
💕HAPPY READING💕
Aisyah memilih jalan jalan ditaman agar dia bisa dgn mudahnya meningat kejadian kejadian luar biasa yg pernah ia lakukan dulu. Pada saat yg sama Aisyah melihat Adi yg tengah duduk sendirian di bawah pohon rindang disana.Ia pun menghampiri Adi dgn raut wajah melengkung kan senyuman dibibirnya.
Sambil berjalan menghampiri Adi.Sesuatu yg buram malah kembali pada ingatannya yg membuatnya berhenti seketika dan memengangi kepalanya.Ia kini sedang di permainkan rasa aneh yg kian menyelimuti hatinya dgn bayangan bayangan yg buram itu.
Terbesit di hatinya jika Adi adalah bagian daei masa lalunya.
Ia masih setia memegangi kelalanya dan terus mencoba untuk mengingat sesuatu namun...
Brugh
Kembali lagi Aisyah jatuh pingsan di tempat yg kemudian di tolong orang yg lagi lalu lalang.
Sementara Adi yg tidak tau menahu kini hanya diam mengingat memori kenangan bersama Aisha.Adi gk akan lupa betapa seringnya mereka pergi ke taman ini.Adi ingat semua kenangan kenangan bersama Aisha.
Akhirnya Ia mengusap wajahnya yg kini dibasahi air mata.Kembali lagi ia menghela nafasnya berat..dgn lirihan.
" Aku masih berharap kamu datang" Lirihnya setelah sebelumnya ia pun meninggalkan tempat itu.
**
" Ha..lu berdua mau ninggalin gua?" Tanya Adi saat sedang berbincang dgn kedua temannya.
" Gk gitu konsepnya.Kita mau pindah kesana karena entar setelah nikah kita menetap disana.Gini soalnya di..Kerjaan gua disini udah selesai..Gua juga gk bisa selamanya hindari orangtua gua kan?" Jaeab Ilham seadanya menjelaskan akan niatnya yg akan pulang ke negaranya.
" Terus..kalian gk akan balik lagi? "
" Duh di...Kamu kan masih ada Amira yg bisa lu jadiin teman.Kalo lu mau curhat sama gue juga tinggal telpon..Apa susahnya." Ujar Asya menimpali.
Bukan soal itu Adi gk rela dgn kepergian kedua temannya itu.Tapi dia akan kehilangan rumah yg biasa buat dia nyaman.Yg bisa nerima segala kekurangannya.
" Lu semua sama aja yah..Semua pada ninggalin gua..Gk cukup Aisha.Sekarang kalian dua juga akan ninggalin gua.." Lirihnya pelan sembari menghela nafas panjang.
" Ya elah..lebay lu di.Kita cuma pindah ke sebrang bukan berarti pertemanan kita bubar.Pak Aditya yg terhormat" Ujar Asya yg membuat suasana agak mencair.Ia pun segera memeluk kepala Adi.Adi yg kini duduk di lantai sementara Asya di sofa memudahkan ia merangkulkan tangannya pada leher Adi dan kemudian menopang dagunya bahu Adi.
__ADS_1
" Gue masih bisa jadi teman curhat kok." Ujarnya yg kemudian Adi melepaskan pelukan nya itu.
" Udah dah.lepasin ah.." Kesal Adi menyingkirkan tangan Asya yg masih dgn rangkulannya.
" Yakin nih mo dilepasin..Ntar kangen..Gua mau jauh loh di..Biarin gua peluk ngapa sih..Puas puasin ingat Aisha selama gua peluk.Setelahnya gua tetap Asya diru gua sendiri" Ujarnya yg masih merangkul Adi dan menopang dagunya di bahu Adi.
" Udah tu Aku cemburu.." Celetuk Ilham yg kini duduk disampingnya Asya.
" Hem..baru gitu doang..Cemburu." jawab singkat dari Asya sembari melepaskan pelukan nya pada Adi.
" Em.."
Adi hanya diam setelahnya ia malas jika harus mengakui ia akan merasakan kehilangan yg begitu dalam sekarang.Belum lagi ia kini belum bisa percaya atas kehilangan Aisha sekarang ia juga akan kehilangan teman temannya.
" IL..kalian udah dapat restu dari orang tua lo?"
" Belum" Sìngkat Ilham yg masih bermain dgn Arkha kecil.
" Soal itu mah beres..Kan ada Arkha " Lanjutnya.
Tentu saja Adi bingung dibuatnya apa hubungannya restu orangtua sama kehadiran Arkha.Tapi Asya segera menjelaskan kebingungan ini.Adi pun mengangguk paham.
" Benar sih kata Adi kak..Arkha kan anak baik baik..masa kita fitnah gitu.."
" Em..iya ya.Ya udahlah nanti kak cari alasan lain..Maaf ya anak daddy sayang.." Ujarnya sembari mencium pipi Arkha gemas.
" Oh ya di.Mbak Amira sama Tya tadi kemana? gk nongol lagi?"
" Di kamar paling.."
" Oh..kamar nya di atas kan..gue susul dulu ya.Kangen gue ama anak gua tuh.." Ujarnya sembari melenggang dari sana tanpa menunggu jawaban dari Adi dan Ilham.
" Di..lu harus bangkit yah..Lu harus sembuh.Gini bro..mungkin mang iya gk ada Aisha lagi..Kita juga bakal jauh..tapi lu masih punya Tya.Lo punya harapan yg tinggi untuk dia..Kita sama sama belajar menjadi orang tua ya di.Intinya semangat jan jadi ayah yg mudah frustasi iya.."
" Em..iya Il.Gua juga lagi berusaha untuk bangun dari masa lalu." Singkatnya.
__ADS_1
**
Tok
tok
" Mbak Mira.."
" Iya mbak.Masuk aja"
" Lagi mimik? "
" Udah selesai kok mbak.Ada apa mbak?"
" Oh..kita kebawah yok." Ujarnya yg kemudian menggendong Tya dan kemudian mereka pun turun dan bergabung dgn Ilham adi disana.
" Arkha sama Tya kalo udah gede kita jodohin aja gimana?" Tanyanya tiba tiba saat bermain kedua bocah itu.
" Eits..pamali ity mbak..gk boleh jodoh jodohin anak sedari kecil" Tutur Amira yg kemudian di angguki faham dari Asya.
Beberapa menit kemudian Asya, Ilham serta Arkha pamit mereka akan segera ke bandara.Adi dan Amira pun melepas kepergian ketiganya.
**
Sementara Aisyah kini sedang dlm kebingungan.
" Pertanda Apa ini? Kenapa kalo liat mas Adi..seakan ada bayang bayangan buram yg muncul." Ujarnya yg masih tak percaya.
" Apa mungkin pak Adi itu ada kaitannya dgn masa lalu mu syah?" Tanya Juan semakin mendukung .Kebingungan demi kebingungan menyerang Aisyah pasalnya setahu dia Adi hanyalah orang biasa yg secara kebetulan hadir di kehidupannya.Jika pun iya Adi adalah bagian dari masa lalunya mengapa Adi tidak pernah menyinggung hal itu.
Aisyah masih menerka nerka apa ada kemungkunan jika benar dia dan Adi pernah ada hubungan.Hingga atensinya beralih kesebuah map yg mana disana tertulis jelas propil Adi.
Data data Adi pun kini dibacanya satu demi satu demi menuntaskan rasa penasarannya.Juan hanya membantunya mencari info tentang Adi yg kemudian mereka bisa bilang Adi dan Aisyah punya hubungan spesial.
Hubungan di masa lalu yg mungkin saat ini Aisyah belum meningatnya.
__ADS_1
Bersambung
like n komen ya