
HAPPY READING 💖💕
..
"Mas..aku tunggu disini aja ya" pinta Mira dan melepaskan tangannya dari rangkulannya pada Adi.
" Ada apa mir? Takut ketemu sama dokter Juan lagi?"
" Mas..bukan mira takut tapi, Mira gak mau aja ketemu dia lagi..Udah..mas masuk aja.Mira tungguin di parkiran yah.." Ujarnya yg hanya di balas helaan nafas dari lawan bicaranya itu.
Tanpa berpikir panjang Mira pun pamit pergi dan kemudian melenggang dari sana.Sementara Adi segera masuk kedalam ruangan Dokter juan.
" Eh..mas adi.Assalamualaikum mas"
" Walaikumsalam Aisyah..Dokternya..
" Mas juan lagi keluar bentar.Mas Adi duduk dulu.." Ujarnya mempersilakan adi duduk.Adi pun segera duduk.
" Alhamdulillah ya mas..Kita udah mendapatkan donor untuk mas Adi" Ucap Aisyah memulai pembicaraan.
" Serius?" Tanya antusias dari Adi.Ada perasaan bahagia yg tak terduga disana.
" Iya mas.Memangnya mas Juan belum cerita ya?"
Adi hanya menggelengkan kepalanya yg kemudian di balas senyuman dari Aisyah.
Setelahnya mereka hanya berbincang tentang kabar sambil menunggui Juan datang.
**
Amira berniat ingin ke kantin rumah sakit dulu karena ia merasa agak lapar sekarang.Dan tanpa sengaja ia malah berpapasan dgn Juan yg baru saja selesai dari kantin itu.
" Ester?"
" Mas..maaf.." Ujarnya sembari membalikkan badannya dan setengah berlari menjauhi Juan.Namun ternyata Juan tak ingin kehilangan jejaknya kali ini dan terus mengikuti Amira.
Juan pun mencegat tangan Mira saat dia, hendak membuka pintu mobilnya.
" Kita perlu bicara.Sampai kapan kita akan terus begini? Aku perlu jelasin sesuatu sama kamu."
" Jelasin apa lagi sih mas? Gak ada yg perlu di jelasin.." Ujarnya sembari melepaskan cengkraman Juan dan ia hendak masuk kedlm mobilnya namun..
" Aku masih cinta sama kamu" Seketika Amira terhenyak mendengar ucapan Juan.Pada saat yg sama Aisyah muncul yg entah sedari kapan ia disana.
" Aisyah.." Ujarnya gelagapan saat telah melihat sosok wanita berhijab yg kini berstatus tunangannya itu.
" Mas hanya perlu menjelaskan" ungkapnya dgn tenang dan menatapi Juan dan amira bergantian.
__ADS_1
" Maaf mbak..saya gk ada hubungan apa apa dgn mas Juan." Jelas Mira dgn gelengan kepala.Namun hanya di balas senyuman dari Aisyah.
" Iya Aisyah..Aku masih mencintai Ester..maksud aku Amira..Mir..saat ini juga kamu harus tau.Aku selalu mencintai kamu dan akan selalu mencintai kamu..Maafin aku..
Aku gk datang di hari pernikahan kita.Aku kecelakaan mir..dan untungnya aku masih selamat karena ada Aisyah yg udh nyelamatin aku.Maaf mir..aku gk pernah nyangka saat aku sadar ternyata kamu udah di nikahkan sama kak Haziq.Aku pengen jelasin ini sama kamu dari dulu tapi kamu selalu menghindar dari aku..Mira maafkan aku.."
Amira hanya bisa diam dlam sedihnya mendengar kan penjelasan dari mantan kekasihnya itu.
" Dan..mbak mira juga harus tau..Aku sama mas Juan sebenarnya cuma pura pura tunangan.Em..karena mas Juan akan di jodohkan kalo ia belum punya calonnya sendiri.Em..maaf ya mbak..mas Juan benaran cinta kok sama mbak.Mbak percaya kan?" Jelas Aisyah menimpali sembari menggemgam tangan mira.
"Tapi.."
" Aku tau mir..ini dadakan kamu tau.Tapi apapun yg kukatakan itu adalah faktanya."
Amira mengela dan membuang nafasnya berulanh ulang bingung harus membuat keputusan seperti apa.
" Aku butuh waktu mas." Jawabnya setelah memikirkannya berulangkali.
" Iya mir.Aku faham itu."
" Senang liat kalian udah baikan" Ujar Aisyah melebarkan senyumnya dan barulah ia tersadar dgn keberadaan Adi yg sedang menunggui Juan sedari tadi.
" Oh ya mas..Hampir lupa.Mas adi udah nungguin tuh." Ujarnya meminta maaf.
Kemudian Juan pun pamit pada keduanya dan pergi berlalu dari sana.
**
" Hem..kak mau pulkam? Kapan?"
Tanyanya menatap sang kekasih sembari meletakkan Arkha dipangkuan Ilham.
Ilham pun dgn senang hati menggendong anak kesayangannya dan menciumi pucuk kepala bayinya.
" Kalau kakak pulang Asya kangen gk sama kakak?" Bukannya menjawab ia malah balik bertanya yg membuat Asya berdecak kesal.
" Di tanya balik.Serius lah kak.."
" Iya.kak pen pulang ,udah di pepet itu sama mommy daddy.." Sengaja ilham menggantung ucapannya untuk melihat ekspresi kekasihnya itu.Dan benar saja Asya terlihat sedih tapi ia sembunyikan dlm senyuman.
" Oh" Cuma kata itu sebagai ucapan kecewa dari asya kemudian ia segera berdiri dari duduknya dan beralih ke dot susu Arkha.
" Oh...
Terdengar kurang baik sya? gk papa kan?"
Tanyanya memastikan Asya tidak rela ia pergi.
__ADS_1
" Em" jawab seadanya dari Asya yg masih membuatkan susu untuk Arkha.
Pa pa pa pa
Ocehan ocehan Arkha memukul mukul perut Ilham yg membuat Ilham semakin gemas saja dan menciumi pipi anaknya itu.
" Kak tega ninggalin Arkha?" Final Asya yg masih membelakangi Ilham dan Arkha demi menutupi air mata yg kini sudah membasahi pipinya.
Mendengar suara berat dari Asya.Ilham pun memeluknya dari belakang.
" Kamu nangis ya sya? Ah..mama Arkha cengeng..Masa gitu aja nangis sih..kan kakak belum selesai ngomong sayang.."
" Maksudnya?" Bingungnya sembari melepaskan pelukan nya dan menatap dalam pada Ilham.
" Kakak gk akan pulang sendirian.Kak akan bawa kamu sama Arkha kita mulai hidup baru disana..Kita menikah."
" Hehe..lelucon apalagi sih kak? Kalo Arkha ikut gimana kita mau nikah?" Tanya Asya kini memanyunkan bibirnya sembari duduk lagi di sofa.
" Justru karena ada Arkha loh sayang..kita langsung direstui..bilang aja Arkha anak kandung kita.Di jamin langsung di akad hari itu." Ujarnya sembari menghampiri Asya dgn masih menggendong arkha.
Tentu saja ucapan Ilham semakin gak masuk diakal oleh Asya dan membuatnya bingung.
" Mommy dan daddy udah lama pen punya cucu.Makanya suruh kakak nikah cepat cepat..ya karena itu kakak kabur dari rumah.Nah..Sekarang kan udah ada Arkha otomatis langsung di akadtin dong kita.Gimana?"
" Ck..Dasar!!"
" Pokoknya ide kakak pasti berhasil Sya.Kita langsung gaskan kerumah papa mertua dulu hari ini baru kita bisa otw malaysia jumat besok."
" Hem..iya iya.Aneh deh..tapi kita jan perjalanan jumat ya kak...Ntar alpa sholat jumat nya"
" Siap sayang" Ujarnya sembari menghormat pada Asya yg kemudian mereka tergelak tawa.
Setelahnya mereka pun berangkat ke rumah papa farhan untuk mendapat restu sekalian ijin menikah.
" Assalamualaikum..
" Walaikumsalam" Sambut mama Azlia membukakan pintu untuk putri dan calon mantunya.
Asya dan Ilham pun menyalami mama azli bergantian dan kemudian masuk bersama.
" Ma..papa ada?" Tanya Asya celingukan mencari kehadiran sang Ayah.
" Ada.Bentar ya...mama panggilin papa kamu lagi belajar sama kalin di taman keknya.Bentar ya.." Ujarnya sembari melenggang dari sana.
Asya hanya menganguki nya saja dan kemudian mengambil Arkha dari gendongan Ilham.
Bersambung
__ADS_1
like n komen ya 💖💖💖