
HAPPY READING
💖
💖
Juan menjelaskan semua tentang pendonor yg akan mendonorkan kornea matanya untuk Adi.Tapi bukannya terlihat senang Adi kini malah memasang wajah murung.
" Kenapa pak Adi?"
" Hem..gk papa dok.Saya baik baik saja..Oh ya dok kapan saya bisa ketemu langsung dgn orang baik itu?" Tanya nya kembali saat tlah berdiri.
" Secepatnya pak.Saya akan kabari anda.."
" Ya.makasih ya dok.." Ujarnya sebelum melenggang dari sana Dan segeea menemui Amira di parkiran.
" Mas udah selesai?"
Adi pun mengangguk sebagai jawabannya lalu kemudian masuk ke dlm mobil yg kemudian di jalankan oleh Mira dan mereka melenggang dari sana.
" Kita ziarah bentar ya mir" Pinta Adi saat mereka hampir saja memasuki gang rumah mereka yg mengharuskan Mira memutar arah mobilnya dan tancap gas kembali.
Selang berapa waktu setelahnya mereka pun sampai di Tpu Adi dan Mira pun turun dari mobil dan segera memasuki area perkuburan.
Adi yg sudah hapal makam baby Al langsung beranjak ke arah itu dan kemudian duduk di sebelah makam mungil itu.
" Nak..papa selalu berdoa agar kamu dan mama kamu tenang disana.Papa punya kabar yg cukup menyenangkan al..tapi..untuk apa semua ini..huh..Papa merindukan mama kamu Al" Lirihnya mengusap nisan sang anak kemudian menciuminya.
Sementara Mira hanya diam berdiri di kejauhan menunggui Adi.Sebenarnya ada rasa prihatin bagi mira tapi..Ia sendiri juga belum bisa menjadi orang yg tegar seperti yg ia yakini.
Terlebih makam anaknya juga berdekatan dgn makam baby Al yg membuat sakit tersendiri bagi mira dan memilih menunggui Adi dari jauh.
Adi menabur bunga pada makam Al, Tiara dan papa ali bergantian dan kemudian berlalu.
" Hem..aku merasa lega setelah menziarahi Al..serasa aku lagi curhat sama Aisha" Ujarnya saat sudah berada di mobil yg dikendarai mira.
__ADS_1
" Mas..sebenarnya mas itu orangnya kuat.Hebat..hanya saja mas gk yakin aja.Mas Adi masih ada Ariestya mas..suatu saat ia akan bangga punya Ayah yg sangat menyanginya.Mira yakin itu mas.."
" Smoga saja mir."
**
Mira dan Adi kini sudah sampai dirumah namun kali ini mereka tengah disambut dgn seseorang yg sangat mereka kenali.
" Mas juan?" Mas nhapain disini??" Tanya Mira yg baru saja hendak masuk ke dlm rumah.
" Ha..dokter Juan disini?"
" Iya Di.Karena ini udah di luyar rumah sakit saya ingin mengobrol berdua dgn mira boleh.?"
" Boleh boleh.Silahkan saja saya mau masuk dulu.." Ujarnya sembari melenggang dari sana Dan langsung menghampiri putrinya yg masih dalam buaian sang oma.
" Adi..kamu sudah pulang? Apa kata dokter nak?"
" Alhamdulillah ma.Adi sudah ada pendonor...dan akan segera ketemu sama orangnya" Ujarnya sembari duduk di samping sang ibu.
" Alhamdulillah nak..Mama kangen sama Adi mama yg dulu." Ujarnya yg tak sengaja malah menangis.
" Mama nangis?"
" Mama terharu Di.Setelah ini kamu akan melihat wajah putrimu nak..Kamu tau..dia mirip dgn Aisha.Dia adalah kebahagiaan mu nak.."
" Makasih ya ma.." Ujarnya sebelum melepas pelukan mamanya.
**
" Tentu saja papa ijinin..lagian gk baik berdua duaan terus tapi belum halal" Sindir papa farhan pada keduanya yg secara intens mereka menunduk malu.
Mama Azli pun menyenggol lengan suaminya karena telah memberi kesan kurang menarik pada Ilham yg baru saja berniat melamar Asya.
" Di maklumi aja ya..Papa Asya memang suka hitu orangnya.."
__ADS_1
" Gak papa kok tan."
" Kak Asya kapan ngidam yah..kok udah punya adek bayi?" Tanya polos Kalina yg tentu saja membuat Asya melotot seketika.
" A..itu.Udah lama." Bohong Asya.
" Kalin..Dedek Arkha itu bukan anak kandung kakak Asya sayang..Tapi kak Asya udah seperti ibu kandung untuk Dedeknya" Jelas mama Azli yg masih membingungkan bagi Kalin
" Hem..Kalin gk ngerti ma."
" Lin..yg jelasnya Kalin sayang kan sama ponakan Kalin?" Final Asya yg segera dibalas anggukan dari Kalina.
" Jadi karena kita udah dapat ijin papa.Ntar kita nikahnya di malaysia ya pa"
" Iya sya.Papa ikut bahagia dgn kebahagiaan mu nak.Oh ya Ilham..jaga putri saya baik baik..Jangan pernah kamu menyakitinya " Titah sang ayah yg segera diiyakan oleh Ilham.
**
Aisyah kini sedang berada di taman menikmati hari sorenya sendiri Dan tanpa sengaja ia tersenyum melihat adegan didepannya kini.
"Wil you marry me?" Tanya seorang lekaki sambil berjongkok dan memberikan setangkai bunga matahari di hadapan seorang wanita yg masih duduk di kursinya.
Seketika Aisyah merasakan sakit di bagian kepalanya yg terasa mendenyut.Ia pun memijit mijit kepalanya.
" Kenapa aku merasa aku pernah berada di posisi itu?" tanyanya lirih bermonolog sendiri.
Akhirnya ia pun memilih meninggalkan tempat itu namun baru saja berdiri tiba tiba saja kepalanya sangat pusing dan...
Brugh
Aisyah jatuh seketika tak sadarkan diri.
Bersambung
like n komen ya
__ADS_1