
HAPPY READING
💖
💖
💖
Setelah berulang ulang kali Adi pikirkan yg dikatakan Amira ada benarnya juga dia harus sembuh meski gk ada Aisha lagi tapi sekarang ada Ariestya yg akan terus mencintainya.
Akhirnya pagi itu pun sekitar jam sembilan pagi Amira menemani Adi ke rumah sakit namun karena membawa bayi, amira tidak diijinkan petugas masuk ke UGD dan akhirnya amira dan tya menunggunya di parkiran.
Adi kini berjalan di koridor dgn menggunakan tongkatnya untuk memudahkan ia saat sendirian.
Setelahnya adi pun sudah sampai di depan ruangan dokter yg dimaksudkan oleh amira.Dan cukup lama Adi menunggu mungkin karena hari ini lagi banyak pasien.
Setelah 2 jam menunggu akhirnya tiba juga giliran adi.setelah di panggil oleh perawat, adi pun segera masuk ke ruangan itu.
" Ya silahkan duduk pak adi." ujar nya sambil membacakan data pasien yg di depannya.
Setelah di persilahkan adi pun duduk di kursi depan juan yg dibatasi oleh meja.juan pun menanyainya ada keluhan apa saja hingga ke data data pasiennya.
" Maaf dok.saya cuma mau transflantasi mata"
" Begini pak adi..sebenarnya bapak ni gk buta secara permanen..hanya saja..butuh biaya lebih untuk itu."
" Terserah lah dok.yg penting saya bisa liat lagi.."
" Oh ya pak adi...kemaren kita pernah ketemu kan ya.."
" Hem..apa iya? Maaf dok, saya kan buta dok."
" Saya gk bermaksud menyinggung pak..saya juan..tunangan Aisyah.." Seketika adi pun teringat dgn Aisyah yg ia temui semalam di taman.
" Oh..itu kamu ya..hem maaf ya dok, saya gk tau."
" Gak papa pak adi..oh ya soal biaya transplantasi mata mungkin bisa mencapai 6 sampai 200 san juta pak"
" Saya gk masalah dgn nilainya dok.saya hanya ingin ada pendonor untuk saya.."
" Iya saya faham pak, Secepat mungkin saya akan mengabari anda jika sudah menemukan pendonornya ya pak..dan untuk itu saya butuh wa bapak dulu."
"Oh..ya udah.Kebetulan hp ku lagi sama mira kita temui dia aja di parkiran." ujar adi yg kemudian disetujui oleh juan.
Mereka pun berjalan di koridor rumah sakit dan akan segera menemui Amira di parkiran rumah sakit.setibanya
" Amira.." ujar adi sambil mengetuk kaca mobilnya yg segera di buka oleh mira dan turun dari sana.
Seketika itu juga Amira melihat Dr juan yg datang bersama Adi.Amira pun membalikkan badannya dan ingin masuk kembali ke dlm mobil namun segera tangannya di tarik oleh Juan.
" Ester? you? are you really ester?? how are you?"
__ADS_1
" Apaan sih lepasin mas, " Seketika Adi di buat bingung oleh kejadian ini.
" Kalian saling kenal? Amira? Dokter Juan?"
" Ya tentu."
" Enggak" ucap keduanya yg hampir bersamaan.
" Ada apa? "
" Mas apaan sih mas..lepasin tangan aku.." pinta amira kembali..
" Ester..aku gk akan lepasin sebelum kamu jawab pertanyaan aku."
" Pertanyaan apa sih mas? udah cukup mas udah..lepasin." ujar nya sambil menepiskan tangan juan yg kemudian ia pun masuk kedalam mobil kembali.
" Dokter juan..sebenarnya ada apa ini?" tanya adi dengan penasarannya.
" Maafkan aku pak adi" ujarnya tanpa menjawab pertanyaan dari adi dan kemudian pergi kembali masuk ke gedung rumah sakit itu.
Sedangkan Adi kini di penuhi dgn rasa penasaran yg kemudian ia pun masuk kedalm mobil dan menggendong bayinya yg masih tertidur.
" Maaf mira, aku gk bermaksud ikut campur..tapi katakan sebenarnya ada apa antara kamu dan dokter juan? Bukannya kamu bilang dia itu adiknya almarhum suami kamu mir?"
" Benar mas...tapi..ya udahlah.Mas mira gk mau bahas ini" Ujarnya yg kini menjalankan mobil itu melaju meninggalkan arena rumah sakit.
Melihat wajah penasaran Adi yg membuat rasa bersalah pada dirinya akhirnya mampu membuat ia curhat pada adi.
" Iya iyalah.."
" Hem..mas juan itu mantan tunangan mira mas.."
" Ha..gimana ceritanya??" tanya adi kembali dgn rasa penasaran
" Em..dulu sebelum mira jadi mualaf mira pacaran sama mas juan...mas juan udah ngajarin mira bahasa indo dan alhamdulillah sekarang udah lancar..berkat mas haziq juga sih..Sebelum tunangan mira jadi mualaf biar kita seagama.Tapi..di hari pernikahan kita mas juan malah gk datang..dia ninggalin mira saat itu juga mas..siapa coba yg gk kecewa mas??? Akhirnya agar keluarga gk malu mira di nikahkan sama kakaknya mas juan ya itu mas haziq mas..dan mas haziq yg udah ganti nama amira mas." jelas mira panjang kali lebar yg didengarkan dgn baik oleh adi.
" Em..aku mengerti gimana perasaanmu mir..sabar ya mira..pasti akan bertemu kebahagiaan suatu saat nanti."
" aminn"
" Mir...kamu masih mencintainya?" pertanyaan adi malah membuat mira diam seribu bahasa.Tentu saja ia gk bisa jawab karena mana mungkin ia bisa mengatakan yg sebenarnya sedang sekarang dia adalah janda dari kakaknya juan.
Sementara juan sendiri juga kini sudah punya tunangan.
" Mas kok nanya gitu?"
" Jawab dgn jujur mir..jawaban yg dari hati kamu..jangan sampe kamu menyesal nantinya.." ucap mengingatkannya
" Udah gk mungkin mas.jalan kita udah berbeda." jawab sendu dari mira membuat adi ikut diam termenung.Karena ia sadar ia sendiri juga adalah orang yg terlambat menyadari cintanya pada Aisha.
......................
__ADS_1
Juan memijit pelipisnya yg terasa mendenyut entah karena apa bahkan ia juga tidak tau.
" Ester? ada hubungan apa kamu sama pak adi?" tanyanya bermonolog sendiri
Pada saat itu juga Aisyah membukakan pintu ruangan itu dgn senyuman manisnya.
" Assalamualaikum Mas.."
" Eh..Aisyah.walaikumsalam..duduk dulu."
" Em.makasih mas." ujar nya sambil duduk di sofa dan segera dihampiri juan yg duduk disebelahnya.
" Ada keperluan apa syah?"
" Gak papa mas.. cuma nganterin ini doang.." ujar nya sambil memberikan kotak makanan yg ia tenteng sedari tadi.
Juan pun tersenyum dan menerimanya.
" Makasih ya calon istri..." candanya yg membuat mereka berdua tertawa.
......................
" Pa..papa sadar gk..kalo adi dan mira itu kayaknya cocok deh.."
" Mama ngomong apa sih..gk usah jodoh jodhin mereka..Mereka kan sudah sama sama dewasa....mereka taulah yg terbaik buat mereka."
" tapi papa setuju kan mira itu mirip dgn Aisha?"
" Hem..gk taulah ma, papa gk mau lagi liat adi kecewa..cukup sampai disini kita buat dia sakit..sekarang harusnya kita bantuin dia untuk kesembuhan nya."
" Kalo itu mama juga setuju mas.." Taklama setelah perbincangan mereka akhirnya orang yg diomongin hadir juga.
" Papa sama mama ngomongin apa?" tanya adi karena sempat mendengar ucapan terakhir sang mama.
" Gak ada apa apa di.Kalian darimana? kok murung gitu mukanya mir?"
" Gk papa tan.ya udah mira mau ke kamar dulu..misi tan..om" ujarnya sebelum berlalu dari sana.
" Amira kenapa di?"
" Ketemu mantannya tadi" ujar adi sejujurnya.
" Off..pasti sakit bangat yah..sampe gitu miranya."
" Udahlah ma.itu urusan pribadi mira" jawab adi yg di balas anggukan dari mama salvi.
Kemudian mama salvi pun mengambil alih untuk menggendong tya dan mengajaknya bermain.
" Uu..sayang...tya.abis main darimana kamu?" ujarnya yg membawa tya menjauh dari sana.
Bersambung 💖💖💖💖💖
__ADS_1
like n komen ya gaess