
...🌹Happy Reading🌹...
"Kasihan kamu nak..." sembari mengusap wajah gadis itu, kemudian membersihkannya dengan kain yang sebelumnya sudah ia basahkan.
" Assalamualaikum..." ujar seorang gadis sembari masuk kedalam kamarnya dan mendapati orang tuanya disana beserta seorang gadis.
"Walaikumsalam..." jawab keduanya yang hampir bersamaan.Annisa~anak gadis dari pak Andra dan buk Diana.Dia kini menatapi wajah gadis yang terbujur kaku di kasurnya itu.
" Dia siapa buk...?"
" Entahlah nak, bapak kamu menemukannya dihutan tadi." jawab buk Diana.Kemudian Nisa mengangguk dan menhampiri tubuh kaku itu.
" Ya allah buk, keadaannya kritis begini...aku panggilin dokter ya..." ujarnya sembari ingin berlenggang dari sana namun tangan sang bapak menghentikan langkahnya.
" Tapi..."
" Gak papa pak, bapak jangan khawatir soal biaya, soalnya dokternya itu teman Nisa kok.Bentar yah..." sambungnya kemudian menyunggingkan senyum manisnya.
***
" Alhamdulillah...dia akan baik baik saja, untung dia segera ditangani." ujarnya setelah selesai memeriksa gadis itu.
"Tapi dok,kapan dia akan siuman?" tanya pak Andra menatap dokter itu.
" Kita tunggu saja pak..."
***
Malam harinya, dimana semua keluarga tengah makan malam.Sedang gadis itu kini sendirian dikamarnya.Ia membuka matanya perlahan dan menggendarkan pandangannya menatap langit langit ruangan itu.
" Em...a aku dimana...?"tanyanya lirih sembari memegangi kepalanya, kemudian ia pun mencoba duduk namun rasanya sangat sulit sekali sampai pada akhirnya ia bisa duduk.Karena merasa haus ia pun berusaha meraih gelas yang ada diatas meja kecil disamping ranjang.
Brkkk
" Apa tuh buk...?" tanya Nisa menatapi ibunya.
" Mungkin gadis itu..."
Tak sempat Buk Diana melanjutkan ucapannya, mereka sudah segera meninggalkan makan malam mereka.
"Nak, kamu sudah sadar...?" tanyanya lembut mengusap wajah sang gadis.
" A air..." suara gadis itu pelan dan lemah.
" Air...?oh...bentar ibu ambilkan." jawabnya yang kemudian pergi.Sementara pak Andra dan Nisa masih menjagainya.
"Apa kamu baik baik saja nak...?" tanya pak Andra yang dibalas anggukan kecil dari gadis itu.
Buk Diana pun segera memberikan air minum pada sang gadis hingga terlihat kelegaan di wajah gadis itu.
Dibeberapa menit berikutnya.
" Nak...nama kamu siapa...? kenapa kamu bisa ada dihutan...?" tanya buk Diana menanyai gadis itu.Namun bukannya mendapatkan jawaban gadis itu malah terlihat linglung dan menahan sakit dikepalanya.
" Ya udah.Jangan dipaksa atuh...ntar makin sakit lagi."ujar Nisa nimbrung.
__ADS_1
***
Hari haripun berjalan seperti biasa, Buk Diana merawat gadis itu dengan telaten.Hingga beberapa minggu setelahnya.
Gadis itu kini sudah sehat seperti sedia kala, namun tidak dengan ingatannya.Seperti yang dokter Juan katakan pada minggu sebelumnya ada kemungkinan gadis ini mengalami amnesia sementara.
"Dek..." panggil Nisa pada gadis itu seraya membuka pintu kamar mereka.
" Iya kak, ada apa...?" tanyanya menatap lawan bicaranya.
" Ayok keluar...kakak ada tamu tuh, Masa mau berkurung dikamar terus sih...mau sampai kapan kamu kek gini...?"
" Aku malu kak..." lirihnya menunduk sembari memegangi wajahnya.
" Gak usah malu...kan ada kakak.Hum..."
" Tapi kak..." lirihnya sedih yang kemudian Nisa pun menghela nafasnya lalu kemudian membelai rambut panjang adiknya.
" Um...gimana kalo kamu pake hijab...? biar kita samaan, sekalian...untuk menutupi luka bakar diwajahmu itu." ujarnya bersemangat yang dapat anggukan dan senyuman lebar dari sang adik.
Sampai saat ini belum ada nama buat gadis itu, mereka hanya memanggilnya adek.
Akhirnya dua gadis itupun keluar dari kamar yang membuat tamu mereka tiba tiba terperanjat kaget.
" Ka ka kamu...?" tunjuknya pada gadis itu dengan terbata.
" Ada apa mas...? mas kenal adek aku...?" tanya Nisa tak percaya.
" Aisha..." ujarnya lagi sembari memegangi dadanya yang terasa memanas.Masih tak percaya dengan apa yang ia lihat dihadapannya kini, ia pun menatapi gadis itu dalam dalam.
" Sebenarnya ada apa mas...?" tanya Nisa menatapi sang kekasih.
" Mas kenal adek aku darimana...?"
" Adek kamu...? Sejak kapan kamu punya adek...? dan sejak kapan Aish punya kakak...? Aku kakak dia satu satunya.Meski hanya sepupu jikapun ada itu hanya ada didunia mimpi." ujarnya menyeka air matanya.
" Katakan Nis...apa yang terjadi dengan Aisha...?"
" Em...i itu...mas.Mas benaran sepupunya dia...?"
" Untuk apa aku bohong sama kamu...Nisa, selama ini kamu percaya sama aku kan...?" Nisa pun mengangguk lalu kemudian menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada gadis itu.
" Hah....mungkin Aisha memang lebih aman disini, bersama kalian...kamu tau Nis...diluaran sana ada begitu banyak orang yang menginginkan kematiannya Aisha...aku gak mau dia kenapa napa.Aku mohon ya...jagain adek aku.Dan aku juga akan menuntaskan yang sudah seharusnya menjadi tanggung jawabku."
" Iya tentu saja mas"
" Ya udah, aku pulang dulu.Aku titip Aisha yah...titip salam buat bapak sama ibuk."
" Iya mas, hati hati..." ujarnya sembari tersenyum dan mengantarkan tamunya sampai pintu.
" Aiyah...? nama dia Aisyah...?"
***
"Dek...kok kamu pergi sih tadi...?"
__ADS_1
" Aku malu kak...aku gak mau ketemu sama orang..." lirihnya sedih menunduk.
Nisa pun tersenyum menanggapinya dan duduk disamping gadis itu kemudian membelai kepala sang gadis.
"Gak papa, kakak ngerti...oh ya em..kamu mau kan kakak panggil kamu Aisyah...?"
" Iya kak.Tentu saja.." ujarnya bersemangat lalu memeluk Nisa.
" Em...adeknya kakak..."
" Makasih kak Nisa..."
***
"Eh...buk Dian...siapa gadis yang dirumah buk Dian itu...? Kelihatannya dia bukan orang sini...?" tanya seorang ibuk pada buk Diana ketika hendak menuju rumahnya.
" Oh...itu adeknya Nisa, buk.Selama ini dia sekolah dikota.Makanya gak pernah lihat...hehe." ujarnya berbohong.
" Oh...gitu teh.Tak kirain tamu dari jauh buk..."
" Bukan kok buk, dia anak saya...ya sudah ya buk...saya mau lanjut." ujarnya pamit sebelum makin banyak pertanyaan dari ibuk ibuk resek itu.
" Mari.."
" Yok..."
***
" Annisa...Assalamualaikum..." ujarnya sembari membukakan pintu dan tak menemui putrinya di ruangan itu.
" Kemana tuh anak...?" tanyanya pada diri sendiri merasa khawatir jika putrinya membawa gadis itu kemana mana.
" Nisa...Nisa..." sahutnya terus mencari sang putri hingga ia menemukan putrinya dibelakang rumahnya sedang menanam bunga bersama adeknya.
" Lah...kalian disini...? ibuk capek cariin kalian tau..."
" Ada apa buk...?" tanya Aisha.
" Iya nih si ibuk...khawatir amat dah aku bawa kamu keliling desa."
" Gimana ndak khawatir...ibuk takut jika ada bahaya diluaran sana."
" Em...gak akan kok buk, Nisa kan ada.Jadi...ibuk tenang aja, Aisyah aman bersamaku."
" Aisyah...?"
" Iya buk.Kata mas Ricky nama dia tuh Aisyah..." bukannya langsung percaya sang ibuk malah makin heran.
" Kenapa Ricky teh bisa kenal sama adek kamu itu...?"
Kenapa hayoo...
Bersambung
Jangan lupa jejaknya yah
__ADS_1