
Samudera dan kedua sahabat nya tidak langsung kekelas setelah dari kantin mereka pergi ke kantin belakang sekolah, dimana kantin yang hanya diisi oleh anak-anak bandug.
"ARRGHH" teriak samudera kencang sambil meninju tembok, membuat orang disekitar nya dibuat merinding apalagi kedua sahabat samudera, dodi dan bayu.
"ga usah teriak bisa ga, gue capek mau tidur" ujar seseorang yang sedang tidur disofa, dia coky siswa kelas tiga. Orang tua coky adalah salah satu donatur sekolah, hal ini lah yang membuat nya semakin sok berkuasa di SMA pelita.
"LO BILANG APA ! HAH!" teriak samudera menghampiri coky. Coky langsung membuka matanya tiba-tiba saja rasa kantuk nya hilang.
"sorry bro gue ga tau kalau tadi itu elo" ujar coky jadi takut.
"kalau mau tidur dirumah bukan disini monyet!" ujar samudera marah dan menarik kera seragam coky. Coky tidak berani menjawab, semua tau sekali ia menjawab perkataan samudera maka hal buruk akan menimpa mereka.
Bayu dan dodi tida berani melerai akan berakibat fatal jika mereka menghentika samudera yang sedang mengamuk, bisa-bisa mereka yang masuk rumah sakit karena mendapat pukulan bruntalan dari samudera.
Drt...drt...
Samudera mengambil ponsel nya dari saku celana nya dengan tangan kirinya, melihat nama 'mine' diponsel nya membuat samudera melepasakn cengkraman nya pada coky. Samudera menghela nafas sejenak lalu mengangakat panggilan dari lala.
"kamu dimana?, sebentar lagi masuk nanti kalau kamu telat gimana? Kamu cepat datang ya sebelum pak burhan datang" samudera tersenyum mendengar perkataan lala yang hanya dengan satu tarik nafas saja.
"iya aku kekelas sekarang" jawab sammudera mematikan ponsel nya.
"hari ini lo gue ampuni, tapi kalau besok-besok lo tinggal pilih rumah sakit atau kuburan" kata samudera meninggalkan coky begitu saja, coky menghela nafas lega.
"ngapain kalian masih duduk disitu, kekalas!" kata samudera pada dua sahabat nya.
"lho udah selesai? Ais ga seru, padahal kita lagi asik-asik nonton ya ga bay?" ujar dodi tidak percaya
"sialan" jawab samudera terkekeh membuat dodi dan bayu ikut terkekeh.
Samudera, dodi dan bayu masuk kedalam kelas mereka tidak menemukan pak burhan disana.
"botak kemana?" tanya dodi pada tia.
__ADS_1
"eh lo sopan santun nya udah dipatok ayam ya, pak burhan bukan botak" ujar lala kesal pada dodi.
"iya maksud gue pak burhan kemana?" ulang dodi.
"ada rapat jadi kita cuma dikasih tugas aja" jawab tia memberitahu kan tugas apa yang diberikan oleh pak burhan.
"tugas mulu, kapan gue punya waktu santai dong"
"ada cara nya" ujar lala membuat dodi jadi antusias
"apa?"
"elo... elo...."
"apaan dah?"
"GA USAH SEKOLAH AJA, TIDUR DIRUMAH KALO PERLU GA USAH BANGUN-BANGUN LAGI" teriak lala ditelinga dido.
"jangan dong, nasib anak-anak gue nanti gimana kalau gue ga sekolah"
"tugas nya kerjakan dirumah?" tanya bayu membuat tia dan lala mengangguk serempak.
"tangan kamu kenapa?" tanya lala khawatir ketika melihat baku tangan samudera terluka.
"hah? Ini tadi jatoh" jawab samudera menutupi baku tangan nya, lala tersenyum mengejek.
"kamu pikir aku anak tk apa, luka jatuh mah dilutut ditelapak tangan bukan nya disini" kata lala mengambil tangan samudera dan memperhatikan lukanya. Samudera memperhatikan wajah khawatir lala, ia tersenyum.
"aduh bahaya ini, darah nya biru beku gitu. Harus dikeluari ga sih darah nya" ujar lala pada tia.
"dikompres aja la, biar mendingan baru dikasih pitadin" jawab tia yang langsung diangguki oleh lala.
"ayo ikut aku" ujar lala menarik tangan samudera
__ADS_1
"kemana?" tanya samudera membuat lala menghentikan langkah nya.
"ke mall, ya ke uks lah sammy masa iya jalan-jalan ke mall" jawab lala membuat dodi dan bayu terkikik geli.
Samudera mengikuti langkah lala yang membawa nya ke uks, tangan mungil nya menggandeng tangan besar nya. Ck.
"kamu tunggu disini sebentar, oke" kata lala yang dijawab anggukan kepala oleh samudera.
Tak lama kemudian lala masuk lagi ke uks dengan bongkahan es batu dan sapu tangan.
"siniin tangan kamu" kata lala mengambil tangan samudera yang terluka, dengan hati-hati lala mengompres luka samudera lalu memberikan nya obat merah, terakhir lala menium luka samudera.
"biar cepat sembuh" ujar nya membuat samudera tersenyum.
"makasih"
"aduh sammy sayang kamu kayak lagi sama siapa aja sih pake bilang makasih-makasih segala" jawab lala terkekeh.
"aku kan pacar nya kamu, bukan orang lain"
Samudera memeluk lala erat, sungguh samudera tidak akan bisa melepaskan lala. Seorang penjaga uks tiba-tiba datang lalu membuka tirai uks.
"sudah dibilang jangan pacaran di uks!" ujar nya berdecak pinggang.
"aduh ibu cantik, siapa yang pacaran sih. Lala itu ngobatin luka sammy tauk. Iya kan sammy?"
"iya buk" jawab samdera mengangkat tangan nya yang telah diobati oleh lala.
"bagus kalau begitu"
Lala menghela nafas lega, hampir saja julukan nya bertambah satu 'pacaran di uks'. Lala mendapat banyak julukan dari orang-orang tapi lala mengambaikan semua itu karena itu kenyataan nya. Tapi gelar pacaran di uks terlihat mengerikan ditelinga lala, akan terkesan mesum dan 'tidak-tidak'.
"kekelas yuk" ajak lala menyambut tangan samudera.
__ADS_1
S A M U D E R A – L A L A-