Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala-13


__ADS_3

#13


Lala hampir frustasi karena melihat nilai samudera yang bisa dikatakan jauh diatas KKM sementara samudera hanya cengir-cengir tidak jelas yang menambah tinggakatan kekesalan pada lala.


"kamu bawak buku apa engga?" tanya lala membuat samudera mengangguk lalu menagmbil buku nya dan menunjukan pada lala.


"sekarang kamu ikut aku, kalian juga!" perintah lala pada samudera dan dua sahabat pacar nya.


"mau kemana?" tanya samudera mengerutkan kening nya bingung, apa lagi bayu dan juga dodi mereka juga bingung karena tiba-tiba saja buk boss mereka menyuruh mereka ikut.


"ke perpus, kamu buku tulis aja ga punya apa lagi buku cetak!" bentak lala sambil berdecak pinggang membuat samudera menganggguk menurut.


"AYO BERDIRI! MASA IYA CUMA AKU SENDIRI KE PERPUS NYA!" teriak lala kencang sehingga teman-teman nya yang lain melirik kearah nya, tapi lala tidak peduli.


"udah gede la, biarin nyari buku sendiri" ujar tia mengejek.


"tanda nya buk boss perhatian sama kita, iri aja" balas dido dengan nada sombong.


"ti nanti istirahat pesenin gue makan ya" pinta lala yang langsung diangguki oleh tia.


"aman"


"AYO JALAN!" teriak lala lagi membuat ketiga nya serempak menyusul lala yang sudah mendahului mereka.


"salut gue sama buk boss" ujar dido sambil geleng-geleng kepala


"gue juga" balas bayu merangkul bahu dido.


"berkat si lala, samudera akhir-akhir ini ga pernah mukul orang gara emosi" ujar dodi mengingat seminggu terakhir.


"berarti lala berpengaruh baik buat sam" sahut bayu membuat dido memnganguk-anggukan kepala.


"DIDO, BAYU!" teriak lala kencang ketika bayu dan dido masih didepan pintu kelas.


"iya siyap buk boss" jawab dodi menyusul lala dan samudera.


"nanti dan seterus nya kamu harus belajar ya, nanti aku yang ajarin biar nilai kamu bisa meningkat. Kamu juga bisa masuk universitas pilihan kamu nanti nya" ujar lala tersenyum kearah samudera.


"iya lala, selama guru nya pacar aku. Maka aku bakal belajar giat" jawab samudera membuat lala jadi tersipu sendiri.


"buk boss, buku apa aja nih yang bakal dipakai" ujar dido membuat lala tersadar.


"disana buku kelas tiga bayu, dido. Ikut gue" ujar lala yang langsung diikuti oleh mereka bertiga.


Dengan gerakan cepat lala mengambil buku yang memang diperlukan untuk kegiatan belajar. Bayu dan dodi dibuat takjub oleh lala.


"banyak amat, berat dong" ujar bayu membuat lala melotot kearah nya.


"ga usah sekolah aja sekalian!" bayu langsung kicep sendiri.


"tunggu apa lagi, bawa kekelas!" kata lala judes membuat bayu dan dido langsung membawa buku mereka kekelas.

__ADS_1


"galak bener" ujar dido yang disenyumi oleh bayu.


Lala menghitung jumlah buku untuk samudera.


"lho kok cuma empat belas!" ujar lala mengacak lagi buku-buku cetak agar ia mengetahui buku apa yang ketinggalan.


"ada yang kurang?" tanya samudera, lala menggangguk.


"apa? Biar aku cari" tanya samudera


"matematika peminatan" jawab lala lalu mencari buku itu bersama dengan samudera.


"nah ini dia" ujar lala menjijit mencoba mengambil buku itu tapi selalu gagal.


"dasar pendek" kata samudera tepat dibelakang lala, lala membeku ia gugup jantung nya berdetak kencang. Dengan satu tangan samudera mengambil buku dari rak paling atas.


"kamu nya aja yang ketinggian" ujar lala cemberut menghadap samudera. Mulut lala jadi mangap-mangap sendiri karena saat ini mereka berhadapan persis seperti drakor 'my strange her' yang lala tonton.


'duh gue kok jadi deg-degan dosa gini yak. Ya alloh selamatkan lala dari cobaan cogan' batin lala memejam kan mata nya.


"kenapa merem?" tanya samudera membuat lala membuka mata nya, ia terdiam.


"mau dicium ya?" kata samudera usil, lala langsung menyingkir dari hadapan samudera.


"enak aja! Tapi boleh juga" jawab lala tersenyum genit.


Cup.


"ayo kekantin, udah bel istirahat" ajak samudera sambil tersenyum memikat.


"Yuk. Perut aku laper, hehe"


S A M U D E R A- L A L A-


Samudera membawa lala kerumah nya karena lala sudah berjanji akan menjadi guru privat nya.


"mbok tolong buatin minum buat lala" ujar samudera sopan pada asisten rumah tangga nya.


"iya den"


"sini duduk" ujar samudera menepuk sisi kursi disebelah nya membuat lala segera duduk disebelah samudera.


"berhubung besok pelajar fisika jadinya kita belajar fisika" kata lala membuat samudera mengangguk lalu mengambil buku fisika dari tas nya.


"oh iya kamu kan belum ada jadwal pelajaran" ujar lala tiba-tiba sambil menepuk jidat nya. Lala mengambil buku tengah nya lalu menulis jadwal pelajaran untuk samudera. Lala menulis nama nya dan nama samudera dibawah jadwal pelajaran serta 'semangat'. Samudera mengambil ponsel nya lalu memotet jadwal yang telah dibuat oleh lala. Samudera lala mengubah walpapernya menjadi foto jadwal pelajaran.


"biar ga lupa" kata samudera ketika lala melihat walpaper ponselnya.


"kreatif sekali pacar nya lala" ujar lala gemas membuat samudera ikut tersenyum.


"ABANG TSAMMY" teriak gadis kecil menghampri lala dan samudera.

__ADS_1


"ria dari mana em?" tanya samudera mencium kedua pipi ria adik tirinya.


"lia abis beli es klim abang, lasa lobeli" jawab ria lucu membuat lala tersenyum.


"punya abang mana?" tanya samudera membuat ria tertawa.


"habis" jawab nya membuat samudera berpura-pura cemberut.


"adek kamu baby?" tanya lala, samudera mengangguk.


"ria kenalin ini pacar abang, nama nya kak lala" ujar samudera memperkenalkan lala pada adik nya.


"allo kak lala, nama aku lia" ujar ria memperkenalkan diri.


"hallo juga ria cantik"


"ria sayang, mandi yuk" ujar wanita paruh baya kira-kira seumuran mami nya lala. Lala ingin bangkit untuk sekedar menyapa namun dicegah oleh samudera.


"ayo mama" pekik ria senang menghampri ibunya.


"sammy awas ih" ujar lala berdiri menghampri ibu nya ria.


"selamat sore tante" sapa lala menyalimi ibu nya samudera.


"sore cantik, kamu sama sam?"


"aku pacar sammy" jawab lala tersenyum


"kamu cantik sekali, udah minum?"


"udah kok tante"


"em kalau gitu tante masuk dulu ya, mau mandiin ria" pamit mama nya ria ramah.


"iya tante"


"kamu kenapa deh" ujar lala pada samudera yang berpura-pura serius pada buku fisikanya.


"ga usah pura-pura belajar" ujar lala menarik paksa buku fisika samudera.


"aku belajar kok" elak samudera membuat lala melotot kearah nya.


"kamu kenapa tadi ngelarang aku nyapa mama kamu?" tanya lala setengah kesal.


"dia bukan ibu aku" jawab samudera datar, lala jadi semakin tidak mengerti tapi dia tidak berani bertanya lebih lanjut pada samudera.


"bunda meninggal lima tahun yang lalu" ujar samudera pelan membuat lala menoleh kearah samudera lalu memeluk nya. Dengan kasar lala menghapus air matanya, ia tidak akan bertanya atau pun mencari tahu biarlah nanti samudera sendiri yang bercerita semua nya pada nya.


"yuk lanjut belajar lagi" ujar nya tersenyum manis membuat samudera ikukt tersenyum.


"siyap ibuk guru cantik."

__ADS_1


S A M U D E R A – L A L A -


__ADS_2