
HAPPY READING
💖
💖
💖
Entah apa yg terbesit di hati Asyla hingga ia menatapi anaknya itu dgn sendu dan prihatin.Sesekali ia juga menciumi puncak kepala baby Arkha dgn senyuman tipisnya.
Akhirnya Syla menangis terisak dlm keadaan masih memeluk erat Arkha.
" Maafin mama ya Ar.." lirihnya sambil menciumi kembali pucuk kepala sang anak yg tidak tahu menahu apa yg sebenarnya terjadi dgn ibunya.
...****************...
Disisi lain Adi dan Aisyah masih asyik mengumpulkan barang barang yg Adi butuhkan.Sementara Amira juga sibuk sendiri membelanjakan semua yg ia butuhkan.
" Mas..Aisyah mau lanjut jalan dulu..mas gk papa sendirian?, kalo gk aisyah anterin ke mbak Amira nya." ujar Aisyah yg kini menatap Adi yg tengah berdiri di depannya.
" Gak usah Aisyah..gk usah repot repot.Mas bisa sendiri kok..makasih ya udah temanin belanja.."
" Eem..gk papa.ya udah Aisyah pamit ya mas.'
"iya.hati hati syah.." jawab Adi melepas kepergian Aisyah sedang, Aisyah sendiri hanya melengkung kan senyum manis di bibirnya dan melenggang pergi.
"Mas..udah selesai mas?" Tanya amira yg baru saja menampakkan diri di hadapan Adi.
" Iya.udah.Kamunya?"
" Udah.ya udah mas tunggu disini yah..Amira ke kasir dulu.Sekalian belanjaannya mas juga" ujarnya sembari merebut keranjang yg masih di jinjing Adi.Ia pun akhirnya meninggalkan adi disana.
...****************...
Ilham dan Asya kini tengah asyik nongkrong di rumah Asya.bersama dgn anak anà k yatim asuhan Asya.
" Yg ini namanya apa hayoo...yg bisa jawab kakak kasih hadiah.." ujar Asya menunjukkan buah apel di tangan kirinya.
Anak anak panti itu pun berbisik bisik seakan mereka tengah menerka nerka apa bahasa inggris dari buah apel tersebut.
__ADS_1
" Apel kak" celetuk salah seorang anak yg membuat Asya tersenyum lalu menghampirinya.
" Iya sayang..kakak tau ini apel..tapi kakak mau Byna sebutin bahasa inggris nya yah.." ucapñya sembari berjongkok di depan gadis kecil yg namanya Byna tersebut.
" Aku kak..aku tau..itu namanya aple" celetuk salah seorang anak lagi yg seketika membuat Asya menatapnya.
" Benar sekali..pin...."
" Tar" ucap anak anak itu dgn serempak.
Asya pun menghampiri anak tadi yg ternyata namanya Ryan.
" Selamat Ryan..kamu dapat hadiah dari kakak" Ujar Asya yg kemudian meminta Ilham untuk membantunya.
Ilham pun mengambil kotak hadiah yg ada diatas meja dan memberikannya pada anak yg bernama Ryan itu.
" Taraa..Ryan dapat apa sayang?" Tanya Asya kembali.
" Horee..Ryan dapat mobilan baru.." Ujarnya kegirangan sembari berjingkrak lompat.
Asya dan Ilham pun ikut senang melihatnya Namun..Asya tiba tiba terdiam saat melihat Byna yg tengah memasang wajah murungnya.Segera Asya pun menghampiri anak itu.
" Kenapa sayang?"
" TARAA"..Ujar Ilham yg kini menunjukkan beberapa kotak hadiah yg tdinya ditutupi kain.
"Semua hadiah ini punya kalian semua" Ucap Ilham yg segera membagikan hadiah hadiah tersebut.Hingga semua anak mendapatkannya.
Pada saat yg sama Syla datang dgn wajah sendunya dan mata sembab sehabis menangis.
" Bentar ya adek adek..kakak ada tamu.kalian main dulu yah.." Ujar Asya kemudian meninggalkan anak anak setelah mendapatkan jawaban iya.
Asya dan Ilham pun segera menghampiri Syla yg masih berdiri di ambang pintu.
" Lo kenapa Syl? Lo abis nangis ya?" Tanya Asya memegang lengan Syla dan menatapi sahabatnya itu.Namun yg di pandang kini menunduk tak bergeming.
" Syla..kenapa? klo lo punya masalah bilang aja.." Pinta nya yg kemudian mendapatkan pelukan dari sahabatnya.
" Sya..gue bodoh sya..gue gk pantas jadi ibu..gue.." Ucapan nya terhenti saat Asya melepaskan pelukan nya dan menatap dalam pada Syla yg kini berurai air mata.
__ADS_1
" Lo kenapa Syl?"
Melihat Syla yg masih nangis, Asya pun membawa Syla duduk dulu di bawah pohon sementara sebelum itu, Ilham mengambil Arkha dari gendongan Syla agar syla bisa meluapkan isi hatinya dgn tenang.
" Tenang..dulu.tenang..oke..kenapa?" Tanya beruntun dari Asya, Syla pun menghela nafas panjang dan kemudian kembali menunduk sembari memainkan jari jari tangannya.
" Gue..Gue mo kerja ke luar negri Sya..tapi gue.."
" Iya..tapi apa syl?" Tanya penasaran Asya..kenapa harus digantung sih syl..
Asya belum mendapat jawaban dari Syla tapi Syla udah kembali terisak dalam tangis.Seketika Asya pun memeluknya dalam dalam dan menenangkannya.
" Gue mau tinggalin Arkha disini sya.." lirih syla yg seketika membuat Asya shok bukan main.Asya membulatkan matanya sempurna dan mengendikkan bahunya.
" Maksud lo apa syl? jangan gila deh.."
" Gue gk bisa bawa dia sya..gue udah bangkrut..gue..maaf sya gue memang bukan ibu yg baik..tapi plis..lo bisa kan jadi ibu untuk Arkha?" pintanya memohon pada Asya sembari memengangi kedua tangan Asya.
" Pikirkan baik baik syl..jangan bodoh lu...Arkha tu anak lo..Lo yg harus jagain dia bukan gue..Lo harus liat Arkha tumbuh besar syl..lo mampu kok gue yakin..lo ibu yg kuat Asyla..plis..jangan tinggalin Arkha hanya demi sebuah pekerjaan syl.Arkha itu harta lo yg paling berharga di dunia ini..udah deh syl..singkirin niat lo itu" Jelas Asya panjang lebar namun hanya ada tangisan dari syla dan gelengan kepala.
" Maaf ya sya..gue gk bisa.Terlebih Rangga juga gk ada..Gue gk mampu dan gue gk bisa Arkha sya.." lirihnya dalam isak tangisnya.
Asya hanya bisa menghela nafas panjang seakan ia gk bisa berbuat apa apa lagi.
Akhirnya keputusan meninggalkan baby Arkha di panti asuhan adalah pilihan terbaik bagi Syla.Meski dgn deraian air mata ia pun akhirnya meninggalkan anak satu satunya itu setelah beberapa kali ia ciumi dan peluk.
Asya sendiri kini memeluk Arkha erat dgn berurai air mata melepaskan kepergian Syla untuk pergi jauh dan mungkin tidak akan kembali lagi.
Ilham pun ikut bersedih dgn keadaan saat ini dan memeluk Asya demi menenangkan kekasihnya itu.
SEBULAN KEMUDIAN
Ilham dan Asya membuat keputusan untuk mengadopsi Arkha.Meski mereka belum menikah tapi mereka bisa bersama saat mengasuh Arkha.Mereka sangat menyangi Arkha dan selalu menjadikan Arkha sebagai prioritas utama.
Sementara Adi dan Aisyah sekarang semakin sering bertemu dikarenakan Adi yg dalam tahap penyembuhan penglihatannya.
Tak kalah dgn kisah Juan dan Amira yg setiap mereka bertemu selalu saja berakhir dgn tangisan dari Amira.
Seperti hari ini..Amira tengah mengantar Adi ke rumah sakit yg tentunya akan menemui dokter Juan sebagai dokter pribadi Adi semenjak Sebulan terakhir.
__ADS_1
Bersambung
like n komen ya gaess