Cinta Untuk Arumi

Cinta Untuk Arumi
9. Kebencian Yudish


__ADS_3

Yudish benar benar menyakiti diri sendiri semalam,setelah meninggalkan club, Yudish mencari pelampiasan lain berniat agar bisa melupakan semuanya, harus benar benar meninggalkan semuanya, Yudish memacu mobilnya sendiri dengan kecepatan tinggi berkendara tanpa tujuan yang dia tau dia hanya ingin melepaskan semua beban dan rasa sakit di haatinya,andai nanti memang dia harus mati dia siap,karna baginya tanpa Arumi dunianya memang sudah mati.


Air mata itu lagi lagi harus tumpah karna seorang wanita,fikiranya kembali lagi mengenang masa masa bahagianya bersama Arumi,cita citanya,harapanya bisa menikahi arumi,mempercepat pernikanya tanpa menunggu arumi menyelesaikan kuliahnya,karna setelah menikah Yudish berjanji akan tetap mendukung arumi meraih cita citanya dan wanita itu menyetujuinya ,tersenyum bahagia memeluknya mengucapkan teimakasih,tapi sekarang apa?hanya rasa sakit yang tertinggal.


" AKU MEMBENCIMU ARUUUUMII ,,,,AAAHGGHH !!!!" Sinar lampu menghalangi pandangan Yudish ,setelahnya semua gelap.


***


Jam 3 pagi Arumi terbangun dari tidurnya,dadanya tiba tiba terasa sesak seperti di tekan sangat kuat, melihat ke sebelahnya,Rizt tertidur sangat lelap membelakanginya,arumi menyibak selimutnya dengan hati hati,dia takut mengganggu rizt


arumi ingin mengambil air di atas meja,tapi ternyata gelasnya kosong,arumi memberanikan diri turun ke bawah untuk mengambil air,mebuka pintu dengan sangat pelan lalu menutupnya kembali,arumi menuruni tangga menuju dapur,ia melihat ruang kerja terbuka dengan lampu yang masih menyalah,sedangkan ada siluet tubuh wanita dan seorang pria di dalam nya ,dengan rasa penasaran Arumi menghampiri ruangan itu mengintip dari celah pintu yang terbuka,dan alangkah terkejutnya arumi melihat pemandangan tidak senonoh itu seorang pria berjongkok di bawah meja dengan kepalanya berada di antara paha sang wanita,yang tidak lain adalan Salina kakak iparnya yang hanya mengenakan pakaian tidur satin yang memperlihatkan kedua belah dadanya,dia terlentang di atas meja dengan mata tertutup dan mulut merancau tidak jelas,arumi terkaget jantungnya berdegup cepat dan buru buru meninggalkan ruangan itu tanpa suara.


Arumi mengambil air di dapur menuangnya ke dalam gelas lalu meminumnya,dia tidak buru buru pergi ke atas,lantaran dadanya masih sakit dan di tambah lagi melihat adegan tidak senonoh itu,jatungnya jadi berpacu lebih cepat.


Tiba tiba fikiranya melayang memikirkan Yudish,sedang apa diandi sana? tidur kah atau masih memikirkannya ,, Arumi merasa sangat bersalah tentang kata katanya tadi,tapi kembali lagi,ini semua demi kebahagiaan orang yang ia cintai, haruskah arumi menghubungi yudish untuk meminta maaf,,atau menghubungi asisten atau sahabatnya untuk menanyakan keadaan Yudish,hatinya sangat tidak tenang memikirkanya,ada perasaan gelisah dan khawatir secara bersamaan.


Akhirnya arumi memutuskan untuk menghubungi Samuel,ah tapi ponselnya ada di kamar, Arumi berbalik ingin meninggalkan dapur untuk mengambil ponselnya, tapi tanganya menyenggol gelas bekas ia minum sehingga terjatuh dan menciptakan bunyi yang sangat nyaring di ruangan yang sangat sepi itu,arumi terkejut,jantungnya berpacu dengan cepat,fikiranya langsung tertuju kepada Yudish dan seketika perasaanya menjadi sedih.

__ADS_1


Arumi berjongkok berniat membersihkan pecahan kaca itu dengan sapu kecil,hatinya semakin tidak nyaman fikiranya berlarian memikirkan hal hal buruk tentang Yudish,ia tidak akan bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu dengan Yudish,tanpa sadar air matanya menetes.


" Arumi,, ada apa?" suara lembut Rizt menyadarkan lamunanya, Rizt berjongkok meraih bahu Arumi, ia cepat cepat menghapus air matanya.


"sudah biar aku yang merapihkanya,kau duduklah dulu" arumi mengangguk dengan masih terdiam dengan tatapan kosongnya.


Arumi melihat ada ayah mertuanya dan juga Salina yang berjalan menghampiri mereka, Arumi melihat mereka lalu segera menundukan pandanganya.


" ada apa Arumi? kenapa wajahmu terlihat pucat?" suara berat mertuanya terdengar.


Sedangkan salina hanya menatapnya sinis dan sedikit emosi.


" oh,, sudahlah ,, Rizt ajak istrimu ke kamar,sepertinya dia sedikit terkejut,lihatlah wajahnya pucat sekali " kata mertuanya ambigu.


Tanpa menjawab rizt meraih tangan arumi untuk mengajaknya naik ke kamarnya, arumi sedikit menaikan pandanganya melihat Rizt,tatapanya datar dan dingin tanpa eksperesi,ada apa dengan Rizt??apa dia bisa membaca fikiranya? arumi bertanya kepada dirinya sendiri.


Mereka menaiki tangga dalam diam,tangan dingin itu meremas sedikit tangan kecil Arumi,arumi kaget dan menoleh ke arah rizt yang masih dengan wajah dinginya,lalu melihat ke arah tangan mereka,jantungny berdetak cepat,apa dia marah pada Arumi,karna mengganggu tidurnya?arumi jadi serba salah,ingin menarik tanganya tapi ia takut Rizt marah,tapi rasanya ada yang aneh dengan genggaman tangan itu.

__ADS_1


Genggaman tangan itu terlepas setelah sampai di dalam kamar ada rasa lega sekaligus khawatir.


"Tidurlah lagi kau pasti lelah " kata rizt dingin lalu meninggalkan Arumi keluar dari kamarnya,entah kemana,arumi enggan bertanya.


Arumi lalu menbaringkan tubuhnya menarik selimut hingga ke dadanya,fikiranya lagi lagi memikirkan Yudish,ah dia hampir lupa tadi tujuanya mengambil ponsel ingin menghubungi samuel.


Arumi menyibakan selimutnya lalu mencari poselnya yang ia simpan di dalam tas,mencari nomor Samuel lalu menghubunginya,tapi sayangnya hanya operator yang menjawab telponya.


Arumi menghembuskan nafasnya kasar,ia berfikir,mungkin memang seharusnya ia tidak lagi menghubungi yudish atau siapapun yang berhubungan dengan yudish mulai hari ini.


Bukankah itu keputusanya? ya,, dia harus yakin,dimulai dengan menghapus dan memblokir semua nomor yang berhubungan dengan Yudish, walaupun ragu ketika akan memblokir nomor yudish tapi arumi melakukanya juga,lalu dia menghapus nomor itu dengan perasaan sedih.


Arumi berencana melanjutkan tidurnya,tetapi hatinya masih saja gelisah beberapa kali mengganti posisi memejamkan mata berharap bisa membawanya lagi ke alam mimpi,tapi semuanya percuma matanya benar benar tidak mau lagi terpejam,akhirnya ia putuskan keluar menuju balkon kamarnya untuk menghirup udara segar.


Dari atas Arumi melihat Rizt sedang duduk di halaman belakang sendiran,sepagi ini,apa yang dilakukan oleh suaminya itu?lama Arumi menatap Rizt dari jauh akhirnya Rizt bangun dan Arumi buru buru meninggalkan balkon untuk berpura pura tidur saja.


Tak lama Rizt masuk ke kamarnya, Arumi bisa merasakan rizt seperti sedang menatapnya,tapi arumi masih berusaha berpura pura tertidur,mengatur nafasnya senatural mungkin,tak lama suara langkah kaki rizt meninggalkan Arumi memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Arumi membuka matanya dan bernafas lega,,tapi arumi lagi lagi tidak mengerti apa yang Rizt fikirkan?


Rizt menyimpan banyak misteri yang tidak Arumi ketahui,sejujurnya Arumi tidak ingin tau tapi hati kecilnya sedikit terusik karena kini setatusnya adalah seorang istri.


__ADS_2