
Rizt pulang ke rumah dengan perasaan yang tak menentu,entah ia marah karna apa yang jelas sejak melihat arumi berpelukan dengan pria itu ia menjadi sangat kesal dan sangat emosi.apa mungkin ini perasaan cemburu?fikirnya dalam hati.
" Aku hanya tidak ingin berbagi milikku dengan siapapun "
Rizt hendak melangkahkan kali mencari salina tapi wanita itu sudah muncul dari kamarnya.
" Rizt,,sudah pulang?aku baru akan menyiapkan makanan untukmu,karna istri kesayanganmu meninggalkan rumah sejak pagi dan belum kembali, wanita itu memang ****** tidak bisa mengurus suami " Salina mengambil tas yang di pegang rizt,sedangkan rizt hanya diam menatap Salina penuh arti.
Aku hanya mencintai salina,ia menutup matanya lalu di hembuskan pelahan.
Secepatnya ia menyambar bibir berwarna merah milik salina dengan sangat ganas ia terus saja mencium bibir itu tanpa ampun,sampai salina bingung sendiri dengan kelakuan Rizt tapi tentu saja wanita maniak itu tidak segan-segan membalasnya,tanpa berfikir kalau mereka masih berada di ruang tamu.
Rizt menggiring salina ke sofa ruang tamu,bibir mereka masih saling bertautan,rizt mendorong kasar tubuh salina ke sofa,dan wanita itu hanya tersenyum menggoda,ia malah dengan cepat membuka ikat pinggang rizt dengan gaya sensualnya,setelah celana itu lolos di kaki rizt dengan cepat ia memanjakan tombak yang sudah menjulang itu dengan mulutnya.
" Ahh,, Salina kau yang terbaik " ******* itu meluncur bersama rasa gundahnya.
" ughh ,,,Lebih cepat sayang " rizt menghentakan pinggulnya dengan cepat ke mulut Salina sampai muka Salina memerah,tapi ia malah tersenyum akhirnya hasrat itu tuntas di dalam mulut salina,tanpa rasa jijik salina masih saja menjilati sisa sisa cairan itu.
Dengan cepat ia mengenakan celananya lagi seperti semula,bersama itu pintu rumah terbuka.Rizt menoleh ke arah pintu.
Arumi melihat ke arah mereka berdua,dengan wajah bingung karna rizt dan Salina menatap arumi dengan wajah aneh.
Tapi Arumi sadar sesuatu baru saja mereka lakukan,terlihat salina masih merapihkan rambut dan wajahnya terlihat berantakan,meski wajah rizt terlihat datar tapi Arumi bisa melihat sekilas tatapan terkejut dari rizt.
" Ma,,maaf aku terlambat pulang " kata Arumi merasa tidak enak di perhatikan.
" Aku akan menyiapkan makan malam " sambungnya lagi.
Baru akan beranjak,suara rizt menghentikanya.
" Tidak perlu,aku tidak berselera makan sekarang " jawabnya dingin sambil berlalu meninggalkan dua wanita itu.
Arumi akhirnya berlalu mengikuti rizt ke kamar,sementara salina berfikir bahwa rizt dan arumi sedang bermasalah,bibirnya terangkat dengan sendirinya.
Di kamar arumi menjadi canggung melihat rizt yang hanya diam saja duduk di tempat tidur.dia bingung harus melakukan apa, akhirnya ia mengambil pakaianya lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
" Aku akan membersihkan diri " kata arumi
" Arumi tunggu " suara rizt menghentikanya.
Rizt menatap arumi dengan tatapan aneh, Arumi malah jadi semakin bingung.
" I,,iya ada apa rizt ?" Katanya gugup karna di perhatikan dengan intens.
Rizt membuang pandanganya dan menyuruh Arumi duduk,di sebelahnya.sebenarnya bukan hal yang aneh hanya saja semenjak Arumi mencurigai hubungan rizt dan salina,ia malah menjadi tidak nyaman jika berdekatan dengan rizt.
Melihat Arumi yang hanya diam saja,dahi rizt berkerut.
" Kenapa?" Ada apa Arumi ?" " Kenapa kau terus menghindariku ?"
Arumi tau pasti ini yang akan rizt bicarakan.ia bingung harus menjawab apa, jika ia menanyakan perihal pemikiranya,apa rizt akan menjawabnya?jika memang jawabanya sesuai dengan fikiranya apakah itu malah membuat hubungan mereka menjadi semakin tidak nyaman.tapi setidaknya arumi mendengarnya langsung dari mulut rizt,arumi hanya bingung bagaimana cara menyampaikanya.
Rizt masih menunggu jawabanya, akhirnya arumi menarik nafasnya dan memberanikan dirinya bertanya.
" Siapa salina sebenarnya? "
" Dia kakak ku,kakak yang aku cintai,kakak yang mencintaiku dan kakak yang memberikan segalanya untukku yang bahkan istri ku tidak bisa memberikannya " jawab rizt ambigu.
Arumi memejamkan matanya,ia mencoba merasakan apa yang ada di hatinya,ternyata hanya datar tidak ada rasa apapun,hanya rasa tidak nyaman mendengar pernyataan dari ritz.
Arumi hanya diam tanpa bertanya lagi,karna ia pun sadar apa yang rizt bilang itu benar adanya,hanya saja ia tak habis fikir,ada apa dengan keluarga ini,kenapa mereka semua seperti orang-orang gila yang hidup bersama.
" Apa karna kau memergoki aku bersama salina makanya kau menghindari ku?kau merasa takut berdekatan denganku?" Sambung nya lagi.
Arumi menarik nafasnya lalu menolehkan kepanya menghadap rizt.
" Rizt statusku adalah seorang istri,meskipun aku tidak melakukan kewajibanku dengan baik,tapi aku bertanggung jawab atas nama baik keluarga ini,jangan melebihi batas rizt,biarlah semua tersimpan di dalam rumah ini,hanya itu pintaku " jawab arumi sambil berlalu ke kamar mandi.
Tentu rizt mengerti maksud Arumi,rizt menggenggam tanganya dengan kuat rahangnya mengeras penuh emosi,entahlah fikiranya hanya tertuju pada Arumi sekarang, ia tidak suka di acuhkan,terlebih selama setahun ini Arumi banyak mengisi kekosongan hidupnya kenapa sekarang seperti kembali kosong.
Arumi bahkan tidak memakinya karna hubunganya dengan salina,bagaimana bisa istrinya memperlakukanya seperti itu,ia merasa di permainkan oleh Arumi,wanita yang ia selamatkan dari sang ayah tapi malah secara tidak langsung membuangnya.
__ADS_1
Rizt sudah tidak bisa menahan emosinya, selama ini ia berusaha melindungi nya dari kebejatan sang ayah dan kejahatan ibu tirinya,tapi mengapa ini balasan yang ia dapatkan.
Seandainya dulu Rizt tidak menyetujui pernikahan ini,maka Arumi akan menjadi ibu tirinya sekarang dan tentu saja itu akan menyakiti wanita itu,karna sang ayah memiliki kelainan sexsual dan yang pasti Arumi tidak akan mampu bertahan,malah bisa jadi nyawanya yang akan hilang, seperti keinginan ibu tirinya.
Meskipun kehadiran Arumi membuatnya harus rela membiarkan Salina membagi tubuhnya dengan sang Ayah.
Rizt tau Seperti apa ayahnya memperlakukan Salina di belakangnya,hanya saja Rizt tidak bisa berbuat banyak mengingat ini juga pilihannya yang membuat salina menuruti ayahnya karna ia kecewa dengan pilihan rizt menikahi Arumi.
Padahal rizt sudah berjanji kepada Salina bahwa ia hanya ingin melindungi Arumi,ia berjanji tidak akan menyentuh Arumi sedikitpun,hanya Salina yang ada di hatinya,tapi nyatanya rasa cemburu Salina mengalahkan kesetiaanya,ia akhirnya jatuh ke dalam pelukan sang ayah.
Rizt sangat marah dengan Salina tapi tak mampu membencinya,karna bagi rizt salina adalah wanita satu satunya yang bisa menerima dan mengerti dirinya,cinta menjatuhkan harga dirinya dan membutakan mata hatinya,sebelum kebersamaannya dengan Arumi menggoyahkan cintanya terhadap Salina.
Arumi keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit rambutnya di kepala,ia melihat rizt tidur dengan masih mengenakan sepatu dan dengan posisi yang sangat tidak nyaman,Arumi ingin membangunkan rizt untuk membersihkan diri,tapi ia menjadi sangat enggan memikirkan pembicaraan mereka tadi.
Tapi jika di biarkan seperti ini tidur mengenakan sepatu terasa sangat tidak nyaman.akhirnya Arumi mencoba membukakan sepatu rizt dengan pelan,lalu membenarkan tanganya yang menggantung di pinggir tempar tidur dengan sangat hati hati,ia takun membangunkan rizt,karna ia masih saja merasa tidak nyaman jika berdekatan dengan suaminya itu.
Baru saja Arumi membalikan tubuhnya,tanganya di tarik dengan cepat oleh rizt,membuat arumi terjatuh menimpa tubuh rizt,tentu saja Arumi sangat terkejut dengan kelakuan rizt itu,ia hendak bangun tapj Rizt seperti orang hilang akal,ia malah membalikan tubuh Arumi menjadi di bawahnya.
Arumi sekuat tenaga melawan rizt,ia mencoba memukul dan mendorongn rizt agar menjauh dari tubuhnya.tapi dengan cepat rizt mengunci tangan Arumi ke atas,sehingga tangannya tidak kuat melawan,tetapi kakinya terus saja mencoba melawan rizt,walau hasilnya tetap kalah karna kekuatanya tidak sebanding.
" Rizt jangan seperti ini ,aku mohon rizt jangan,tolong lepaskan aku,tolooong,,," Arumi menangis dan berteriak memohon kepada rizt untuk melepaskanya.
Tapi setan sudah merasuki rizt tangis memohon dari Arumi pun tidak meluluhkan hatinya,ia membungkam bibir Arumi dengan paksa dan sangat kasar,ia bahkan menggigit bibir arumi hingga terasa perih, Arumi hanya bisa menangis,ia masih saja berusaha berontak dari cengkraman suaminya,tapi semaki ia bergerak, semakin kasar Rizt memperlakukanya.
Cukup lama rizt bermain dengan bibir pualam milik Arumi ,hingga Arumi hampir kehilangan nafas,barulah ia melepaskannya,Arumi masih mencoba bangkit untuk melarikan diri,tapi rizt menarik rambutnya denga kasar hingga arumi ter jatuh lagi ke tempat tidur.
" Rizt jangan rizt,,,toloooong " arumi menjerit meminta pertolongan,tapi rizt menampar wajahnya dengan sangat kencang hingga telinganya terasa berdengung dan bibirnya mengeluarkan darah.
" Jangan berteriak seolah aku akan memperkosa mu,bersikaplah selayaknya seorang istri, mulai hari ini jadilah istriku seutuhnya Arumi " mata yang bisa nya terlihat teduh itu memancarkan kobaran api yang bisa membakar siapa saja.
Arumi masih saja menangis memggelengkan kepalanya,mencoba menghindar semampu yang ia bisa, tapi kekuatan rizt semakin bertambah setiap detiknya.
Rizt menarik kaki Arumi dengan sekali hentakan,kembali mengunci pergerakan arumi.
Rizt melanjutkan aksinya ia merobek paksa piama yang di kenakan Arumi hingga kancingnya berhamburan,menampilkan kulit mulus tertutup kain berwarna hitam yang sangat terlihat indah,matanya semakin menggelap,bahkan jerit tangis Arumi pun serasa menghilang di pendengaranya.
__ADS_1