Cinta Yg Tak Diingin Kan

Cinta Yg Tak Diingin Kan
Pertanda Apa ini?


__ADS_3

💕HAPPY READING 💕


Sejoli yg kini baru saja tersenyum karena kebahagiaan tiba tiba dikejutkan dgn orang pingsan yg baru saja terjatuh tepat di hadapan mereka.


Mereka pun segera menolong dan membawa wanita yg tak lain adalah Aisyah ke rumah sakit terdekat.Sampai disana dokter pun segera memeriksa keadaan Aisyah di tempat tanpa membawanya ke ruangan rawat terlebih dulu dikarenakan mereka perlu identitas pasien terlebih dulu.


Melihat sekitar koridor yg rame dgn dokter disana membuat Juan seketika mengernyitkan keningnya.Ia pun hendak pergi tapi tiba tiba temannya malah memanggilnya.


" Dokter Juan..Tolong kesini sebentar."


" Ada apa dok?" Tanya nya yg kini menghampiri Dokter Malik temannya.Belum sempat ia menanyakan kembali keinginan temannya itu, Ia sudah dikejutkan dgn Aisyah yg terbaring lemah tak sadarkan diri diatas brankar.


" Astaga..Ya allah..Aisyah.."


"Lu kenal??"


"Iya iya.Tunangan gua.." Ujarnya kesal mendapat pertanyaan konyol dari temannya itu.Selanjutnya Juan pun mendorong brankar Aisyah menuju ruang rawat..yg disusul oleh dokter Malik.


" Dia kenapa?" Tanya Juan saat Malik sudah selesai memeriksa keadaan Aisyah.


" Em..Aneh.Tunangan mu keknya mengalami hilang ingatan..dan tadi ia mungkin sedang mencoba ingat sesuatu yg membuat ia pingsan seketika.Lu tau tunangan lu sejak kapan amnesia?" Jelasnya panjang lebar.


Sementara Juan kini tengah berpikir keras dgn ucapan temannya itu.


" Apa Aisyah punya sesuatu yg membuat dia ingat sesuatu..Apa itu??Huh..sungguh membuat penasaran." lirihnya memijit pelipisnya yang mungkin terasa berdenyut.


" Kamu tau tunanganmu mengidap amnesia?"


" Tau" singkatnya menganggukkan kepalanya.


" Em.." Suara Aisyah pelan sambil membuka matanya dan menggendarkan pandangannya.


" Mas juan?" Juan pun menghampiri nya dgn senyuman melengkung dibibirnya.


" Katakan apa yg baru saja kamu ingat? Kamu ingat sesuatu kan?" Tanyanya beruntun yg malah membuat Aisyah bingung dan memengangi kepalanya.Ia kini tengah mencoba untuk mengingat sesuatu namun hasilnya nihil karena kepalanya sudah terlalu sakit sekarang.

__ADS_1


" Aisyah..udah udah dah..Maaf aku gk bermaksud memaksa kamu.." Ujarnya sembari menggemgam tangan Aisyah.


" Tapi Aisyah juga bingung mas..Tadi..moment itu..Kayaknya Aisyah pernah diposisi yg sama..Tapi Aisyah gk tau sama siapa?"


" Udah syah..udah.Jangan dipaksain..Pelan pelan..nanti kamu ingat semuanya." Ujarnya memenangkan Aisyah.Akhirnya Juan pun menyueuh Aisyah istirahat sementara ia dan Malik keluar untuk mengecek kondisi pasien lainnya.


**


Malam harinya seperti biasa Adi hanya merenung di hadapan putrinya yg kini sudah tertidur pulas.Sembari mengusap pucuk kepalanya bayi mungil itu Adi terus memanjatkan doa agar nanti putrinya tumbuh menjadi anak sholeha.


" Tya sayang..nanti tya udah besar.Tya jadi hafizhah ya nak..jadi pembuka pintu rezeki untuk papa..jadi penyelamat bagi kami..orang tuamu" Ujarnya yg hanya di balas senyuman dari Amira yg melihat adegan itu.


Ada rasa tenang damai di hatinya melihat Adi yg begitu sayang pada Tya.


" Andai putriku juga masih ada ya allah..pasti dia juga sudah sebesar Tya" Bathinnya sendu yg seketika teringat putrinya yg tlah tiada.


Adi pun mencium kening putrinya itu dan kemudian ia hendak keluar dari kamar itu tapi ia kini tersadar dgn kehadiran Amira disana.


" Amira..kamu udah lama disini?"


" Iya..Ada apa?" Seakan ia sudah tau jika mungkin Amira ingin ngobrol dgnnya.


" Mas Adi tau aja.." Ujarnya yg kemudian mereka pun duduk di sofa kamar itu.


" Em..menyangkut Dokter Juan mas..Aku ingin curhat sama mas Adi boleh gak?"


" Hemk..kek ngomong sama orang lain aja kamu mir.."


" He..takut gk boleh aja.Itu..gimana ya mas?


Kalo menurut mas..Amira balikan sama Mas juan..sementara mas Juan itu adiknya almarhum mas Haziq? Belum lagi..mas Juan sekarang udah tunangan sama mbak Aisyah..walaupun mbak Aisyah bilang mereka cuma pura pura.."


" Tu tunggu dulu..pura pura maksud kamu?" Tanya adi memotong ucapan Amira.


" Iya.Katanya mereka pura pura tunangan..terus..solusinya apa mas?" Ujarnya sembari menopang dagunya di tangannya.

__ADS_1


" Boleh aja kayaknya.Kan kalian gk ada hubungan darah..sama sepersusuan..lagian kalo disini Turun ranjang mah udah biasa Mir."


" Gitu ya mas..em..tapi perasaan mira..kek jadi dibuat surat wasiat gitu yah.."


" Enggaklah mir..Almarhum suami kamu kan gk pernah nyuruh adiknya nikahi kamu setelah dia tiada..ini hanya kebetulan saja.Karena dia udh gk ada Adiknya ingin balikan sama kamu..intinya itu cuma satu..Kalian saling mencintai.dan untuk posisi Juan yg kini sedang bertunangan..itu haknya dia mau mutusin Aisyah dan lanjut sama kamu atau bagaimana?" Jelasnya panjang lebar yg hanya dibalas anggukan mengerti dari amira.


" Sekarang gantian..Mira..jika firasatku ini benar..berarti aku masih memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan ku dgn Aisha ku.Tapi jika tidak..huh.." Adi menggantung ucapannya dgn helaan nafas panjang yg membuat lawan bicaranya heran menatapnya.


" Mas ini bicara apa sih sebenarnya?" Tanya heran mira.


"Aku berfirasat jika Aisyah itu adalah Aisha ku hanya saja dia lagi gk ingat sama aku" Tutur Adi yg membuat Amira semakin bingung saja ia pun menghela nafas panjang.


" Mas..orang yg udah meninggal..itu gk mungkin bisa balik lagi.Kecuali memang mati suri.Apa yg membuat mas bisa yakin jika mbak Aisyah adalah Aisha istri mas?"


" Perasaan gk mungkin bohong kan mir..Kalo lagi ngobrol sama dia..Rasanya kek aku lagi ngobrol sama Aisha dan dari awal ketemu dia aku yakin kalo dia Aisha ku."


" Mas.." Ujarnya ingin mengingatkan Adi lagi tentang ketiadaan Aisha namun segera dihentikan oleh lambaian tangan Adi yg menandakan ia tidak setuji dgn pendapat Mira.


" Enggak.Perasaan gk pernah bohong mir..gk pernah.Meski dia gk ingat aku..Tapi aku percaya itu Aisha..Aishaku.."


" Em..Maaf mas.." Ujarnya meminta maaf karena segan pada Adi yg menurutnya telah tersinggung akan ucapannya.


" Lagian Mir..jasad Aisha gk pernah ditemukan.Bisa jadikan Aisha selamat.Kun fayakun...Apa yg gk bisa terjadi kalo Allah berkehendak iya kan?"


Kali ini Mira tersenyum bangga pada Adi yg masih mencintai istrinya meski kenyataan belum sepenuhnya berpihak pada impiannya.


" Makasih ya mas.."


" Soal apa?" Tentu saja pertanyaan itu membuat kerutan di dahi Adi yg begitu kentara.Pasalnya ia tidak mengerti maksud dan tujuan terimakasih yg Mira ucapkan.


" Mas salah satu orang yg masih punya harapan tinggi..sama seperti mira.Makanya mira berterimakasih..atas harapan mas itu.Mira yakin mas..suatu saat semua akan indah dan sesuai skenarionya Allah.Indah pada waktunya iya kan mas..insha allah.."


" Aminn.."


Bersambung

__ADS_1


like n komen ya


__ADS_2