
Yudish mengetukan jarinya ke meja kerjanya,dahiny sedikit berkerut memikirkan apa yang baru saja dia lihat,apa benar Arumi hidup bahagia?
Kenapa hatinya seakan tak rela melihat arumi memiliki bayi dari pria lain,dan dimana suaminya? kenapa amelia yang menemaninya?pertanyaan itu terus bergelayut di otaknya,dia berusaha melupakan wanita itu tapi nyatanya rasa ingin taunya lebih kuat,entah khawatir arumi tidak bahagia atau merasa tak terima jika arumi bukan bahagia bersamanya.
Otaknya terus berputar memikirkan kemungkinan kemungkinan yang ada,ada harapan kecil yang terlintas,dia harus mencari tau.Yudish menghubungi Samuel
" cari tau tentang bayi Arumi,,! " tanpa menunggu jawaban Yudish mematikan telponya lalu beranjak meninggalkan ruang kerjanya,
dia berjalan menuju sebuah kamar,dengan helaan nafas berat dia memasuki kamar itu,baru saja membuka pintunya,hatinya terasa sesak memandang wajah wanita yang sangat cantik rambut coklat nya tergerai indah,kulitnya putih,sangat kontras dengan warna soft grey matanya,wanita itu yang slalu bisa membuatnya tersenyum
tapi kini wanita itu yang menjadi alasan Yudish menutup hatinya dan berhenti tersenyum
setiap kali memandangnya,luka itu berdarah lagi ,mengapa sulit untuk membencinya tuhan.
Rumah ini adalah rumah yang Yudish Persiapkan untuk Arumi,semuanya tinggal satu langkah lagi,tapi semuanya hancur ketika Yudish mengetahui kenyataan yang sangat pahit ketika iya baru sampai di kota kelahiranya itu,Arumi sudah menikah dengan pria lain,sesulit itukah arumi menunggunya.
padahal Yudish sudah melakukan segala cara untuk membujuk keluarganya agar bisa menerima Arumi dan membatalkan perjodohanya dengan Dilara,Ayahnya,menyetujui keinginan Yudish tapi dengan syarat,Yudish harus mau mengurus perusahaan ayahnya yang ada di luar negaranya,setelah perusahaan itu stabil Yudish akan di izinkan menikahi arumi,semua sudah berjalan dengan baik sesuai keinginan keluaganya,tapi kenapa Arumi meninggalkanya,tanpa ada penjelasan apapun,apa salahnya,apa benar yang di katakan ayahnya ,,, Arumi hanya wanita licik yang bertopeng wajah polosnya.
***** flash back . malam sebelum keberangkatan yudish
" honey ,,,, apa aku sudah boleh membuka mata ? " Arumi berjalan di tuntun tangan kekar yudish,
"tunggu honey,,, sebentar lagi oke,"
"tetaplah berpegangan di tangan ku "
" oke oke,, sebenernya kita akan kemana?apa ini kejutan hmm,ulang tahun ku masih beberapa bulan lagi bukan??" kata arumi tersenyum
" yaaa ini kejutan tapi bukan untuk ulang tahun mu,tapi ini untuk masa depan kita honey"kata yudish masih terus menggenggam tangan arumi
__ADS_1
arumi hanya mengerutkan dahi mendengar perkataan kekasihnya
"oke stop,,,hitungan ke tiga,buka matamu"
" 1,,, 2,,,1,,,2,,"
" ya tuhan honey,kenapa kamu memyebalkan" arumi tertawa manja sambil masih memejamkan matanya
" haha,,, aku suka mendengar tawa menggemaskan itu " kata yudish mengacak ujung kepala arumi
" oke oke kita ulang, 1,,, 2,,,3 ,please open your eyes now honey" kata yudish lembut di telinga Arumi,seketika bulu kuduknya meremang.
Arumi memandang takjub penampakan di depanya,Rumah mewah dengan pintu menjulang tinggi dan di sangga dengan tiang tiang besar, perpaduan warna putih dan gold membuat kesan rumah itu semakin mewah,
Arumi menatap wajah kekasihnya dengan penuh tanya,seakan Yudish faham apa yang ada di benak kekasihnya ,dia pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum bahagia melihat wajah terkejuta arumi.
"This is all I dedicate to my queen,,," Yudish membungkukan badanya seperti pangeran yang ada di film disney dan dia mempersilahkan Arumi menaiki tangga di depanya ,Arimi merasa seperti benar benar ratu rumah ini,
Arumi menaiki tangga dan mendorong pintu besar itu
semakin takjub melihat interior di dalam rumah, semunya benar benar seperti di dalam istana yang ada di cerita dongeng .
" Yudish,,apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya arumi ragu
Yudish tersenyum,ternyata arumi masih sama,wanita anggun yang sederhana dan tidak banyak menuntut itu yang membuat Yudish sangat memcintai nya
" aku hanya ingin membahagiakan mu honey,menjadikanmu ratu di istana kita!" Yudish meraih wajah arumi,mendratkan ciuman di dahinya,arumi hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir kekasihnya.
" Aku mencintaimu Honey,aku harap kau bisa menungguku,hanya beberapa minggu,,setelah itu kita akan bersama selamanya,mengisi istana kita dengan tawa kecil anak anak yang lucu " Yudish memeluk arumi penuh cinta
__ADS_1
" aku juga sangat mencintaimu,aku pasti akan menunggumu,kita akan mewujudkan impian kita bersama" Arumi membalas pelukan hangat itu.
Mereka berpelukan cukup lama menyalurkan rasa cinta yang mendalam,seakan enggan melepaskan satu sama lain
Yudish merenggangkan pelukanya " ingin melihat ruangan lainya ?" bisiknya lembut
Arumi mengangguk,lalu mereka berjalan beriringan menuju lantai 2 rumah itu,menaiki tangga satu persatu dengan tangan yang saling menggenggam.
Yudish membimbing arumi menuju ruangan yang memikili dua daun pintu yang menjulang tinggi,Yudish membukakan pintunya mempersilahkan arumi masuk terlebih dahulu
sekali lagi Arumi terkejut melihat ruangan besara dan nyaman itu sebuah kamar yang sangat mewah 4 kali lipat dari ukuran kamar di rumah nya Arumi sangat takjub melihat semuanya
dan yang sangat membuat takjub lagi adalah,foto berukuran besar menghiasi kamar itu,ya itu fotonya ,,foto yang juga menjadi wallpaper ponsel Yudish sungguh arumi tidak lagi bisa berkata kata,Arumi sangat terharu
Arumi membalikan badanya memberikan senyum bahagianya di iringi air mata yang menetes di sela matanya.
Yudish meng hampiri memeluk pinggang kecil itu dari samping,dan bersama menatap foto itu
" itu wanita yang sangat ku cinta " kata yudish menunjuk foto itu.
Arumi menempelkan kepalanya di dada sang kekasih dengan mesra
" trimakasih untuk segalanya ,,,!" Arumi mengusap air matanya,merubah posisi berdiri di hadapan Yudish lalu memeluknya lagi,
Yudish membalas pelukan itu ,tak lama yudish memundurkan sedikit badanya lalu meraih wajah cantik kekasihnya mendaratkan ciuman di dahi dan semakin lama semakin turun akhirnya bibir mereka bertemu,Yudish mencium bibir manis itu dengan sangat lembut , Arumi seakanterhanyut mengikuti gerakan bibir itu,membuka mulutnya perlahan
Yudish seperti mendapatkan izin mulai memainkan lidahnya mengabsen segala yang ada di sana,ciuman lembut itu semakin lama semakin terburu buru dan ganas,Yudish terus mendorong arumi menuju kasur king size nya tanpa melepas ciumanya,tanpa sadar arumi sudah terperangkap di bawah sana.
Yudish melepaskan ciuman itu perlahan membiarkan arumi menghirup udara,masih saling menatap penuh cinta,mata indah itu berubah sayu ada getaran yang tertahan,arumi faham dengan keadaan,tatapan Yudish seakan meminta izin,lalu arumi menganggukan kepalanya pelan ,,,dan malam panjang itu akhirnya terus berlanjut.
__ADS_1