Cinta Yg Tak Diingin Kan

Cinta Yg Tak Diingin Kan
Mencoba mengingat Masa Lalu


__ADS_3

...🌹Happy Reading🌹...


Sontak hal itu membuat Adi keheranan.


" Apa maksud pertanyaanmu Aisyah?" Tanyanya namun tak dipedulikan sama Aisyah dan Amira.Aisyah masih setia dalam pelukan Amira.


" Mbak mira.." Lirihnya kemudian di sertai isak tangis.Amira pun melepas pelukannya lalu memegangi kedua lengan Aisyah.


" Mbak..saya sudah bilang sebelumnya, Mbak sangat mirip dengan Aisha. Bentar.." Ujarnya sembari berdiri dari duduknya dan mengambilkan album photo Aisha dan Adi.


Aisyah menganga tak percaya dengan semua yang ia lihat di photo itu.Ia terkejut melihat kemiripannya dengan Aisha.Lantas apakah benar dia Aisha?


" Amira.Aisyah..jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.Kenapa dengan Aisyah? kenapa Aisha? untuk apa kalian sebut sebut namanya? Ada apa?" Tanyanya beruntun yang semakin menambah rasa penasarannya.


" Mas Adi..coba mas tenang dulu.Sini" Ujarnya sembari membawa Adi duduk disamping Aisyah, Yang masih terus membuka tiap lembar photo photo itu tak percaya.


" Mas tenang dulu ya..biarkan Aisha ingat dulu sama mas."


" Maksud kamu apa Mira?" Tanyanya kembali heran.


" Ada kemungkinan jika mbak Aisyah adalah Aisha, mas..cuman kita belum bisa memastikannya dan Mira harap mas tenang dan sabar dulu.Beri ruang agar Aisyah ingat kembali pada masa lalunya." Pintanya.Walaupun sebenarnya ada rasa senang Aisha kembali tapi Adi belum bisa tenang sebelum semuanya pasti.


" Aisha..jika benar kamu Aisha ku kamu pasti akan berusaha mengingat aku iyakan?" Tanyanya kembali menatap Aisyah.


" Tapi..bagaimana jika aku bukan Aisha mu mas?" Tanyanya sembari menutup album photo tersebut.


" Aku juga gak tau.Tapi feeling aku kuat syah..aku meyakini jika kamu Aisha ku, meskipun semua orang gak akan percaya.Tapi aku tetap yakin kamu adalah Aishaku" Jawabnya seadanya.


Huhh..


Aisyah membuang nafasnya berat dan memijit pelipisnya pelan.


Ia hanya terus memaksa untuk mengingat Adi namun setiap mengingat yang ada hanya bayangan buram.


" Jangan terlalu dipaksakan mbak Aisyah.." Pinta Amira yang kemudian menggemgam tangan Aisyah.


" Mbak ingat pelan pelan aja mbak, Jangan dipaksa..nanti malah jadi beban buat mbak" Ujarnya kemudian.


***

__ADS_1


3 Bulan Kemudian


" Coba buka matanya pelan pelan Di.." Pinta dikter Juan selepas membuka perban yang menutupi mata Adi.


Perlahan Adi pun membuka matanya dan mengendarkan pandangannya.Dan..orang yang pertama ia lihat adalah Aisyah yang masih setia menunggui proses itu dari tadi.


" A aa Aisha..." Lirihnya menatap tajam pada Aisyah.Sementara yang ditatap kini menunduk Adi ingin sekali rasanya memeluk Aisyah sekarang tapi..ia tidak mungkin melakukannya terlebih Aisyah kini wanita berhijab dan belum mengingat Adi sebagai suaminya.


" Selamat ya mas.." Final Aisyah kemudian memberi selamat pada Adi atas pulihnya penglihatan Adi sekarang.


" M mm makasih" Jawab Adi terbata.Ia masih tak percaya jika Aisyah yang selama ini ia percayai Aisha begitu mirip dengan Aisha, hanya satu perbedaan diantara mereka Aisha gak berhijab.


" Untuk itu..terus jaga kesehatan ya Di.Ingat..kamu nya masih butuh istirahat yang cukup agar benar benar bisa pulih" Ujar Dokter juan mengingatkan yang segera disambut balas anggukan dari Adi.


"Assalamualaikum.." Ujar Amira yang baru saja muncul dari balik pintu.


" Mas Adi..mas..udah bisa lihat aku kan? Selamat ya mas.." Ujarnya kemudian sembari duduk disamping Aisyah.


" Makasih Mira." Jawabnya sembari tersenyum.


Kemudian Mira membereskan barang barang Adi selama dirawat di rumah sakit ini.Mereka akan pulang ke rumah mereka yang mana disana sudah ada keluarga amAdi yang menunggu mereka.


" Udah ada tanda tanda yang akan membuat mereka kembali.Bagaimana dengan kita?" Tanyanya pelan sehingga tak dapat didengar oleh Adi dan Aisyah yang masih dalam mode tatap tatapan dalam diam.


" Mas Juan..apaan sih?" Jawabnya dan sedikit cemberut.


" Mas udah lama nungguin kamu loh dek..masa kamu gak mau balikan ama aku? Turun ranjang itu gak masalah kok.Lagian yah..setahu aku kamu gak pernah mencintai mas Haziq.."


" Mas ngomong apaan sih mas..Saya sudah hidup bersama mas Haziq lebih dari 4 tahun..bagaimana mungkin mas bisa mengatakan saya tidak mencintainya?" Jawabnya yang membuat kedua insan itu menatap ke arah mereka.


" Tapi Est.."


" Gak ada tapi tapi mas...aku gak siap jika harus bergabung dengan keluarga kalian lagi maaf.." Ujarnya kemudian sembari mengambil tasnya dan berlenggang dari sana.


" Ada apa mas?"


" Kenapa Dok?" Tanyanya mereka yang hampir bersamaan.


Dokter Juan pun memasang senyum tipisnya dan membalikkan badannya menatap kedua insan itu.

__ADS_1


" Gak papa.Udah..kita langsung jalan..mungkin anak kamu udah nungguin Di" Alihnya kemudian.


***


"Surprise...."


Suara riuh dari terompet yang mereka gunakan pun terdengar ramai.Namun sepertinya Adi tidak menyukai sambutan itu.Ia malah memasang wajah sedih dengan mata berkaca kaca yang sudah menyimpan air mata yang siap kapan saja jatuh apabila ia berkedip sedikitpun.


Menyadari hal itu mama Salvi pun memeluk putra satu satunya itu." Ada apa nak?"


" Harusnya..Aisha juga ada disini." Ujarnya lirih dan kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap langit langit ruangan itu.


" Aisyah..apa kamu belum ingat apa apa nak?" Tanyanya menatap Aisyah.


" Ma..sudahlah..dia tetaplah bukan Aisha" Sanggah Adi kemudian sebelum Aisyah sempat menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya.


" Ma..aku ingin ke kamar..Aku akan melihat Ariestya.." Ujarnya kemudian meninggalkan mereka semua tanpa menunggu jawaban.


Aisyah yang diperlakukan seperti merasa sakit sendiri dan terisak tangis.


" Aku mungkin memang bukan Aisha..tapi aku faham bagaimana rasa kehilangan yang dirasakan mas Adi..maafin aku tante..sampe kapanpun aku tidak akan bisa mengingat masa laluku dengan mas Adi..karena aku memang bukan Aisha.Aku Aisyah..bukan Aisha" Lirihnya dalam isakan tangis yang kemudian dipeluk mama Salvi.


" Maafin mama ya nak..maafin mama.Mama terlalu maksain kamu.." Ujarnya yang masih dalam pelukan.Sembari melepaskan pelukannya ia pun segera mencium tangan Aisyah dan kemudian mengelap air mata Aisyah dengan jarinya.


Kemudian ia menatap Aisyah sejenak sebelum kemudian berlenggang dari sana dengan deraian air mata.


" Ya Allah..aku tau aku tlah menyakiti hati mas Adi dan tante Salvi..tapi bagaimana..aku bukanlah Aisha mereka "


" Sabar ya mbak" Ujar Mira sembari memeluk Aisyah.


Sementara Adi kini menciumi pucuk kepala putrinya dengan deraian air mata yang sudah membasahi pipinya sedari tadi.


" Nak..akhirnya papa bisa melihat kamu..maafin papa sayang.." Sesalnya yang terus menciumi putrinya itu dalam gendongan nya.


"Ya Allah...Nairahku..maafin papa ya nak.." Sesalnya terus menerus membelai pipi Ariestya si bayi mungil.


Bersambung


Tinggalkan jejak setelah baca ya.kasi like vote dan komen..

__ADS_1


jangan lupa kasih bunga dan kopi juga yah..


__ADS_2