
HAPPY READING
💖
💖
💖
💖
💖
Akhirnya Adi hanya bisa menghela nafasnya sesaat sebelum Juan datang menghampiri mereka dan membawa Aisyah dari sana.
Sebelumnya Aisyah sempat memperkenalkan Juan ke Adi.Jika Juan adalah tunangannya.
Lagi lagi Adi menghembuskan nafasnua kasar.Ia masih tak percaya jika Aisyah itu bukanlah Aisha nya.
...****************...
" Mas..titip Tya bentar, aku mau ke toilet" ujar amira dan memberikan baby tya pada Adi yg segera disambut adi.
Adi menvium pucuk kepala putrinya itu sembari berucap." Maafin papa ya ty..papa gk bisa jadi papa yg bisa kamu banggakan..kamu tau..tadi papa ketemu sama orang yg mirip..bangat sama mama Aisha.meskipun dia bilang dia bukan Aisha..tapi hati papa tetap yakin kalo dia itu mama kamu sayang..doain papa ya nak, agar papa bisa mengembalikan mama kamu ke rumah ini.oke." ujar nya sambil mengusap pipi bayi mungil itu yg sesekali ia ciumi juga.
"Adi..papa gk salah dengar kan barusan?" tanya papa rey yg sebenarnya dari tadi berada disana namun tidak diketahui oleh adi.
" P papa sejak kapan disini?" tanya adi terbata.
" Sejak saat kamu bilang ketemu Aisha" jujur sang papa.
" Kamu masih sehat kan nak" tanya nya sembari menaruh tangannya di kening adi dan merasakan jika suhu badan adi nprmal normal saja.
" Papa apaain sih.Tapi adi serius pa..adi nenaran ketemu sama Aisha..ya..mungkin saat ini Aisha belum ingat adi pa, tapi adi yakin jika itu Aisha ku pa" ucap meyakinkan sang ayah.
" Adi..dengar..yg sudah tiada itu gk mungkin bakalan balik ke dunia lagi di.kecuali kamu memang halusinasi"
" Adi tau itu pa, Tapi adi sadar..adi gk halusinasi.Lagian..kita kan gk pernah nemuin jasad aisha pa, mungkin saja aisha selamat waktu itu..hanya saja.." Adi tidak melanjutkan ucapannya yang membuat papa Rey kini menatapnya dalam.
" Hanya saja apa di?"
__ADS_1
" Hanya saja Aisha sekarang tidak mengenaliku pa.." Papa Rey akhirnya menepuk punggung tangannya adi
" Adi..papa tau kamu sangat mencintai Aisha.Tapi nak..kehidupan terus berlanjut..jangan hanya terus mengulang ngulang masa lalu mu.Ingat..sekarang kamu juga sebagai orangtua.tanggungjawabmu besar kepada Ariestya sekarang..
Boleh saja..kamu mengingat Aisha, Boleh.tapi ingat..Aisha adalah masa lalumu sedang..masa sekarang dan masa depan yg harus kamu perjuangkan adalah Ariestya.
Sebagai ayah sekaligus ibu buat anak kamu..di.Kamu harus punya jiwa yg kuat hati yg sabar..dan harus penuh tanggungjawab nak." ujar papa Rey panjang kali lebar menjelaskan pada putranya itu berharap anaknya bisa bangkit dari yg namanya masa lalu.
Disaat yg sama Amira telah datang dgn ramah nya sembari menyalam papa rey.
" Eh om.barusan pulang om?" tanyanya yg di balas anggukan dari papa rey.
" Maaf ya mas lama.Abisnya tadi Amira sekaluan sholat.." Sembari mengambil tya dari pangkuan adi.
" Gk papa mir.lagian kan aku ayahnya.." jawab adi sekenanya.
...****************...
" Mas..mas gk mau lihat lagi apa?"
Pertanyaan apa ini? Amira mana ada orang yg gk mau lihat selama nya..mungkin begitulah ucapan hati adi saat ditanyai hal ini padanya.
" Mas udah pernah operasi gk sih?" tanyanya kemudian sembari memberikan mp-asi buat tya.
" Terus..mas pernah cari gak sih?" tanyanya yg membuat adi segera menggeleng
" Lailahaillallah...gimana mau ada, mas aja gk pernah cari..gini aja deh mas.besok kita ke rumah sakit mas temuin dokter yg namanya dokter Juan..dia pasti bisa bantuin mas."
Adi kini mengerutkan keningnya heran pada ucapan Amira.
" Kenapa harus dokter itu?"
" Em..karena dia dokter..ya udah pasti dong dia bisa bantuin mas." ujar nya sambil mengusap pipi tya sembari mengalihkan pembicaraan.
" Uu sayang..emm..makannya berantakan loh nak.." sambil memberikan makanan tya lagi dan berharap adi tak menanyai tentang juan lebih detail.
" Agak aneh ya mir..dokter banyak loh..kenapa harus dia?"
" Aduhhh masss..pokoknya mas nurut aja deh."
__ADS_1
" Ogah ah..gk kenal aku." Sembari berdiri dari duduknya dan ingin beranjak pergi untuk memancing kejujuran amira.
" Mas..dia itu adik nya mas Haziq mas."
" Siapa tuh Haziq?" tanya adi kembali duduk di kursi meja makan itu.
" Huff..mas sengaja yah..hem..mas haziq almarhum suami amira mas.dan dia itu punya adik..mas juan namanya.Amira yakin kok dia bakal bantuin mas cari donor."
" Ngomong kek dari tadi.katamu karena apa kamu cerai?"
" Mas haziq meninggal.huh..jadi kita cerai mati sama kek mas yg di tinggal mbak Aisha.hem..udahlah mas.gk usah bahas ini..yg ada ntar banjir air mata ku." pinalnya menganghkiri pembicaraan dan fokus menyuapi tya.
" Kenapa ya mir..kalo orang baik itu..umurnya pendek bangat? kalo udah disayang..hum..allah malah berkehendak lain. " lirih adi menundukkan pandangannya.
" Karena Allah lebih menyayangi mereka mas.udah..gk usah bahas ini..mending bahas yg lucu lucu biar happy lagi."
" Mas tau gak perbedaan senyuman mas sama getah?"
" Apa?" tanya adi malas.
" Kalo getah tu lengketnya di tangan.tapi kalo senyuman mas lengketnya di hati amira..hehe"
" Astaqfirullahhalazim hehe..mira mira..ada ada aja kamu.."
" Gk papa.yg penting kan mas senyum lagi..ingat mas..hidup itu seperti air..berjalan terus dan gk bisa kembali ke masa lalu." ujar nya memotivasi adi.
" yo." singkat adi menganggukkan kepalanya berulang ulang.
" Mas pigi tidur gih..Mira juga udah nih ngurusi tya nya.mau bawa ke kamar.."
" Aku belom ngantuk.duluan aja sono.."
" oke papa.." ujar mira menirukan suara anak kecil lalu memberikan tya pada adi agar dipekuk cium adi sebelum dibawanya pergi kekamarnya.
Setelahnya mira pun pergi membawa tya.
" Dadah papah adek bobok dulu.." ujar mora lagi menirukan suara anak kecil yg berhasil membuat adi tertawa.
" Dadah..mat bobok ty" ujarnya kemudian.
__ADS_1
Bersambung
like n komen ya 💖💖💖