
Arumi menapakan kakinya di rumah suaminya,matanya sembab tapi sebisa mungkin dia berusaha tetap menetralisir perasaanya,biar bagaimanapun sekarang setatusnya adalah istri dan menantu di rumah ini,arumi tidak ingin keluarga suaminya berfikir yang tidak tidak tentangnya.
arumi membuka pintu perlahan karna arumi pulang sangat terlambat,melewati makan malam bersama keluarga suaminya.memang ia sengaja menghindar karna hatinya belum sepenuhnya menerima kenyataan.baru ia akan menutup pintu,suara mengerikan itu terdengar.
" ohhh pelacur kecil sudah tiba,,mengendap endap seperti pencuri hah,,?"
arumi secepat kilat membalikan tubuhnya,mendapati tatapan sinis salina dengan tangan melipat ke dada.
" hari ke dua menjadi istri dan menantu di keluarga ini,,,sudah berani pulang terlambat ,,,, oowhh iya karna bertemu mantan kekasih tercinta ya Yudish Imran Al Fath benar?"
mata arumi langsung menaikan wajahnya,menatap kaka iparnya sekilas,bagaimana dia bisa tau??arumi tidak membantah,hanya tetap diam mematung membelakangi pintu,tak lama ia tertunduk lagi.
" terkejut ha,,aku pun baru saja sampai rumah,dan tidak sengaja melihat mu dan seorang pria di pinggir jalan ,, aku mendengarkan semua pertengkaran kalian,,,owhh ternyata aku menemukan fakta yang sangat mengejutkan,,pelacur kecil ini memangsa pria pria kaya rupanya untuk bisa lepas dari ibu tirinya yang jahat,mengandalkan wajah cantik,berpura pura polos tak berdaya,padahal hanya wanita murahan,haruskah aku mempertanyakan keperawanan mu ?" salina mengangkat dagunya dengan sombong.
Arumi meninggalkan salina tanpa sedikitpun menjawab perkataan kk iparnya itu.
arumi berjalan menuju kamarnya di lantai 2,ia sangat ragu memasuki pintu itu, sungguh berada di rumah ini begitu menyiksa,meskipun rizt tidak pernah menuntut haknya sebagai seorang suamj, tapi cepat atau lambat rizt akan memintanya,itu yang selalu arumi takutkan,arumi benar benar belum siap , atau mungkin tidak akan pernah siap untuk menjalankan kewajiban yang satu itu.
__ADS_1
Arumi memberanikan diri mengetuk pintu ruangan itu,dia belum terbiasa memasuki kamar itu,tak lama suara pintu terbuka dari dalam ,, memunculkan sosok pria yang tak kalah tampan dengan Yudish,rizt memiliki karisma tersendiri pada dirinya.
" Arumi,,kenapa mangetuk pintu?ini kan kamar mu juga,ayo masuk lah" Rizt melebarkan pintunya memberikan ruang untuk arumi masuk
" maaf aku belum terbiasa"jawab arumi dengan wajah masih menunduk
rizt tersenyum mengacak puncak kepala arumi dengan lembut,lalu berjalan menuju tempat tidur,dua hari ini sikap rizt memang sangat manis,memperlakukanya dengan sangat baik,bahkan pada malam pertamanya pun rizt mengatakan pada Arumi untuk tidak akan meminta haknya sampai arumi sendiri yang akan memberikanya,rizt sangat lembut dan pengertian, arumi sangat bersyukur karna sifat rizt benar benar jauh dari sifat ayahnya.
arumi melihat koper kecil di atas tempat tidur.rizt memasukan beberapa pakaian ke dalamnya.
" biar aku bantu,,," kata arumi sambil meletakan tasnya di meja lalu menghampiri rizt.
" aku akan keluar kota besok,pesawatnya pagi pagi sekali makanya aku harus mempersiapkanya sekarang!" katanya menatap arumi sambil tersenyum.
" oh,maafkan aku pulang terlambat"
" tidak apa,aku tau kau masih belum terbiasa ada di rumah ini,aku memakluminya"
__ADS_1
"trimakasih,,,mm,,,aku akan membersihkan diri kalau begitu" kata arumi segera beranjak ke lemarinya untuk mengambil pakaian yang akan dia pakai
" baiklah,aku tunggu di luar" jawab rizt sambil menurunkan kopernya dan berjalan keluar.
****
Yudish menyesap minumanya dengan sangat kasar menyisakan tetesan pada dagunya,ini adalah botol ke duanya,dia benar benar hancur ,hatinya seakan tertancap belati, suara dentuman musik terdengar,suara tawa tawa wanita penghibur pun seakan tidak mempengaruhinya, yudish masih saja begeming menatap botol minumanya,sesekali menyesapnya,air mata pun sesekali menetes,karna hati tak mampu lagi menahan sakit.
Samuel sang asisten masih setia menemaninya,sementara teman temanya sudah mulai asik dengan wanita sewaan mereka,walau sesekali tetap mencuri pandang ke pria yang sedang patah hati itu,,yaah,,bukanya mereka tidak perduli,hanya saja sam menghubungi mereka dan bilang untuk menemui bosnya di club biasa mereka berkumpul,sam mewanti wanti agar jangan menanyakan apapun kepada yudish,cukup bersikap seperti biasa saja.
mereka semua mengerti dan tidak ada yang berani buka suara,saat datang pun mereka seperti biasa saja ,begitulah yudish jika sedang marah,tidak ada yang berani mengajakny berbicara apalagi bertanya masalahnya sampai dia sendiri yang akan menceritakanya jika ia mau.
semua teman Yudish sangat mengerti sikap sahabatnya itu,walau terkesan dingin tapi ia pria yang hangat dan sangat baik,ke 3 pria itu adalah orang yang mendapatkan kebaikan yudish secara cuma cuma,sehingga mereka sangat setia kepada yudish.
pertama Karim Elbarak,dia adalah pengusaha muda yang sukses,tapi beberapa tahun yang lalu usahanya hancur karna seorang anak angkat ayahnya yang bodoh itu,mengalami kerugian yang sangat besar,membuat para pemegang saham meninggalkan mereka dan membuat ayahnya meninggal dunia karna serangan jantung dan karim harus terpaksa menjual aset aset keluarganya untuk menutupi hutang dan menggaji beberapa karyawan yang masih bertahan,ia bertemu Yudish di club ini juga dengan keadaan kacau pada malam kematian ayahnya ,dia menceritakan semuanya pada orang asing itu yang baru ia kenal di sana,tanpa di sangka orang asing itu yang telah membantunya berdiri lagi bangkit lagi hingga sekarang ia berjaya lagi walau tidak se sukses dulu tapi setidaknya kini ia pun sudah mulai bisa mengembalikan aset aset berharganya kembali sedikit demi sedikit.
yang kedua Gird Oscar Oliver ,anak dari Pemilik Perusahaan penerbangan, hidupnya tidak menemukan kesusahan dalam finansial,tapi dulu hidupnya pernah hancur karna narkoba,Oscar pernah sekarat di pinggir jalan dengan banyak luka bekas suntikan di tangany, tanpa identitas tanpa pengawal,karna ia melarikan diri dari pengawalnya,Yudish menyelamatkanya,saat itu usia mereka masih sangat muda,semenjak itu mereka sering mengahbiskan waktu bersama terkadang bersama para kekasih mereka.
__ADS_1
yang ketiga Rushan Malik al fath,sepupu Yudish anak dari adik ayahnya bibi Yenash yang di tinggal pergi oleh suaminya sejak Rushan masih bayi,sehingga setelah kepergian kakeknya,ayah yudish lah yang merawat mereka yang memang sedari kecil sudah bersama sama.
Diantara mereka bertiga,jelas Rushan yang paling tau keadaanya sekarang,tapi Rushan hanya diam ,sekalipun ia bicara mungkin hanya akan memperkeruh keadaan,Rush sangat tau tabiat keluarga besar mereka,menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan mereka,sekalipun harus menghilangkan sebuah nyawa.