Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
1. Kehidupan Baru


__ADS_3

Di pinggir jalan yang sangat sepi terlihat beberapa orang sedang menolong seorang wanita yg sedang hamil besar ia ter duduk lemah menahan rasa sakit yg mendera,dari sela sela kaki terlihat air bercampur darah yg mulai mengalir, terlihat dari butiran keringat yg sebesar biji jagung menghiasi dahi wanita itu jelas terlihat seberapa sakitnya dia menahan,matanya mulai terpejam sepertinya dia akan kehilangan kesadaran beberapa orang sibuk memfoto dan beberapa orang terlihat mengangkat tubuh wanita itu untuk segera di larikan ke rumah sakit terdekat.


Semantara itu di rumah sakit ternama dan di kamar super deluxe milik seorang pengusaha nomer satu di kota xxx,istri sang pengusaha Yudishtira Al Fath telah melahirkan seorang putri cantik dan mungil.


Ameera Agnesia Al Fath terlihat masih setia memejamkan matanya karna kelelahan setelah proses panjang melahirkan normal, sedangkan suami nya sibuk memperhatikan laptop di sofa rumah sakit dengan wajah datar dan dingin.


Yudish adalah anak pertama dan pewaris utama dari keluarga kaya menikah dengan Ameera karna hasil perjodohan orang tua untuk memperkuat masing masing perusahaan, sedangkan Ameera putri tunggal dari pemilik rumah sakit ternama di kota itu dan ayahnya juga seorang pengusaha properti yg sukses ,ayah Yudish bersahabat dengan ayah Ameera sehingga terjadilah perjodohan yg tidak di inginkan keduanya,setelah persiapan yg cukup singkat Yudish terpaksa menikahi Ameera karna rasa sakit hatinya kepada kekasinya Arumi ,sedangkan Ameera mau tidak mau harus menghentikan impianya menjadi model internasional demi untuk bisa membahagiakan sang mama,yang mengidap kangker stadium akhir,hidup di dunianya sangat rumit segalanya sudah di atur sejak nama besar sudah di cantumkan di dalam surat kelahiran.


Ameera membuka matanya perlahan,melirik ke arah dimana dia melihat suaminya sedang mengerjakan pekerjaanya tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.


Ameera menghembuskan nafasnya selembut mungkin walau tetap terlihat berat,memperhatikan suaminya yg terlihat sangat acuh itu.


" Apakah asisten mu tidak bisa di andalkan lagi,sehingga di hari bahagia ini pun kau masih saja terus bekerja." Ameera berkata dengan lembut tapi terdengar tajam.


Yudish menghentikan pekerjaanya,dengan enggan ia menatap istrinya,yang terbaring di ranjang yang sangat nyaman,yang memang di siapkan khusus untuk putri semata wayang pemilik rumah sakit itu.


" aku akan keluar jika kau merasa terganggu ,, " dengan nada dingin Yudish menjawab.


" apakah kau tak bahagia ??" Tanya Ameera dengan air mata mulai menggumpal di kelopak mata indahnya , sekali saja dia berkedip air mata itu akan menetes.

__ADS_1


Ameera menghembuskan nafasnya pelahan menekan rasa sedih di hatinya, bahkan setelah kelahiran anak nya pun Yudish tidak pernah berubah tetap tidak pernah menatapnya.


Yudish bangun,merapihakan pekerjaanya lalu bergegas keluar tanpa menoleh ke arah istrinya,Air mata itu pun tumpah tanpa suara ,, lagi dan lagi selama dua tahun ini Ameera masih terus bertahan.


Langkah tegas itu berjalan melewati lorong rumah sakit menuju tempat dimana bayi mungil itu berada,walau terlihat dingin dan datar tapi hati kecilnya tidak bisa di pungkiri dia bahagia melihat bentuk kecil yg sangat menggemaskan itu bergerak, manusia kecil tanpa dosa yg terlahir tanpa cinta ,,


sejenak garis bibir itu terangkat menyaksikan gerakan lebut di balik kaca pembatas di ruangan bayi.


" aku bahagia Ameera,,," yudish menarik nafasnya dalam,menempelkan tangannya ke kaca pembatas ruangan itu.


" andai saja ,,," yudish merenung,ia memejamkan matanya sesaat,luka lama yang tidak pernah bisa sembuh itu semakin melebar ,2 tahun ternyata tak cukup untuk melupakan Arumi.


Walaupun rasa kecewa di torehkan gadis itu hingga menjadikan hati yudish terluka begitu parah,tapi tidak bisa di pungkiri cinta itu masih ada, walaupun enggan mengingat atau mencari kabar tapi cinta itu tetap tumbuh menggerogoti hatinya yang lemah.


" daddy mencintaimu sayang,akan tetap mencintaimu,apapun yg daddy lakukan terhadap mommy,daddy akan tetap menyayangimu putri kecilku,maafkan daddy " mata indah yg biasanya menatap tegas dan datar kini melemah,kristal kristal bening itu mulai muncul walau tidak terjatuh.


" daddy,, daddy,,!!" langkah kecil seorang anak berlari ke arahnya,kemudian merantangkan tangannya untuk minta di gendong.


Yudish tersenyum menyambut putranya Kenan, Yudish merentang kan tanganya untuk mengangkat pria 3 tahun itu , Kenan sangat bersemangat melihat adik kecil nya,adik yg di nantikanya.

__ADS_1


" daddy kenapa adik ku di masukan ke dalam kotak kaca itu ? " wajah menggemaskan itu bertanya.


" adik kecil masih terlalu kecil ,di ruangan sangat dingin jadi dia harus di masukan ke kotak kaca itu agar hangat" Yudish menjawab sambil tersenyum dan mengacak rambut anak laki lakinya.kenan hanya terlihat cemberut dan menyingkirkan tangan ayahnya


" daddy noo,,, jangan acak rambut ku,nanti aku terlihat jelek di depan adik kecil" bibirnya cemberut,yudish tertawa kecil melihat tingkah anaknya,


meskipun kenan bukan anak kandungnya tapi Yudish dan Ameera sangat menyayanginya seperti anak kandungnya,terlebih Ameera karna baginya kenan adalah malaikat kecil yg dikirim tuhan untuk mendapatkan malaikat lainya yg lahir dari kandunganya.


Kenan di adopsi mereka sekitar setahun yg lalu,waktu itu kenan berusia sekitar 2 tahun saat dia di tinggalkan oleh orang tuanya di depan kediaman Yudish.


Saat pertama Ameera melihat Kenan ia langsung jatuh cinta kepada anak itu,Kenan anak yg tampan, kulitnya putih matanya bulat dengan warna coklat gelap yg tajam,mata indahnya di hiasi sisa sisa air mata,kulit wajah serta hidungnya memerah sangat menggemaskan, anak pembawa keberuntungan untuk Ameera dan juga Yudish,kehadiran kenan membuat rumah itu terasa hidup penuh senyuman .


Yudish adalah pria dingin yg tidak pernah tersenyum dan jarang ada di rumah,Tapi semenjak kehadiran Kenan,Yudish terlihat sering menghabiskan waktu di rumah, walaupun semua tetap sama saat bersama Ameera,dingin dan acuh.


Beberapa minggu setelah kehadiran kenan Ameera mengadakan pesta kecil untuk keluarga,dan malam itu lah kejadian yang tidak Yudish inginkan itu terjadi yg membuat Yudish tambah menjaga jarak dengan Ameera,entah karena merasa bersalah atau memang hatinya telah mati.


Pagi itu Ameera bangun dengan badan yg terasa sakit ,kilasan kejadian semalam entah mengapa membuat bibirnya terangkat, ia sangat bahagia setelah 1 tahun lebih menikah tak pernah sedikitpun Yudish menyentuhnya,walau hanya sekedar mencium bibirnya yudish tidak pernah melakukannya,bukan tak mau tapi hanya saja Yudish telah membuat dinding tinggi di awal pernikahan,kata katanya masih selalu Ameera ingat.


" Aku setuju menikahimu tapi tidak untuk menyentuh mu,aku kira kau pun sama tidak ingin aku menyentuhmu,kalaupun suatu hari keinginan itu ada silahkan lakukan dengan laki laki yg kau cintai,jangan berharap lebih kepadaku Ameera,maafkan aku " pelukan itu membuat Ameera merasa di hargai,karna pada saat itu ia pun tidak memiliki rasa apapun kepada Yudish hanya menganggap yudish seperti kakak ataupun seperti teman biasa.

__ADS_1


Tapi malam itu hatinya goyah ketika Yudish dengan ganasnya menyerangnya dengan sangat panas,ia memikmati setiap sentuhan Yudish yang membuatnya menggila,walau setiap kata yang keluar dari mulut Yudish hanya permintaan maaf tapi Ameera tetap menikmatinya,entah karna sudah lama tidak tersentuh atau karna rasa itu perlahan telah tumbuh,Ameera tidak tau,dia hanya menikmati setiap hentakan yang Yudish ciptakan,yang mampu membuat otaknya berhenti berfungsi yang membuat dirinya menjadi tergila gila.


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2