
Slamat membaca ya...😊😊😊
Setelah hari sudah mulai larut malam tamu pun udah pada pulang.sekarang hanya tersisa keluarga dekat saja.
sementara rangga dan ilham masih tinggal untuk beberapa urusan lain.
di sela sela kebersamaan adi dan keluarga.aish mengasingkan diri dulu ingin tenang dulu dari hiruk pikuk keramaian tapi baru saja ia duduk di kursi taman ilham malah ikut bergabung dgnnya.
" hai ish..maaf soal tadi ya..harusnya aku gk seceroboh itu" sambil duduk di samping aish
" em..ya udah lah.gw gk benci kok."
dari kejauhan rangga yg tengah menyusun kursi kursi tamu undangan tak sengaja melihat moment itu.ia pun segera menguping pembicaraan aish dan ilham.tak lama setelahnya ia pun mendpt ide briliant.
dgn sigap ia dan anak buahnya menyekap aish dan ilham dari belakang aish pun langsung pingsan di tempat sementara ilham masih bisa melihat orang yg menutup hidungnya itu meskipun agak samar dan kemudian pingsan.
saat mereka sudah terbius tak sadarkan diri rangga dan pasukan segera membawa keduanya ke dlm mobil rangga yg masih di parkiran agak jauh dari taman itu.
namun mereka memang sangat pintar sampe sampe tak ada satupun yg curiga.rangga pun segera pamit pada adi dan keluarganya adi.
...****************...
" yakin lo mau dibuat adegan terlarang ni?" tanya raka serius menatap rangga.
" yakin.gw yakin setelah ini adi bakalan ceraiin aish dan saat itu maka..aish akan tentu menjadi milik gw.." senyumnya menyerigai.
rangga pun melanjutkan niat jahatnya.menghampiri aish dan ilham yg sudah terbaring bersampingan di ranjang yg sama.
ia pun menatapi wajah aish begitu lama lalu mengelus pipi aish dgn lembut.
" maaf ya sayangku..babang lakuin ini dulu biar adi suami jahat kamu itu mau lepasin kamu." lalu mencoba melepas pakean aish namun tidak jadi karena raka menatap ke arahnya.
" woi..jangan lirik lirik dong..adik ipar lo nih.." gertaknya raka pun menghela napasnya kesal.
rangga pun menutup tubuh aish dgn selimut tebal lalu dgn sedikit sopan melepas pakean aish sampe full nakd.ia sama sekali tak melihatnya tapi tetap aja tangannya beraksi.
" huh..sekali lagi maaf ya aishaku sayang..tapi ini balasan buat kamu yg gk pernah anggap.aku ada." lalu menghampiri ilham dan rangga pun ingin melakukanhal yg sama.
namun balik lagi rasa cintanya pada aish.
" em..gk rela nih gw kalo aish harus bersentuhan benaran ama ni orang.."
" lo mau balas dendam apa gimana sih nga?"
" iya tapi..huh ya udah deh.ambilin gw selimut yg itu." sambil menunjuk selimut yg ada di sofa kamar itu.raka pun meski bingung ia tetap memberikannya pada rangga.
rangga pun membuat pembatas antara aish dan ilham agar tidak bersentuhan secara langsung.selimut itu dgn sengaja ia buat menutup tubuh aish dari dalam dan menutupnya kembali dgn selimut yg nantinya juga di pake ilham.
" huh..susah amat yah...o ya il gw kuga minta maaf..karena lo kuga jadi korban disini." lalu melepaskan pakaiannya ilham dan menutup tubuh ilham dgn selimut yg sama dgn aish.
__ADS_1
" maaf ya tangannya di pinjem dulu" lalu membentangkan tangan ilham dan mengangkat kepala aish hingga seperti dekapan.
rangga pun melanjutkan niat jahatnya memphoto moment itu dan mengirimnya ke wa adi.setelah ada tanda pesannya sudah terbaca rangga pun memblok wa itu.
" heem..adi bakal marah bangat setelah ini."
" hem..ide lo tumben benar kali ini.ya udah yok sembunyi dulu" mereka pun sembunyi dalam ruangan rahasia kamar itu yg sudah ada cctv ruangan kamar tadi.
rangga terlihat cemas mondar mandir gk karuan.
" kenapa sih lo kek setrikaan aja.bolak balik melulu"
" aish kok gk bangun bangun yah..gw takut nih..si ilham ntar benaran sentuh aish lagi."
" halah..lo nga mau balas dendam kok tanggung tanggung."
tak berapa lama setelahnya adi pun muncul di ruangan itu dgn segala amarahnya.
" aisha.." bentaknya.
Aish pun dgn sangat susahnya membuka matanya perlahan dan baru saja mau duduk ia begitu kaget melihat dirinya dlm keadaan nakd dan lebih terkejutnya ada ilham disampingnya.
plak
adi menampar aish yg masih dlm keadaan bingung tingkat dewa.sementara saat itu juga ilham bangun dari pingsannya.
sambil memegangi kepalanya yg masih terasa pusing.seketika terperanjat melihat aish di sampingnya.
sementara aish sudah menangis terlebih dulu.
" di dengarin dulu.aku gk tau ini kenapa? kenapa aku bisa di sini sama ilham aku gk tau di" jelas aish namun tidak lagi bisa di dengar dgn baik oleh adi karena udah terlalu emosi ia pun pergi meninggalkan aish dan ilham yg masih di landa keningungan.
" aish..aish..gw..gw gk tau ini gimana ceritanya.tapi..tolong lo maafin gw.." suara ilham mulai terbata.
seakan sedang di permainkan takdir aish marah tapi dia juga gk tau harusmarah sama siapa.dgn cepat aish pun pergi ke kamar mandi membawa selimut di tubuhnya dan memungut pakeannya.
setelah aish keluar dgn pakean lengkapnya aish tanpa kata lagi langsung pergi ninggalin ilham dan berusaha mengejar adi.
ilham yg masih frustasi pun memasang kembali pakeannya dan meninggalkan tempat itu.
sementara kedua orang di balik itu bertos menang atas jebakan yg baru berhasil mereka saksikan.
di sisi lain adi dgn emosi meluap luap membanting stir mobilnya dan menyetir ke sembarang jalan ( ugal ugalan).
sementara aish yg masih mencari adi menangis tak henti hentinya seiringan dgn hujan yg tiba tiba turun dgn derasnya.
" adi..maafin aku.." sambil mengusap wajahnya yg kini di basahi air hujan.
burrk
__ADS_1
tiba tiba aish terkapar di jalanan itu seketika saat sebuah mobil menabraknya.
" em..kasian juga.ini siapa yg tolongin nanti yah.." ujar rangga agak khawatir.lalu raka pun menepuk bahunya.
" tenang saja.dan bersikap seperti biasa jika lo seperti ini semua orang bakal tau lo yg udah nabrak aish" rangga pun menghela napas panjang dan mereka pun pergi.
tak berapa lama setelahnya ilham pun melihat aish yg sudah terkapar pingsan di jalanan.
" aisha..ish..bangun ish" panik ilham dan semakin panik melihat darah yg sudah mengalir di sekitaran aish.
" ya allah..aish.." lalu menggendong aish dan berusaha menyetop mobil yg lewat.
" tolong ya allah..tolong."
30 menit setelahnya
" aisha aisha..sadar ish..bangun.." ucap ilham lirih sambil berlari kecil dan mendorong brankar aish.
Aish pun segera di bawa ke ruang operasi tapi dokter itu keluar lagi yg membuat ilham semakin panik.
" dok.kenapa dok.aisha.." sambil memegangi kedua lengan dokter itu
" maaf pak sebelum operasi kami harap bapak tanda tangani dulu"
" tapi dok..saya bukan suaminya"
" kami akan menunggu dulu."
ilham pun menghubungi syla dan memberitahu keadaan aish sekarang dan meminta tolong agar syla memberitahu adi secepatnya.
meskipun sangat terkejut syla disana segera menghubungi adi namun tidak ada jawaban syla pun meng chat adi
" adi.ke rumah sakit sekarang aish dalam bahaya..dokter butuh tanda tangan lo"
beberapa menit kemudian tetsp tidak ada jawaban.syla pun segera menyusul ke rs dan menghubungi ilham bahwa tidak ada jawaban dari adi mendengar itu ilham makin panik makin khawatir dgn aish.
" ya allah..aku mohon yaallah..kasian aisha." sambil mengusap rambutnya.
beberapa menit kemudian mama azli yg malam ini tiba tiba ada jadwal tak sengaja melihat ilham di depan ruang operasi.
meski sedikit ragu mama azli pun menghampirinya.
" il..siapa yg mau di operasi?" tanya mama azli sambil memegang lengan ilham.
" tan.aish tan..aish di dalam sana"
" aapa..aish.aish ku?"
Bersambung
__ADS_1
like n komen ya gaess