
Slamat membaca ya gaess...😊😊😊
Ilham baru saja selesai dgn pekerjaannya sambil meregangkan otot otot tangannya ia mengucapkan syukur.
kemudian ia menyimpan laptopnya lalu pergi keluar dari ruangannya.
kini ilham pun sudah sampai di sebuah resto untuk makan malam.namun baru saja ia ingin menyantap makanannya ia tak sengaja melihat asya di meja sebelah sana.ia pun akhirnya menghampirinya
" asya?"
asya pun menoleh dan sedikit terkejut melihat ilham.asya pun segera berdiri lalu menyalam tangan ilham
" kak ilham apa kabar?"
" alhamdulillah baik.kamu sendiri?" tanyanya sembari duduk ug diikuti oleh asya
" baik kok kak.kak il lagi makan juga? sendiri?"
" iya.waiters tolong pindahkan makanan saya kesini" ujarnya setelahnya waiters perempuan itu pun memindahkan makanan ilham yg ada di meja sebelahnya.
mereka pun akhirnya makan bersama sambil berbincang tentang pekerjaan mereka dan sesekali mereka juga membahas aish.
" kak..aku minta maaf atas nama kak jhon yah...gara gara kejahatan dia..aish sekarang telah tiada"
" huk.." asya pun segera memberikan minum pada ilham yg segera di sambut oleh ilham dan segera meminumnya.
" sori sori..hem..ini gk ada hubungan nya dgn jhon sya.gk ada sama sekali sya tapi yg lebih mengherankan tiara terlibat dlm kasus kematian tragis aisha."
" uhuk"
kali ini asya yg tersedak mendengar perkataan ilham.
" tiara?maksud kakak?"
" iya.aku punya buktinya tapi aku belom punya bukti sama siapa dia berencana busuk itu.tapi aku pernah membuntuti dia sama rangga ingin meracuni aish dan kemungkinan mereka bersekongkol untuk membunuh aish"
asya menganga geram gk percaya dgn sikap baik tiara selama ini.lalu mengepalkan tangannya kesal.
" gw gk nyangka tiara sama rangga sejahat itu.apa adi dan syla gk tau soal ini kak?"
ilham pun menggeleng lalu menghela nafas panjang.
" ugh..ini harus cepat di kasi tau sama adi kak"
" jangan dulu sya.kita harus punya bukti yg kuat terus kita langsung jeblosin mereka ke penjara.rahasiain dulu dari adi karena kamu tau adi gk bisa menyimpan rahasia."
" benar juga sih kak.apa rencana kakak selanjutnya?"
" kita diam diam cari tau tentang semua kejahatan tiara dan rangga.diam diam kita ikuti mereka dan jangan sampe ketahuan kamu mau bantu kan?"
"tentu.karena ini soal nyawa seseorang,kak"
__ADS_1
lalu kemudian mereka melanjutkan makan malam mereka.sementara syla dan tiara masih berada di kamar yg sama.
" katakan apa yg lo tau tentang aish dan rangga"
" em..itu..gw tau soalnya dari dulu aish kan sering di ganggu sama rangga.tapi itu sebelum kalian nikah..aish yg cerita" ujarnya menggaruk tengkuknya
" apa lo tau..kalo sampe sekarang rangga masih nyimpan rasa sama aish?"
" hah ..i i itu..gw gk tau apa apa"
huh..bego bangat sih gw..bisa keceplosan gini sih.."batinnya
" jujur aja kenapa sih ra?"
" em..aish..rangga.em..iya sih sebenarnya rangga masih.." terpotong saat adi mengetuk pintu
" ra..kamu udah tidur?" tanya adi di balik pintu.tiara pun segera bangkit dari duduknya dan membukakan pintu kamar itu.
" kenapa di?"
" em..syla?"
" ada.itu.kenapa?"
" ini.kasih ke dia takutnya ntar arkha bangun tengah malam" sambil memberikan sebotol air putih yg langsung di terima oleh tiara.
" em..perhatian bangat sama syla" ujar tiara sembari melipat tangannya dan memasang wajah cemberutnya
" tapi kenapa?"
" em..maksud kenapa? apanya?" sambil mendelik
" e em maksud aku..kenapa kamu perhatian bangat sama bayinya syla?" tanpa menjawab tiara adi pun membelai rambut tiara sembari tersenyum.
" mungkin..jika al masih ada.dia juga akan tumbuh seperti arkha" ujarnya menatap lantai
" oh..di.maaf yah..aku gk bermaksud..." adi pun menatapnya sambil tersenyum.
syla yg melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka seketika sedih meningat aish dan baby al..
" ish..adi bahkan mencintaimu secara terang terangan meskipun itu bahkan ke tiara yg nyatanya istrinya juga..tapi kenapa rangga yg dulu sayang aku..sekarang aku hanya seorang tameng kekerasan baginya.." batinnya
tak terasa butiran demi butiran air mata kini membasahi pipi syla dan syla pun menutup hidung dan mulutnya agar tak terdengar oleh adi dan tiara.
" syl..belum tidur?" tanya tiara kemudian yg membuat syla mengelap air matanya cepat.
" belum." lalu menghampiri tiara dan adi yg masih di ambang pintu kamar.
" aku akan sholat dulu.aku bisa sholat dimana?" tanyanya menatap tiara dan adi bergantian
" oh itu.bisa di ruangan depan..di pojokan adi biasa kok sholat disana."
__ADS_1
" oh..ya udah.aku pinjam mukenah ya ra.titip arkha" sambil berjalan ke arah yg dimaksudkan tiara sementara tiara segera pergi berbaring di samping arkha yg masih tidur.adi pun mencium kening tiara lalu mencium perut tiara dan kemudian mencium pipi arkha lalu pamit keluar kamar karena ia akan tidur di ruang tamu.
adi memainkan ponselnya sambil menunggu syla selesai sholat di pojokan ruangan itu.
" makasih ya di.lo udah perhatian bangat sama arkha" ujar syla sambil menggandeng mukenahnya yg sudah terlipat rapi
" em..sudah seharusnya.tapi syl..aku masih belom percaya rangga bisa sekasar itu sama kamu? sebenarnya ada apa?"
sembari meletakkan hpnya dan menatap syla yg masih berdiri di sampingnya yg di batasi sofa.
" em..rangga.masih sayang sama cwek lain..dan dia gk terima aku tanyain soal itu ke dia"
" e em..rangga.." syla pun mengangguk
" tapi kenapa bisa? dan siapa orangnya?"
" huh..rangga bukan kamu di.jika kamu bisa berterus terang maka rangga kebalikan dari itu..dia menyimpan rasa terpendam..aku juga gk tau sejak kapan tapi yg pasti aku hanya pelampiasan nya..hem..jangan tersinggung yah..tapi..sikap laki laki itu memang udah biasa kalo soal perselingkuhan.."
adi pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
" hem..itu sindiran atau apa sih syl?"
" tapi aku serius soal ini.rangga selingkuh kamu juga..terus papa aku juga pernah.dan besok siapa lagi aku gk tau..tapi yg pasti laki laki yg ada di sekitarku selalu pernah ngalamin yg namanya selingkuh..mudah mudahan arkha gk kena penyakit itu.."
" amiin" ujar adi sambil mengangkat kedua tangannya.
intinya..banyakin sabar ya syl..berdoa sama yg kuasa agar masalah kamu sama rangga cepat kelar..dan satu lagi..aku gk mau kamu bahas bahas masa laluku lagi..ya.udah tidur sana..arkha nungguin tuh"
" iya iya.gk nyangka aku lagi curhat sama kamu berasa kek curhat ke sodara sendiri"
" hehe..baguslah kalo kita bisa jadi sodara.kamu kan kakaknya aisha.."
" hem..aisha? kenapa bukan tiara?"
adi pun menatap sekitar lalu dgn pelan ia mengatakan.
" aisha hanya aisha..hem..aku masih nunggu dia."
" hem..yg sabar yah." sambil menepuk pundak adi.
" jangan omongin sama tiara yah"
syla pun memutar bola matanya malas
" oh tuhan..laki laki ini" sembari berlalu meninggalkan adi di ruangan itu.
adi pun senyum senyum sendiri mendengsr ucapan syla.
Bersambung
like n komen ya gaess
__ADS_1