Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
23.17 Tahun Kemudian


__ADS_3

(17 Tahun kemudian)


Seorang gadis membuka mata indahnya,saat seseorang membuka gorden kamarnya sehingga membuat matahari masuk melalui jendela dengan sangat terang.


Siapa lagi kalau bukan ibu tercintanya,wanita yang selalu terlihat cantik meski usianya tak lagi muda,wanita itu mendudukan dirinya di pinggir tempat tidur,tanganya mengusap lembut kulit anaknya yang masih saja selembut kulit bayi.


" Selamat pagi sayang ,,, " Ameera mencium lembut kening putrinya.


" Emmm,,, pagi mom,jam berapa sekarang?" Suara serak bangun tidur itu masih terdengar manja.


Dengan gemas Ameera menciumi kedua pipi merah muda putrinya,meskipun putrinya sudah berusia 17 tahun,tapi di matanya dia tetap putri kecilnya yang baru ia lahirkan.


" Sudah jam 8 sayang ayo bangun " jawabnya lembut.


" Bukankah ini hari libur? Aku masih ingin tidur mom ,,, hooaam " sambungnya sambil menutup mulut dan mencari kenyamanan lagi untuk tidur.


" Baiklah,mom akan bilang pada dad kau tidak jadi ikut berkuda bersama kakak " Ameera bangkit dan berpura pura merapihkan selimut menutupi putrinya.


Tapi dengan cepat gadis itu melompat dari kasurnya, ia membesarkan matanya,lalu terburu buru menuju kamar mandi.


" Ya tuhan mom kenapa tidak bilang dari tadi" seranya berteriak sambil berlalu meninggalkan ibunya yang tertawa melihat tingkah putrinya itu.


Wanita dengan pakaian berkudanya menuruni tangga,mata berwana soft grey itu terlihat berbinar,karna berkuda adalah hobinya bersama sang ayah, di meja makan telah duduk pria yang masih terlihat gagah dan menawan di usianya yang hampir mendekati angka lima Itu.


Di sebelah Ayahnya ada juga kakak nya Kenan yang selau saja terlihat tampan,karna warna kulitnya yang sangat putih terlihat mencolok untuk ukuran seorang pria.


Ibunya sedang menyipakan makanan untuk mereka,dengan gaun rumahan yang sangat pas di tubuhnya membuatnya terlihat tidak pernah menua.


Terkadang Galina berkecil hati dengan dirinya sendiri,ada perasaan berbeda di dirinya, ia merasa berbeda dari keluarganya,bentuk tubuhnya yang kecil dan mungil sangat berbeda dengan mereka yang berada di sana,ayah,ibu dan Kenan mempunyai ukuran tubuh yang tinggi sedangkan ia benar benar terlihat seperti anak 15 tahun.


Ia sering mengungkapkan perasaan nya itu dan Kenan dengan entengnya menggoda Galina,bahwa mereka sama sama anak angkat,dan Galina langsung mengerucutkan bibirnya,tentu saja Ameera yang akan marah dengan bercandaan itu.


" Tidak ada anak angkat di sini,,,stop mengganggu adikmu Kenan,kalian berdua anak kandung mom mengerti? "Bela Ameera sambil mengelus rambut rapunzel milik Galina.


Kenan hanya cekikikan melihat wajah cemberut adiknya.


Yudish ,Kenan dan Galina akan pergi berkuda hari ini,itu membuat Galina sangat bersemangat karna berkuda adalah aktifitas yang sangat menyenangkan baginya,ia dapat melihat lihat pemandangan dan menikmati angin yang menerpa wajahnya tanpa penghalang,berkuda juga dapat menghilangkan penat karna kegiatan yang harus ia lakukan setiap harinya selama satu bulan yang sangat monoton,belajar,belajar dan belajar.


Galina adalah siswi yang ceerdas di sekolahnya,bahkan dia seharusnya menerima beasiswa atas prestasi prestasinya selama ini kalau saja ia bukan cucu pemilik sekolah itu.


" Dad,,,apa aku boleh ke bukit sana? Seperti nya pemandanganya indah?boleh ya pleaseee " Galina menyatukan tanganya ke depan dada.


Mereka sedang beristirahat di lingkungan tempat berkuda .

__ADS_1


" Ayo aku temani,aku belum siap kehilangan adik kecilku karena di jatuhkan kuda " kata Kenan meledek.


" Kakak,,, meragukan kemapuan berkuda ku heh ?ayo kita balapan siapa yang menang harus mentraktir makan selama satu bulan ? Bagaimana? " Tantang Galina.


" Oke siapa takut " jawab Kenan dengan semangat.


" Jangan macam-macam Kenan,Galina, jangan mencari bahaya, Kenan sebaiknya kau jaga adikmu itu " perintah Yudish kepada kedua anaknya.


" Baik ayah aku hanya menggodanya " bisik Kenan.


" Ayo kakak kita berangkat,lama sekali,apa kau takut gaji mu habis untuk mentraktirku " ledek Galina.


Kenan memacu kudanya mendekati kuda hitam milik Galina yang ayahnya hadiahkan di usianya yang ke 16 tahun.


" Tunggu Galin,kita tidak usah berlomba ya,kita jalan jalan saja sambil bercerita, bagaimana?" Tawar Kenan.


" Kenapa kak? Hmmm kau beneran takut ya?" Ejek adiknya itu.


" Bukan ,,, hanya saja aku sudah lama tidak mengobrol dengan mu berdua "


Galina mengerucutkan bibirnya yang terlihat menggemaskan di mata Kenan.


" Bilang saja takut,payah " gumamnya lagi.


" Begini saja,aku akan mentraktir mu es krim selama satu bulan,asal kau mau menemaniku mengobrol,bagaimana?" Tawar Kenan kepada adiknya yang sangat lucu itu.


Mereka berjalan beriringan sambil mengobrol dan bercanda, Kenan menceritakan hari harinya di kantor ayahnya sebagai anak magang dan Galina menceritakan hari hari membosankanya di sekolah.


" Ada wanita seusia mom yang terus mengejarku,ia bahkan sering memberikan ku makan siang, yang katanya buatanya,benar benar wanita gila " cerita Kenan pada adiknya.


Galina hanya tertawa mendengar cerita kakaknya.


" Seharusnya kakak bangga karna berarti kakak ku tampan,sampai wanita tua pun ikut terpesona " ledek Galina.


" Ya seandainya saja yang menggoda ku adalah wanita seusiamu, sudah langsung aku jadikan pacar " jawab Kenan.


" Emm,, memang nya tidak ada wanita muda yang naksir dengan kakak?" Tanya Galina penasaran.


" Bukan tidak ada,hanya saja aku belum berminat untuk berpacaran " Kenan menatap lurus jalan di depan nya.


" Kenapa?"


Kenan memalingkan wajahnya menatap Galina yang sedang memperhatikan jalan,ia lalu tersenyum.

__ADS_1


" Ada seseorang yang sedang aku tunggu "


" Wahhh,,, ternyata kakak sudah menyukai seseorang ya?siapa?apa dia cantik?" Tanya Galina bersemangat.


Kenan hanya tersenyum sambil menatap Galina yang juga menatapnya,lalu Kenan mengangguk,


" Dia sangat Cantik " Tersenyum penuh arti kepada Adiknya itu.


" Kak ayo kita istirahat di sini " ajak Galina mendudukan dirinya di padang rumput yang sangat indah,angin sejuk menerpa wajahnya dengan lembut.


Kenan mengikat kuda mereka pada pohon di tepi padang rumput itu.mereka berdua duduk menikmati alam yang indah menghirup udara sejuk di sekitar Mereka.


" Kak,,boleh aku tanya sesuatu ?" Tanya Galina tiba tiba.


" Hmm apa yang ingin kau tanyakan ?"


" Apa aku benar anak kandung mom dan dad ? " Wajah galina sangat berharap jawaban dari kakaknya.


" Emmm kalau aku jawab kau jangan menangis ya janji ?" Kata kenan memberikan jari kelingkingnya.


Sebenarnya Galina sangat takut dengan jawaban kakaknya,ia takut jika memang benar ia bukan anak kandung orang tuanya lalu ia harus bagaimana.


Tapi rasa penasaranya mengalahkan rasa takutnya, akhirnya ia mengangguk kan kepalanya pelan.


" Begini,,dulu,,saat aku bermain di taman,aku mendengar suara dari dekat tong sampah,aku yang penasaran akhirnya menghampiri tong sampah itu,dan aku melihat ada kantong berwarna hitam, yang bergerak gerak di sana" kata Kenan.


" Apakah,,itu aku yang berada di dalam kantong,,,?" Tanya Galina hati hati,air mata sudah menggenang di kelopak mata nya.


" Emm,,," Kenan menatap Galina dengan wajah bersalah.


" Ka,,k,,please" air mata Galina lolos, jantungnya berdegup sangat kencang.


" Maaf Galin,, sepertinya mom dan dad yang ber hak menceritakan itu padamu " jawab Kenan sambil mencoba menguatkan Galina dengan menggenggam tanyanya.


Galina tidak dapat membayangkan,jika benar dirinya bukan anak kandung orang tuanya,lalu dia anak siapa?


Kenan membawa Galina ke dalam pelukannya,Galina akhirnya menangis di dalam pelukan kakaknya itu, tapi ada yang aneh tubuh Kenan ikut bergetar,Galina mengira jika Kenan ikut menangis.


Galina mengangkat wajahnya, tapi yang ia lihat adalah wajah iseng sang kakak yang menahan tawa sampai wajahnya memerah.


Galina pun sadar,lagi lagi ia kena di kerjai kakaknya,dengan kesal Galina mendorong tubuh Kenan sampai terjungkal ke belakang,tapi Kenan malah tertawa terbahak bahak melihat Galina yang berdiri dengan wajah merah karena marah.


" IS NOT FUNNY "

__ADS_1


Galina berjalan cepat meninggalkan Kenan yang masih tertawa,ia sangat kesal dengan kakaknya itu.


Kenan yang mendengar Galina berteriak kepadanya menjadi tidak enak hati,ia pun menghentikan tawanya lalu menyusul Galina,yang telah pergi menaiki kudanya.


__ADS_2