan amelia.
Arumi hanya tersenyum getir
takdir itu tidak akan pernah sampai padaku,hati kecilnya menjawab lirih
tak lama taksi berhenti di depan rumah yang sederhana,setelah selesai membayar mereka turun dan langsung masuk ke dalamnya,ketika pintu di buka tercium bau bekas asap rokok dan bau segala macam yg bercampur aduk,
ruangan tamu itu nampak kotor dengan banyak sisa makanan mengotori karpet dan terlihat beberapa gelas teh masih ada di meja dan sisa sisa rokok bergeletak di lantai,ada beberapa helai baju pun menyangkut di sandaran sofa entah sudah berapa hari gelas dan puntung rokok itu beetengger di sana,
" maafkan aku meli,beginilah keadan rumah ku kalo tidak ada aku di rumah"
Amelia tersenyum " aku akan membantu mu merapihkanya,kau baru melahirkan dan jangan terlalu lelah " jawab amelia tulus, matanya menatap berkeliling ruangan itu mencari keberadaan kakak ipar Arumi.
" dimana wanita itu,sebenarnya apa yg dia lakukan di rumah,sehingga membuat rumah ini terlihat seprti kapal yang baru saja meledak di dalam sini,," amelia tertawa sambil menggelengkan kepalanya m
" sepertinya aku ragu kalo dia seorang wanita "
arumi tertawa mendengar ucapan konyol sahabatnya
" dimana aku harus meletakan bayi kecil ini arumi"
" oh ,,, iya, berikan anak kecil ini padaku ,," kata arumi gemas memancungkan bibirnya " aku akan membawanya ke atas " arumi mengambil anaknya yang berada di gendongan amelia " duduk lah dulu meli cari lah tempat terbaik di mana kau bisa duduk " arumi tertawa memggoda amelia
Amelia membalas tawa Arumi " aku akan duduk di tangga,sepertinya disana yg lebih terlihat layak untuk aku duduki "
Arumi berlalu sambil tertawa meninggalkan amelia
__ADS_1
Amelia menduduki tangga dan mengedarkan pandanganya,telinganya sperti mendengar suara dari dapur yang ada di sebelah kanan tangga,amelia penasaran dengan suara itu dia mengikuti suara yang semakin jelas terdengan dari lorong dapur menuju taman belakang ,suara menjijikan itu semakin jelas terdengar ,
amelia tau suara apa itu,hanya saja dia sedikit penasaran karna mendengar ada lebih dari 2 suara yang terdengar dari suara menjijikan itu.
amelia terperangah melihat pemandangan tidak senonoh di depanya ,matanya bertatapan langsung dengan wanita yang sedang di setubuhi oleh dua orang pria sekaligus.
dia buru buru meninggalkan tempat itu dengan wajah pucat,ya tuhaan mimpi apa dia semalam,menyaksikan perbuatan tercela manusia manusia itu,,,,
Arumi terlihat menuruni tangga,dia meliahat Amelia berjalan ter buru buru dengan wajah pucat seperti habis melihat hantu,arumi menghampirinya,
" Ada apa meli,,?"
"T,tidak ,aku ,,,ahh lupakan saja!" wajah pucat dan terlihat syok membuat arumi bingung.
bersamaan dengan itu kakak iparnya terlihat keluar dari arah dapur mengenakan kain tipis seadanya bahkan tidak terlihat berniat menutupi tubuhnya,menghampiri Arumi dan Amelia dengan santainya
" ohh,, ternyata tikus kecil sudah pulang,berapa yang kau dapatkan,setelah berhari hari tidak pulang ?" tatapan menghina itu terus di tunjukanya,dia lalu menatap perut arumi yang sudah datar.
" waah,,,ternyata kau telah mengeluarkan calon tikus kecil,atau bajingan kecil hah,,?"
Arumi hanya membuang mukanya dan menghela nafas panjang lalu mengkembuskan kasar ,enggan menimpali,tapi rasanya dia muak dengan perkataan wanita ini yg menghina anaknya.
" tutup mulutmu dan jangan berani menghina anak ku" jawab arumi tegas
wanita itu hanya tertawa seakan-akan mengejek
tak lama keluar dua orang pria dari arah yang sama,meng hampiri wanita itu mencium pipinya dan tidak segan segan meremas bokongnya " trimakasih atas jamuanya ,kami permisi " salah satu pria mengedipkan matanya ke arah arumi dengan tatapan nakal sambil berjalan ke luar.
Arumi melebarkan matanya dengan wajah kaget,ternyata itu yang membuat wajah amelia pucat tadi .
wanita gila itu pun pergi menuju kamarnya meninggalkan mereka berdua yang terlihat kaget,tidak sepertinya hanya Arumi yang kaget
" Wanita itu benar-benar sudah gila " Arumi menggelengkan kepalanya,amelia hanya bisa mengusap punggung sahabatnya menenangkan.
" kau saja begitu kaget,,,bagai mana dengan aku yang melihatnya secara live " sambut amelia.
** ##
__ADS_1