
Yudish memasuki kamar hotel, ia melihat Ameera yang sedang membersihkan sisa riasan di wajahnya sedikit terkejut,Ameera menghentikan kegiatannya.
" Maaf apa kita akan tidur bersama di sini?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Ameera.
" menurutmu?" singkat jawaban Yudish.
" Baiklah,,aku akan tidur di sofa " sambung Ameera.
Yudish hanya diam sambil membuka jas nya ia melakukan kegiatannya sendiri tanpa memperdulikan Ameera yang sedang kebingungan.
Ameera jadi bingung harus bagaimana,mengapa Yudish tidak mencegahnya yang ingin tidur di sofa ya? fikirnya bukankah harusnya laki laki lebih peka,huhh dasar manusia batu.
Ameera jadi kesal sendiri di buatnya,ia memilih diam sambil meneruskan kegiatan bersih bersihnya.
" Diakan orang kaya,kenapa tidak menyewa kamar lain saja sih" Ameera bergumam sendiri setelah Yudish memasuki kamar mandi tanpa bersuara.
Ameera mengambil bantal dan juga selimut untuk ia pakai tidur di sofa,karna badanya sudah sangat lelah sekali, setelah seharian menjalani ritual pernikahan yang sangat menguras tenaga,ia merebahkan tubuhnya di sofa yang lumayan besar dan empuk itu.
" emm tidak buruk" fikirnya.
tak berselang lama ia sudah memasuki alam bawah sadarnya.
Yudish selesai membersihkan diri begitu keluar dari kamar mandi ia melihat Ameera sudah tertidur di sofa dengan nyaman,ada seutas senyum di bibirnya melihat kekonyolan gadis itu yang benar benar tidur di sofa.
Yudish membiarkan gadis itu tidur di sofa untuk beberapa saat ,ia pun merebahkan dirinya di tempat tidur empuknya karna ia pun lelah dengan serangkaian acara tadi.
Menerawang jauh ke acara tadi siang,ternyata Arumi tidak datang bersama Rushan padahal Yudish mengharapkan ia benar-benar datang ke acara pernikahan nya setidaknya Yudish ingin memberi tau bahwa ia bukan pria menyedihkan yang akan bersedih karna di campakkan.
Rushan,ya Yudish sampai lupa menanyakan nya,tapi apakah masih penting untuk di pertanyakan? ia sudah menikah sekarang, tapi Rushan adalah saudaranya,setidaknya ia tidak akan membiarkan Rushan juga terjebak oleh Arumi.
__ADS_1
Jadi Yudish memutuskan untuk keluar,ia menghubungi Rushan untuk bertemu denganya.
Ini adalah malam pertamanya tapi ia malah meninggalkan istrinya yang tidur di sofa.
Jam menunjukan pukul sepuluh,Yudish dan Rushan berencana bertemu di coffe shop tidak jauh dari hotel,mereka sengaja tidak bertemu di lingkungan hotel karena keluarga mereka pun menginap di hotel,takut jika ada salah satu dari mereka yang masih berada di luar dan bertemu,Yudish malas jika harus di tanya tanya.
Tak lama Yudish menunggu,Rushan pun datang,setelah Rushan duduk dan memesan kopi,barulah ia bertanya.
" ada apa mengajakku bertemu di malam pertamamu ? " Tanya Rushan datar.
Yudish menarik nafasnya berat dan ia menatap Rushan dengan tajam.
" ada apa?"Rushan menangkap ada yang salah dengan saudaranya ini.
" Ada hubungan apa antara kau dan Arumi ? " katanya pelan namun terasa dingin.
" berhenti menjadi bodoh rush ?" katanya setengah berdesis.
" aku semakin tidak mengerti apa maksudmu ?" sambung Rushan.
" apa kau tidak melihat bahwa Arumi memang wanita penggoda,tidak cukupkah ia hanya menyakitiku dan bisa bisanya kau pun terjebak olehnya Rush? " Yudish mulai kehilangan kontrol,entah karna rasa perduli atau rasa cemburu karena merasa di hianati, nada bicaranya meninggi.
" hei,,tenangkan dirimu,bicaralah dengan santai,aku benar benar tidak mengerti maksudmu,tapi aku faham kemana arah pembicaraan ini" katanya.
" jelaskan " sambung Yudish singkat.
" apa Ameera mengatakan sesuatu kepada mu?" tebak Rushan.
" jadi benar " tanya Yudish lagi.
__ADS_1
Rushan menarik nafasnya dalam,ia pun menatap Yudish dengan tajam.
" tanyakan pada dirimu sendiri,aku tidak perlu menjawabnya,karna kau lebih mengenalnya Yudish "
Rushan bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Yudish yang masih belum bisa mencerna ucapan Rushan hanya mengepalkan tanganya dengan sangat kuat.
Setelah kepergian Rush,Yudish hanya melamun di meja kafe itu memikirkan perkataan Rushan membuatnya semakin muak,sejujurnya hati Yudish pun enggan mengakui kalau Arumi bukan gadis baik baik,tapi otaknya terlalu terbawa emosi karna merasa dihianati oleh cinta pertamanya sehingga ia selalu memikirkan kesalahan Arumi
dan juga penghianatan kepadanya.
Walaupun terlihat kini ia membenci Arumi tapi sejujurnya di hatinya masih ada cinta yang sangat besar ,Arumi tidak semudah itu ia hapuskan dari hatinya,hanya saja egonya terlalu tinggi untuk mengakui.
Rushan meninggalkan Yudish di kafe seorang diri,ia pun sebenarnya bingung harus menjelaskan apa,semuanya sungguh sangat rumit Rushan tidak punya kekuatan untuk membantu Yudish dan juga Arumi walaupun ia tau mereka saling mencintai dan mereka sama sama menderita,bahkan bukan hanya mereka yang menderita, Rushan pun juga,ia gagal memperjuangkan cintanya kepada Ameera.
Ya Rushan mencintai Ameera sejak dulu, mungkin saat mereka masih sekolah bersama,awalnya hanya cinta monyet saja,tapi takdir berkata lain saat mereka remaja Rushan dan Ameera pernah bertemu di acara perayaan peresmian produk pakaian salah satu teman mereka,harusnya Yudish yang hadir di acara itu,tapi karna ada kepentingan lain Yudish mengutus Rushan mewakilinya,Ameera yang pada saat itu hanya berlibur pun bertukar nomor telepon dengan Rushan sehingga mereka akrab dan sering bertemu,atau lebih tepatnya Rushan yang menyambangi Ameera ke negara tempat tinggalnya.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama,sebelum Orang tua Yudish dan Orang tua Ameera memutuskan untuk menjodohkan mereka,awalnya Rushan tidak terima dan ia ingin memberi tau pamannya bahwa ia mencintai Ameera lagi pula Yudish sudah mencintai wanita lain.
Tapi Yenash melarang Rushan,ibunya memohon agar Rushan tidak mempersulit dirinya ataupun Arumi,awalnya Rushan bersikeras,tapi dengan sangat terpaksa Yenash menceritakan pengalaman pahit yang selama bertahun tahun ia simpan,rasa bersalah yang tidak pernah bisa ia bayarkan kepada seorang sahabat yang sangat menyayangi nya, Laudya,ibu kandung Arumi.
Yenash akhirnya menceritakan segalanya kepada Rushan tentang ibu dari Arumi dan juga dirinya,serta sebab Ayah Yudish sangat membenci ibu dari Arumi.
Selain berbeda kasta,dulu Laudya lah yang membantu Yenash dan ayahnya rushan bersatu,meski tanpa restu dari orang tua.
Abimana ayah Rushan dan Laudya adalah sahabatnya, Yenash di perkenalkan oleh Laudya saat mereka baru berpacaran,Abi menutupi statusnya yang ternyata adalah pengusaha yang telah bangkrut ia mendekati Yenash karena ingin menghidupkan lagi perusahaan nya, sebenarnya Yenash tidak perduli akan hal itu,yang jelas mereka saling mencintai,tapi sang kakak keburu mengetahuinya ia mengadukan kepada ayahnya dan mereka berniat memisahkan Yenash dan Abi, Yenash di kurung di rumah ia tidak di perbolehkan bertemu dengan kekasihnya hingga memutuskan mencoba bunuh diri, pada saat dirinya di bawa ke rumah sakit yang kebetulan Laudya adalah perawat di rumah sakit itu membantu Yenash kabur dari rumah sakit untuk bertemu Abi dan Laudya juga lah yang meminjamkan rumah kontrakannya untuk di jadikan tempat bersembunyi Abi dan Yenash sampai hadirlah Rushan di rahim Yenash.
Akhirnya orang tuanya menyetujui hubungan mereka dan menikahkan mereka dengan terpaksa.
❤️❤️❤️
__ADS_1