Cinta Yg Tak Diingin Kan

Cinta Yg Tak Diingin Kan
120.Cinta yg tak diinginkan. Happy ending


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Annisa pun menjelaskan semuanya dari awal hingga sang ibu percaya.Mereka pun menjaga Aisha dengan baik, layaknya anak kandung.Sebagaimana mereka memperlakukan Annisa , begitulah mereka memperlakulan Aisha.


Aisha dan Annisa layaknya seperti saudara kandung.Mereka selalu bersama dan selalu merasa bahagia setiap harinya. Larema Nisa begitu baik menjadi seorang kakak.


***


" Begitulah ceritanya Di,Mbak..." lirihnya pelan setelah menjelaskan semuanya.


Lagi dan lagi Adi memeluk istrinya itu." Maafin aku Sha, semua ini terjadi karena aku"


" Gak papa Di.Semuanya udah terjadi kita hanya perlu mengambil hikmahnya." ujarnya, kemudian melepaskan pelukan dari suaminya itu.


****


Waktu terus berputar setiap harinya.Aisha dan Adi kini hidup bersama lagi menjaga Ariestya sepenuh hati dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Begitu juga dengan Amira dan Juan akhirnya menikah, walaupun harus merasakan ketidak ada nya restu dari orang tua dari Amira.Tapi akhirnya mereka bahagia dengan pernikahan.


Berbeda dengan Rangga yang masih mendekam di penjara, ia kelihatan lebih kurus dari biasanya.Ia menyesali perbuatan nya tapi apa boleh buat ia harus merasakan dan menuai apa yang ia tanam sebelumnya.


" Aisha....Adi...aku minta maaf atas semua perbuatanku." lirihnya, memelas memohon maaf dari keduanya.


Sementara Adi kini, memasang wajah kesalnya.Ingin sekali rasanya ia meluapkan emosinua saat ini.Ia pun mengepalkan tinjunya dan


Bugh...


Sebuah bogeman berhasil mendarat di pipi Rangga.


" Tega lu Nga, sejahat itu kah dirimu ...? lu mampu khianati gua..." ujarnya , yang sudah terbawa emosi...


" Udah Di, udah...Rangga udah mendapatkan balasannya" cegah Aisha agar Adi tak melanjutkan lagi bogeman bigeman berikutnya.


" Aku minta maaf Di...Aish lu mau maafin gue kan...? iya.Gue bego, gue jahat...tapi apakah gue salah punya rasa cinta sama lu.Gue gak gak tahu kenapa lu hisa nerima Adi, makanya gue menjadi jahat...Maafin gue..." lirihnya, kini berurai air mata.


" Iya Nga, aku udah maafin kamu kok.dan kamu juga sudah mendapatkan balasannya juga buat apa aku dendam sama kamu." jawab Aisha jujur dari hatinya.


Rangga semakin terisak kala ia teringat dengan anaknya Arkha yang masih sangat kecil saat ia tinggal dulu.


" Di...boleh gue tahu kabar Arkha dan Syla..." ujarnya, di sela sela tangisnya.


" Gue gak tahu soal mereka, terakhir Syla pergi ke Singapore. Sementara Arkha di asuh sama Asya dan Ilham tapi gue belum bisa maafin lu soal itu Nga.Iya benar lu sahabat gua dan gak pernah terlintas dipikiran gua sahabat gua tega menusuk gua dari belakang. "


" Maafin aku Di....maaf..."


Akhir nya mau tidak mau Adi menerima maaf dari Rangga dan mereka memulai kisah baru lembaran baru.

__ADS_1


****


Seminggu kemudian setelah kepulangan Aisha.Orang tua Adi dan Aisha sepakat membuat acara resepsi pernikahan Adi dan Aisha.


Meski beberapa kali menolak, akhirnya Aisha dan Adi menerima tawaran itu juga.


Tepat hari ini acara tersebut di gelar dengan meriah.Semua tamu undangan terlihat bahagia menghadiri acara mereka.


" Aku udah capek Di..." ucapnya, setengah berbisik di telinga suaminya saat mereka masih harus berdiri menyambut tamu undangan.


" Kabur yok..." jawab Adi sekenanya.


" Hah...tapi..." belum sempat Aisha meneruskan ucapannya, Adi menarik tangannya dan membawanya kabur dari acara tersebut.


" Ya Allah...terimakasih Engkau tlah mengirimkan aku jodoh seperti Adi, meski awalnya menikah dengannya adalah paksaan bagi ku, tapi kini aku tahu Engkau akan memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku mau." ujarnya, membathin.


" Tolak ukur kebahagiaan itu bukanlah dilihat dari harta kekayaan yang melimpah tapi hanya dengan bersama orang yang tepat, orang yang telah Allah tetapkan menjadi milikmu, hidup bersama nya adalah kebahagiaan yang paling indah di dunia ini."lirihnya, dalam hati.


Akhirnya mereka sampai di sebuah taman dengan nafas ngos ngos an.


" Ah...aku capek Di." ujarnya, sembari duduk di bangku taman.


Adi kemudian menyusul duduk di sampingnya dan meraih kepala istrinya, ia menidurkan Aisha di bahunya.Kemudian menggemgam tangan Aisha.


" Aku bersyukur di jodohkan sama kamu Sha, aku jadi mengerti cinta itu seperti apa.Makasih banyak ya Sha...sudah mencuntaiku selama ini.Terimakasih sudah mau menerima segala kekuranganku." ujarnya, kemudian mencium tangan Aisha.


" Aku serius Sha..."


" Iyain aja deh, yang penting kamu senang." jawab Aisha seadanya.


" Gak ikhlas bangat..." rungut Adi membuang mukanya.


" Ih...gitu aja marah.." ujarnya, sembari meraih pipi suaminya kemudian mencium pipi suaminya itu.


Adi tersenyum dan membalas ciuman itu.


" Eits...tunggu...!" ujarnya, kemudian berdiri dari duduknya dan berjongkok didepan sang istri.


" Ada apa...?" tanyanya, heran dengan tingkah suaminya.


" Wil you marry me...?" tanyanya, sembari memberikan setangkai bunga matahari.


Bukannya menjaeab Aisha malah tertawa." Astaqfirullohalazim Di...kamu ini bikin sakit perutku aja deh..." ujarnya, setelah mengambil bunga itu.


" Hehe....gak papah.Aku hanya menunaikan janjiku." ujarnya, kemudian mengecup kening istrinya.


" Cie....pacaran mulu lu pada, ampe lupa sama anak..."

__ADS_1


" Entah ni orang dua, mesraan mulu...pake kabur segala dari acara lagi." cerocos sepasang suami istri itu menghampiri sejoli itu.


" Asya....Ilham...." ucap mereka berdua yang hampir bersamaan.


Kemudian Asya pun memeluk Aisha sahabatnya. " Aku kanhen bangat sama kamu tahu..."


" Iya Sya, aku juga kangen sama kamu." ujarnya, kemudian melepaskan pelukannya.


Aisha membuka tangannya menyambut pelukan dari Ilham.


" Eits...jangan peluk peluk" ucap Adi, ketika Aisha dan Ilham hampir saja berpelukan.


" Cie...cemburu ni ya..." goda Asya yang mendapatkan gelak tawa dari ketiganya.


" Ya udah salaman aja dah..." ujarnya , sembari menyalam takjim tangan Ilham.


" Hem...udah itu, gak usah pegang pegang.." kesal Adi lagi cemberut.


" Papa kamu minta di tampol ya Tya..." ucap Asya pada anak yang di gendongannya.Mereka pun akhirnya tertawa bersama.


Aisha menggendong Arkha dan mendudukkan nya di kursi taman.


" Sayang...kamu dapat salam dari papa kamu ya...nanti kalo kamu sudah besar jangan lupa sama orang tua kamu nak..." ujarnya, kemudian mencium pucuk kepala anak itu.


Kemudian Asya pun memeluk nya kembali." Aku hanya ibu asuh Sha, aku gak akan membiarkan Arkha lupa sama Syla dan Rangga.Aku janji..." ujarnya, kemudian berjongkok didepan Arkha.


Asya pun menggemgam tangan mungil itu. " Mama janji Ar...suatu saat mama akan kembalikan kamu ke mama papa kamu." ujarnya, kemudian mencium kedua tangan mungil milik Arkha..


" Kenapa jadi sedih sedih gini sih...?" tanya Adi sembari duduk disamping Arkha.


" Iya benar.Kita kan ketemu an bukan untuk sedih sedihan ya, tapi untuk bahagia bersama." ujar Ilham menimpali.


" Iya iya....yang cewek ngalah..." sahut Asya pula menyambut tawa di antara keempatnya.


" Oh ya photo dulu yuk..." ujarnya lagi seraya meraih hp nya dari tas nya.


Kemudian mereka pun mengatur posisi, Aisha dan Asya duduk di kursi taman itu sambil menggendong Arkha dan Ariestya sementara Adi dan Ilham memeluk istri masing masing dari belakang.


Cekrek...


" Makasih ..." ujar Aisha pada orang yang tlah mereka suruh untuk membantu mengambil photo mereka.


" SAMPAI JUMPA LAGI..."


" Akhirnya kisah ini selesai dengan bahagia, terimakasih yang sudah mengikuti kisah kami dari awal sampai hari ini.Salam sayang dariku Aisha Ali..."


__ADS_1


__ADS_2